Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Pekerja terhadap Kualitas Layanan Daycare dalam Mendukung Pengasuhan Anak Usia Dini di Kabupaten Bekasi Gina Asri Ruwaida; Ayu Hopiani; Muna Maisa Nada
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.794

Abstract

Orang tua pekerja membutuhkan layanan daycare yang tidak hanya membantu penitipan anak, tetapi juga menghadirkan rasa aman, komunikasi yang terbuka, dan stimulasi yang selaras dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua pekerja terhadap kualitas layanan daycare dalam mendukung pengasuhan anak usia dini di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei kepada 60 orang tua pekerja yang memiliki anak usia 0-6 tahun dan menggunakan layanan daycare. Instrumen disusun berdasarkan enam aspek, yaitu keamanan, kebersihan-kesehatan, kompetensi pengasuh, komunikasi, stimulasi perkembangan, dan kepercayaan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua berada pada kategori baik dengan rerata keseluruhan 4,08. Aspek keamanan dan perlindungan anak menjadi kekuatan utama, sedangkan stimulasi perkembangan anak masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya daycare sebagai mitra pengasuhan keluarga pekerja.
Peran Kurikulum Merdeka PAUD dalam Menanamkan Karakter Toleransi Anak Usia Dini: Studi Literatur: The Role of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) in Early Childhood Education in Instilling Tolerance: A Literature Review Sulastri Lestari; Leli Halimah; Ayu Hopiani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4825

Abstract

This study employs a literature review method to summarize, examine, and analyze in depth how the Merdeka Curriculum for Early Childhood Education (PAUD) contributes to the development of tolerance attitudes among young children. This approach involves a systematic review of various research findings and academic publications that discuss the relationship between the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD and the process of fostering tolerant behavior in early childhood. A qualitative approach based on a literature review was used, with sources retrieved through Google Scholar and limited to publications from 2015 to 2025. The reviewed articles include studies on the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD, character education for young children, and various strategies applied to cultivate tolerance values from an early age. The synthesis of the literature indicates that the Merdeka Curriculum for PAUD plays a crucial role in developing tolerance character through child- centered learning, teachers’ autonomy in designing learning plans, and the reinforcement of the Pancasila Student Profile, particularly the dimension of global diversity. The cultivation of tolerance attitudes is reflected in various learning activities, such as daily routines, teachers’ role modeling, cooperative play, project-based learning, and inclusive social interactions that respect diversity. Research findings also reveal that early childhood educators play an important role as facilitators and role models of tolerant behavior for children. This role is supported by a comfortable and supportive learning environment, enabling children to develop tolerance naturally. However, most of the reviewed studies still discuss the Merdeka Curriculum for PAUD and character education separately, indicating that research specifically integrating both aspects in the context of fostering tolerance in early childhood remains limited.   ABSTRAK Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka untuk meringkas, mengkaji, dan menganalisis lebih dalam bagaimana Kurikulum Merdeka PAUD berperan dalam membangun sikap toleransi pada anak-anak kecil. Pendekatan ini melibatkan penelitian sistematis terhadap berbagai temuan riset dan tulisan akademis yang membahas hubungan antara penerapan Kurikulum Merdeka PAUD dengan proses membentuk perilaku toleran di kalangan anak usia dini. Kami menggunakan metode kualitatif berbasis literature review, dengan pencarian sumber melalui Google Scholar, terbatas pada publikasi dari tahun 2015 sampai 2025. Artikel yang kami telaah meliputi studi tentang penerapan Kurikulum Merdeka PAUD, pendidikan karakter untuk anak kecil, serta berbagai taktik yang diterapkan untuk menumbuhkan nilai toleransi sejak dini. Sintesis dari literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka PAUD memainkan peran krusial dalam mengembangkan karakter toleransi lewat pembelajaran yang fokus pada anak, kebebasan guru untuk merancang rencana belajar, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama aspek keberagaman global. Penanaman sikap toleransi ini tercermin dalam berbagai aktivitas belajar, seperti rutinitas harian, contoh perilaku dari guru, permainan bersama, proyek pembelajaran, serta interaksi sosial yang inklusif dan menghormati perbedaan. Temuan riset juga mengungkap bahwa pendidik PAUD berperan penting sebagai pendamping sekaligus panutan perilaku toleran untuk anak-anak. Peran ini didorong oleh suasana belajar yang nyaman dan mendukung, sehingga anak bisa menumbuhkan sikap toleran secara wajar. Meski begitu, sebagian besar studi yang kami tinjau masih membahas Kurikulum Merdeka PAUD dan pendidikan karakter secara terpisah, sehingga penelitian yang khusus menggabungkan keduanya dalam konteks menanamkan toleransi pada anak kecil masih belum banyak.
Pelatihan Terintegrasi Bagi Kader PKK dan Posyandu Terkait Pencegahan Stunting pada Anak di Kabupaten Bandung Tuti Istianti; Ayu Hopiani; Mirawati; Leli Halimah; Muh Arisandi AM
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8677

Abstract

Kemajuan suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini berada dalam kelompok anak usia dini. Namun, prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung, mengancam potensi masa depan tersebut. Stunting, akibat kekurangan gizi kronis, berdampak pada pertumbuhan fisik, kognitif, dan sosial-emosional anak, serta menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat peran kader PKK dan Posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan terintegrasi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan 50 kader PKK dan Posyandu. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pelatihan yang dilakukan mencakup materi tentang pengertian stunting, dampaknya, pola makan sehat, dan perawatan anak yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dan Posyandu dalam pencegahan stunting. Evaluasi dan refleksi menunjukkan kepuasan peserta terhadap materi dan metode pelatihan, serta pentingnya pendampingan dan monitoring berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader PKK dan Posyandu melalui pelatihan terintegrasi merupakan langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung.
Analisis Penerapan Model Work-based Learning pada Mahasiswa Calon Guru PAUD Mirawati; Winti Ananthia; M Ridwan Sutisna; Leli Halimah; Ayu Hopiani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8682

Abstract

endidikan yang diberikan pada anak sejak dini dapat mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Sebagai upaya mengembangkan aspek perkembangan anak yang optimal, maka dibutuhkan pendidikan yang berkualitas. Dalam hal ini, pendidikan yang berkualitas berkaitan erat dengan kompetensi guru. Pengembangan kompetensi guru dapat dilakukan sejak mereka masih dalam masa pendidikan di Universitas. Upaya dalam mengembangkan kompetensi dan kesiapan calon guru PAUD telah dilakukan oleh Program Studi PGPAUD Kampus UPI di Cibiru melalui penerapan salah satu model yaitu Work-Based Learning (WBL). Penelitian sebelumnya menunjukkan keefektifan WBL untuk mempersiapkan seseorang sebelum memasuki dunia kerja. Namun, penerapan WBL pada calon guru PAUD perlu dikaji lebih lanjut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan, manfaat, dan tantangan model WBL pada mahasiswa calon guru PAUD Kampus UPI di Cibiru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi WBL telah dilaksanakan dalam beberapa bentuk dan telah memberikan manfaat berupa keterampilan praktis, kesadaran karir, dan jaringan profesional. Meski efektif, koordinasi dengan mitra dan kesiapan mahasiswa adalah tantangan utama yang perlu diatasi. Komunikasi dengan mitra dan dukungan kepada mahasiswa penting untuk mendorong kesuksesan implementasi WBL