Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI AKAR TUBA SEBAGAI ALTERNATIF PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SEDAHAN JAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA: Training on Making Tuba Root Biopesticide as an Alternative of Eco-Friendly Pesticides in Sedahan Jaya Village, Sukadana Subdistrict, North Kayong Regency Ida Ayu Suci; Irawan, Gusti; Rahayu, Sri
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v1i3.65

Abstract

Pertanian yang ramah lingkungan semakin menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kesehatan manusia. Desa Sedahan Jaya, yang terletak di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, dihadapkan pada permasalahan serangan hama terutama musim penghujan saat pembibitan tanaman hortikultura. Hama ini memberikan dampak negatif pada tanaman. Selama ini kelompok tani pembibitan tanaman umumnya menggunakan pestisida kimia sintesis untuk mengendalikan hama secara cepat sehingga berakibat buruk terhadap lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan pestisida nabati dalam pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada mitra kelompok tani di Desa Sedahan Jaya dalam pembuatan pestisida nabati berbasis ekstrak akar tuba. Metode yang diberikan berupa ceramah dan demonstrasi pembuatan serta aplikasi pestisida nabati dari akar tuba. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok tani dalam pembuatan dan penggunaan pestisida nabati ekstrak akar tuba. Selain itu, kelompok tani juga mulai mengenali manfaat pertanian ramah lingkungan, termasuk dampak positifnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, program ini menjadi langkah awal dalam membangun pertanian berkelanjutan berbasis ramah lingkungan di Desa Sedahan Jaya.
Encapsulation and Characterization of Slow-Release Urea Fertilizer from the Biocomposites of Natural Zeolite-Alginate Ida Ayu Suci; Ismail Astar; Agusalim Masulili; Setiawan
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 15 No 1 2025 Edisi Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v15i1.302

Abstract

Urea fertilizer has a relatively high nitrogen content (45%) compared to any other nitrogen-source fertilizers. However, due to urea's ability to dissolve readily, nitrogen fertilizer in the form of urea often has a poor efficacy. The environment will lose around 70% of the urea fertilizer during the process, including soil ammonia evaporation and urea degradation. One of the methods to increase fertilization effectiveness is to coat it with slow-release fertilizer technology. The specific objective of this study is to determine the characteristics of urea slow release fertilizer with an encapsulation technique by using natural zeolite biocomposites-alginate and nitrogen release patterns as slow release fertilizer candidates. The characteristics of biocomposites were evaluated using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), and spectrophotometer analysis for nitrogen release tests. This experiment used natural zeolite biocomposite-alginate to encapsulate the urea as an environmentally friendly slow-release fertilizer. The FTIR spectroscopy showed the presence of natural zeolite-alginate biocomposite. The SEM images showed the surface morphology of urea which had been coated by a natural zeolite-alginate biocomposite. The percentage of urea released for 72 hours at zeolite-alginate ratio of 1:1, 2:1, 3:1 were 16.10%, 21.03%, and 17.51%, respectively. This result shows that urea encapsulated by biocomposite with 1:1 ratio has the least percentage of urea release compared to the others. The biocomposite with 1:1 ratio exhibited the best performance in resisting nitrogen release from urea fertilizer. This study indicates that natural zeolite-alginate biocomposite is an alternative candidate for developing the efficiency of slow-release urea fertilizer.
Penerapan Teknologi Asap Cair Dan Enriched Biochar Untuk Peningkatan Produksi Cabai Rawit Di Desa Limbung Kabupaten Kubu Raya Suci, Ida Ayu; Ariffin, Muchammad; Apindiati, Rita Kurnia
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6319

Abstract

Kabupaten Kubu Raya yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah kawasan sentra produksi cabai rawit. Kelompok Tani Trisno Subur sebagai mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memiliki pertanaman cabai rawit seluas 1,5 Ha. Namun, pada Tahun 2023 mengalami gagal panen cabai rawit akibat serangan organisme pengganggu tanaman, serta kondisi perubahan cuaca yang ekstrem. Hasil observasi di lapangan, petani mitra mengalami gagal panen sekitar 60% sampai dengan 100%. Pada lingkungan kelompok Tani Trisno Subur, sekam padi merupakan limbah pertanian yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan produksi cabai rawit kelompok tani melalui teknologi asap cair sekam padi dan biochar berbasis limbah sekam padi yang diperkaya Trichoderma sp. Metodologi PKM meliputi observasi lapangan, sosialisasi dan koordinasi kepada mitra sasaran, pelaksanaan program PKM (pelatihan pembuatan asap cair sekam padi dan biochar menggunakan teknologi pirolisis, pelatihan biochar diperkaya Trichoderma sp. dan aplikasinya di pertanaman cabai rawit),  penerapan hasil kegiatan, dan evaluasi program kegiatan. Program PKM memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelompok tani dalam aspek teknologi dan produksi. Terjadi peningkatan pengetahuan mitra rata-rata diatas 80% kategori tinggi (efektif) dan peningkatan keterampilan dalam teknologi pirolisis dan biochar yang Trichoderma sp. Hasil panen cabai rawit meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sekaligus mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Hasil angket kepuasan terhadap pelaksanaan PKM menunjukkan sangat antusias dan diharapkan adanya program lanjutan untuk peningkatan keterampilan kepada kelompok tani. 
PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SAYURAN DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK MUHAMMADIYAH TUNAS MELATI Suci, Ida Ayu; Andayani, Sri; Hayat, Edy Syafril
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2500

