Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBUATAN KUDAPAN BERBASIS TEPUNG TEMPE UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Yuniarti, Yuniarti; Rahayuni, Arintina; Prihatin, Setyo; Ismawanti, Zuhria
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2384

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia pada ibu hamil merupakan 4 (empat) masalah gizi yang saat ini mendapat perhatian khusus. Upaya preventif yang dapat dilakukan pada kasus anemia dan KEK pada ibu hamil dapat dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT pada ibu hamil dapat berupa pangan lokal atau pabrikan dan minuman. Salah satu pangan lokal yang telah di teliti dan terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) adalah produk olahan berbasis tepung tempe. Berdasarkan analisis situasi diperoleh data bahwa ibu hamil di wilayah tersebut sudah terbiasa mengkonsumsi tempe sehingga perlu adanya modifikasi olahan tempe menjadi yang lebih bergizi dan memiliki nilai jual serta dapat mendukung peningkatan kadar Hb ibu hamil. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan adanya kegiatan pelatihan pembuatan olahan kudapan berbasis tepung tempe. Metode yang dilakukan adalah memberikan ceramah di kelas dan pelatihan pembuatan kudapan berbasis tepung tempe di laboratorium penyelenggaraan makanan.  Peserta adalah ibu hamil di Kelurahan Pedurungan Tengah sebanyak 30 ibu hamil, Hasil kegiatan pengabmas saat pre-test di dapatkan 11 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan 19 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup, hasil post-test dari 30 peserta  26 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan 4 peserta memiliki pengetahuan dan ketrampilan cukup sehingga dapat disimpulkan  bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kadar Hb ibu hamil dan ketrampilan tentang pembuatan kudapan berbasis tepung tempe lebih bergizi serta diharapkan dapat menjadi penggerak pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat terutama meningkatkan kadar Hb ibu hamil melalui upaya perubahan perilaku dan   peningkatan kemandirian finansial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI MAKANAN SELINGAN BAGI KELUARGA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Ismawanti, Zuhria; Ambarwati, Ria; Permatasari, Arvina Dian Wahyu; Firnanda, Tiara; Nafi'ah, Ulin; Zhurifa, Zahwa Mahda; Muhlishoh, Arwin; Permatasari, Oktavina
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 10 No 1 (2025): Juni : Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v10i1.199

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, disebabkan oleh berbagai faktor seperti penurunan produksi insulin, gaya hidup tidak sehat, dan obesitas. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DM melalui edukasi tentang konsumsi pangan lokal dan perilaku sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Kedungmundu, Kota Semarang, pada bulan Agustus 2024 dengan partisipasi 39 orang. Edukasi diberikan melalui penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan media booklet, yang berisi informasi tentang DM, diet yang dianjurkan, dan pemanfaatan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DM, dengan skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan ceramah dan media booklet efektif dalam menyebarkan informasi kesehatan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengadopsi perilaku sehat yang dapat menurunkan prevalensi DM, terutama melalui pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam upaya promotif dan preventif untuk mengendalikan DM di lingkungan masyarakat..
Efektifitas Cairan Rehidrasi Terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah Dan Kebugaran Atlet Bola Volley Rahmawati, Ana Yuliah; Tursilowati, Susi; Ismawanti, Zuhria
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10785

Abstract

Latar Belakang : Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit saat olahraga dapat menyebabkan dehidrasi yang mengganggu performa atlet. Pemberian cairan yang efektif akan memperkecil perubahan denyut nadi sehingga akan menunda kelelahan dan memperpendek lama periode pemulihan denyut nadi. Keseimbangan cairan selama latihan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler.Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian cairan rehidrasi terhadap perubahan denyut nadi, tekanan darah dan kebugaran atlet Bola Volley setelah latihan fisikMetode : Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest post test control group design. Subyek atlet laki laki bola volley yang berada di Klub Bola Volley Bina Taruna Mitra Kencana Semarang, Jawa Tengah (30 Orang) dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok atlet yang diberi cairan air kelapa (kelompok A), diberi sprt drink merk “X” (kelompok B) dan diberi air putih (kelompok C). Uji pair t test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Uji repeated measured untuk mengetahui cairan mana yang paling baik mempengaruhi denyut nadi.Hasil : Ada perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah pada masing masing kelompok yang diberi air kelapa, cairan komersial dan air putih (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD) serta kebugaran pada semua kelompok (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Uji repeated measured pada perubahan denyut nadi tidak ada perbedaan pada 3 kelompokKesimpulan : Perubahan denyut nadi latihan fisik Atlet Bola volley dipengaruhi oleh pemberian air kelapa, sportdrink komersial dan air putih.
Efektifitas Cairan Rehidrasi Terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah Dan Kebugaran Atlet Bola Volley Rahmawati, Ana Yuliah; Tursilowati, Susi; Ismawanti, Zuhria
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10785

