Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Artificial intelligence in biology and learning biology: A literature review Aripin, Ipin; Gaffar, Aden Arif; Jabar, Muhammad Barin Abdul; Yulianti, Diana
Jurnal Mangifera Edu Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v8i2.185

Abstract

Artificial Intelligence (AI) had been developed in various fields of human life. The use of AI brought the world towards a digital transformation that had not been imagined before. One form of AI development in the fields of biology and biology education brought the development of science in both fields far beyond expectations. The use of AI in the fields of biology and biology education had utilized many new methods and discoveries that are beneficial to humans. The purpose of this study was to determine the application of AI in biology and biology learning. The literature review method was used to analyze and synthesize research results from a new perspective. The results of the analysis of various pieces of our literature found various uses of AI. In the field of biology, including AI in the field of biology used for biological data analysis, genetic data analysis, investigation of complex biological phenomena (synthetic biology and system biology), bioinformatics, disease detection, and diagnosis. AI had been utilized in various fields of biological sciences such as medical, agriculture, animal husbandry, and industry for product development and automation in the production process utilizing IoT. There were 24 types of AI utilization in education, especially biology learning, which can be grouped into six groups: personalized and tutoring learning (teaching assistance/tutor), evaluation and assessment, teaching media, enriching learning, virtual classes, and learning aids.
Conservation education with religious values: A literature review Maknun, Djohar; Muzzaki, Jajang Aisyul; Aripin, Ipin; Darmawan, Wawan
Jurnal Mangifera Edu Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v8i2.187

Abstract

Environmental education and conservation education play crucial roles in cultivating an environmentally subject and conservation society. The purpose of this research was to describe the implementation of religiously charged conservation education and various learning methods that can be used in conservation education. This study focused on the implementation of religiously charged conservation education and exploring diverse learning methods applicable to conservation education. The literature study method is used to analyze various reference sources and synthesize them into an idea that is contextual to the relevant issue. The results of the literature review found that integrating religious value-charged conservation education can be one of the solutions to build awareness and concern for environmental sustainability. Religious values can be the individual spirit in instilling a positive attitude toward the environment so that it will build the spirit of religious conservationists. The planning of a conservation education program can generally be divided into three stages: the preparation, implementation, and evaluation stages of the program. For a Formal education setting, learning methods such as mini research, JAS, PjBL, and Field trips can be chosen as learning methods for conservation education effectively. In a non-formal education context, alternatives like extension, socialization, integration of local culture, and the like can be chosen as options for promoting conservation education.
Pelatihan Program Citizen Science bagi Guru Biologi SMA di Kabupaten Majalengka Aripin, Ipin; Hidayat, Topik; Rasyid, Abdur; Setiasih, Setiasih; Rahmawati, Rima Aulia
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.15713

Abstract

Pengembangan profesi berkelanjutan (PKB) merupakan upaya guru untuk terus meningkatkan profesionalitas sebagai pendidik. Salah bentuk PKB yang dianjurkan adalah pengembangan pembelajaran yang inovatif seperti melalui implementasi pembelajaran berbasis Citizen Science (CS). Tujuan PKM ini adalah untuk menyebarluaskan gagasan CS dalam dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran biologi di MGMP Biologi Kabupaten Majalengka. Metode pelaksanaan PKM ini berupa pelatihan teoritis dan praktik mengenai implementasi program Citizen Science dalam pembelajaran biologi. Peserta yang terlibat dalam PKM ini sebanyak 27 guru di MGMP Biologi Kabupaten Majalengka. PKM ini melalui tiga tahapan, yaitu pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Hasil PKM menunjukkan guru di MGMP Biologi Kabupaten Majalengka memperoleh pengetahuan baru terkait pembelajaran inovatif berbasis CS dalam bentuk teoritis dan praktis untuk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran biologi yang relevan. Online Citizen Science (OCS) melalui media sosial dan web seperti iNaturalist dapat dimanfaatkan guru dalam menunjang proses pembelajaran biologi secara online yang dapat terhubung dengan para Citizen Scientist di seluruh dunia. Respon peserta kegiatan sangat positif terhadap kegiatan PKM ini karena telah memberikan perspektif baru terkait pembelajaran biologi yang melibatkan komunitas belajar melalui keterlibatan dalam program CS.
Praktikum Anatomi Tumbuhan Berbantuan Mikroskop Viewer Online untuk Meningkatkan Kecerdasan Jasmaniah Kinestetik Mahasiswa Sugianto; Natadiwijaya, Ismail Fikri; Yuliana, Eva; Aripin, Ipin; Ratnasari, Anilia; Kurniawan, Gita Erlangga; Rachman, Dwi Fauzi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4487

