Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PROSES PEMANENAN HASIL TANAMAN UNTUK KECUKUPAN PANGAN MAHASANTRI PENGHAPAL AL QURAN DI YAYASAN LAYAR DAKWAH Masdania Zurairah; Muhammad Fiza Lubis; Muhammad Fazri Pasaribu; Refiza, Refiza; Refiza4, Edi Syahputra Saragih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 7: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The harvesting process for each plant is different according to the time. The harvesting process to achieve maximum results is carried out by maintenance, fertilization and watering. The harvesting process for chilies, tomatoes, eggplants, pumpkins, long beans, peanuts and cassava. Harvesting is done by pulling out such as peanuts, by pulling out plants with loose soil, the pulling process is very easy to do, so that it will produce peanuts in the soil. Likewise, cassava harvesting is done by pulling out or pulling the tree trunk until the cassava fruit is also pulled. Chilies, tomatoes, eggplants, long beans and pumpkins are harvested by picking them. The fastest harvest time is tomatoes 60 days. The longest time to harvest is cassava up to 240 days. With this post-harvest, it can meet the needs of students in food
SOSIALISASI BIJAK MENGGUNAKAN INTERNET KEPADA KOMUNITAS IBU RUMAH TANGGA ANGGOTA IKBI PTPN III SEI MANGKE Rizkha Rida; Muhammad Fiza Lubis; Margie Subahagia Ningsih; Li Idiil Fitri; Suci Ayu Lestari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i2.8090

Abstract

This community service aims to help the community increase insight into the use of digital media and ethics in using social media for mothers who are members of the IKBI (Ikatan Keluarga Besar Istri) PTPN III Sei Mangke through outreach. Mothers can innovate to carry out businesses or business activities using internet media and those related to the digital world. Then what the author will discuss in community service is how to respond to technological advances because in the current millennial era it is very vulnerable to cyber crimes and bullying which are currently rampant on every existing social media, in order to earn money. Many content creators/digital artists make viral videos using YouTube media, and of course the aim is to find an audience and earn money. With this, sometimes there are a lot of irregularities, namely: creating fake news/Hoaxes, pitting people against each other, defaming someone's good name through uploaded content. So it is very closely related to the ITE Law, which can lead to criminal acts.
Peningkatan Kinerja Pipa Air Limbah Sebagai Kunci Efisiensi di PDAM XYZ Muhammad Fiza Lubis; Aulia Dermawan
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 1 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i1.1141

