Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Tingkat Ketahanan Pangan dengan Kejadian Beban Gizi Ganda di Rumah Tangga di Kota Surakarta Aryanti Setyaningsih; Shofia Aji Hidayatillah; Zuhria Ismawanti
Jurnal Dunia Gizi Vol 5, No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v5i1.5167

Abstract

Pendahuluan : Beban gizi ganda di rumah tangga ditandai dengan ibu dengan status gizi lebih dan anak dengan status gizi kurang (stunting/ wasting). Permasalahan beban gizi ganda disebabkan adanya transisi gizi yang ditandai dengan perubahan ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat ketahanan pangan dengan kejadian beban gizi ganda di rumah tangga di Kota Surakarta. Bahan dan Metode : Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan pengambilan data dengan pengukuran status gizi dan pengisian kuesioner dengan jumlah sampel 299 yang dikumpulkan pada Mei – Juli 2021 di Kota Surakarta. Analisis statistik dilakukan dengan metode chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat ketahanan pangan dengan kejadian beban gizi ganda di rumah tangga. Hasil : Prevalensi beban gizi ganda yang ditunjukan dengan pasangan ibu dengan status gizi lebih dan anak status gizi kurang (wasting) sebesar 13,4%. Berdasarkan hasil tersebut ditunjukkan bahwa keluarga yang tidak tahan pangan memiliki risiko mengalami beban gizi ganda sebesar 4,189 kali lebih tinggi dibandingkan keluarga dengan tahan pangan (p = 0,000, CI 95% = 2,085 – 8,416). Kesimpulan : Perlu adanya upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan untuk menurunkan permasalahan beban gizi ganda di tingkat rumah tangga.Kata Kunci : Beban Gizi Ganda, Ketahanan Pangan
PEMBUATAN KUDAPAN BERBASIS TEPUNG TEMPE UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Yuniarti Yuniarti; Arintina Rahayuni; Setyo Prihatin; Zuhria Ismawanti
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2384

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia pada ibu hamil merupakan 4 (empat) masalah gizi yang saat ini mendapat perhatian khusus. Upaya preventif yang dapat dilakukan pada kasus anemia dan KEK pada ibu hamil dapat dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT pada ibu hamil dapat berupa pangan lokal atau pabrikan dan minuman. Salah satu pangan lokal yang telah di teliti dan terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) adalah produk olahan berbasis tepung tempe. Berdasarkan analisis situasi diperoleh data bahwa ibu hamil di wilayah tersebut sudah terbiasa mengkonsumsi tempe sehingga perlu adanya modifikasi olahan tempe menjadi yang lebih bergizi dan memiliki nilai jual serta dapat mendukung peningkatan kadar Hb ibu hamil. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan adanya kegiatan pelatihan pembuatan olahan kudapan berbasis tepung tempe. Metode yang dilakukan adalah memberikan ceramah di kelas dan pelatihan pembuatan kudapan berbasis tepung tempe di laboratorium penyelenggaraan makanan.  Peserta adalah ibu hamil di Kelurahan Pedurungan Tengah sebanyak 30 ibu hamil, Hasil kegiatan pengabmas saat pre-test di dapatkan 11 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan 19 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, hasil post-test dari 30 peserta  26 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan 4 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan cukup sehingga dapat disimpulkan  bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kadar Hb ibu hamil dan ketrampilan tentang pembuatan kudapan berbasis tepung tempe lebih bergizi serta diharapkan dapat menjadi penggerak pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat terutama meningkatkan kadar Hb ibu hamil melalui upaya perubahan perilaku dan   peningkatan kemandirian finansial.
EDUKASI PANGAN FUNGSIONAL DAN PELATIHAN PENGOLAHAN TEMPE MENJADI MAKANAN SEHAT PADA REMAJA Oktavina Permatasari; Andrea Putri Sekar Tunjung; Zuhria Ismawanti
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.481

Abstract

Adolescents have special nutrition needs compared to other age groups because they experience growth and physiological changes associated with puberty. The food consumed by adolescents must contain nutrients to meet daily needs. One of the problems of adolescents is the choice of food that is not based on nutritional content and food safety, but rather on social factors so as not to lose status. Consumption of junk food for a long time can cause nutritional problems that cause varying nutritional status. Based on these problems, it is necessary to have functional food education and training in processing tempeh into healthy food for adolescents aims to increase knowledge about healthy food based on functional food to be able to change food consumption patterns in adolescents. The method to provide functional food education and training in processing tempeh into healthy food with animated videos. Based on the results of the student evaluation, it obtained an increase in knowledge and students to notice intake of food consumed
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR Sri Noor Mintarsih; Zuhria Ismawanti; Kun Aristati Susiloretni; Ria Ambarwati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.599