Abstract

Initial conditions of plant anatomy practical learning at Wiralodra University indicate a lack of training in students' kinesthetic bodily intelligence. This is evident as students do not feel proficient in operating microscopes and determining microscope magnification, indicating a lack of trained kinesthetic bodily intelligence. Based on this issue, a digital microscope is needed to train students' kinesthetic bodily intelligence in plant anatomy practicals. The innovation of digital microscope technology is necessary as a supporting tool for plant anatomy practicals. The objective of this study is to develop an Online Microscope Viewer to enhance students' multiple intelligences in plant anatomy practicals. Considering the nature of the study as the development of an Online Microscope Viewer, the research design used is Research and Development. The study subjects consist of 185 second-semester biology education students from the Biology Education program at Wiralodra University, divided into five classes. The sampling method used is cluster random sampling, with two classes, Bio B (experimental group) and Bio D (control group), selected under the condition that the populations are homogeneous. The results indicate that the developed Online Microscope Viewer used in plant anatomy practicals is highly valid. The developed Online Microscope Viewer can significantly enhance students' kinesthetic bodily intelligence in plant anatomy practicals, categorized as high. There is a significant difference in the improvement of students' kinesthetic bodily intelligence between the class using the Online Microscope Viewer and the class using binocular light microscopes.
Pengaruh Suhu Fermentasi dan Takaran Ragi terhadap Percepatan Proses Pematangan Tempe Nugraheni, Alifah Fitria; Faizzah, Arum Nur; Rossandini, Sheila Mustafida; Indahsari, Fariha Rahma; Aripin, Ipin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 11 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17879384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu fermentasi, dan takaranragi Rhizopus oligosporus terhadap kecepatan pematangan tempe, serta menentukankombinasi yang paling efektif untuk mempercepat proses fermentasi tanpa menurunkankualitas produk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif denganmenerapkan dua variasi suhu fermentasi, yaitu 30°C dan 38°C, serta dua takaran ragi, yaitu0,05% dan 0,1%. Proses pembuatan tempe dilakukan melalui tahapan standar perendamankedelai, perebusan, pengupasan kulit, pendinginan, pencampuran ragi, pengemasan, dan fermentasi selama 48 jam. Pengamatan dilakukan setiap enam jam untuk menilai indikatorpematangan berupa pertumbuhan miselium putih, tekstur padat, warna merata, dan aroma khas tempe. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkanwaktu pematangan pada tiap perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa suhu fermentasi memilikipengaruh besar terhadap kecepatan fermentasi, ditunjukkan dengan tempe pada suhu 30°C membutuhkan waktu 50 jam pada ragi 0,05% dan 48 jam pada ragi 0,1%, sedangkan pada suhu 38°C pematangan berlangsung lebih cepat yaitu 30 jam dengan ragi 0,05% dan 26 jam dengan ragi 0,1%. Meskipun demikian, suhu 38°C dengan ragi 0,1% menyebabkanpertumbuhan miselium kurang merata dan berpotensi menurunkan kualitas tempe. Dengandemikian, kombinasi suhu 30°C dengan takaran ragi 0,1% menjadi perlakuan yang paling optimal karena mampu mempercepat fermentasi sekaligus menghasilkan tempe dengankualitas fisik yang baik dan aroma khas yang tetap terjaga. Kesimpulannya, percepatanfermentasi tempe memerlukan pengaturan suhu yang tepat dengan dosis ragi optimal untukmenghasilkan produk yang cepat matang dan tetap berkualitas.
Analisis Lama Perendalam Kedelai Terhadap Kualitas Tempe (Rasa, Warna, dan Tekstur) untuk Bahan Olahan Mendoan Fidelia, Felisiana; Prihanza, Melvitha Putri; Yulita, Nova; Khasanah, Uswatun; Aripin, Ipin
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 11 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17946481

