Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

GERAKAN MAHASISWA DALAM BENTUK DEMONSTRASI SEBAGAI BAGIAN DARI DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU Bunajar, Habib; Wardhani, Novia Wahyu
Ganesha Civic Education Journal Vol 5 No 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 11 April 2022. Diharapkan hal ini dapat menjadikan sebuah temuan yang bermanfaat bagi pembaca, baik peneliti, praktisi, maupun masyarakat secara umum dalam menanggapi serta mengkaji mengenai gejolak demokrasi yang dengan ragam kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka stabilitas nasional maupun keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi pustaka. Metode Studi pustaka dilakukan dengan mencari sumber referensi online di berbagai situs penyedia artikel, jurnal, buku, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang diangkat penulis. Setelah referensi terkumpul, akan digunakan untuk membantu dalam penyusunan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara demakrasi sudah sewajarnya jika masyarakat ikut serta dalam pengambilan keputusan oleh pemerintahan baik secara langsung atau melalui wakil masyarakat. Apabila pemerintah melenceng dari yang semestinya, masyarakat harus berani menyuarakan aspirasinya. Untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, para mahasiswa akan berkorban untuk turun ke jalan memprotes pemerintah. Misalnya pada masa Orde Baru, banyak sekali penyimpangan- penyimpangan yang terjadi saat itu. Maka mahasiswa pada saat itu turun ke jalan demi memperjuangkan keinginan rakyat. Hingga akhirnya perjuangan mahasiswa membuahkan hasil dengan hengkangnya Presiden Soeaharo dari kursi presiden pada tahun 1998.
Optimalisasi Sikap Wawasan Kebangsaan Peserta Didik Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Cahyani, Indah Fitri; Wardhani, Novia Wahyu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2022): Vol. 9 No.1 Maret 2022
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p36-44

Abstract

AbstrakAdanya pengaruh perkembangan arus globalisasi berdampak pada menurunya semangat kebangsaan pada peserta didik. Hal ini menekan adanya suatu upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasikan semangat wawasan kebangsaan. Melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu meningkatkan semangat wawasan kebangsaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta pengetahuan peserta didik serta upaya optimalisasi yang dapat dilakukan terhadap wawasan kebangsaan Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yakni berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kemudian teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan semangat wawasan kebangsaan peserta didik beragam sesuai dengan pribadi masing-masing.Kata-kata kunci: wawasan kebangsaan, peserta didik, pendidikan kewarganegaraan
GERAKAN MAHASISWA DALAM BENTUK DEMONSTRASI SEBAGAI BAGIAN DARI DEMOKRASI PADA MASA ORDE BARU Bunajar, Habib; Wardhani, Novia Wahyu
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 11 April 2022. Diharapkan hal ini dapat menjadikan sebuah temuan yang bermanfaat bagi pembaca, baik peneliti, praktisi, maupun masyarakat secara umum dalam menanggapi serta mengkaji mengenai gejolak demokrasi yang dengan ragam kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka stabilitas nasional maupun keselamatan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi pustaka. Metode Studi pustaka dilakukan dengan mencari sumber referensi online di berbagai situs penyedia artikel, jurnal, buku, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang diangkat penulis. Setelah referensi terkumpul, akan digunakan untuk membantu dalam penyusunan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara demakrasi sudah sewajarnya jika masyarakat ikut serta dalam pengambilan keputusan oleh pemerintahan baik secara langsung atau melalui wakil masyarakat. Apabila pemerintah melenceng dari yang semestinya, masyarakat harus berani menyuarakan aspirasinya. Untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, para mahasiswa akan berkorban untuk turun ke jalan memprotes pemerintah. Misalnya pada masa Orde Baru, banyak sekali penyimpangan- penyimpangan yang terjadi saat itu. Maka mahasiswa pada saat itu turun ke jalan demi memperjuangkan keinginan rakyat. Hingga akhirnya perjuangan mahasiswa membuahkan hasil dengan hengkangnya Presiden Soeaharo dari kursi presiden pada tahun 1998.
Budaya Politik Masyarakat Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Windarsih, Windarsih; Novia Wahyu Wardhani
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i3.32939

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 dibanding Pemilu 2024 di Kecamatan Slogohimo. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, berita, dan laporan resmi penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik masyarakat Kecamatan Slogohimo cenderung ke arah tipe campuran parokial-kaula. Sebagian masyarakat memiliki pengetahuan politik yang rendah dan tingkat partisipasi politik yang minim, terutama dalam aspek input. Sementara itu, sebagian lainnya menunjukkan kesadaran dan minat terhadap sistem politik, yang tampak melalui orientasi afektif seperti rasa bangga, dukungan, atau ketidakpercayaan terhadap sistem, khususnya pada output pemerintah. Hal ini menunjukkan adanya sikap pasif, di mana masyarakat merasa tidak mampu memengaruhi kebijakan dan cenderung menerima keputusan pemerintah tanpa banyak perlawanan. Faktor pendorong budaya politik antara lain perkembangan teknologi, akses informasi, solidaritas sosial, dan tingkat pendidikan. Adapun faktor penghambat meliputi loyalitas politik tradisional yang kaku, rendahnya partisipasi politik, dan apatisme generasi muda. Pemerintah Kecamatan Slogohimo perlu menjalin kolaborasi aktif dengan masyarakat guna meningkatkan pendidikan dan sosialisasi politik demi mendorong budaya politik yang lebih partisipatif.
Pendidikan Anti Korupsi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Antikorupsi Natal Kristiono; Rudi Salam; Hafiz Rafi Uddin; Ibnu Shodiq; Novia Wahyu Wardhani; Indri Astuti; Adelya Ainur Fatimah; Ari Rahardiansyah; Mochammad Rizal Pratama; Kallila Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4384

Abstract

Studi ini menganalisis seberapa efektif pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter dan meningkatkan keterampilan antikorupsi siswa di perguruan tinggi Indonesia. Studi literatur menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi masih terfokus pada pembelajaran teoritis, kurang keteladanan, dan belum terintegrasi secara efektif dalam kurikulum. Akibatnya, mahasiswa masih belum internalisasi nilai antikorupsi. Keterbatasan sumber daya, kekurangan pelatihan dan fasilitas, serta kurangnya perlindungan bagi pelapor korupsi adalah hambatan lain. Penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran interaktif sangat penting; nilai antikorupsi harus dimasukkan ke dalam semua aspek pendidikan; dan siswa harus diajarkan keterampilan praktis seperti cara menemukan, menolak, dan melaporkan korupsi. Untuk membuat ekosistem pendidikan antikorupsi yang berhasil, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi harus bekerja sama. Melalui Pendekatan ini pendidikan anti korupsi daharapkan dapat memebntuk generasi mahasiswa yang bukan memahami bahaya anti korupsi saja, melainkan juga berana dalam menjadi agen perubahan masyarakat.