Abstract

Non-communicable diseases (NCD) are the main cause of death in the world, 70%. NCD events such as hypertension and diabetes are expected to continue to increase. Early detection of NCD Risk Factors in the community can be done at Posbindu which is a promotive and preventive activity. The results of interviews and preliminary studies revealed that the implementation of Posbindu activities was felt to be not optimal, due to the limited number of trained cadres. Based on this, it is necessary to empower Posbindu cadres in early detection of NCD risk factors. Service method in the form of training for health cadres. Cadres are expected to be able to detect risk factors for NCD in the community so that prevention can be carried out as early as possible. The activity was carried out on 19-20 August 2022, attended by 10 health cadres from the Gabahan and Pekunden sub-districts in the working area of the Miroto Health Center. The results of the training revealed that there was an increase in cadres' knowledge about posbindu and NCD as well as the skills of cadres in checking weight, height, measuring abdominal circumference, blood pressure, checking blood sugar, cholesterol and uric acid
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Daya Terima Dan Kadar Serat Cookies Rekhajanani, Alfi; Jaelani, Mohammad; Ismawanti, Zuhria; Prihatin, Setyo; Ambarwati, Ria; Rahmawati, Enny
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4259

Abstract

Asupan serat yang rendah di Indonesia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Perlu upaya meningkatkan asupan serat dengan menambahkan bahan pangan tinggi serat pada makanan, yaitu substitusi tepung biji alpukat dalam cookies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji alpukat (Persea Americana Mill.) terhadap daya terima dan kadar serat cookies. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji daya terima panelis menggunakan uji hedonik dengan 5 skala (sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka), kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Uji kadar serat menggunakan metode multienzim, dianalisis dengan uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut Tuckey. Hasil uji Friedman menunjukan adanya perbedaan signifikan pada uji hedonik pada warna, aroma dan rasa, sedangkan tekstur tidak menunjukan perbedaan signifikan. Ada perbedaan kadar serat (p=0,000) pada cookies substitusi tepung biji alpukat, dengan kadar serat tertinggi pada F5 (50%) dan terendah pada F0 (0%), semakin tinggi substitusi tepung biji alpukat, semakin tinggi kadar seratnya. Cookies dengan daya terima tertinggi adalah cookies substitusi 30% tepung biji alpukat, unggul dalam aspek warna dan tekstur. Reformulasi cookies diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam segi rasa.
Pengaruh Pemberian Puding RULAPE pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hiperkolesterolemia dan Hipertensi Muhlishoh, Arwin; Penasih, Dian Putri; Ismawanti, Zuhria; Ma’rifah, Bahriyatul; Kore, Yustina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1384

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) karena sekresi insulin menurun dan cenderung memiliki kadar kolesterol total yang tinggi serta terjadi peningkatan tekanan darah. Puding RULAPE (Rumput Laut Pegagan) diketahui memiliki kandungan serat dan Antioksidan tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif camilan dan terapi diet untuk pasien DM Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding RULAPE terhadap kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah pasien DM Tipe 2. Metode penelitan ini menggunakan desain penelitian quasi- experimental dengan pretest and posttest with control group design, jumlah sampel sebanyak 34 orang responden DMT2 di Kabupaten Karanganyar. Kadar gula darah dan kolesterol total di ukur menggunakan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid) setelah puasa 8-12 jam dan tekanan darah dilakukan sebanyak 7 kali selama intervensi di pagi hari (sebelum konsumsi obat) menggunakan tensimeter digital. Kelompok intervensi diberikan puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari. Analisis data menggunakan Paired-Samples T Test, Independent T Test, dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pemberian puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari berpengaruh nyata terhadap kadar gula darah, kolesterol total dan tekanan darah penderita DMT2 (p-value < 0,05). Pemberian puding RULAPE efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah serta dapat menjadi alternatif makanan selingan pasien DMT2 dengan komplikasi hiperkolesterolemia dan hipertensi.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Makanan Selingan bagi Keluarga Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Ismawanti, Zuhria; Ambarwati, Ria; Permatasari, Arvina Dian Wahyu; Firnanda, Tiara; Nafi'ah, Ulin; Zhurifa, Zahwa Mahda; Muhlishoh, Arwin; Permatasari, Oktavina
Abdi Geomedisains Vol. 5, No. 2, December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v5i2.6706

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a collection of symptoms that arise in a person due to the body experiencing problems in controlling blood sugar levels. The lower the knowledge, the higher the blood sugar levels. The low knowledge of respondents about DM disease makes respondents unable to control blood sugar levels. This community service aimed to enhance public knowledge about DM prevention through education on local food consumption and healthy behaviors. The activity was carried out in Kedungmundu, Semarang City, in August 2024, with the participation of 39 people. The education was delivered through lectures, discussions, and a booklet, containing information about DM, recommended diets, and the use of local food. The results of the activity showed a significant improvement in community knowledge about DM prevention, with post-test scores higher than pre-test scores. This increase indicates that education through lectures and booklets was effective in disseminating health information. With better knowledge, the community is expected to adopt healthier behaviors that can reduce the prevalence of DM, particularly through the use of lokal food. This activity made an important contribution to promotive and preventive efforts to control DM within the community. Future research is recommended to explore the impact of increased knowledge on changes in community attitudes and behaviors in DM prevention.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Pedalangan Semarang Mintarsih, Sri Noor; Susiloretni, Kun Aristiati; Ismawanti, Zuhria; Ambarwati, Ria; Wijayanti, Anggi Ariana
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5151

