Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tanggung Jawab dan Penyelesaian Sengketa dalam Pengangkutan Laut Atas Resiko Kerusakan Barang-Barang yang Diangkut Studi Kasus PT. Citra Baru Adi Nusantara Elly Kusumawati; Dwi Haryanto; Elise Dwi Lestari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.532 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis bagaimana tanggung jawab dan penyelesaian sengketa atas kerusakan barang-barang yang diangkut oleh PT. Citra Baru Adi Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan studi pustaka didukung dengan kehadiran peneliti secara langsung di lapangan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penggunaan wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian adalah : faktor yang menyebabkan kerusakan muatan di kapal banyak disebabkan oleh faktor teknis dan faktor alam, Sistem pertanggungjawaban yang digunakan PT. Citra Baru Adi Nusantara adalah Tackle to Tackle yang membatasi tanggung jawab pengangkut yakni dimulai dari barang tiba di muatan Pelabuhan hingga barang dibongkat di Pelabuhan tujuan, Dalam hal ganti kerugian oleh PT Citra Baru Adi Nusantara, dasar perhitungan ganti kerugian yang digunakan dapat dikatakan bervariatif. Hal ini sesuai dengan yang ada dalam perjanjian yang telah dibuat oleh para pihak. Namun kerusakan yang dapat dicover oleh PT Citra Baru Adi Nusantara hanya sampai dengan 80%.
IDENTIFIKASI RESIKO KEGIATAN DI ATAS KAPAL DENGAN METODE HAZOP ANALYSIS DI KMP. ATHAYA Junatul Puadah; Sereati Hasugian; Dwi Haryanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 22, No 1 (2021): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.155 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v22i1.280

Abstract

Keselamatan kerja merupakan salah satu faktor mutlak yang harus dipenuhi agar awak kapal dapat bekerja dengan aman dan maksimal. Hal ini sangat menentukan keberhasilan angkutan laut, menyangkut keselamatan jiwa manusia, keselamatan kapal, meliputi peralatan dan perlengkapan pendukungnya.Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja, maka diperlukan suatu manajemen resiko kegiatannya meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian resiko, pengendalian resiko, serta pemantauan dan evaluasi. Proses identifikasi dan analisis potensi bahaya dilakukan dengan menggunakan metode Hazop Analysis.Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data primer berupa hasil wawancara dari responden yaitu Chief Officer di KMP. Athaya dan data sekunder berupa dokumentasi dan referensi-referensi dari sumber internet.Berdasarkan hasil penelitian selama penulis melaksanakan praktek layar di atas kapal, dapat disimpulkan bahwa penerapan safety equipment di KMP. Athaya oleh anak buah kapal tidak sesuai dengan SOP yang ada. Kecelakaan kerja pun masih ditemukan di lapangan, hal itu terjadi di karenakan ketidaktahuan tentang medan kapal, ketidaktahuan cara mencegah kecelakaan kerja, dan kurangnya kesadaran pemakaian safety equipment.Berdasarkan analisis data yang dilakukan penulis, penerapan safety equipment berpengaruh besar dalam kegiatan yang ada dikapal. Untuk itu, demi meningkatkan kualitas dan kelancaran saat bekerja awak kapal dituntut untuk mematuhi segala peraturan yang ditetapkan di kapal dan menerapkan pemakaian safety equipment dengan baik, agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan memaksimalkan kinerja di atas kapal Kata kunci :  Identifikasi resiko, Metode hazop analysis, Kegiatan di atas kapal, Penerapan safety equipment.
Pengembangan Prototype Sistem Bisnis Pengiriman Barang Di Pelabuhan Dalam Menunjang Proses Kegiatan Pembelajaran Budi Riyanto; Muhammad Idris; Dwi Haryanto; Muji Setiyono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12079