Abstract

Sampah-sampah organik seperti sisa sayuran maupun kulit buah menjadi penyumbang limbah yang mengganggu keseimbangan lingkungan karena menghasilkan gas metana. Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Mitra kegiatan pengabdian adalah para penghuni Panti Sosial Asuhan Anak Muhammadiyah Tunas Melati. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi aspek lingkungan dan sosial. Aspek lingkungan, terkait pengelolaan sampah organik yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari, seperti sisa kulit buah-buahan maupun sayuran yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Aspek sosial yakni mengandalkan donasi dan dukungan eksternal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Solusi untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu manajemen pengelolaan sampah organik melalui pelatihan pembuatan eco enzyme dan aplikasinya pada tanaman sayuran, dan melakukan pemasaran eco enzyme yang dihasilkan sehingga produk bernilai tambah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para penghuni panti. Tujuan PKM yaitu mentransfer ilmu pengetahuan dengan pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai solusi inovatif ramah lingkungan, meningkatkan keterampilan dengan praktik cara aplikasi eco enzyme pada tanaman sayuran agar dapat digunakan sebagai pupuk organik maupun pestisida organik, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak panti dan para pengasuh dalam mengelola tanaman secara efisien melalui pertanian berkelanjutan serta mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan eco enzyme sebagai produk bernilai tambah. Kegiatan PKM yaitu observasi lokasi sasaran, perencanaan dan pelaksanaan program, penerapan hasil kegiatan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai eco enzyme meningkat. Pengabdian Kepada Masyarakat ini menghasilkan mitra yang mampu membuat dan mengaplikasikan eco enzyme dari sampah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Maintaining the critical water threshold in degraded Histosols to maximize soybean (Glycine max L. Merr.) growth Masulili, Agusalim; Sutikarini; Suci, Ida Ayu; Kurniadi, Edi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 4 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.124.8169.

Abstract

Histosols pose considerable potential for soybean cultivation but are highly susceptible to degradation. One critical constraint is the soil water threshold required to maximize soybean growth. This study aimed to determine the critical soil water content of degraded Histosols amended with rice husk ash and to assess its effect on soybean development. The experiment was conducted in a greenhouse and laboratory at the Faculty of Agriculture, Science and Technology, Universitas Panca Bhakti, from January to March 2024. A randomized complete block design with a factorial arrangement was employed, comprising two factors: rice husk ash at three application rates (12, 18, and 24 t ha-¹) and soil moisture levels at three percentages (25% below field capacity, at field capacity, and 25% above field capacity). Results indicated that leaf water potential, as an indicator of water availability for soybeans, was significantly influenced by soil moisture level. In contrast, rice husk ash treatment did not exert a significant effect. To attain the critical soil water threshold for optimal soybean performance on degraded Histosols, a moisture level 25% above field capacity was required. The best soybean growth was observed under the combined treatment of 12 t ha-¹ rice husk ash and soil moisture 25% above field capacity.
Enkapsulasi dan Karakterisasi Urea dengan Penyalut Biokomposit Zeolit Alam-Alginat-Biochar sebagai Pupuk Lepas Lambat Suci, Ida Ayu; Hamdani, Hamdani; Masulili, Agusalim
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63908

Abstract

Pupuk urea menjadi salah satu sumber nitrogen bagi pertumbuhan tanaman karena kandungan nitrogen yang tinggi (46%). Namun, efisiensi penggunaan pupuk urea sangat rendah, dengan tingkat kehilangan nitrogen mencapai 40-70% melalui proses volatilisasi amonia, denitrifikasi, dan pencucian nitrat. Pengembangan teknologi pupuk lepas lambat menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi pemupukan dan keberlanjutan sistem pertanian. Zeolit alam adalah mineral berpori dengan kemampuan tukar kation tinggi, efektif menahan ion ammonium, dan mendukung pelepasan hara bertahap. Alginat berperan sebagai matriks pengikat dan agen pembentuk gel, membentuk jaringan tiga dimensi yang kuat dan fleksibel untuk menjerat molekul urea. Biochar dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi dan retensi air serta hara nitrogen dari urea, sekaligus mendukung pelepasan hara secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi biokomposit zeolit alam-alginat-biochar serta menguji efektivitasnya sebagai matriks enkapsulasi pupuk urea lepas lambat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Panca Bhakti pada bulan Desember 2023 hingga Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu enkapsulasi melalui teknik ionotropic gelation. Karakteristik biokomposit dilakukan analisis menggunakan FTIR, SEM, dan UV-Vis pada pola pelepasan nitrogen. Hasil menunjukkan struktur pupuk urea terenkapsulasi lebih berbentuk bulat. Hasil spektrum FTIR menunjukkan karakteristik pita serapan dari biokomposit zeolit alam-alginat-biochar. Foto SEM menunjukkan morfologi permukaan urea telah dilapisi oleh biokomposit. Uji pelepasan nitrogen menunjukkan perbandingan biokomposit 1:1:1 merupakan yang paling baik dalam menahan rilis nitrogen dari pupuk urea.