Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Dewi Rezki; Muhammad Parikesit Wisnubroto
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.8

Abstract

Limbah rumah tangga masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik.  Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun kompos. Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, (2) Melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mudah mengolah sampah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode komposter ember tumpuk.  Cara ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah yang berasal dari sampah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diketahui bahwa masyarakat sudah mampu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode ember tumpuk.  Olahan sampah rumah tangga ini menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu pupuk organik cair dan pupuk kompos.  Minat dan antusias peserta pelatihan cukup tinggi, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran peserta sebanyak 100 % dan keaktifan peserta selama dilakukannya kegiatan ini.  Masyarakat sudah mulai melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.  Pupuk organik cair dan kompos yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah pada lahan pekarangan yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tanaman hias, sayuran dan lainnya. Dengan demikian pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter ember tumpuk bisa dijadikan salah satu solusi awal dalam penanggulangan limbah.
Penampang Anatomi dan Pertumbuhan Apokol Tanaman Aren di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya (Arenga pinnata L) Suhendra, Dede; Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Rahman, Muhammad Aulia
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 2 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i2.6274

Abstract

The sugar palm plant is a potential plant because almost all parts of the sugar palm tree are useful and can be used for various needs,starting from the roots,stems,leaves, fibers and its products (nira, starch or flour, and fruit)the main product of the sugar palm plant is nira which is processed into various products, such as sugar,alcohol,and biofuel.Sugar palm plants generally live in tropical environments).Sugar palm is a type of palm plant that has a very wide distribution in Indonesia, with an area of 62,009 ha, consisting of Sumatra with an area of 15,802 ha, Java 19,757 ha, Bali 587 ha, NTB 1,816 ha, Kalimantan5,401 ha, Sulawesi16,951 ha and Maluku 1,696 ha. Sugar palm seeds consist of seed coat (testa), endosperm, and embryo, and the embryo becomes a food reserve for apokol. Apokol is a white coral tissue where shoots and roots grow, appearing 2-4 weeks after planting.The development of the potential of sugar palm has problems related to the availability of sugar palm seeds which are currently still hampered because the nature of sugar palm seeds is waterproof so that it will inhibit the ability of the seeds to germinate. The growth process of sugar palm beginswith the emergenceapokol after that shoots will appear in the germinations. But no ideal apokol was found thatlong in determining the process of shoot growth. This study was conducted where the results of the data on apokol diameter, apokol length, root length and number of roots were obtained. Keywords : apocol, anatomy, bud
PELATIHAN PENANAMAN PADI MENGGUNAKAN METODE JAJAR LEGOWO DI NAGARI SUNGAI DAREH KECAMATAN PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Suhendra, Dede; Edwin, Edwin; Sari, Wulan Kumala; Rezki, Dewi; Heriza, Sri; Yulistriani, Yulistriani; Ikhsan, Zahlul; Karjunita, Nike; Hasibuan, Halimatus Syahdia; Wisnubroto, Muhammad Parikesit
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i3.730

Abstract

Rice is a primary necessity for the Indonesian people, as it serves as a source of energy and carbohydrates. Rice cultivation requires strategic approaches to increase production, aiming to prevent threats to Indonesia's food security. One strategy that can be applied is the jajar legowo rice planting system. The jajar legowo system is a technique that manipulates planting distances to increase rice yields, resulting in a greater number of edge plants. This activity aims to enhance farmers' understanding of rice cultivation using the jajar legowo system to achieve better harvests and to boost their enthusiasm in working on their agricultural land. The activity was conducted on the rice fields owned by the Tanjung Raya farming group, located in Nagari Sungai Dareh, Pulau Punjung District, Dharmasraya Regency. The method employed involved directly practising the jajar legowo rice planting system in the farmers' rice fields. The activity proceeded smoothly, successfully increasing the farmers' understanding of *jajar legowo* rice cultivation to achieve better harvests. Both the farmers and students involved in the activity were able to perform their tasks according to the specified guidance. Looking forward, it is hoped that similar activities will be held, as this initiative by the students of Campus III Universitas Andalas Dharmasraya aims to provide benefits and positive contributions to the surrounding community.
Sosialisasi dan Edukasi Gemar Makan Buah Anak Usia Dini di Padukuhan Grogol X, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta Wisnubroto, Muhammad Parikesit
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.3