Abstract

Dalam penyelenggaraan Pendidikan pelayaran niaga Politeknik Pelayaran sorong memegang peranan yang penting dalam era globalisasi ini. Perdagangan dunia yang sebagian besar menggunakan moda transportasi laut tidak terlepas dari kebutuhan sumber daya manusia pengelola yang terampil dan handal. Keberadaan sebuah Pendidikan dan Pelatihan Pelaut yang handal sangat diperlukan, oleh karena itu Taruna selaku peserta didik harus memahami konsep bisnis ekspor impor yang terjadi di dunia kelautan dengan mengenalkannya melalui konsep prototype dengan menggunakan teknologi automatis. Truk Kontainer yang membawa barang untuk dibawa ke kapal berjalan automatis dengan mengikuti garis yang telah di tentukan dengan menggunakan sensor foto dioda yang akan memberikan input ke Arduino agar dapat menggerakkan roda truk kontainer maju, ke kanan, dan kekiri mengikuti garis. Kemudian pada dermaga terdapat crane yang akan mengangkut barang ke dalam kapal untuk didistribusikan ke tempat tujuan. Setelah sampai ditempat tujuan, crane juga akan mengangkut barang keluar secara automatis. Kemudian truk kontainer akan kembali beroperasi secara otomatis menuju tempat penampungan.
ANALISIS KECELAKAAN KAPAL LESTARI MAJU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACCIDENT MAPPING (ACCIMAP) I Komang Hedi Pramana Adiputra; Budi Riyanto; Dwi Haryanto; Danuja Wijayanto
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 2 No. 2 (2022): JPB: NOVEMBER 2022
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v2i2.62

Abstract

ABSTRAK Indonesia sebagai negara dengan perairan yang luas, membuat moda transportasi berupa ferry ro-ro menjadi transportasi utama untuk logistic dan juga penumpang. Diangkatnya restriksi mengenai COVID-19 juga semakin membuat kebutuhan terhadap moda transportasi ini semakin meningkat. Namun, faktor keselamatan masih menjadi faktor yang belum terlalu diperhatikan sehingga terdapat beberapa kecelakaan melibatkan kapal ferry ro-ro. Salah satunya adalah miringnya kapal ferry Lestari Maju. Kapal berlayar dari Dermaga Pelabuhan Bira menuju ke Pelabuhan Pamatata namun di tengah pelayaran kapal dihantam ombak sehingga terdapat air yang masuk kemudian hal tersebut mengakitbatkan miringnya kapal Lestari Maju. Selanjutnya, analisis kecelakaan dengan menggunakan Accident Mapping (AcciMap) akan digunakan untuk menganalisis lebih dalam penelitian ini. Faktor manusia, organisasi antara lain perusahaan pelayaran, pemerintah lokal dan pusat menjadi beberapa factor yang berkontribusi dalam kecelakaan tersbut. Oleh karena itu dapat ditentukan rekomendasi yang sesuai bagi pihak terkait dan juga meminimalisir terjadinya kejadian serupa di masa yang akan datang. Kata kunci : Ferry Ro-Ro, Lestari Maju, Accident Causation Model, AcciMap ABSTRACT Indonesia as a country with vast waters, makes the mode of transportation in the form of ferries ro-ro the main transportation for logistics as well as passengers. The lifting of restrictions regarding COVID-19 has also increased the need for this mode of transportation. However, the safety factor is still a factor that has not been given much attention so that there have been several accidents involving ro-ro ferries. One of them is the tilt of the Lestari Maju ferry. The ship sailed from the Bira Harbor Pier to Pamatata Harbor but in the middle of the voyage the ship was hit by waves so that water came in and this caused the Lestari Maju ship to tilt. Furthermore, accident analysis using Accident Mapping (AcciMap) will be used to analyze more in this study. Human factors, organizations including shipping companies, local and central government are several factors that contribute to the accident. Therefore, appropriate recommendations can be determined for related parties and also minimize the occurrence of similar incidents in the future. Keywords : Ferry Ro-Ro, Lestari Maju, Accident Causation Model, AcciMap
OPTIMALISASI PERSIAPAN CAR DECK PADA KAPAL KM. KUMALA Mardhiah Juniarti; Dwi Haryanto
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 3 No. 1 (2023): JPB: MEI 2023
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v3i1.69