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of soybean soaking time on the quality of tempeh as a mendoan ingredient, especially in terms of taste and texture. Mendoan tempeh has unique sensory characteristics that are largely determined by the quality of tempeh in the initial stages of processing, so that the soybean soaking process is an important factor that needs to be studied scientifically. The research method/approach used was an experimental method with a completely randomized design, where the treatment was a variation of soybean soaking time for 8 hours, 12 hours, and 16 hours. Data were obtained through organoleptic tests using a hedonic scale on the taste and texture of mendoan tempeh, involving untrained panelists, then analyzed using analysis of variance (ANOVA) with the help of SPSS software. The results of the study showed that variations in soybean soaking time had a significant effect on the quality of taste and texture of tempeh as a mendoan ingredient. The 12-hour soaking time produced the highest preference value for both sensory parameters compared to other treatments. The conclusion of this study confirms that controlling the soaking time of soybeans is a crucial initial stage in producing optimal quality tempeh for processed mendoan, and has the potential to become a technical reference for traditional food business actors in improving product quality.
Perbandingan Efektifitas Filter Konvensional dan Filter Berbahan Limbah Organik Dalam Menjernihkan Air Febriana, Salma; Handayani, Mutia Dewi; Sabrina, Mutiah Nur; Ar-rahman, Tegar Cliffaraldo; Aripin, Ipin
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2346

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas filter konvensional dan filter dari limbah organik dalam meningkatkan kualitas air, dilihat dari perubahan warna, bau, dan kekeruhan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang fokus pada pengamatan langsung tanpa analisis statistik. Data dikumpulkan melalui observasi visual dan sensorik, termasuk warna air, bau, kekeruhan, dan waktu filtrasi. Dua jenis filter dibuat dengan desain serupa yaitu filter konvensional terdiri dari kain berpori, kapas, arang aktif, pasir, dan kerikil, sedangkan filter organik terdiri dari kain berpori, kapas, sekam padi, serbuk gergaji, dan kerikil. Air keruh difiltrasi melalui masing-masing filter sebanyak tiga kali untuk akurasi, dan perubahan dicatat dalam tabel. Hasil menunjukkan filter konvensional lebih efektif dalam menghasilkan air jernih, tidak berbau, dan waktu filtrasi sekitar 2 menit per 100 ml. Sementara itu, filter organik hanya mampu meningkatkan kualitas air secara terbatas, dengan warna kekuningan dan bau tersisa, serta waktu filtrasi yang lebih lama. Jadi, filter konvensional lebih unggul dalam penyaringan, sedangkan filter organik memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk menjadi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.
Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Interaktif Berbasis Genially untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Sistem Tata Surya pada Siswa SD Muchamad Hidayatullah; Aripin, Ipin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis genially mata pelajaran IPAS kelas VI materi menjelajahi sistem tata surya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode tes dan non-tes, teknik tes menggunakan pre-test dan post-test, sedangkan teknik non-tes dilakukan dengan wawancara, angket analisis kebutuhan guru dan murid, angket validasi kelayakan oleh ahli materi, media, dan bahasa, angket tanggapan guru dan murid. Analisis data menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis genially sangat layak digunakan, hal ini berdasarkan hasil validasi ahli media sebesar 97,5%, ahli materi sebesar 88,75%, dan ahli bahasa sebesar 88,75%. Media dinyatakan praktis oleh guru dan murid dengan persentase hasil angket tanggapan guru dan murid sebesar 90,62% dan 91,51%.  Selain itu media dikembangkan efektif dengan dibuktikan hasil N-Gain score sebesar 75,3%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media genially terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji produk yang telah dikembangkan pada sampel yang lebih besar serta pada berbagai jenjang pendidikan, sehingga diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar.
Development of a Website-Based BUBUMA Digital Learning Media to Enhance Elementary School Students’ Conceptual Understanding Setioyuliani, Syntia Eka Putri; Aripin, Ipin
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 7 No. 1 (2026): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v7i1.1333

Abstract

The low level of elementary school students’ conceptual understanding of abstract topics such as Earth and Space exploration highlights the need for learning media that can present concepts in a concrete, interactive, and accessible manner. This study aims to develop, validate, and evaluate the effectiveness of a website-based BUBUMA digital learning media in improving sixth-grade students’ conceptual understanding at SDN Nongkosawit 02. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Product feasibility was assessed through expert validation involving media, content, and language experts, while effectiveness was tested using a one-group pretest-posttest design involving 20 students. Data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results indicate that the BUBUMA website-based media is highly feasible. Furthermore, there was a significant improvement in students’ conceptual understanding, as reflected by the increase in mean scores from 56.00 to 82.50 (p = 0.001) with an N-Gain of 0.59 (moderate category). These findings suggest that website-based digital media is effective in supporting the learning of abstract concepts in elementary education.