Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

GERAKAN MAHASISWA DALAM BENTUK DEMONSTRASI SEBAGAI BAGIAN DARI DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU Bunajar, Habib; Wardhani, Novia Wahyu
Ganesha Civic Education Journal Vol 5 No 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 11 April 2022. Diharapkan hal ini dapat menjadikan sebuah temuan yang bermanfaat bagi pembaca, baik peneliti, praktisi, maupun masyarakat secara umum dalam menanggapi serta mengkaji mengenai gejolak demokrasi yang dengan ragam kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka stabilitas nasional maupun keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi pustaka. Metode Studi pustaka dilakukan dengan mencari sumber referensi online di berbagai situs penyedia artikel, jurnal, buku, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang diangkat penulis. Setelah referensi terkumpul, akan digunakan untuk membantu dalam penyusunan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara demakrasi sudah sewajarnya jika masyarakat ikut serta dalam pengambilan keputusan oleh pemerintahan baik secara langsung atau melalui wakil masyarakat. Apabila pemerintah melenceng dari yang semestinya, masyarakat harus berani menyuarakan aspirasinya. Untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, para mahasiswa akan berkorban untuk turun ke jalan memprotes pemerintah. Misalnya pada masa Orde Baru, banyak sekali penyimpangan- penyimpangan yang terjadi saat itu. Maka mahasiswa pada saat itu turun ke jalan demi memperjuangkan keinginan rakyat. Hingga akhirnya perjuangan mahasiswa membuahkan hasil dengan hengkangnya Presiden Soeaharo dari kursi presiden pada tahun 1998.
Optimalisasi Sikap Wawasan Kebangsaan Peserta Didik Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Cahyani, Indah Fitri; Wardhani, Novia Wahyu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2022): Vol. 9 No.1 Maret 2022
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p36-44

Abstract

AbstrakAdanya pengaruh perkembangan arus globalisasi berdampak pada menurunya semangat kebangsaan pada peserta didik. Hal ini menekan adanya suatu upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasikan semangat wawasan kebangsaan. Melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu meningkatkan semangat wawasan kebangsaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta pengetahuan peserta didik serta upaya optimalisasi yang dapat dilakukan terhadap wawasan kebangsaan Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yakni berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kemudian teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan semangat wawasan kebangsaan peserta didik beragam sesuai dengan pribadi masing-masing.Kata-kata kunci: wawasan kebangsaan, peserta didik, pendidikan kewarganegaraan
GERAKAN MAHASISWA DALAM BENTUK DEMONSTRASI SEBAGAI BAGIAN DARI DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU Bunajar, Habib; Wardhani, Novia Wahyu
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 11 April 2022. Diharapkan hal ini dapat menjadikan sebuah temuan yang bermanfaat bagi pembaca, baik peneliti, praktisi, maupun masyarakat secara umum dalam menanggapi serta mengkaji mengenai gejolak demokrasi yang dengan ragam kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka stabilitas nasional maupun keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi pustaka. Metode Studi pustaka dilakukan dengan mencari sumber referensi online di berbagai situs penyedia artikel, jurnal, buku, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang diangkat penulis. Setelah referensi terkumpul, akan digunakan untuk membantu dalam penyusunan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara demakrasi sudah sewajarnya jika masyarakat ikut serta dalam pengambilan keputusan oleh pemerintahan baik secara langsung atau melalui wakil masyarakat. Apabila pemerintah melenceng dari yang semestinya, masyarakat harus berani menyuarakan aspirasinya. Untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, para mahasiswa akan berkorban untuk turun ke jalan memprotes pemerintah. Misalnya pada masa Orde Baru, banyak sekali penyimpangan- penyimpangan yang terjadi saat itu. Maka mahasiswa pada saat itu turun ke jalan demi memperjuangkan keinginan rakyat. Hingga akhirnya perjuangan mahasiswa membuahkan hasil dengan hengkangnya Presiden Soeaharo dari kursi presiden pada tahun 1998.
Budaya Politik Masyarakat Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Windarsih, Windarsih; Novia Wahyu Wardhani
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i3.32939