Abstract

Optimalisasi adalah suatu proses melaksanakan program yang telah direncanakan dengan terencana guna mencapai tujuan sehingga dapat meningkatkan kinerja secara optimal. Kapal Ro-Ro mengangkut muatan yang berjenis kendaraan bermotor dan sejumlah penumpang dalam badan kapal. Dikarenakan memuat muatan yang berlainan jenis akan menimbulkan resiko korban jiwa dan kerusakan pada kendaraan bermotor. Sebagai contoh. Bahaya yang serius seperti penumpang terjepit, terlindas atau tertimpa muatan dari truck. Selain itu tumpahan minyak pelumas mesin pada kendaraan bermotor juga memiliki potensi menjadi penyebab terlukanya penumpang atau ABK karena tergelincir minyak. Kegiatan pemuatan kapal harus mempersiapkan kondisi ruang muat yang sesuai dengan muatan yang akan dimuat, untuk mengetahui bagaimana proses persiapan bongkar muat dan kendala apa yang dihadapi oleh kru kapal ketika pelaksanaan bongkar muat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui fakta persiapan ruang muat dalam memuat muatan yang berlainan jenis. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa persiapan ruang muat di atas KM. Kumala kurang optimal karena pada saat proses cleaning berbenturan dengan jadwal beroperasi kapal sehingga pada saat proses pengeringan lantai kapal menjadi kurang optimal dan dapat mengakibatkan bahaya tergelincir bagi awak kapal maupun penumpang.
Safety Improvement for Sea Taxi Association in Doom Island, Sorong City, Southwest Papua Ryan Puby Sumarta; Dodik Widarbowo; Dwi Haryanto; Meti Kendek; I Komang Hedi Pramana Adiputra
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i1.4458

Abstract

Most members of the community on Doom Island, also known as Dum Island in Sorong Islands District, Sorong, provide local transportation and tourists by sea taxi. The well-being of passengers and crew is the most critical aspect of water transport. The level of passenger safety assurance for travel between Dum Island and Sorong City, as well as to other islands, still needs to be improved, according to field observations. Observations show that certain shipping conditions often require more attention to load capacity, passenger positions, and the lack of adequate shipping safety equipment. This socialization is expected to raise awareness of providers of maritime transport services for tourism and the importance of safety in all activities of range. Socialization is a method of implementation of PKM programs, with stages of preparation, performance, and evaluation. The providers of maritime transport services for tourists and the population of Dum Island will get comprehensive information on marine safety regulations, together with the procedure of safety tools for instance sockets, sackcloth jackets, and other life-saving equipment. It is intended to increase their awareness and preparedness in the face of emergencies at sea. With a greater understanding of risks and preventive measures, a safer and more sustainable maritime environment can be achieved.
Aksi Bersih Pantai dan Laut Politeknik Pelayaran Sorong Sumarta, Ryan Puby; Haryanto, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5591

Abstract

Sampah di pesisir dan laut terus meningkat, dan para mitra membutuhkan bantuan untuk secara efektif melibatkan dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan laut di sekitar Politeknik Pelayaran Sorong melalui gerakan bersih-bersih pantai dan laut yang melibatkan civitas akademika Politeknik Pelayaran Sorong yang juga merupakan masyarakat sekitar pantai. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi dan aksi bersih-bersih pantai dan laut. Hasil observasi langsung menunjukkan keterlibatan aktif para peserta dalam upaya pembersihan pantai dan laut. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya mencegah pencemaran pantai dan menjaga kebersihan pantai. Hal ini dapat diartikan bahwa kegiatan ini disambut baik karena memberikan dampak positif dan manfaat yang besar. Namun, setiap kegiatan pasti memiliki faktor pendukung dan penghambat. Kegiatan bersih-bersih pantai dan laut yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini tidak mengalami kendala atau hambatan yang berarti.
Meningkatkan pengetahuan navigasi kapal dengan bridge simulator Sumarta, Ryan Puby; Widarbowo, Dodik; Haryanto, Dwi; Kendek, Meti; Adiputra, I Komang Hedi Pramana
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i2.20710