Abstract

Latar Belakang : Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit saat olahraga dapat menyebabkan dehidrasi yang mengganggu performa atlet. Pemberian cairan yang efektif akan memperkecil perubahan denyut nadi sehingga akan menunda kelelahan dan memperpendek lama periode pemulihan denyut nadi. Keseimbangan cairan selama latihan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler.Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian cairan rehidrasi terhadap perubahan denyut nadi, tekanan darah dan kebugaran atlet Bola Volley setelah latihan fisikMetode : Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest post test control group design. Subyek atlet laki laki bola volley yang berada di Klub Bola Volley Bina Taruna Mitra Kencana Semarang, Jawa Tengah (30 Orang) dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok atlet yang diberi cairan air kelapa (kelompok A), diberi sprt drink merk “X” (kelompok B) dan diberi air putih (kelompok C). Uji pair t test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Uji repeated measured untuk mengetahui cairan mana yang paling baik mempengaruhi denyut nadi.Hasil : Ada perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah pada masing masing kelompok yang diberi air kelapa, cairan komersial dan air putih (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD) serta kebugaran pada semua kelompok (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Uji repeated measured pada perubahan denyut nadi tidak ada perbedaan pada 3 kelompokKesimpulan : Perubahan denyut nadi latihan fisik Atlet Bola volley dipengaruhi oleh pemberian air kelapa, sportdrink komersial dan air putih.
Efektifitas Cairan Rehidrasi Terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah Dan Kebugaran Atlet Bola Volley Rahmawati, Ana Yuliah; Tursilowati, Susi; Ismawanti, Zuhria
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10785

Abstract

Latar Belakang : Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit saat olahraga dapat menyebabkan dehidrasi yang mengganggu performa atlet. Pemberian cairan yang efektif akan memperkecil perubahan denyut nadi sehingga akan menunda kelelahan dan memperpendek lama periode pemulihan denyut nadi. Keseimbangan cairan selama latihan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler.Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian cairan rehidrasi terhadap perubahan denyut nadi, tekanan darah dan kebugaran atlet Bola Volley setelah latihan fisikMetode : Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest post test control group design. Subyek atlet laki laki bola volley yang berada di Klub Bola Volley Bina Taruna Mitra Kencana Semarang, Jawa Tengah (30 Orang) dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok atlet yang diberi cairan air kelapa (kelompok A), diberi sprt drink merk “X” (kelompok B) dan diberi air putih (kelompok C). Uji pair t test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Uji anova untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Uji repeated measured untuk mengetahui cairan mana yang paling baik mempengaruhi denyut nadi.Hasil : Ada perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah pada masing masing kelompok yang diberi air kelapa, cairan komersial dan air putih (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolic (TDD) serta kebugaran pada semua kelompok (p=0,000 ; p=0,001 ; p=0,006). Uji repeated measured pada perubahan denyut nadi tidak ada perbedaan pada 3 kelompokKesimpulan : Perubahan denyut nadi latihan fisik Atlet Bola volley dipengaruhi oleh pemberian air kelapa, sportdrink komersial dan air putih.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Daya Terima Dan Kadar Serat Cookies Rekhajanani, Alfi; Jaelani, Mohammad; Ismawanti, Zuhria; Prihatin, Setyo; Ambarwati, Ria; Rahmawati, Enny
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4259

Abstract

Asupan serat yang rendah di Indonesia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Perlu upaya meningkatkan asupan serat dengan menambahkan bahan pangan tinggi serat pada makanan, yaitu substitusi tepung biji alpukat dalam cookies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji alpukat (Persea Americana Mill.) terhadap daya terima dan kadar serat cookies. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji daya terima panelis menggunakan uji hedonik dengan 5 skala (sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka), kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Uji kadar serat menggunakan metode multienzim, dianalisis dengan uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut Tuckey. Hasil uji Friedman menunjukan adanya perbedaan signifikan pada uji hedonik pada warna, aroma dan rasa, sedangkan tekstur tidak menunjukan perbedaan signifikan. Ada perbedaan kadar serat (p=0,000) pada cookies substitusi tepung biji alpukat, dengan kadar serat tertinggi pada F5 (50%) dan terendah pada F0 (0%), semakin tinggi substitusi tepung biji alpukat, semakin tinggi kadar seratnya. Cookies dengan daya terima tertinggi adalah cookies substitusi 30% tepung biji alpukat, unggul dalam aspek warna dan tekstur. Reformulasi cookies diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam segi rasa.
DEMONSTRASI PENGENALAN VARIASI MENU DIET DIABETES MELLITUS BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ismawanti, Zuhria; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Prastiwi, Nining
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.56-62