Abstract

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Perumda Xyz, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan air limbah di Medan dengan mengelola sistem perpipaan dan pembuangan lumpur. Sejak 1991, Perumda Xyz telah menyediakan layanan pengelolaan air limbah domestik yang kini terintegrasi dengan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengawasan yang efektif dalam pembangunan jaringan perpipaan air limbah sangat penting untuk memastikan kualitas proyek sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak. Proses pengawasan melibatkan perencanaan matang, pengendalian bahan, pelaksanaan pekerjaan, serta pengukuran kelurusan dan kemiringan pipa. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mengoptimalkan efisiensi, memastikan penyelesaian tepat waktu, dan meminimalkan penyimpangan yang dapat memengaruhi kualitas serta keberlanjutan proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis efektivitas pengawasan dalam memastikan kualitas pengelolaan air limbah dan layanan terkait di Perumda Xyz. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengawas lapangan, kontraktor, serta observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengawasan sangat efektif dalam meminimalkan risiko seperti kebocoran, penyumbatan, dan aliran yang tidak sesuai dalam sistem perpipaan. Dengan menerapkan prosedur yang sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan prosedur internal Perumda Xyz, proyek ini diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
PEMBUATAN UMKM CENDOL KUE TIMPAN DAN MARTABAK TELOR DI PONDOK PESANTREN Masdania Zurairah; Margie Subahagia Ningsih; Refiza Refiza; M. Fiza Lubis; Sanco Simanullang; Muhammad Said; M. Fazri Pasaribu; Edy Syahputra Saragih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 7 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Universitas AL Azhar dalam pembuatan kue timpan, martabak goreng dan cendol  ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Deli Serdang. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan agar anak santri  mempunyai jiwa pengembangan diri dalam hal ke  wirausahaan atau dapat juga untuk pengembangan dan pendekatan pada masyarakat pada saat pengabdian,  setelah selesai hapalan 30 juz. Dalam pembuatan kue timpan, martabak goreng dan cendol   bahan yang digunakan sangat sederhana yaitu tepung roti, gula aren, santan kelapa, wartel, kentang, udang kecepe, telur, santan, daun pandan, daun pisang, nangka dan minyak goreng. Tepung yang digunakan terlebih dahulu diayak agar hasilnya bebas dari butiran yang kasar, sehingga dihasilkan tepung halus. Gula yang digunakan adalah gula  aren yag dipotog kecil kecil agar mudah larut  dan untuk melarutkan   gula digunakan air dan disaring. Digunakan kelapa yang sedang tuanya lalu diambil santannya. Sepuluh lembar daun pandan ditumbuk halus dan ditambah air lalu disaring airnya. Tepung, ditambah air daun pandan dimasak sampai kental lalu ditiriskan dalam saringan yang dikumpul dalam panci yang ada es batunya. Hasil ini adalah untuk mendapatkan cendol. Nangka, kelapa parut digunkakan untuk kue timpan. Sedangkan untuk martabak goreng digunakan isinya tumisan kentang, wartel dan udang kecepe. Anak santri lebih menyukai martabak telor goreng dibanding kue timpan. Sedangkan es cendol anak santri menyukai sebanyak 100 %. Martabak telor 100% dan kue timpan 70%.
ANALISIS PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) PRODUK SOAP DI PT. XYZ Indra Lesmana; Margie Subahagia Ningsih; Rizkha Rida; Muhammad Fiza Lubis
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan produk dengan kualitas dan hygiene yang baik menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjamin keamanan produk sesuai tuntutan konsumen. Salah satu upaya dalam menciptakan produk tersebut yaitu melalui penerapan GMP dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010; (2) menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian pada aspek GMP dan SSOP di PT. XYZ dan (3) merumuskan rekomendasi tindak lanjut pada penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan data kualitatif yaitu menggunakan GAP Analysis untuk menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan di perusahaan terhadap pedoman GMP dan SSOP, mengetahui faktor apa saja penyebab ketidaksesuaian aspek GMP dan SSOP menggunakan digram sebab akibat dan merumuskan rekomendasi tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP dan SSOP yang dilakukan oleh PT. XYZ cukup sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010. Hasil analisis formulir skoring menunjukkan rata-rata penerapan GMP sebesar 9,01% dan SSOP 16,52%. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ cukup memenuhi pedoman. Berdasarkan hasil pengelompokan ketidaksesuaian GMP dan SSOP ditemukan 0 ketidaksesuaian minor, 2 ketidaksesuaian mayor dan 0 ketidaksesuaian serius. Hasil dari analisis diagram sebab akibat yaitu dari faktor man menunjukkan kurangnya kesadaran, pengetahuan, kepedulian, tanggung jawab, serta pengawasan. Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan analisis 5W+1H terhadap ketidaksesuaian mayor diperoleh sebanyak 2 rekomendasi tindak lanjut.
Peningkatan Kinerja Pipa Air Limbah Sebagai Kunci Efisiensi di PDAM XYZ Muhammad Fiza Lubis; Aulia Agung Dermawan
Jurnal Teknik Ibnu Sina Vol 10 No 01 (2025): Jurnal Teknik Ibnu Sina
Publisher : Jurnal Teknik Ibnusina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Perumda Xyz, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan air limbah di Medan dengan mengelola sistem perpipaan dan pembuangan lumpur. Sejak 1991, Perumda Xyz telah menyediakan layanan pengelolaan air limbah domestik yang kini terintegrasi dengan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengawasan yang efektif dalam pembangunan jaringan perpipaan air limbah sangat penting untuk memastikan kualitas proyek sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak. Proses pengawasan melibatkan perencanaan matang, pengendalian bahan, pelaksanaan pekerjaan, serta pengukuran kelurusan dan kemiringan pipa. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mengoptimalkan efisiensi, memastikan penyelesaian tepat waktu, dan meminimalkan penyimpangan yang dapat memengaruhi kualitas serta keberlanjutan proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis efektivitas pengawasan dalam memastikan kualitas pengelolaan air limbah dan layanan terkait di Perumda Xyz. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengawas lapangan, kontraktor, serta observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengawasan sangat efektif dalam meminimalkan risiko seperti kebocoran, penyumbatan, dan aliran yang tidak sesuai dalam sistem perpipaan. Dengan menerapkan prosedur yang sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan prosedur internal Perumda Xyz, proyek ini diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Multi-LoRa-Based Automatic Drinking Water Transmission System Sri Indah Rezkika; Adinda Juwita Nasution; Andri Ramadhan; Muhammad Fiza Lubis; Panangian Mahadi Sihombing; Aulia Agung Dermawan
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.12862