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 dibanding Pemilu 2024 di Kecamatan Slogohimo. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, berita, dan laporan resmi penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik masyarakat Kecamatan Slogohimo cenderung ke arah tipe campuran parokial-kaula. Sebagian masyarakat memiliki pengetahuan politik yang rendah dan tingkat partisipasi politik yang minim, terutama dalam aspek input. Sementara itu, sebagian lainnya menunjukkan kesadaran dan minat terhadap sistem politik, yang tampak melalui orientasi afektif seperti rasa bangga, dukungan, atau ketidakpercayaan terhadap sistem, khususnya pada output pemerintah. Hal ini menunjukkan adanya sikap pasif, di mana masyarakat merasa tidak mampu memengaruhi kebijakan dan cenderung menerima keputusan pemerintah tanpa banyak perlawanan. Faktor pendorong budaya politik antara lain perkembangan teknologi, akses informasi, solidaritas sosial, dan tingkat pendidikan. Adapun faktor penghambat meliputi loyalitas politik tradisional yang kaku, rendahnya partisipasi politik, dan apatisme generasi muda. Pemerintah Kecamatan Slogohimo perlu menjalin kolaborasi aktif dengan masyarakat guna meningkatkan pendidikan dan sosialisasi politik demi mendorong budaya politik yang lebih partisipatif.
The Role of Pancasila Education Teachers in Building Student Creativity through Deep Learning (Case Study at SMA Negeri 12 Semarang) Priambudi, Dimas Eka; Wardhani, Novia Wahyu
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.40500

Abstract

Pancasila Education learning plays a strategic role in shaping students' character and creativity as part of the demands of 21st-century competencies. Along with the implementation of the Deep Learning approach, teachers are required not only to focus on mastery of content but also to foster student’s creativity. This study aims to analyze the extent to which Pancasila Education Teachers contribute to developing student’s creativity through the Implementation of Deep Learning at SMA Negeri 12 Semarang. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews and documentation involving students and Pancasila Education Teachers as informants. Data validity is maintained by Triangulation Techniques, while data analysis followed the model proposed by Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research indicate that the role of Pancasila Education Teachers as designers, facilitators, and evaluators of learning is grounded in principles of Mindful, Meaningful, and Joyful learning. The implementation of discussion-based and project-based learning encourages active student engagement and the development of creativity at a conceptual level, despite experiencing obstacles in the form of differences in student characteristics, limited time, and unequal access to technology. This research emphasizes the importance of the role of teachers in bridging the implementation of Deep Learning with the development of student creativity in Pancasila Education.
Pancasila Education Teachers’ Perspectives on Deep Learning in the Context of Collaboration Dimension Rizqiani, Ervina; Wardhani, Novia Wahyu
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.40501

Abstract

Deep learning in the context of collaboration has been implemented in grade ten at SMA Negeri 12 Semarang, specifically in the Pancasila education subject. However, its implementation has not been evenly distributed, as indicated by the presence of passive students and their limited contributions in group work. Encourage the necessity of an in-depth understanding of the teachers’ perspective as learning implementers. This study aims to explore the perspective of Pancasila education teachers on deep learning in the collaboration dimension and the teachers' endeavors to overcome these challenges. Using a qualitative approach with a case study design, the data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers perceive deep learning as an instructional approach that connects learning materials through collaborative activities. Teachers implement strategies such as role distribution, group management, and monitoring of collaborative processes to encourage student participation. The implementation of this learning approach must be supported by the availability of learning facilities and teacher training provided by the school. These findings highlight that the perspectives of Pancasila education teachers play a crucial role in optimizing deep learning within the collaboration dimension at SMA Negeri 12 Semarang.
Karang Taruna as a Means for Strengthening Civic Engagement of Young Citizens Wardhani, Novia Wahyu; Ruhadi, Ruhadi; Uddin, Hafiz Rafi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.40719

Abstract

Karang Taruna is a community-based youth organization. Karang Taruna plays a strategic role in strengthening the character of young citizens at the village or sub-district level. As a vehicle for character education, Karang Taruna provides a social learning space through community service activities, creativity development, and leadership. This study aims to describe how Karang Taruna functions as a non-formal character education environment that supports the strengthening of civic engagement of young citizens. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews, and documentation of Karang Taruna activities in Ngijo Village, Gunungpati, Semarang. The results show that Karang Taruna activities are able to facilitate the internalization of character values ​​through direct experience, cross-age social interactions, and community-based leadership practices. In addition, Karang Taruna serves as a space for the actualization of the younger generation in solving local social problems, thereby fostering civic skills. This study confirms that Karang Taruna is an important instrument in national character education because it is able to integrate Pancasila values ​​and the principles of civic engagement in the daily lives of young people.
Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Antikorupsi Natal Kristiono; Rudi Salam; Hafiz Rafi Uddin; Ibnu Shodiq; Novia Wahyu Wardhani; Indri Astuti; Adelya Ainur Fatimah; Ari Rahardiansyah; Mochammad Rizal Pratama; Kallila Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4384

