Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

JÜRGEN HUBERMAS' SOCIAL CRITICISM OF EDUCATIONAL PRACTICES Darojat, Jajat; Ilyas, Marfu Muhyidin; Susilawati, Erni; Komariah, Grandson of
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is social engineering that is regularly and measurably oriented towards the social changes in society. Therefore, educational practice cannot be separated from the process of social transformation that shapes and prepares individuals to become members of society. In reality, education is like an ivory tower that is alienated from the social reality of society and therefore cannot contribute to social change. This research criticizes educational practices based on Jürgen Hubermas' theory of social criticism, which tends to view education as a conservative-formalistic process. This research uses a descriptive qualitative method with a literary studies approach. The research findings explain that there are two discussions in the study namely; First, the critical theoretical reflection on Jürgen Hubermas's pedagogical practice. That Habermas' communication theory can be understood in educational practice as a process of social transformation. In education, students are positioned as autonomous subjects who have a relationship between educators and students as subjects. Since education is fundamentally a process of constructive individual change, the educational practice paradigm is geared towards intersubjective-emanative relationship patterns. Second, related to the discussion about measuring the role of education in social reconstruction from the perspective of Jürgen Habermas, education is fundamentally a social instrument that plays a role in shaping changes in the social life of society. The role of education cannot be separated from the context of social change, therefore educational practice is part of social engineering regularly aimed at preparing students to become members of society.
Perbandingan Pemahaman Moderasi Beragama Antara Siswa Madrasah dan Sekolah (Penelitian Di MA YPI Cikoneng dan SMAN 1 Ciparay Kabupaten Bandung) Susilawati, Erni; Zahra Saifi, Ani Fatimah; Komala, Euis; Kurnia Fauziah, Nadia; Sumringah Sari, Mada
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8082

Abstract

Moderasi beragama lahir sebagai respons terhadap konflik-konflik yang diilhami oleh perbedaan agama dengan tujuan untuk mempromosikan pemahaman, dialog, dan perdamaian antar agama. Moderasi beragama adalah pendekatan dalam praktik keagamaan yang menekankan pada pemahaman yang inklusif, toleransi, dan pemahaman yang lebih luas terhadap nilai-nilai agama. Pelajaran tentang moderasi beragama dapat membantu siswa memahami bahwa toleransi, penghargaan terhadap perbedaan dan inklusi adalah nilai-nilai penting dalam masyarakat yang multikultural. Kelembagaan dan kurikulum pembelajaran MA dan SMA memiliki perbedaan. Oleh karena itu, pemahaman moderasi beragama siswa MA, SMA dan perbandingannya perlu diteliti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai mean () tentang pemahaman penerimaan terhadap tradisi lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman yang lainnya yaitu 11,06, perhitungan analisis ANOVA menghasilkan F = 54,58 lebih besar dari 5,29, hal ini mengandung arti bahwa hipotesis nol ( ) ditolak dan pada dua sampel tersebut terdapat minimal adanya dua perbedaan tingkat pemahaman dari keempat pemahaman yang terdiri dari komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi.
Implementation of ICT Management to Improve Education Quality: A Case Study at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandung City Saifi, Ani Fatimah Zahra; Susilawati, Erni; Komala, Euis; Erihadiana, Mohamad
International Journal of Science and Society Vol 5 No 5 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i5.985

Abstract

The growth of technology has changed the way we learn and teach. The use of ICT in education has great potential to improve the efficiency, accessibility and quality of learning. Various challenges in the education sector, such as access gaps, unequal quality, lack of resources and curricula that do not always keep up with technological developments can be resolved with appropriate ICT management strategies. Studies on the level of technology adoption in various educational institutions, be they schools, colleges or training centers can provide insight into how effective the use of ICT is in improving the quality of education. This research uses descriptive methods and data collection is carried out using an assessment of primary data sources and secondary data sources. Because the collection and analysis of qualitative research data used in this research is interactive, the researcher interacted with the data sources above by conducting observations, interviews and literature reviews. The results of this research are that ICT planning in MAN 2 Bandung City includes vision and mission, ICT strategy and financing. Organizing ICT at MAN 2 Bandung City includes the infrastructure provided by the madrasah along with the human resources who manage this infrastructure. The implementation of ICT at MAN 2 Bandung City includes the implementation of ICT in learning and educational services. ICT evaluations are carried out regularly monthly by the Head and Deputy Head of the Madrasah and annually at work meetings. The quality of education at MAN 2 Bandung City can be seen from the increasing public interest in enrolling their children in school at this madrasa and from the number of graduates who continue their studies at both state and private universities.
Konseptual Teoritis Kurikulum Pendidikan dalam Perspektif Secara Pragmatis dalam Islam Susilawati, Erni; Saifi, Ani Fatimah Zahra; Komala, Euis; Izuddin, Izuddin; Ruhendi, Ateng
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.705

