Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFIKASI VARIASI DAN EKSPRESI GEN PADA STROKE ISKEMIK DENGAN PENDEKATAN BIOINFORMATIKA Febriana Astuti; Rafiastiana Capritasari; Delfi Iskardyani; Ilham Alifiar; Lalu Muhammad Irham
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i1.1302

Abstract

Stroke adalah penyebab utama penyakit serebrovaskular (CVD) dan merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang cukup besar dalam masyarakat. Sekitar 80-85% dari seluruh kasus stroke disebabkan oleh iskemik. Faktor genetika memainkan peran penting dalam stroke yang terjadi lebih awal. Riwayat stroke dalam keluarga dikaitkan dengan prevalensi dan kejadian stroke yang lebih tinggi. Hingga saat ini, penelitian mengenai stroke iskemik masih terbatas pada pengidentifikasian variasi gen yang mempengaruhi, namun belum menghasilkan laporan yang secara spesifik menunjukkan variasi gen mana yang paling signifikan dalam menyebabkan stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan database genomik dalam menganalisis bioinformatik untuk mengidentifikasi variasi gen yang memiliki korelasi paling kuat dengan stroke iskemik. Peneliti memanfaatkan sejumlah database, termasuk katalog GWAS, katalog PheWAS, HaploReg (v41.), dan portal GTEx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen GCKR, ALDH2, dan F5 terkait secara signifikan dengan stroke iskemik, serta menunjukkan tingkat ekspresi yang tinggi pada beberapa jenis jaringan seperti hati, adiposa subkutan, ovarium, dan seluruh darah. Variasi gen berdasarkan frekuensi varian alel (rs1260326, rs671, rs6025) terkait stroke iskemik menunjukkan ekspresi jaringan tertinggi di liver. Penelitian ini menekankan pada penggabungan database genomik dan analisis bioinformatik yang mampu mengidentifikasi variasi gen yang memiliki peran penting dalam patogenesis stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Peneliti merekomendasikan agar penelitian berikutnya memfokuskan validasi klinis variasi gen tersebut, terutama pada populasi Indonesia.
REVIEW: THE ROLE OF HERBAL AS A THERAPY FOR ENDOTHELIAL DYSFUNCTION IN CARDIOVASCULAR DISEASES: NARRATIVE REVIEW Febriana Astuti; Akrom; Rafiastiana Capritasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1238

Abstract

Atherosclerosis, diabetes mellitus, hypertension, and aging are examples of cardiovascular illnesses, the pathogenesis of which is affected by endothelial dysfunction. Many patients with cardiovascular disease already use herbs or combine herbs with medications prescribed by doctors. Herbs have emerged as alternative treatments for health maintenance. Herbs are in increasing demand by patients and health professionals. An overview of the role of herbal plants, their active substances, and their mechanisms of action as therapies for endothelial dysfunction to prevent the worsening of cardiovascular disease is presented in this review. The research was carried out by reviewing published scientific papers using online sources, such as PubMed and Google Scholar. Herbs can be used as a therapy for endothelial dysfunction to prevent the worsening of cardiovascular disease through various mechanisms, including inhibition of oxidative stress through the COX-2 and NOX2 pathways, inhibition of NADPH oxidase, inhibition of ROS formation through Src/EGFR/Akt, and increasing nitric oxide (NO) production by activating eNOS. The benefits and potential of herbal plants in dysfunction therapy to prevent cardiovascular disease need to be further developed for plants that grow widely in Indonesia. Furthermore, it is necessary to develop mechanisms for other targets, such as immunomodulatory therapy, to prevent cardiovascular disease from worsening. Keywords: Herbals, Endothelial Dysfunction, Cardiovascular Disease
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Penggunaan Multivitamin Pada Peserta Seleksi Bintara Tenaga Kesehatan TNI AU Astuti, Febriana; Capritasari, Rafiastiana; Sumego, Mintoro
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.4147