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan bergantung pada keberadaan elemen penting seperti fasilitas dan infrastruktur pendidikan, yang mencakup laboratorium. Simulator jembatan adalah laboratorium penting yang digunakan untuk tujuan pelatihan kelautan. Inisiatif pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Vokasi Pelayaran mengenai peralatan navigasi yang digunakan di kapal, melalui pemanfaatan simulator jembatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pendekatan participatory learning and action (PLA). Temuan penilaian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik dalam pemahaman siswa setelah pelaksanaan intervensi penyuluhan (0.00<0.05). Sebelum kegiatan, hampir 83% siswa mencapai nilai di bawah 70. Namun, setelah kegiatan tersebut, semua siswa atau 100% siswa mencapai atau melampaui nilai 70. Singkatnya, inisiatif pengabdian masyarakat ini secara efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang peralatan navigasi yang digunakan di kapal dengan menggunakan simulator anjungan. Para peneliti dan pelaksana pengabdian masyarakat berikutnya yang ingin melakukan upaya serupa dapat mempertahankan upaya mereka melalui penyediaan skenario praktek yang terjadi di atas kapal.
PERAN PENTING KOMUNIKASI KAPAL DALAM KESELAMATAN PELAYARAN: IDENTIFIKASI KENDALA DAN REKOMENDASI PERBAIKAN Ramadhan, Rizky Bahtiar; Haryanto, Dwi; Yulianingsih, Lilik; Adiputra, I Komang Hedi Pramana
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 4 No. 1 (2024): JPB: MEI 2024
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v4i1.123

Abstract

Komunikasi antar kapal di laut sangat penting untuk koordinasi operasional, mencegah insiden, dan memastikan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang komunikasi yang baik dan benar di atas kapal serta meningkatkan keterampilan berkomunikasi di lingkungan maritime. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggabungkan tinjauan literatur, wawancara, dan observasi di KM.Sabuk Nusantara 78 PT Pelni dari 19 Oktober 2021 hingga 19 Oktober 2022. Temuan utama penelitian ini menyoroti faktor kendala dalam komunikasi antar kapal, seperti masalah pengelolaan lalu lintas laut, kesalahan manusia dalam komunikasi, dan gangguan peralatan komunikasi pelayaran. Hasil penelitian menekankan pentingnya penerapan Standard Maritime Communication Phrases (SMCP) dalam komunikasi di laut untuk mengatasi hambatan bahasa dan mencegah kesalahpahaman yang berujung pada kecelakaan. Selain itu, standar internasional seperti SOLAS dan STCW memberikan kontribusi penting dalam peningkatan keselamatan kapal dan pelayaran di seluruh dunia. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan bahasa Inggris maritim dengan fokus pada SMCP bagi perwira kapal dan operator Vessel Traffic Service (VTS) untuk meningkatkan interaksi dan keselamatan di laut. Dengan demikian, peningkatan komunikasi kapal yang efektif menjadi kunci dalam menjaga keselamatan pelayaran global.
Effectiveness Of Vessel Traffic Service Utilization By Commercial Vessels In Sorong Port Haryanto, Dwi; Setiyono, Muji; Irfandi H, M. Adam
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.35682

Abstract

This research aims to expolarate the utilisation of vessel traffic service (vts) in sorong waters by commercial vessels on the security and safety of shipping in sorong Port waters by knowing the effectiveness of the implementation of vts on its function and operation and knowing the suitability of services to applicable regulations. This research analyses the service procedures and reports of the implementation of VTS Sorong using qualitative descriptive methods, parsing data based on the results of observations, interviews and documentation. This research shows the data of commercial vessels using the vessel traffic service (VTS) in 2023, categorises the services into three services (incoming vessels, outgoing vessels and passing vessels), presents a graph and the percentage of services per month from the three service categories to the overall service. The results in this study explain that at the port of Sorong the use of ship traffic services has been effective, there are 9430 services at VTS Sorong in 2023, the most services are carried out in October with 924 services and the most used service category is by passing ships as much as 38%. There are several obstacles in the implementation of services at VTS Sorong, good coordination is needed between each related stakeholder in an effort to maintain shipping safety and security in these waters. Keywords: Vessel Traffic Service, Vts, Maritime, Ship Service