Abstract

Asupan buah bagi anak usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memiliki peran besar dan menjadi faktor penentu dalam memastikan kesehatan dan perkembangan optimal. Buah-buahan mengandung banyak serat dan berbagai vitamin serta mineral yang berfungsi sebagai antioksidan dan penangkal senyawa radikal bebas dalam tubuh. Tingkat konsumsi buah pada anak usia dini masih tergolong rendah karena berbagai faktor salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya buah bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian dan pemberdayaan ini ditujukan untuk mengedukasi pentingnya buah bagi kesehatan melalui Gerakan Gemar Makan Buah bagi anak-anak PAUD di Padukuhan Grogol X, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Penyampaian edukasi dilakukan melalui metode sosialisasi serta praktik langsung dengan membagikan beberapa jenis buah kepada anak-anak. Selama sosialisasi berlangsung, anak-anak tampak antusias mengenal berbagai jenis buah. Beberapa anak terlihat mengajukan pertanyaan sederhana mengenai suatu jenis buah. Dari hasil praktik langsung terlihat banyak anak usia dini yang memakan buah-buahan yang dibagikan dengan lahap. Melalui kegiatan ini secara keseluruhan dapat meningkatkan wawasan anak usia dini mengenai rasa buah-buahan serta mampu mendorong kemauan anak untuk memakan buah-buahan.
Sosialisasi dan Aplikasi PSB untuk Peningkatan Produksi Pepaya di Kelompok Tani Mulyo, Bandongan, Magelang Avianto, Yovi; Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Setyaningsih, Fitrianoor; Rahmawati, Lingga
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.7

Abstract

Dewasa ini, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telah meningkatkan konsumsi buah-buahan, termasuk pepaya yang kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan. Produksi pepaya di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Bandongan, mengalami penurunan signifikan, meskipun memiliki kondisi geografis dan iklim yang mendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pepaya California di Kelompok Tani Mulyo melalui sosialisasi dan aplikasi bakteri fotosintetis. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pembinaan, praktik langsung, dan evaluasi, dengan pendekatan analisis masalah, brain storming solusi, serta pemberian informasi mengenai bakteri fotosintetis. Anggota kelompok tani mengamati aplikasi PSB di lahan demonstration plot dan mengevaluasi hasilnya setelah enam bulan. Hasil kegiatan sosialisasi dan brainstorming menunjukkan antusiasme tinggi dari anggota kelompok tani. Sosialisasi teknologi budidaya PSB berhasil meningkatkan pemahaman petani tentang cara mengatasi masalah teknis dalam budidaya pepaya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri fotosintetis (PSB) pada tanaman pepaya di Desa Rejosari meningkatkan produksi sebesar 34,28%, dilihat dari jumlah bunga dan buah yang terbentuk. Tanaman yang disemprot PSB memiliki daun yang lebih banyak dan lebih hijau, serta tinggi tanaman yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak disemprot. Selain itu, tidak ada insidensi penyakit layu dan penurunan signifikan penyakit keriting pucuk (PMV) pada tanaman yang diaplikasikan PSB. Petani lebih menyukai visual tanaman yang disemprot PSB karena pertumbuhan yang lebih sehat dan lebih tahan terhadap penyakit. Hasil ini menunjukkan bahwa PSB dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman pepaya di Rejosari.
Pelatihan Cara Mudah Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Rezki, Dewi; Wisnubroto, Muhammad Parikesit
Buletin Dharmas Andalas Vol. 1 No. 1 (2024): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v1i1.8