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease that can be caused by an unhealthy lifestyle. DM treatment has four pillars in its management, namely education, DM diet management, physical activity and drug management. The recommended DM dietary arrangement is almost the same as the recommended diet in general, namely balanced nutrition in accordance with calorie needs, however DM sufferers will emphasize eating regularity in terms of eating schedules, types of food and amount of food. Based on these problems, it is necessary to demonstrate the introduction of variations in the diabetes mellitus diet menu for type 2 diabetes mellitus sufferers.This activity is carried out to increase knowledge about the variety of diabetes mellitus diet menus in type 2 diabetes mellitus sufferers.Pre-test and post-test are carried out to determine the level of understanding of the demonstration which are given. The method used was to provide a demonstration of introduction to the variation of the diabetes mellitus diet menu for people with type 2 diabetes. As many as 25 people participated in this activity from beginning to end. Based on the results of the evaluation using the post test value, it shows that there is an increase in knowledge and skills regarding the variation of the type 2 DM diet, so as to prevent complications of type 2 DM.
Formulation of mixed food ingredients with mackerel fish flour (Rastrelliger neglectus) and tempe flour substitution for complementary foods incidence stunting under five years old Permatasari, Oktavina; Tunjung, Andrea Putri Sekar; Ismawanti, Zuhria
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 14 ISSUE 2, 2026
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(2).153-168

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Permasalahan gizi Indonesia yang belum teratasi pada kelompok balita yaitu stunting. Riskesdas Tahun 2018 stunting di Jawa Tengah pada baduta 33,3%, Tahun 2021 Kota Semarang 3,10%. Stunting balita dapat terjadi karena kurang asupan zat gizi. Upaya penanganan stunting Kota Semarang diperlukan peningkatan kandungan gizi MP-ASI dengan substitusi bahan pangan tinggi protein dan zat gizi mikro. Tujuan: Memperoleh formulasi BMC bubur instan substitusi ikan kembung dan tepung tempe yang diterima balita dengan menentukan nilai gizi dan anjuran takaran saji konsumsi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Rancangan Acak Lengkap. Objek yang diteliti BMC bubur instan dengan 3 kelompok perlakuan substitusi tepung tempe dan tepung ikan kembung sebagai pengganti beras merah, BMC F2 masing-masing 4%, F3 10%, F4 16%, serta F1 sebagai kontrol. Hasil: BMC bubur instan F3 (substitusi tepung ikan kembung 5% dan tepung tempe 5%) paling diterima panelis dengan energi 439,95 kkal, protein 14,67 g/100g, karbohidrat 60,69 g/100g, lemak 15,39 g/100g, serat 25,66 g/100g, vitamin A 14,56 µ/100g, vitamin C 226,5 mg/100g, zat besi 0,29 mg/100g, zink 19,27 mg/100g, kelarutan sesuai standar, densitas kamba lebih baik dari bubur instan komersial, lolos uji cemaran mikrobiologi berdasarkan standar SNI Kesimpulan: BMC bubur instan substitusi tepung ikan kembung dan tepung tempe layak dikonsumsi dan digunakan sebagai MP-ASI makanan utama balita stunting dengan takaran saji 20 gram berat kering atau 60 gram rehidrasi memenuhi 395,93 kkal energi, serta 100% protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin C, dan zink.   ABSTRACT Background : Stunting is a persistent nutritional problem in Indonesia affecting toddlers. The 2018 Basic Health Research showed stunting cases in Central Java among toddlers at 33.3%, while in Semarang City in 2021 reached 3.10%. Stunting in toddlers can occur due to inadequate nutritional intake, particularly during complementary foods. In an effort to reduce stunting, it is necessary to increase the nutritional content of complementary foods substituting ingredients high protein and micronutrients. Objectives: Formulating instant porridge with substitutions of mackerel and tempeh flour that accepted by toddlers while ensuring appropriate nutritional content and recommended serving sizes. Methods: This research using a quantitative experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD). The study focused on BMC instant porridge, including three treatment groups with substitutions of tempeh and mackerel flour, BMC F2 4%, F3 10%, F4 16%, F1 as a control. Results: BMC instant porridge formula 3 was the preferred by panelists. This formulation provides 439.95 kcal of energy, 14.67 g/100g protein, 60.69 g/100g carbohydrates, 15.39 g/100g fat, 25.66 g/100g fiber, 14.56 µg/100g vitamin A, 226.5 mg/100g vitamin C, 0.29 mg/100g iron, and 19.27 mg/100g zinc. Meets solubility standards, has a density superior to commercial instant porridge, and passes microbiological contamination tests. Conclusions: BMC instant porridge substituted with mackerel and tempeh flour, is suitable as complementary food for stunted toddlers. Each serving, consisting of 20 grams of dry porridge or 60 grams when rehydrated, provides 395.93 kcal of energy,100% of the recommended intake for protein, carbohydrates, fat, fiber, vitamin C, and zinc.
Development and Evaluation of Local Snack-Based Complementary Foods for Toddlers Aged 12–23 Months: Nutritional Adequacy, Acceptability, and Cost Feasibility Sunarto Sunarto; Estuasih Dyah Pertiwi; Dyah Nur Subandriani; Addina Rizky Fitriyanti; Zuhria Ismawanti; Arwin Muhlihsoh; Mohamad Reza Assidhiq
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.768

