Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Mathematics Learning Needs Using Animated Videos Based on Discovery Learning in Junior High Schools Permadani, Tri Nova Ayu; Andayani, Sutrisni; Rahmawati, Dwi
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 8 No 1 (2025): (January) Theme Education, Religion Studies, Social Sciences, STEM and Economic D
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v8i1.311

Abstract

Video animation plays an important role in learning mathematics because it can present abstract concepts visually and interactively. In addition, the delivery of interesting material through animation can increase students' understanding and interest in learning. Therefore, this study aims to analyze the extent of students' needs in learning mathematics using discovery learning-based animated videos in junior high school. This research uses a quantitative method with a survey approach, where data is obtained through a questionnaire designed to collect information about students' needs for animated video-based learning media. Respondents in this study were thirty students from one of the junior high schools in Indonesia. Respondents were selected using purposive sampling technique. In the process of data analysis, this research utilizes Microsoft Excel to organize, process, and present data in the form of tabulations, tables, and diagrams. The analysis technique used is descriptive quantitative which includes the calculation of mean (average), median, and percentage. This statistical calculation is done to see the tendency of students' answers to the questions given in the questionnaire, so that an overview can be obtained about the extent of their needs for the use of Discovery Learning-based animated videos in learning mathematics. The findings are expected to be the basis for developing more effective and interesting animated video-based learning media. In addition, this research can also provide insight for educators in designing learning strategies that suit the needs of students, so as to improve students' understanding and learning outcomes.
PERAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU UPTD SD NEGERI DI KECAMATAN BATANGHARI LAMPUNG TIMUR Akmalia, Sapta; Andayani, Sutrisni; Noor, Marzuki
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i1.5947

Abstract

UPTD SD Negeri di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur merupakan Sekolah Dasar yang berada dibawah pelayanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur yang mengalami penurunan kinerja guru. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang kepala sekolah yang mampu memimpin serta berperan secara penuh sebagai seorang manajer didalam sekolah. Peran manajerial yang efektif dan efisien apabila dilaksanakan dengan baik menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja guru yang dimiliki disekolah tersebut. Penelitian ini berupa kualitatif deskriptif, jadi bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajerial kepala sekolah, peningkatan kinerja guru, serta faktor-faktor yang menghambat proses penerapan manajerial dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah tersebut. Metode pencarian data melalui observasi, wawancara, dan angket. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik mereduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah UPTD SD Negeri di Kecamatan Batanghari, kepala sekolah telah berperan dalam melaksanakan peran. Peranannya tersebut telah ditinjau dari pelaksanakaan fungsi manajerial yang dilakukan. Fungsi manajerial tersebut antara lain: Perencanaan, Pengorganisasian,Pelaksanaan,Pengawasan,Evaluasi. Kemudian Guru UPTD SD Negeri di Kecamatan Batanghari telah melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kinerjanya yang termuat dalam tiga indikator, yaitu: Kepemilikan perangkat pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, dan melaksanakan kegiatan penilaian serta tindak lanjut terhadap peserta didik. Berdasarkan hasil analisis peran kepala sekolah dalam manajerial dengan peningkatan kinerja guru UPTD SD Negeri di Kecamatan Batanghari, dapat diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel tersebut saling memberikan dampak positif. Kepala sekolah yang melaksanakan peran manajerialnya secara aktif, secara signifikan dapat membantu meningkatkan kinerja guru.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERUBAHAN FUNGSI PUSAT SUMBER BELAJAR (STUDI KASUS PADA LOCAL EDUCATION CENTRE METRO) Ali Rosad; Andayani, Sutrisni; Noor, Marzuki
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i1.6008

