Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Literature Riview Gambaran Hipertensi di Indonesia Nurvita, Silvia
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.872 KB) | DOI: 10.53416/jurmik.v1i2.34

Abstract

Penyakit tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh belahan dunia. Penyakit tidak menular ini diprediksi tahun 2025 akan mencapai 1,56 miliyar. Penyakit hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 34,1%. Penanganan penyakit tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Kajian pustaka penelitian terdahulu telah banyak  meneliti tentang kejadian penyakit hipertensi di wilayah Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara pengumpulan data dari berbagai penelitian kejadian hipertensi di Indonesia. Hasil dari tiga penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, cross sectional dengan menggunakan data primer (wawancara dan pengukuran langsung) dan data sekunder (data puskesmas dan data IFLS5. Kesimpulannya Penelitian – penelitian tentang kejadian penyakit hipertensi dapat dilakukan dengan berbagai macam jenis penelitian dan teknik pengumpulan data. Kata Kunci : Hipertensi; Indonesia; Literature Review
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Kota Lospalos Tahun 2022 Fernandes, Nintorio Vieira; Nurvita, Silvia
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v2i2.104

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi setiap pasien, untuk mengukur mutu pelayanan kesehatan yaitu yang dikenal dengan model SERVQUAL (service quality (responsiveness, assurance, tangible, empathy dan reliability). Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui hubungan mutu pelayanan Kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien Rawat Inap di Rumah Sakit kota Lospalos, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan explanatory atau penelitian penjelasan yang dilakukan pada bulan Juni tahun 2022. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Kota Lospalos. Jumlah sampel adalah 30 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis Bivariat menggunakan uji chi square dengan kepercayaan 95% dengan α = 0.05. hasil penelitian menunjukan ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien antara dimensi Reliability P Value = 0.002, dimensi Responsiviness P Value = 0.004, dimensi Assurance P Value = 0.0042 dan dimensi empathy P Value = 0.0015, sedangkan mutu pelayanan dimensi tangibles tidak ada hubungan dengan kepuasan pasien dengan P Value = 0.063>0.05. Diharapkan agar pihak Rumah Sakit Kota Lospalos dapat meningkatkan lagi mutu pelayanan sehingga kepuasan pasien juga dapat menigkat, agar dapat memaksimalkan kepercayaan pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.
Perbandingan Kasus Baru dan Lama Diabetes Mellitus Tipe II di Puskemas Bangetayu Tahun 2016-2021 Nurvita, Silvia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No.1 Juni 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i1.761

Abstract

Penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Diabetes mellitus tipe II di Indonesia prevalensisinya meningkat setiap tahun. Penyakit diabetes mellitus tipe II meningkat setiap tahun. Puskesmas Bangetayu meraih peringkat 1 kasus diabetes mellitus tipe II tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan trend kasus baru dan kasus lama diabetes mellitus tipe II dari tahun 2016 – 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data sekunder dan dianalisis univariat. Hasil penelitian ini prevalensisi diabetes mellitus tipe II menunjukkan trend yang terus meningkat dari tahun 2016-2021 sedangkan trend insiden mengalami fluktuatif. Kesimpulan penelitian ini trend prevalensisi yang terus meningkat akibat adanya penambahan kasus baru setiap tahun.
SOSIALISASI PROGRAM WINGKO (WOLBACHIA ING KOTA) PADA SISWA SMK YAYASAN PHARMASI SEMARANG Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia; Narulita, Siska; Kurniawan, Dhieo
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1606

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi fokus utama di Kota Semarang. Program Wolbachia Ing Kota Semarang (WINGKO) dikembangkan sebagai inovasi untuk mengendalikan penyebaran DBD dengan menggunakan nyamuk yang telah terinfeksi Wolbachia. Sosialisasi mengenai program ini menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat, termasuk di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi Program WINGKO dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 Maret 2025 dengan diikuti oleh 88 siswa di SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Metode ceramah dan diskusi interaktif dipilih dalam sosialisasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah siswa perempuan lebih banyak dibandingkan siswa laki-laki. Selain itu, nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, yang menunjukkan bahwa sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang Program WINGKO. Kesimpulan: Pendekatan ini dapat menjadi model edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap inovasi kesehatan berbasis teknologi seperti Program WINGKO.
PENERAPAN PLATFORM EDUKASI DIGITAL WINGKOSMART SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI PROGRAM WINGKO DI KOTA SEMARANG Murenda Mayadilanuari, Aerrosa; Nurvita, Silvia; Narulita, Siska; Giyantolin; Dody Indra Sumantiawan; Dhieo Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1778

