Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL SERAMBI ILMU

Pembentukan Akhlak Takzeem Keuguree : Pendekatan Sosiologi-Antropology Pada Pendidikan Pasantren Tradisional Aceh Fahmi Arfan; Ida Hasanah; Mustafa Usman; M. Chalis; Abubakar Abubakar; Irwan Irwan; Muhammad Nur
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v25i1.5890

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan bagaimana strategi pembentukan akhlak takzeem keu guree pada santri pasantren tradisionah Provinsi Aceh, penelitian mengunakan pendekatan kualitatif sosiologis-angtropologis, alat pengumpulan data adalah wawancara, obervasi dan dokumentasi,  analisis data dengan pendekatan analisis comparative, mengingat situs-situs penelitian dalam jumlah yang banyak, dengan pendekatan comparasi maka setiap data-data direduksi dianalisis kesemaan dan kebedaan, setiap data yang telah dikomparasi akan mudah  untuk menjawab tujuan penelitian yang mana sebagai landasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan pasantren tradisional  Aceh telah berhasil mencetak manusia yang berakhlukul karimah yang memilki nilai takzeem keu guree yang baik, ektrim dan akut. Tidak hanya takzeem padanya tetapi  termasuk pada seluruh keluarga gureenya, bahkan bisa bertahan dalam waktu yang lama sampai akhir hayatnya.
Pembentukan Akhlak Takzeem Keuguree : Pendekatan Sosiologi-Antropology Pada Pendidikan Pasantren Tradisional Aceh Fahmi Arfan; Ida Hasanah; Mustafa Usman; M. Chalis; Cut Nya Dhin; Irwan Irwan; Muhammad Nur
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v25i1.5890

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan bagaimana strategi pembentukan akhlak takzeem keu guree pada santri pasantren tradisionah Provinsi Aceh, penelitian mengunakan pendekatan kualitatif sosiologis-angtropologis, alat pengumpulan data adalah wawancara, obervasi dan dokumentasi,  analisis data dengan pendekatan analisis comparative, mengingat situs-situs penelitian dalam jumlah yang banyak, dengan pendekatan comparasi maka setiap data-data direduksi dianalisis kesemaan dan kebedaan, setiap data yang telah dikomparasi akan mudah  untuk menjawab tujuan penelitian yang mana sebagai landasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan pasantren tradisional  Aceh telah berhasil mencetak manusia yang berakhlukul karimah yang memilki nilai takzeem keu guree yang baik, ektrim dan akut. Tidak hanya takzeem padanya tetapi  termasuk pada seluruh keluarga gureenya, bahkan bisa bertahan dalam waktu yang lama sampai akhir hayatnya.
Latar dan Penokohan dalam Legenda Gunung Ular (Glee Uleue) di Kabupaten Aceh Besar Asriani Asriani; Yulsafli Yulsafli; Nurul Azmi; M. Chalis; T. Syarifuddin
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v24i2.6257

Abstract

Legenda-legenda yang ada di daerah umumnya banyak memberikan pesan (amanat) yang berguna bagi kehidupan manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah latar dan sudut pandang apa sajakah yang terkandung dalam legenda Gunung Ular (Glee Uleue) di kabupaten Aceh Besar? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar (setting) dan penokohan dalam legenda Gunung Ular (Glee Uleue) di kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan latar (setting) yang terdapat dalam legenda Gunung Ular (Glee Uleue) adalah latar tempat seperti di gunung, di negeri Pidie dan sawah. Latar waktu meliputi pada suatu waktu dan waktu Ashar. Latar suasana yang terdapat dalam legenda adalah suasana sedih. Adapun penokohan yang terdapat dalam legenda Glee Uleue (Gunung Ular) adalah tokoh Teungku Chiek Eumpee Awe memiliki watak sebagai penyayang binatang dan taat kepada Allah. Tokoh Putroe Ijo (Putri Hijau) memiliki watak sombong dan suka mencari gara-gara. Tokoh kerbau Teungku Chiek Eumpee Awe memiliki watak penurut. Tokoh anjing memiliki watak setia kawan. Terakhir tokoh ular Putri Hijau memiliki watak penurut.