Abstract

Direktorat SLTP melalui Proyek Peningkatan Sekolah Swasta memberikan bantuan berupa fasilitas pendidikan antara lain dibangunnya Pusat Sumber Belajar (PSB) atau Local Education Center (LEC) yang dilengkapi dengan fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai guna membantu SLTP / Sekolah swasta pada umumnya yang memiliki fasilitas kurang layak. Manajemen sumber daya manusia di Pusat Sumber Belajar Metro belum berjalan dengan efektif. Hal tersebut ditandai belum dilaksanakan fungsi-fungsi Pusat Sumber Belajar sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan LEC Kota Metro. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sumber penyebabnya dan datanya, sehingga perubahan fungsi Pusat Sumber Belajar dapat dijelaskan secara valid dan sesuai fakta. Peneliti menggali informasi secara utuh dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya melakukan pemeriksaan keabsahan data lalu data tersebut dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis, Manajemen dan staf LEC Metro sudah menerapkan proses perencanaan mulai dari Dewan Manajemen sampai dengan Staf Tata Usaha. LEC Metro sudah menerapkan proses manajemen pengorganisasian. Selanjutnya pegawai LEC sudah bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kemudian adanya motivasi bekerja dengan mengunjungi LEC yang lebih maju untuk meningkatkan kinerja pegawai. Semua dikerjakan berdasarkan laporan setiap kegiatan, laporan bulanan dan tahunan. LEC Metro sudah melakukan pengawasan yang sistematik. Faktor utama yang jadi penghambat tidak berfungsinya LEC Metro melaksanakan fungsinya adalah masalah pendanaan dari pemerintah pusat yang terhenti semenjak tahun 2004. Peneliti mensintesiskan bahwa terdapat upaya untuk mengatasi faktor yang menghambat yatu dengan penerapan manajemen terbuka, mempromosikan fasilitas Pusat Sumber Belajar, dan bekerjasama dengan pemerintah daaerah.
PEMANFAATAN SARANA PRASARANA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI I SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Dini Saraswati; Andayani, Sutrisni; Aminin, Sudirman
POACE: Jurnal Program Studi Adminitrasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/poace.v5i1.6828

Abstract

Guru menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran, oleh karena itu peran guru menjadi sangat signifikan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh sarana prasarana dan kondisi lingkungan kerja yang optimal menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja seorang guru. SMA Negeri 1 Sekampung berdasarkan hasil prasurvey penelitian, memiliki sarana dan prasarana sekolah yang dinilai minimum serta kurang memadai. kemudian dalam pengelolaan sarana dan prasaran tersebut belum menggunakan prinsip-prinsip dari penerapan manajemen modern. SMA Negeri 1 Sekampung dalam pengelolaannya belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern yang meliputi fungsi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan serta penilaian dan pengawasan. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sekampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur penggunaan sarana prasarana dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Selanjutnya data yang diperoleh setelah dikumpulkan tersebut dianalisis melalui teknik Analisis Regresi Berganda. Berdasarkan analisis yang diperoleh Sarana prasarana tidak begitu berpengaruh terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sekampung, namun apabila sarana dan prasarana yang dimiliki semakin baik dan semakin lengkap maka akan dapat membantu untuk meningkatkan kinerja guru. Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru, semakin baik lingkungan kerja guru, maka akan semakin tinggi pula kinerja guru. Kinerja guru yang berkualitas ditentukan oleh Lingkungan kinerja yang nyaman serta kondusif. Sarana prasarana dan lingkungan kerja merupakan dua variabel yang berhubungan cukup erat sehingga saling memberikan dampak positif antara satu sama lain terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Sekampung.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERMUATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA POKOK BAHASAN PROGRAM LINEAR Devi Yuliana; Rina Agustina; Sutrisni Andayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i1.8965