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kasus yang cukup tinggi di Kota Semarang. Salah satu upaya inovatif untuk pengendalian vector penyakit DBD adalah penerapan teknologi Wolbachia melalui Program WINGKO (Wolbachia Ing Kota). Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap program ini masih beragam, sehingga diperlukan strategi edukasi yang lebih efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkenalkan WINGKOSmart, sebagai platform digital yang dikembangkan sebagai edukasi tentang teknologi Wolbachia. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 September 2025 di Aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, dengan peserta sebanyak 70 orang yang terdiri atas ibu-ibu PKK, dosen dan mahasiswa, perwakilan Puskesmas Tlogosari Kulon, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif mengenai Program WINGKO, demonstrasi langsung penggunaan platform WINGKOSmart, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Program WINGKO serta respon positif masyarakat terhadap penggunaan WINGKOSmart. Platform ini dinilai membantu menjawab keraguan masyarakat, memberikan akses informasi yang mudah dan akurat, serta berpotensi mendukung komunikasi publik yang lebih luas. Dengan demikian, WINGKOSmart dapat menjadi media inovatif dalam mendukung keberhasilan implementasi Program WINGKO dan pengendalian DBD berbasis partisipasi masyarakat di Kota Semarang
Strengthening Community Awareness of Communicable and Non-Communicable Diseases through Education for Sustainable Development to Promote Healthy and Independent Villages Giyantolin; Sumantiawan, Dody Indra; Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19502

Abstract

This community service activity aims to increase public knowledge and awareness of infectious and non-infectious diseases as part of efforts to establish an ESD-based Healthy Independent Village in Muktiharjo Kidul Village, Semarang City. The methods employed included health education and awareness campaigns through interactive outreach sessions conducted in collaboration with the Semarang City Health Department, case discussions, post-activity questionnaires, and the distribution of educational pamphlets containing information on disease types, risk factors, and preventive measures for both infectious and non-infectious diseases. The activity was evaluated using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results indicated strong support from the village government regarding program sustainability, as well as high levels of community enthusiasm toward the activities. Initial assessments showed that the knowledge levels of health cadres varied considerably, with notable gaps in several topics, particularly scabies (14.89%) and leptospirosis. Following the educational intervention, the community demonstrated positive responses, active participation, and increased awareness of the importance of behavior- and environment-based disease prevention. In addition, the activity produced educational pamphlets that were used as tools for disseminating information at the family and community levels. The ESD approach also encouraged the active involvement of health cadres as agents of change in supporting the sustainability of community-based health programs.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dukungan Masyarakat Terhadap Program Wingko (Wolbachia ing Kota Semarang) Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia; Sumantiawan, Dody Indra; Kurniawan, Dhieo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3033

Abstract

Background: Dengue fever (DF) remains a persistent public health threat in Semarang City, with 404 reported cases in 2023. To address this issue, the WINGKO Program (Wolbachia ing Kota Semarang) was launched in 2023 as a vector control initiative involving the release of Aedes aegypti mosquitoes inoculated with Wolbachia bacteria. Objective: This study aimed to analyze the factors associated with public support for the WINGKO program. Methods: A cross-sectional study was conducted among 80 residents of RW 2, Meteseh Village, Tembalang District, using a structured questionnaire and purposive sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test and Pearson correlation to determine the factors influencing community support for the WINGKO Program. Results: The results showed that residents who had lived in Semarang for more than five years were more likely to support the program (OR 3.590, 95% CI 1.247–10.330, p = 0.015). Participants with higher education levels were three times more likely to support the program (OR 3.626, p = 0.006). A history of dengue infection (OR 2.878, p = 0.035) and prior involvement as a Wolbachia Foster Parent (OTA) (OR 3.093, p = 0.044) were also significantly associated with higher program support. In contrast, variables such as gender and household size were not significantly related to support for the program. Conclusion: This research highlights the importance of targeted community engagement strategies that consider educational and experiential factors to strengthen public acceptance.