Abstract

Limbah rumah tangga masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik.  Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun kompos. Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, (2) Melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mudah mengolah sampah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode komposter ember tumpuk.  Cara ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah yang berasal dari sampah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diketahui bahwa masyarakat sudah mampu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode ember tumpuk.  Olahan sampah rumah tangga ini menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu pupuk organik cair dan pupuk kompos.  Minat dan antusias peserta pelatihan cukup tinggi, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran peserta sebanyak 100 % dan keaktifan peserta selama dilakukannya kegiatan ini.  Masyarakat sudah mulai melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.  Pupuk organik cair dan kompos yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah pada lahan pekarangan yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tanaman hias, sayuran dan lainnya. Dengan demikian pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter ember tumpuk bisa dijadikan salah satu solusi awal dalam penanggulangan limbah.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Business Model Canvas pada Usaha Konveksi Johor Production Kota Medan Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Yulianto, Kiki
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54719

Abstract

Johor Production is one of the companies engaged in the garment industry and supplier of convection products. This company was established in 2018, and has consistently provided a variety of high-quality products. Its products have been trusted by various government agencies, private companies, schools, and specific communities in Medan City, North Sumatra. Over time, more new companies have emerged that operate in similar fields, leading to increased competition and the need for business analysis and development methods in order to maintain their existence. This community service activity aims to assist Johor Production in developing a business model, namely the Business Model Canvas (BMC) to support the company’s growth. The method used in this service includes educational activities through online Zoom meetings for BMC material presentations and direct practice at Johor Production’s production site. During the presentation of the material, the team from Johor Production seemed to pay attention enthusiastically. The discussion and question and answer sessions proceeded smoothly. The direct practice results identified nine (9) BMC elements, each of which is clearly described. These nine elements will be the basis for the development of convection business from Johor Production.Johor Production merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang garment industry dan supplier produk konveksi. Perusahaan ini telah berdiri sejak 2018 yang selalu konsisten dalam menghadirkan berbagai produk berkualitas. Produk yang dihasilkan telah dipercayai oleh berbagai instansi pemerintah, swasta, sekolah, hingga komunitas tertentu di Kota Medan, Sumatera Utara. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak munculnya perusahaan baru yang bergerak pada bidang serupa. Akibatnya, persaingan akan semakin ketat dan perlunya suatu analisis dan metode pengembangan usaha agar eksistensinya tetap terjaga. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk membantu dan mendampingi Johor Production dalam menyusun model bisnis, yaitu Business Model Canvas (BMC) agar perusahaan semakin berkembang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah edukasi melalui pemaparan materi BMC secara online dengan Zoom meeting dan praktek langsung di lokasi produksi Johor Production. Selama penyampaian materi, tim dari Johor Production terlihat memperhatikan dengan antusias. Diskusi dan proses tanya jawab berlangsung lancar. Dari hasil praktek langsung di lokasi diperoleh sembilan (9) elemen BMC yang masing-masing diuraikan dengan jelas. Kesembilan elemen ini akan menjadi dasar pengembangan usaha konveksi dari Johor Production.
IDENTIFY THE EFFECT OF ALTITUDE ON THE MORPHOLOGY OF SUGAR PALM PLANTS Halimatus Syahdia Hasibuan; Muhammad Parikesit Wisnubroto; Dewi Rezki
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 26 No 2 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.26.2.153-162