Abstract

Peserta didik di SMA N 5 Metro masih kesulitan dalam memahami materi program linear dalam bahan ajar yang digunakan oleh guru. Bahan ajar cetak yang digunakan kurang menarik untuk digunakan peserta didik karna penggunaannya yang kurang fleksibel. Tujuan penelitian iniadalahmendeskripsikan proses pengembangan E-LKPD bermuatan video pembelajaran pada pokok bahasan program linear dan menghasilkan produk yang valid dan praktisuntukdigunakan.Metode penelitian pengembangan ini menggunakan modelpengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian iniadalah5 orang peserta didik dari kelas XI IPA 2. Instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara, angket validasi serta angket uji kepraktisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, angketvalidasi dan angketkepraktisan. Berdasarkan hasil pengembangan diawali dengan tahapan analisis masalah dan kebutuhan, tahap desain merancang E-LKPD, pengembangan dilakukan uji validasi materi dan media, implementasi dengan uji kepraktisan dan evaluasi pada keempat tahapan sebelumnya. Hasil rata-rata validasi materi sebesar 78,8% dan validasi media 87,7%, dengan perolehan rata-rata keseluruhan validasi sebesar 83,2% dengan kriteria sangat valid karena isi materi yang mudah dipahami dan media mudah digunakan. Rata-rata hasil penilaian uji kepraktisan sebesar 91,1% dengan kriteria sangat praktis karena materi mudah dipahami dan media menarik untuk digunakan.Students at SMA N 5 Metro still have difficulty understanding linear programming material in the teaching materials used by teachers. The printed teaching materials used are less attractive for students to use because their use is less flexible. The aim of this research is to describe the process of developing E-LKPD containing learning videos on the subject of linear programming and producing products that are valid and practical to use. This development research method uses the ADDIE development model. The subjects in this research were 5 students from class XI IPA 2. Data collection instruments were interview guides, validation questionnaires and practicality test questionnaires. The data collection techniques used were interviews, validation questionnaires and practicality questionnaires. Based on the development results, it begins with the problem and needs analysis stage, the design stage designs the E-LKPD, the development carries out material and media validation tests, implementation with practicality tests and evaluation at the four previous stages. The average result of material validation was 78.8% and media validation was 87.7%, with an overall average validation result of 83.2% with very valid criteria because the material content was easy to understand and the media was easy to use. The average practicality test result was 91.1% with very practical criteria because the material was easy to understand and the media was interesting to use.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Multimedia Interaktif Berdiferensiasi untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik SD/MI Muhammadiyah Metro Lisa Meilinda Sari; Rahmawati, Dwi; Andayani, Sutrisni
Trigonometri: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : Lppm Universitas Nurul Hud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/amqvj952

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan media dalam pembelajaran matematikayang perlu dikembangkan untuk peserta didik kelas 4 SD/MI Muhammadiyah Metro. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik kelas 4 SD Muhammadiyah Metro Pusat. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, tes, dan angket. Tahapan analisis yang dilakukan yaitu mentranskrip data, menelaah data, mereduksi data, mendeskripsikan, dan membuat kesimpulan. Analisis data hasil angket dan tes dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang digunakan pendidik kelas masih belum bervariasi, peserta didik membutuhkan bahan ajar yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri, peserta didik membutuhkan media yang interaktif yang memanfaatkan teknologi, peserta didik membutuhkan media berdiferensiasi yang menyesuaikan kemampuan awal yang bervariasi, mengakomodir gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik, peserta didik cenderung menghafalkan rumus-rumus tetapi belum memahami konsep dasar sehingga kurang melatih kemampuan untuk memecahkan masalah, media masih terfokus pada buku paket dan pemberian soal hanya mengambil masalah yang ada di buku paket, peserta didik sulit menyelesaikan soal pemecahan masalah karena hanya diberikan soal rutin, dan soal pemecahan masalah belum banyak menggunakan soal kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perlu dikembangkan multimedia interaktif sesuai karakteristik peserta didik dan perkembangan teknologi yang ada. Media berupa multimedia merupakan salah satu alternatif media yang diperlukan dalam memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, dengan multimedia interaktif ini digunakan untuk kemamampuan pemecahan masalah.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERDIFERENSIASI BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MELATIH KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA ES, Yeni Rahmawati; Andayani, Sutrisni; Sari, Lisa Meilinda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.14242

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita dan belum optimalnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif serta belum memperhatikan perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian ini bertujuan merancang media pembelajaran matematika yang interaktif dan berdiferensiasi dengan menerapkan model discovery learning untuk melatih kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Penelitian ini menerapkan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima langkah utama, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Produk dikembangkan dalam bentuk media interaktif menggunakan aplikasi Genially, yang memuat materi pengolahan data untuk siswa kelas IV SD. Proses validasi melibatkan dua ahli materi dan dua ahli media sebagai validator, serta diujicobakan pada 10 siswa dalam kelompok kecil di SD Muhammadiyah Metro. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif ini sangat valid dengan rata-rata penilaian 84,1% dan hasil uji kepraktisan menunjukkan sangat praktis dengan rata-rata penilaian siswa sebesar 90,8%. Media pembelajaran yang dikembangkan ini bersifat interaktif, mendukung pembelajaran mandiri, dan disusun dengan memperhatikan gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik). Keunggulan lain dari media ini adalah penyajian soal kontekstual, langkah pembelajaran berbasis penemuan, dan tampilan yang menarik. Kesimpulannya media interaktif matematika berdiferensiasi berbasis discovery learning ini valid dan praktis digunakan, serta membantu melatih kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Pendampingan Pembuatan Modul Ajar dan Gambar Tematik Menggunakan Canva Bagi Guru TK Aisyiyah Hadimulyo Andayani, Sutrisni; Dacholfany, M. Ihsan; Sudarman, Sudarman; Sujino, Sujino
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v5i1.hal.23-34