Abstract

Studi ini menganalisis seberapa efektif pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter dan meningkatkan keterampilan antikorupsi siswa di perguruan tinggi Indonesia. Studi literatur menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi masih terfokus pada pembelajaran teoritis, kurang keteladanan, dan belum terintegrasi secara efektif dalam kurikulum. Akibatnya, mahasiswa masih belum internalisasi nilai antikorupsi. Keterbatasan sumber daya, kekurangan pelatihan dan fasilitas, serta kurangnya perlindungan bagi pelapor korupsi adalah hambatan lain. Penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran interaktif sangat penting; nilai antikorupsi harus dimasukkan ke dalam semua aspek pendidikan; dan siswa harus diajarkan keterampilan praktis seperti cara menemukan, menolak, dan melaporkan korupsi. Untuk membuat ekosistem pendidikan antikorupsi yang berhasil, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi harus bekerja sama. Melalui Pendekatan ini pendidikan anti korupsi daharapkan dapat memebntuk generasi mahasiswa yang bukan memahami bahaya anti korupsi saja, melainkan juga berana dalam menjadi agen perubahan masyarakat.
Pancasila Laboratory between Practical Urgency and the Absence of Standardization within the Formal Education Environment Ruhadi, Ruhadi; Uddin, Hafiz Rafi; Wardhani, Novia Wahyu; Munadi, Munadi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.44588

Abstract

The Pancasila Laboratory is a strategic instrument in strengthening Pancasila values education through contextual, reflective, and experience-based learning for young citizens. Although its urgency is recognized, to date, there has been no standardization of conceptual, operational, or evaluative standards, even though its development is based on ideology. Standardization is needed not to impose uniform practices, but to provide a flexible, context-specific minimum quality framework that guarantees the function, process, and achievement of values. This study uses a qualitative, multi-case study design and a conceptual analysis of the Character Padepokan at UNNES, the Bhinneka Tunggal Ika Laboratory at SMK Negeri 1 Sambi, and the Pancasila Laboratory School by YPLP. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study show that there is no uniform national model, but laboratory practices have developed organically through an approach of experience, reflection, collective participation, and the formation of values through habit. The findings emphasize the need for a flexible and adaptive standardization framework to ensure consistency in quality and measurable outcomes. The integrated conceptual model offered has the potential to strengthen character education, civic engagement, and the sustainability of Pancasila ideology within the national education system.
THE ROLE OF THE SAPARAN TRADITION IN STRENGTHENING SOCIAL INTERACTION AND INTERRELIGIOUS HARMONY IN POLOBOGO VILLAGE, SEMARANG REGENCY: Peran Tradisi Saparan Dalam Membangun Interaksi Sosial Dan Kerukunan Antarumat Beragama di Desa Polobogo Kabupaten Semarang Avatar, Avatar Amer Azzikra; Novia Wahyu Wardhani
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.7458

Abstract

Cultural and religious diversity in Indonesia often poses challenges in maintaining interfaith harmony due to differences in beliefs, values, and religious practices. This condition indicates that social harmony does not emerge naturally, but must be deliberately constructed through social practices within community life. In this context, this study examines the role of the Saparan tradition as a space for social interaction in maintaining interfaith harmony in Polobogo Village, Semarang Regency. This research aims to understand the processes, meanings, and dynamics of interfaith social interactions formed through the implementation of the Saparan tradition. The study employs an interpretive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Informants were selected through purposive sampling and included community leaders, religious leaders, and residents actively involved in the Saparan tradition. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that the Saparan tradition functions not only as an annual cultural ritual but also as an effective space for social interaction among communities with diverse religious backgrounds. Through its stages of preparation, implementation, and closing, the tradition fosters social interaction, cooperation, and communication among residents regardless of religious differences. Moreover, the Saparan tradition embodies positive values that are actively practiced in everyday community life. Academically, this study contributes to the fields of cultural and religious sociology by affirming that local cultural traditions can serve as mechanisms for fostering harmony in pluralistic societies. These findings demonstrate that local wisdom holds significant potential in maintaining social diversity and interfaith harmony and can serve as a reference for future research on the role of local cultural traditions in multicultural societies.