Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PKM Pendampingan Guru SD YPPK Hati Kudus Merauke dalam Membuat Bahan Ajar Inovatif Berbasis Etnomatematika Papua Fredy, Fredy; Purwanty, Ratna; Rapsanjani, Hafsemi; Yohanes, Rizki Adri; Ismail, My; Day, Wa Ode Siti Hamsinah
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v4i1.2584

Abstract

The unavailability of innovative teaching materials that contain a numeracy literacy component is the main obstacle for SD YPPK Hati Kudus teachers in the success of the GLS program. The teaching materials that have been used so far are teaching materials that already exist, are provided by the government and are left to be used, there has been no effort to prepare and compile them yourself, even though the teacher realizes that they are not in accordance with the characteristics, social and culture of students. YPPK Hati Kudus Elementary teachers also realize that innovative teaching materials are needed and require creativity in making them appropriate to Papuan social and culture so that students become interested, active and not bored in learning. The solution offered is assistance in making innovative teaching materials based on Papuan ethnomathematics as an effort to increase students' active learning and numeracy literacy competencies. PKM consists of preparation, introduction, technical assistance, implementation. The results of the dedication show an increase in teacher understanding and skills in making innovative teaching materials based on Papuan ethnomathematics
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN CHATBOT AI Amri, Haerul; Yohanes, Rizki Adri; Rapsanjani, Hafsemi; Rahim, Abdul; Nurfahrunnisa, Andi
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v2.i4.182

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen di sekolah dasar. Namun, sebagian besar guru di wilayah timur Indonesia, termasuk Kabupaten Merauke, masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran dengan menggunakan Chatbot AI. Pelatihan dilaksanakan di SD Negeri 2 Merauke dan diikuti oleh 19 guru. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi konseptual, pengenalan Chatbot AI dan etika penggunaannya, pelatihan penyusunan prompt, praktik langsung, serta pemberian tugas mandiri. Evaluasi dilakukan menggunakan angket skala Likert untuk mengukur tingkat pemahaman dan kepuasan peserta. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini memperoleh rata-rata kepuasan 4,70 dengan peningkatan signifikan pada aspek kemampuan guru menyusun soal dan rubrik penilaian berbantuan AI. Kegiatan ini juga meningkatkan motivasi dan literasi digital guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan guru berbasis teknologi dan dapat direplikasi di sekolah lain untuk memperkuat transformasi digital pendidikan di daerah.
Culture As a Source of Learning: Integration of Merauke Local Wisdom in Deep Learning Approach Amri, Haerul; Rapsanjani, Hafsemi; Fredy, Fredy; Yohanes, Rizki Adri; Rahim, Abdul
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vwqtk394

Abstract

This study aims to analyze the integration of Merauke's local wisdom into deep learning through a literature study using a qualitative approach. Deep learning is understood as a pedagogical approach that emphasizes mindful, meaningful, and joyful learning, thereby encouraging students to construct conceptual understanding, think critically, and apply knowledge contextually. On the other hand, Merauke's local wisdom, reflected in the practices of totemism, adat sasi, yur traditions, as well as social rituals and traditional leadership systems, has ecological, social, and spiritual values that are relevant to contextual education. The results of the analysis show that integrating the two can strengthen cultural literacy, ecological awareness, and character building among students. The ecological values in sasi and yur can be used for meaningful learning, spiritual and social values such as “Izakod Bekai Izakod Kai” are relevant for mindful learning, while traditional celebrations contribute to joyful learning. However, challenges such as limited infrastructure, teacher competence, and scientific validation of local knowledge need to be overcome through training, innovative learning media, and an ethnoscience approach. This research concludes that integrating deep learning with Merauke's local wisdom has the potential to create a contextual pedagogical model that not only enriches the learning experience but also preserves cultural identity and supports sustainable education.
PENGARUH PENERAPAN MODUL AJAR ARITMATIKA SOSIAL PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PEMAHAMAN LITERASI FINANSIAL Fredy Fredy; Mohamad Ilham; Rizki Adri Yohanes; Hafsemi Rapsanjani; Wa Ode Siti Hamsinah Day
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v5i3.4157