Abstract

Indonesia needs to diversify cane sugar into brown sugar to reduce imports of cane sugar. Excessive consumption of cane sugar is one of the causes of the increase in diabetes mellitus sufferers. The sugar palm plant as a producer of brown sugar has the potential to be developed as a substitute for cane sugar. Identification of sugar palm plants is carried out to determine genetic diversity. High genetic diversity also has high adaptability. This research aims to determine differences in the morphological characteristics of sugar palm plants based on different altitudes and identify the level of uniformity of morphological characteristics in sugar palm plants. The results of these observations are used as initial data to determine the parent tree that will be used as propagation material. The research was conducted in North Lintau Buo District, Tanah Datar Regency, West Sumatra from September to October 2024. Sampling locations were taken based on different altitudes with three plant samples per altitude until nine plant accessions were obtained. The research results showed that the quantitative and qualitative characters of sugar palm plants had relatively narrow phenotypic variability values. The kinship analysis of sugar palm plants has a level of similarity with a coefficient value of 10.13 – 80.39%. The closest relationship distance is shown in accession 8 and accession 9, with a similarity level of 80.39%. Meanwhile, accession 4 has a distant relationship with accessions 1, 3, 2, 7, 8, 9, 6, and 5 with a similarity level of only 10.13%. PCA analysis shows that accession 4 is different from other accessions based on the characteristics of bark color, frond shape, petiole shape, and build leaflets.  
SH Tingkat Serangan Hama Kutu Hijau (Coccus viridis) Pada Tanaman Kopi di PT PTL Coffee Bean di Kabupaten Solok Selatan Annisa Fitri Ramadhani; Sri Heriza; Muhammad Parikesit Wisnubroto
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 1 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.1.1-8

Abstract

[[INFESTATION LEVEL OF GREEN SCALE INSECT (Coccus viridis) ON COFFEE PLANTS AT PT PTL COFFEE BEAN, SOLOK SELATAN REGENCY]. The green scale insect (Coccus viridis) is a major pest in coffee plantations in Indonesia. It is classified as an economically significant pest due to its potential to cause up to 50% plant damage, leading to substantial yield reduction and financial losses. This study aims to determine the infestation level of Coccus viridis at PT PTL Coffee Bean, Solok Selatan Regency, and to analyze the influence of environmental factors on infestation intensity. The findings of this study are expected to serve as a foundation for developing appropriate pest control strategies based on the principles of Integrated Pest Management (IPM). The research was conducted using a systematic sampling method with a diagonal line pattern across the coffee plantation owned by PT PTL Coffee Bean. Direct field observations were performed, and further analyses were conducted at the Integrated Pest Management Laboratory, Faculty of Agriculture, Andalas University. The results showed that the infestation intensity of Coccus viridis on coffee plants at the study site was 15.38%, which falls into the mild infestation category. The infestation level was influenced by environmental factors such as altitude, temperature, humidity, light intensity, and cultivation techniques. Although the infestation level was classified as mild, regular monitoring remains essential to prevent an increase in pest populations. Furthermore, IPM-based control strategies should be optimized to sustain coffee plant productivity, including the conservation of natural enemies and the application of proper cultivation techniques.
PELATIHAN PENYUSUNAN STRATEGI BISNIS BERBASIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA INDUSTRI GULA AREN DI NAGARI TALANG ANAU, SUMATERA BARAT Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Lubis, Muhammad Iqbal Abdi; Yulianto, Kiki; Anwar, Aswaldi; Havifi, Ilham; Sari, Lusi Puspika; Hasibuan, Halimatus Syahdia; Ramadhani, Lembayung Maghfira; Silvadriyanto, Reihan; Adhevin, Shadiq Octaryan; Rivandi, Oktavia; Adib, Muhammad
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2129

Abstract

Nagari Talang Anau Tourism Village is one of the palm sugar producing areas that has been known for a long time by the community. In this area, there are many sugar palm trees and several small industries engaged in processing sap into palm sugar. However, the industry has not developed optimally and still uses conventional methods for its business management strategy. Therefore, we carried out training activities to prepare a business strategy based on the business model canvas (BMC) to the people of Nagari Talang Anau. The training was conducted using the lecture method by the speaker about BMC and continued with direct practice of BMC preparation. Some of the facilities and infrastructure supporting this service activity include stationery, BMC material, loudspeakers, laptops, and projectors. During the presentation, participants seemed enthusiastic to the material presented. The discussion went in two directions which was marked by the emergence of various questions related to BMC. The BMC consists of 9 elements including target market, consumer value proposition, channels, consumer relationships, revenue sources, main activities, human resources, cooperation, and cost structure. Through this preparation, it is expected to be able to identify the strengths and weaknesses of the business that has been carried out and help the palm sugar industry to focus and be rational in determining business development targets.