Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU Antrisia, Febrika; Andayani, Sutrisni; Sutanto, Agus
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i2.5507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah dan pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap disiplin kerja guru serta untuk mengetahui pengaruh simultan supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap disiplin kerja guru di SMP Negeri Se Kecamatan Batanghari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru di SMP Negeri Se Kecamatan Batanghari yang terdiri dari 3 SMP Negeri dengan jumlah total guru sebanyak 97 orang guru. Jumlah minimum sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 28 responden, namun agar hasil penelitian lebih representative maka jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang responden. Berdasarkan tujuan dan pembahasan penelitian, bahwa variabel supervisi kepala sekolah memiliki koefisien regresi sebesar 1,244 yang memiliki arah yang positif. Maka dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki arah yang positif dan signifikan dengan disiplin kerja guru. Skor R square sebesar 0,932, yang berarti bahwa 93,2% disiplin kerja guru dipengaruhi oleh variabel supervisi kepala sekolah. Variabel kompetensi pedagogik memiliki koefisien regresi sebesar 0,817 yang memiliki arah yang positif. Maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik memiliki arah yang positif dan signifikan dengan disiplin kerja guru. Skor R square sebesar 0,701, yang berarti bahwa 70,1% disiplin kerja guru dipengaruhi oleh variabel kompetensi pedagogik. Supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru. Dapat dilihat dari nilai Fhitung sebesar 8,784 dan Ftabel sebesar 3,32. Skor R Square sebesar 0,855 yang berarti variabilitas variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 85,5%. Hal ini berarti variabel-variabel independen meliputi supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik sebesar 85,5%. Kata kunci: disiplin kerja guru, kompetensi pedagogik, supervisi kepala sekolah.
PERAN MANAJEMEN MGMP MATEMATIKA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA KKM MTs NEGERI 2 LAMPUNG TIMUR Fasikha; Sutrisni Andayani; Sudirman Aminin
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i2.5772

Abstract

Begitu penting peranan pendidik sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, untuk itu peran MGMP perlu di tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan guru sesuai kualifikasi dan kompetensi guru. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan gambaran manajemen MGMP matematika di KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur, 2) Mendeskripsikan gambaran kompetensi guru matematika di KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur, 3) Mendeskripsikan peran managemen MGMP matematika sebagai upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik matematika KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur, 4) Menjelaskan kendala yang dihadapi managemen MGMP matematika sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik matematika di KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengambil tiga subyek penelitian yaitu tiga orang pengurus MGMP matematika (ketua, sekertaris, dan bendaharra) dan dua orang anggota MGMP. Sumber data yang diperoleh peneliti dari subjek penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara peneliti terhadap pengurus MGMP dan beberapa anggota, sedangkan data sekunder diperoleh dari observasi dan dokumen yang diperoleh dari melihat dan mengamati keadaan pada saat pelaksanaan kegiatan MGMP dan dokumen kegiatan Teknik pengumpulan data ini dikenal dengan istilah triangulasi. Teknik pengumpulan data yang memadukan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Berdasarkan hasil survei dan hasil penelitian, kompetensi guru Matematika KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur banyak yang memenuhi persyaratan, kecuali persyaratan kompetensi profesional berupa sertifikat mengajar. MGMP berkontribusi terhadap kompetensi dan profesionalisme guru Matematika di KKM MTs Negeri 2 Lampung Timur.
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR: Indonesia Astin Sri Wahyuni; Sudarman; Andayani, Sutrisni
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i2.8408

Abstract

Kinerja guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan inovasi pendidikan yang meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, dan teknologi informasi sangat mendukung keberhasilan dalam pekerjaan. Kebijakan sekolah dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan alat bantu dalam pembelajaran di SMA Daarul Hamdi tampaknya belum menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat dari rendahnya persentase guru yang menggunakan teknologi dibandingkan SMA Negeri 1 Sukadana. Faktor tersebut disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, kurangnya penguasaan teknologi oleh guru, dukungan manajemen yang belum optimal, perbedaan kualifikasi guru, dan minimnya pelatihan kompetensi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kompetensi profesional guru serta kinerja guru disekolah tersebut, kemudian mengetahui pengaruh antara kompetensi profesional dan kinerja tersebut. sehingga pendekatan penelitian yang sesuai yaitu pendekatan secara kuantitatif untuk mengukur pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru. Data diperoleh melalui pendekatan kuantitatif berdasarkan instrumen angket. Selanjutnya data tersebut dianalisis melalui teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis, kompetensi profesional berpengaruh secara signifikan serta bernilai positif terhadap kinerja guru. Guru yang memiliki kompetensi profesional tinggi cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi profesional, terutama dalam menguasai materi, memanfaatkan media belajar, dan memanfaatkan penguasaan teknologi, dapat lebih meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMA se-Kecamatan Sukadana. Penguasaan teknologi dalam kompetensi profesional guru berkontribusi besar terhadap peningkatan kinerja, terutama dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan media digital, dan asesmen siswa.
Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) dan Kompetensi Digital Tenaga Administrasi terhadap Efektivitas Administrasi Sekolah Menengah Evi Purnawati; Sutrisni Andayani; M. Ihsan Dacholfany
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v4i2.3798