Abstract

The tendency in math learning in classrooms is for teachers to explain the material according to what is in the available textbooks without making efforts to develop learning in accordance with the contextual realities of students' daily lives. As a result, students face difficulties in solving mathematical problems when encountering issues different from the example problems provided by the instructor. This research aims to implement a problem-based social arithmetic teaching module based on the contextual approach of Papua. The subsequent application's results will be observed to determine if it has an impact on students' problem-solving abilities and financial literacy comprehension in elementary schools. The research stages include preparation, implementation, and evaluation. Data collection for this research is done through observation, interviews, and tests of students' problem-solving abilities and financial literacy comprehension. The research findings indicate that there is a partial difference in problem-solving abilities and financial literacy comprehension between students taught with the arithmetic teaching module and those taught with the conventional teaching module used in schools. It can be concluded that there is a partial influence on students' problem-solving abilities and financial literacy comprehension taught using the arithmetic teaching module and those taught using the conventional teaching module used in schools.
Model Agro-Ecoliteracy dalam Pembelajaran Kontekstual: Integrasi Calistung dan Literasi Finansial di SD Inpres Senayu Kabupaten Merauke Mohamad Ilham; Fredy Fredy; Many Yusuf; Wa Ode Siti Hamsinah Day; Rizki Adri Yohanes; Hafsemi Rapsanjani; My Ismail
Lebah Vol. 19 No. 5 (2026): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta literasi finansial siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran berbasis lingkungan melalui pemanfaatan kebun sekolah dan kandang ternak mini. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan calistung dan literasi finansial siswa serta terbatasnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar kontekstual. Program ini melibatkan sebanyak 44 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SD Inpres Senayu dengan pendekatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan guru, pengembangan kebun sekolah dan kandang ternak mini, implementasi pembelajaran terpadu, serta evaluasi dan monitoring. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan calistung dan literasi finansial siswa, dengan rata-rata peningkatan sebesar 31,1%. Selain itu, kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran terpadu juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui hasil pretest dan posttest pelatihan guru. Pemanfaatan kebun sekolah dan kandang ternak mini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Luaran kegiatan ini adalah model agro-ecoliteracy berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan pembelajaran calistung dan literasi finansial. Dapat disimpulkan bahwa integrasi calistung dan literasi finansial melalui pembelajaran berbasis lingkungan merupakan pendekatan yang efektif dan inovatif, tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga memperkuat kompetensi guru serta menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. 
Pendampingan Administrasi Tuntas dengan AI (ANASAI) untuk Mendukung Guru dalam Menghadapi Tantangan Kurikulum Rizki Adri Yohanes; Hafsemi Rapsanjani; Fredy Fredy; My Ismail; Haerul Amri
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.122

Abstract

Perubahan kurikulum memberikan tantangan baru bagi guru, menuntut mereka untuk fokus pada pengembangan kompetensi siswa sekaligus menyelesaikan tugas administrasi secara efisien. Pendampingan Administrasi Tuntas dengan AI (ANASAI) dirancang untuk membantu guru memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menyederhanakan pekerjaan administratif, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pembelajaran, PKM pendampingan anasai ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Kabupaten Merauke dengan 27 guru yang bersedia mengikuti kegiatan hingga selesai. Artikel ini membahas pelaksanaan program pendampingan Anasai, meliputi identifikasi kebutuhan guru, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi keberhasilan program. digunakan metode evaluasi pada perubahan persepsi dan kompetensi guru pasca kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa guru merasa lebih percaya diri dalam menggunakan Anasai, dan mampu meningkatkan efisiensi administrasi pembelajaran. Program ini juga memberikan kontribusi terhadap kesiapan guru dalam menghadapi tantangan perubahan kurikulum.