Abstract

Kurikulum dalam pendidikan Islam dikenal dengan kata manhaj yang memiliki arti jalan yang terang yang dilalui oleh pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan serta sikap.  Kurikulum pendidikan dalam konsepsi Islam adalah: suatu sistem kebenaran, standar, dan nilai-nilai ilahi sekunder, dan variabel pengetahuan, pengalaman, dan pengalaman manusia. dan ketrampilan yang dibekali oleh lembaga pendidikan Islam kepada peserta didiknya, dengan tujuan membawa mereka pada tingkat kesempurnaan yang telah Allah persiapkan bagi mereka, sehingga mereka dapat menunaikan hak khilafah di muka bumi dengan memberikan kontribusi yang positif dan efektif dalam pembangunan dan pembangunannya. kemajuan kehidupan di permukaannya sesuai dengan metode Tuhan. Ciri ciri yang menjadi cirinya pemahaman kurikulum menurut Dr. Yusuf Al-Qaradawi, yaitu Metode atau kurikulum pendidikan islam sistem sumber dari gambaran islam untuk alam semesta, manusia dan kehidupan, beserta pemahaman dan ciri cirinya, dan dasar bangunan atau kontruksinya, dan pokoknya merupakan satu kesatuan yang utuh, yang setiap bagiannya dipengaruhi oleh bagian bagian yang lain, dan mempengaruhi bagian-bagian lainnya. Dan pemahaman ini untuk kurikulum pendidikan islam, dibedakan dalam serangkaian dari ciri ciri karakteristik. Ahmad Madkuri dua ribu dua Menurut Dr Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa Konsep yang pertama yaitu konsep Ketuhanan. Yang dimaksud dengan Ketuhanan di sini ada dua hal: Asal dan sumber ketuhanan, Arah dan tujuan ketuhanan. Menurut Dr Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa Konsep yang kedua yaitu konsep ketauhidan.  Ciri kurikulum pendidikan Islam yang kedua adalah ciri tauhid, Tauhid merupakan komponen pertama dari sistem Islam, karena merupakan fakta dasar atau fundafental dalam keimanan. Melalui tauhid, sistem atau pendekatan Islam menjadi unik di antara semua sistem dan pendekatan keyakinan dan filsafat lain yang berlaku di muka bumi.
SOROTAN DAN KRITIK PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI Zahra Saifi, Ani Fatimah; Komala, Euis; Susilawati, Erni; Ruswandi, Uus; Arifin, Bambang Samsul
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i1.5867

Abstract

Kurikulum PAI di berbagai jenjang pendidikan sering kali dikritik karena kurang menekankan pada aspek yang relevan dengan kehidupan kontemporer. Pada jenjang Sekolah Dasar dan Menengah, kurikulum lebih fokus pada hafalan materi-materi keagamaan dan ritual, sementara kurang menekankan pada pemahaman nilai-nilai universal Islam seperti toleransi, etika sosial, dan isu-isu global. Di Perguruan Tinggi, PAI terkadang dianggap terlalu teoretis dan kurang aplikatif dalam menghadapi problematika kehidupan mahasiswa di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sorotan dan kritik Pengelolaan Pembelajaran PAI di Sekolah dan Perguruan Tinggi beserta Alternatif solusinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif dalam bentuk kajian pustaka. Sorotan dan kritik terhadap pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam ialah mengacu pada pendekatan pembelajaran yang masih menerapkan pendidikan konvensional dimana pembelajaran masih klasikal, kurangnya kemajuan teknologi dalam pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik yang rendah. Alternatif solusi yang ditawarkan adalah melalui penerapan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam pembelajaran PAI, penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI dan peningkatan kompetensi Guru PAI.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEMAND (PERMINTAAN) VAKSINASI COVID-19 BAGI LANSIA DIKELURAHAN BANDAR SELAMATTAHUN 2021 Susilawati, Erni; Martalena Silitonga, Evawani; Zulfendri, Zulfendri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1738

Abstract

COVID-19 membuat dunia menjadi resah, termasuk di Indonesia. COVID-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Pemerintah dituntut untuk sesegera mungkin  menangani  ancaman  nyata  COVID-19. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu dengan mendatangkan vaksin. Pemerintah Indonesia berharap dengan adanya vaksinasi maka angka kejadian penyakit virus corona-19 dapat berkurang dan terselesaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Demand (Permintaan) Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia, jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study, penelitian dilakuakn di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, dengan populasi adalah lansia di lingkungan I, II, III Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan, teknik pengambialn sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita hoax, pengetahuan, sikap dan persepsi mempunyai hubungan yang signifikan dengan demand vaksin covid19, akan tetapi Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) tidak mempunyai hubungan dengan demand vaksin covid19 pada lansia.Kata Kunci : Demand, COVID-19, Lansia