Abstract

This study aims to analyze the effect of School Management Information Systems (SIMS) and administrative staff competence in the digital era on the effectiveness of school administration in secondary schools. This research used a quantitative approach with a survey method. The population consisted of administrative staff in secondary schools, with 56 respondents selected using total sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire (1–4) consisting of 75 items: 25 items for SIMS (X1), 25 items for administrative competence (X2), and 25 items for administrative effectiveness (Y). Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests (Cronbach’s Alpha), normality tests, multicollinearity tests, multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²). The results showed that administrative staff competence had a positive and significant effect on school administration effectiveness. Meanwhile, SIMS implementation did not have a significant partial effect. However, SIMS and administrative competence simultaneously had a significant effect on administrative effectiveness. This finding indicates that SIMS implementation will be effective only when supported by competent human resources.
Teachers’ Knowledge and Challenges in Using Artificial Intelligence (AI)-Based Learning Media: An Educational Administration Perspective at MIN 3 Bandar Lampung Arifani, Laksmi; Dacholfany, Muhammad Ihsan; Andayani, Sutrisni
Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/jpi.v7i1.14564

Abstract

This study aims to analyze teachers' knowledge, obstacles in utilization, and educational administrative support regarding the implementation of Artificial Intelligence (AI)-based learning media at MIN 3 Bandar Lampung. The study specifically involved 35 teachers at MIN 3 Bandar Lampung, with 10 teachers selected as the main informants through purposive sampling based on their involvement and experience in the learning process and the use of digital learning media. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The results indicate that teachers’ understanding of AI is still limited to general technological introduction, without sufficient understanding of adaptive functions and learning personalization as the main characteristics of Artificial Intelligence (AI). Although several teachers have utilized AI-based platforms such as Quizizz, Canva, and Google Forms, they were not fully aware of the AI elements embedded within these platforms. The implementation of Artificial Intelligence (AI) is also constrained by limited infrastructure, low digital literacy, lack of training, administrative burdens, and the absence of institutional policies supporting AI integration. Schools have mainly provided moral support without systematic policies or continuous training programs.  This study concludes that the utilization of Artificial Intelligence (AI) at MIN 3 Bandar Lampung remains at an early stage. Therefore, strengthening AI literacy, improving infrastructure, providing continuous training, and establishing targeted institutional policies are necessary to support effective learning transformation.
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Metode Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MIN 10 Bandar Lampung Siti Anisa; Marzuki Noor; Sutrisni Andayani
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v4i2.4002

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Love-Based Curriculum through the deep learning method in Indonesian language learning at MIN 10 Bandar Lampung and to analyze its impact on students’ language skills. The research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, Indonesian language teachers, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of the Love-Based Curriculum was carried out through the integration of the Five Love Values (Panca Cinta) into Indonesian language learning activities combined with mindful, meaningful, and joyful learning approaches. Love for Allah and the Prophet was developed through exemplary texts, love of knowledge through literacy habituation and reflection activities, love for the environment through experience-based writing activities, love for oneself and others through collaborative discussions, and love for the homeland through the use of local folktales. The application of the deep learning method created a more active, enjoyable, and meaningful learning atmosphere, resulting in improvements in students’ reading comprehension, speaking, writing, and listening skills. In addition, the study identified several challenges, including limited learning media, differences in students’ characteristics, time constraints, and uneven teacher understanding of the Love-Based Curriculum concept. This study concludes that the implementation of the Love-Based Curriculum through the deep learning method is capable of creating Indonesian language learning that not only focuses on language skill mastery but also strengthens students’ character and humanitarian values holistically.