Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KECEPATAN DAN ARAH ANGIN TERHADAP SWABAKAR DI PT BERAU JAYA ENERGY Akbar, Taharah Incia Mulia; Suliestyah; Hartami, Pantjanita Novi; Fadliah; Dahani, Wiwik
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v8i2.20801

Abstract

Proses penumpukan batubara dalam waktu yang lama berpotensi menyebabkan swabakar (spontaneous combustion), yaitu kondisi di mana batubara terbakar dengan sendirinya akibat proses oksidasi internal yang memicu peningkatan suhu. Risiko ini meningkat jika suplai oksigen melimpah dan panas tidak dapat dilepaskan secara optimal, yang kemudian menyebabkan pelarian termal hingga terjadi kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan observasi langsung serta pengumpulan data primer dan sekunder. Pengukuran kecepatan angin dilakukan pukul 11.00 WITA selama lima hari dari empat arah berbeda dan diketahui angin dominan berasal dari arah utara ke selatan. Suhu batubara terus meningkat dari hari ke hari, khususnya pada titik 4 yang menunjukkan suhu tertinggi secara konsisten mencapai 50°C di hari ke-5, meskipun suhu cuaca tidak menunjukkan konsisten naik. Hal ini menunjukkan adanya reaksi oksidasi internal. Kandungan total moisture sebesar 65,74% dan volatile matter 29,62% pada batubara di PT Berau Jaya Energy memperparah kondisi. Kombinasi antara kadar air tinggi, kandungan volatile yang besar, serta paparan angin mempercepat oksidasi dan meningkatkan risiko swabakar, sehingga dibutuhkan upaya mitigasi yang tepat.
KARAKTERISASI KARBON AKTIF BATUBARA DENGAN AKTIVASI KIMIA ASAM FOSFAT-ZINK KLORIDA: Characterization of Coal-Based Activated Carbon Through Chemical Activation with Phosphoric Acid-Zinc Chloride Suliestyah; Christin Palit; Edy Jamal Tuheteru; Jeremiah Angelo Yosafat
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membandingkan karakteristik proksimat batubara dan karbon aktif yang dihasilkan dari aktivasi kimia campuran asam fosfat dan zink klorida. Batubara yang digunakan termasuk kategori sub-bituminus A sebagai bahan baku. Proses aktivasi dan karbonisasi secara efektif mengubah sifat batubara menjadi karbon aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa karbon aktif yang dihasilkan secara umum memenuhi sebagian besar standar mutu Nasional Indonesia untuk kualitas karbon aktif. Daya serap terhadap iodin pada karbon aktif menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan batubara mentah. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa aktivator tunggal seperti asam fosfat atau zink klorida dapat menghasilkan daya serap iodin yang lebih tinggi. Meskipun demikian, aktivasi campuran berhasil meningkatkan proporsi karbon padat secara signifikan dan mengurangi kandungan volatil, menegaskan efektivitasnya dalam menghasilkan karbon aktif berkualitas sebagai adsorben. ABSTRACT This study compare the proximate characteristics of coal and activated carbon produced through mixed chemical activation with phosphoric acid and zinc chloride. The coal used is categorized as sub-bituminous A raw material. The activation and carbonization processes effectively transformed the coal's properties into activated carbon. Analysis results indicate that the produced activated carbon generally meets most National Indonesia Standard quality requirements for activated carbon. The iodine adsorption capacity of the activated carbon shows a significant increase compared to raw coal. Comparison with previous research suggests that single activators like phosphoric acid or zinc chloride can yield higher iodine adsorption capacities. Nevertheless, the mixed activation successfully increased the fixed carbon content significantly and reduced volatile matter, affirming its effectiveness in producing quality activated carbon relevant for adsorbent applications.