Abstract

Mitra pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah se-PCA Hadimulyo, yaitu TK Aisyiyah Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur, yang masih terkendala dalam membuat modul ajar tematik dan media gambar yang lebih praktis, cepat dan menarik. Oleh karena itu perlunya pelatihan dan pendampingan dalam membuat modul ajar dan media gambar tematik menggunakan canva. Tujuan pengabdian ini adalah: Mitra memiliki pengetahuan dan ketrampilan membuat modul ajar tematik dan media gambar menggunakan canva. yang dilakukan melalui: 1) Sosialisasi, bertujuan agar mitra memahami pentingnya menyusun modul ajar tematik dan media gambar menggunakan canva, 2) Pelatihan, guru diberikan materi dan praktek menyusun modul ajar tematik dan gambar menggunakan canva, bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan guru, 3) Pendampingan, dilakukan melalui pembimbingan kepada guru, 4) Evaluasi, untuk mengetahui apakah guru trampil menyusun modul ajar tematik dan gambar menggunakan canva, Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah: mitra memliki ketrampilan membuat modul ajar tematik dan media gambar menggunakan canva. Mitra merasa tertarik dan trampil menyusun modul ajar tematik dan membuat gambar dengan canva. Saran yang diberikan yaitu agar diberikan pelatihan bervariasi untuk meningkatkan inovasi guru.
LITERATURE REVIEW: STEAM-BASED E-LKPD FOR ENHANCING STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS Perastiati, Yuli; Andayani, Sutrisni; Rahmawati, Dwi
Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Vol 9, No 1 (2026): HIPOTENUSA JOURNAL OF RESEARCH MATHEMATICS EDUCATION (HJRME)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/hjrme.v9i1.4469

Abstract

Students’ low critical thinking ability remains a major challenge in school learning and is often driven by the dominance of conventional, teacher-centered instruction, which provides limited opportunities for learners to practice analyzing problems, constructing logical reasoning, drawing conclusions, and reviewing their answers. This situation highlights the need for innovative digital learning materials that promote active, contextual learning aligned with 21st-century skills. This study aims to analyze the impact of STEAM-based E-LKPD on improving students’ critical thinking skills. The study employed a literature review method by analyzing 10 articles retrieved from the Scopus and Google Scholar databases. The synthesis indicates that STEM/STEAM-based E-LKPD is consistently considered feasible and effective in enhancing critical thinking, as reflected in moderate-to-high gains and/or clear performance differences between experimental and control groups. The strongest effects occur when E-LKPD is integrated with problem- or project-based activities and supported by media such as animated videos or interactive applications (e.g., Canva) that facilitate concept visualization, document learning processes, and strengthen students’ reasoning in designing solutions and evaluating findings
Mathematical Representation Ability in Junior High School Students: Study Literature Review Sari, Minda Ayu Rahma; Rahmawati, Dwi; Andayani, Sutrisni
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 3 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.3.p.832-851

Abstract

This study aims to examine junior high school students’ mathematical representation abilities through a literature review of empirical research discussing forms of representation, influencing factors, and the instructional models used to enhance these abilities. The analysis indicates that visual, symbolic, and verbal representations remain the primary components explored in mathematics learning, with many students still struggling to connect these forms effectively. Prior studies suggest that such difficulties are influenced by learning styles, prior knowledge, and limited exposure to non-routine problem-solving tasks. Various instructional models, such as Realistic Mathematics Education, Contextual Teaching and Learning, problem-based learning, discovery learning, and technology-supported media including GeoGebra and mathematics comics, have shown positive effects on improving representational performance. The literature also emphasizes the importance of teacher scaffolding and contextually relevant learning materials in strengthening students’ representational understanding. Overall, this review highlights that mathematical representation ability is a crucial foundation in junior high school mathematics. The development of instructional strategies that encourage exploration and meaningful connections across representation forms must be further strengthened. Future research is encouraged to adopt mixed-methods approaches to provide a more comprehensive understanding of students’ representational processes.