Abstract

Screening data from 412 toddlers in the Tlogosari Wetan Community Health Center area in 2024 revealed a 9.7% prevalence of wasting, with 45% of cases occurring in children aged 12–23 months. Furthermore, 47.5% of toddlers in local supplementary feeding programs did not consume their full portions, primarily due to limited flavor variety and poor taste acceptability. This study aimed to develop and evaluate the nutritional adequacy, sensory acceptability, and cost feasibility of local snack-based complementary foods (CF) for toddlers aged 12–23 months. A five-stage Research and Development (R&D) design was employed, encompassing preliminary research, planning, product development, expert testing, and field testing. Sensory evaluation was conducted by six expert panelists using hedonic and hedonic quality tests. Field trials involved 26 toddlers to assess acceptance using the Comstock method for food residue analysis. Data were analyzed using Repeated Measures ANOVA and Fisher’s Exact tests. Six CF menus were successfully developed, all meeting national nutritional standards, with an energy content of 229–275 kcal, protein 9–11.3 g, fat 11.2–17.2 g, and a protein-energy ratio (PER) of 13.8–16.4%. The "Finger Rice Stick & Tempe Pudding" menu achieved the highest hedonic score for texture and overall preference (p = 0.009). Toddler acceptance reached 87.2%, with intake levels ranging from 58.9% to 81.3% for energy and protein. Cost analysis indicated the products were affordable, with production costs ranging from IDR 4,330 to IDR 8,417 per menu. The developed local snack-based complementary foods are nutritionally adequate, organoleptically acceptable, and economically feasible. These findings suggest their potential for integration into community-level nutrition programs to support stunting and wasting prevention efforts
Enhancing anthropometric skills and nutrition counseling through mentoring for adolescent Posbindu cadres Sri Noor Mintarsih; Ria Ambarwati; Zuhria Ismawanti; Sunarto Sunarto; Mardiana Mardiana; Anggi Ariana Wijayanti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2408

Abstract

Noncommunicable diseases (NCDs) pose a significant health threat to adolescents, including those in Semarang. The prevalence of NCD risk factors among high school students in Semarang highlights the urgent need for effective intervention. Empowering peer counselors as cadres through the Posbindu program can facilitate early detection of NCD risk factors. However, cadres’ capacities for anthropometry and nutritional counseling remain inadequate. This study aimed to evaluate the impact of a structured mentoring program on enhancing knowledge and skills of adolescent Posbindu cadres in anthropometric measurements and nutrition counseling. This quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design. A total of 36 students from grades 11 and 12 in two high schools in Semarang were recruited as cadres. The intervention consisted of lectures, demonstrations, and booklets. Data were collected through questionnaires measuring knowledge, anthropometric skills, and counseling abilities. A multivariate independent t-test was used for the statistical analysis. The mentoring program significantly improved knowledge, anthropometric skills, and counseling performance (p<0,001). Mentoring contributed to a 42% improvement in knowledge, 62% in anthropometric skills, and 64% in counseling abilities. Mentoring is an effective strategy for strengthening the competencies of Posbindu cadres in performing anthropometric assessments and providing nutrition counseling to support the early detection of NCD risk factors among adolescents.