Abstract

Drinking water transmission systems are needed to fill some reservoirs. However, the water level in each reservoir must be monitored constantly to ensure optimal water transmission. Therefore, a device is needed to monitor the water level and automatically control the transmission system. The purpose of this research is to develop a multi-LoRa-based automatic drinking-water transmission system that provides near-real-time water-level information with an average end-to-end latency of 1.2 seconds, meeting the typical requirements for water-level monitoring in remote reservoirs (acceptable delay < 10 seconds). This study uses a prototype experimental approach, validated with a Laser Distance Meter and sticker meters. The star topology connects several LoRa modules that transmit water-level data without internet access. The purpose system consists of several LoRa modules, water-level sensors, liquid crystal displays (LCDs), solenoid valves, and pressure-switch sensors. A pressure sensor switch is installed on the power-supply side of the water pump, controlling the pump based on the water-pressure difference. The result of this study is that the purpose system can automatically control the water pump to fill several reservoirs based on water-level information from each reservoir. This is evidenced by each solenoid valve opening when the water level is below 10 cm and closing when it reaches 70 cm. So that the water pump can be controlled through a pressure sensor switch. The purpose system can also accurately measure water levels, as evidenced by ME ≤ 0.5 cm, MAPE ≤ 4.4%, RMSE ≤ 0.7 cm, and R² ≥ 0.97. These findings demonstrate the potential of the proposed solution as a cost-effective and reliable solution for remote areas without internet infrastructure.
Development of an IoT-Based Broiler Chicken Coop Air Quality Monitoring Prototype Panangian Mahadi Sihombing; Maharani Putri; Tuti Adi Tama Nasution; Muhammad Fiza Lubis; Aulia Agung Dermawan; Muhammad Syahruddin
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.12863

Abstract

Inadequate air quality in the cage causes broiler chickens to become stressed, resulting in suboptimal weight gain, even death, and crop failure. Adequate broiler chicken cage air quality parameters include: a temperature range of 22 °C to 32 °C (depending on the chicken's age), a humidity range of 45% to 65%, an O2 level of≥ 19.6%, an NH3 level of ≤ 10 ppm, a CO level of ≤ 10 ppm, and a CO2 level of ≤ 3,000 ppm. Therefore, a technology is needed to monitor the air quality of the chicken coop in near real time. Thus, farmers can provide appropriate and prompt handling to maintain good air quality in the chicken coop. The purpose of this research is to develop a prototype for monitoring the air quality of broiler chicken coops based on IoT. The method used is research and development (R&D) with a prototype manufacturing approach based on the Internet of Things (IoT). The prototype was developed using temperature and humidity sensors (DHT22), NH3, O2, CO, and CO2 sensors. Each sensor is connected to the ESP32, which processes the data and displays it on the liquid crystal display (LCD) and the Thingspeak dashboard. Prototype testing was conducted by comparing the measurement results with those from standard measuring instruments in a closed container. Based on the test results, the prototype measured air quality accurately. This is evidenced by the mean absolute error (MAE) values for each measurement result of the O2 sensor, CO sensor, CO2 sensor, DHT22 sensor, and A02YYUW sensor, which are 0.10 % Vol, 4.46 μmol/mol, 24.20 ppm, 0.71 °C, and 0.13 cm, respectively. Thus, this prototype offers an advantage in measuring air quality in near real time using IoT.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PRODUKSI PULSE TUBE FILTER PADA PROSES PENGOLAHAN FATTY ACID HYDROGENATION DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERAL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Delta Eprynci Tarigan; Masdania Zurairah; M. Fiza Lubis
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2310

Abstract

Research has been carried out on the causes of failure of pulse tube filter production machines). The six big losses factor that has the greatest percentage of influence on losses time and needs to be repaired at reduced speed losses is equal to 41.66%, idling/minor stopage losses of 25.14% means the low performance efficiency of the pulse tube filter machine is caused by high failure that occurs thus affecting the level of effectiveness of the machine.
POTENSI PENURUNAN DOWNTIME POMPA BRAN LUEBBE DALAM PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DI PT X Hendra Tongam Maraden Purba; Masdania Zurairah; M Fiza Lubis
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2704

Abstract

Research has been carried out on the components of the diaphragm, check valve, bleed valve and replenishing valve which are components that have the highest damage frequency of 50.64%. Treatment using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method shows that all critical component failure modes can be overcome by Condition Directed (CD). Furthermore, with Reliability Centered Maintenance (RCM) as a maintenance method for critical components, a potential reduction of an average downtime of 34.025%.