Abstract

Puskesmas Padangsari Kota Semarang telah mengembangkan Posbindu di kelurahan Pedalangan, namun belum berjalan sesuai harapan, khususnya keterampilan kader dalam melakukan kegiatan atropometri dan konseling gizi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas kader Posbindu yaitu memberdayakan kader melalui kegiatan penyegaran. Peran serta institusi pendidikan dalam hal ini Poltekkes Kemenkes Semarang diharapkan dapat memfasilitasi melalui kegiatan penyegaran tentang teknik antropometri gizi, edukasi dan konseling gizi faktor resiko PTM (penyakit tidak menular) bagi kader Posbindu. Metode pengabdian dalam bentuk penyegaran bagi kader kesehatan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader  dalam melaksanakan kegiatan Posbindu agar  berjalan secara rutin dan terpantaunya kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian PTM. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 20 Juli 2024, diikuti oleh 10 kader kesehatan dari kelurahan Pedalangan di wilayah kerja Puskesmas Padangsari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 12%, keterampilan dalam antropometri gizi (penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut)  meningkat 21%  dan keterampilan dalam melakukan konseling gizi meningkat 20%. Dengan demikian diharapkan kegiatan Posbindu dapat berjalan rutin dan terpantaunya kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian PTM
Efektifitas Cairan Rehidrasi Terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah Dan Kebugaran Atlet Bola Volley Rahmawati, Ana Yuliah; Tursilowati, Susi; Ismawanti, Zuhria
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10785

Abstract

Latar Belakang : Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit saat olahraga dapat menyebabkan dehidrasi yang mengganggu performa atlet. Pemberian cairan yang efektif akan memperkecil perubahan denyut nadi sehingga akan menunda kelelahan dan memperpendek lama periode pemulihan denyut nadi. Keseimbangan cairan selama latihan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler.Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian cairan rehidrasi terhadap perubahan denyut nadi, tekanan darah dan kebugaran atlet Bola Volley setelah latihan fisikMetode : Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest post test control group design. Subyek atlet laki laki bola volley yang berada di Klub Bola Volley Bina Taruna Mitra Kencana Semarang, Jawa Tengah (30 Orang) dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok atlet yang diberi cairan air kelapa (kelompok A), diberi sprt drink merk “X” (kelompok B) dan diberi air putih (kelompok C). Uji pair t test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Uji repeated measured untuk mengetahui cairan mana yang paling baik mempengaruhi denyut nadi.Hasil : Ada perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah pada masing masing kelompok yang diberi air kelapa, cairan komersial dan air putih (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD) serta kebugaran pada semua kelompok (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Uji repeated measured pada perubahan denyut nadi tidak ada perbedaan pada 3 kelompokKesimpulan : Perubahan denyut nadi latihan fisik Atlet Bola volley dipengaruhi oleh pemberian air kelapa, sportdrink komersial dan air putih.
The Effect of Providing Nutrition Education Dietary Approaches To Stop Hypertension (DASH) with Android-Based Media on the Knowledge and Attitudes of Hypertension Sufferers Ambarwati, Ria; Kurnia Desy Ambar Wati; Muflihah Isnawati; Zuhria Ismawanti
Journal of Health Education Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : A diet for hypertension does not only require low salt. DASH diet nutrition education using Android-based media as an effort to increase understanding of the importance of consuming vegetables, fruit, nuts, fish, foods low in saturated fat in controlling hypertension. Research is to determine the effect of nutrition education using Android-based media on knowledge and attitudes in hypertension sufferers. Methods : Types of research true express with a plan pretest-posttest control group design. Selection of research subjects with simple random sampling. The number of research subjects was 18 in the intervention group and 18 in the control group. Nutrition education in the intervention group was provided with Android-based media which was carried out for 4 weeks with a duration of 20 minutes for each research subject. The control group was not given information regarding the DASH diet. The data collected includes data on knowledge and attitudes regarding the DASH diet. The statistical analysis used is independent t test. Results :The average knowledge score was from 64.17 ± 9.27 to 77.17 ± 6.48 in the intervention group and 58.89 ± 6.76 to 66.72 ± 8.09 in the control group. The average attitude score was from 49.17 ± 5.45 to 49.00 ± 5.53 in the intervention group and 49.00 ± 5.53 to 52.67 ± 4.02. There was a difference in the average score of knowledge (p = 0.009), attitude (p = 0.001), difference in knowledge (p = 0.035) and attitude (p = 0.001) between the intervention group and the control group. Conclusion : Nutrition education using Android-based media can increase knowledge and attitudes about the DASH diet in hypertension sufferers.