Abstract

Pendahuluan: Multivitamin berguna dalam meningkatkan, memperbaiki dan memelihara kesehatan. Selain itu multivitamin juga memiliki efek fisiologis serta berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penggunaan multivitamin harus sesuai dengan aturan pakai guna mencegah efek samping yang tidak diinginkan. Tahap awal seleksi bintara tenaga kesehatan TNI AU adalah tes samapta. Tes samapta jasmani merupakan alat untuk mengukur kemampuan kondisi atau kebugaran jasmani. Tes samapta merupakan tes untuk kebugaran jasmani sehingga para peserta seleksi banyak yang mengonsumsi multivitamin untuk menjaga stamina tubuh selama mengikuti tes samapta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan multivitamin pada peserta seleksi bintara tenaga kesehatan TNI AU. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini mengumpulkan data dengan menggunakan survei, pengambilan sampel menggunakan teknik non propability sampling dengan pendekatan total sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 35 dan dilakukan uji statistis, yaitu dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan kategori baik 37,1% dan cukup sebanyak 62,9%. Adapun perilaku yang tergolong baik sebanyak 17,1% dan cukup sebanyak 82,9%. Hasil uji analisis menyatakan bahwa nilai signifikansi berjumlah 0,039 (<0,05) yang berarti terdapat adanya pengaruh antara pengetahuan pada perilaku. Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku. Kata Kunci: bintara, multivitamin, pengetahuan, perilaku, tenaga kesehatan
PERBANDINGAN RENDEMEN DAN KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI Azzahra, Fara; Putri, Viona Melinda; Utami, Anisa; Astuti, Febriana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i2.1301

Abstract

Daun alpukat merupakan salah satu bagian dari tanaman yang mengandung zat aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Kandungan zat aktif daun alpukat diperoleh dengan proses ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi dapat berpengaruh terhadap rendemen dan kandungan kimia. Tujuan penelitian mengetahui perbandingan rendemen dan kandungan zat aktif ekstrak daun alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental posttest only design. Daun alpukat diekstraksi menggunakan metode maserasi dan soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemen serta dilakukan uji kandungan zat aktif berupa uji fenolik, uji alkaloid, uji flavonoid, uji tanin, uji saponin, dan uji terpenoid. Data uji kandungan zat aktif dianalisis secara deskriptif dan data rendemen dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ekstrak daun alpukat menunjukkan rata-rata rendemen pada maserasi sebesar 3,20±0,72% dan soxhlet sebesar 8,97±0,82% hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap metode ekstraksi. Berdasarkan hasil skrining fitokimia pada ekstrak daun alpukat metode ekstraksi maserasi dan soxhlet tidak menunjukkan adanya perbedaan kandungan zat aktif. Kesimpulan penelitian ini bahwa perbedaan metode ekstaksi berpengaruh terhadap nilai rendemen, tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan zat aktif ekstrak daun alpukat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT MASYARAKAT DI DUSUN SANAN PLERET BANTUL Astuti, Febriana; Apriyani, Herlinan Dwi; Capritasari, Rafiastiana; Azzahra, Faza; Yusuf, Anna Lesmanasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1303

Abstract

Mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep yang tepat dan rasional dikenal dengan istilah swamedikasi (Pratiwi et al., 2018). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi sebesar 84,34%. Dari 84,34% masyarakat indonesia presentase masyarakat yang melakukan swamedikasi, 82,55% diantaranya masyarakat yogyakarta (BPS,2022). Hasil studi pendahuluan di Dusun Sanan menunjukkan bahwa keterbatasan informasi dan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat rentan terhadap informasi komersial tentang obat, yang dapat menyebabkan pengobatan yang tidak rasional jika tidak diberikan informasi yang benar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat masyarakat di Dusun Sanan, Kelurahan Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Penelitian korelasional    dengan    pendekatan    cross sectional ini, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 277 responden diminta untuk mengisi kuisioner, dan uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Secara keseluruhan, hasil analisis deskriptif variabel menunjukkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat adalah baik. Hasil frekuensi swamedikasi, tempat pembelian, jarak lokasi, harga obat, efek samping, dan sumber informasi memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signifikansi < 0,05. Sedangkan untuk nama obat, bentuk obat, dan keluhan ringan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signfikansi > 0,05.
GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS SEWON 1 KABUPATEN BANTUL PERIODE MEI 2021 Febriana Astuti
Health Care Media Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Healthcare Media
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.173

Abstract

Paradigma pelayanan kefarmasian saat ini telah bergeser dari pelayanan obat (drug oriented) menjadi pelayanan pasien (patient oriented). Obat-obatan menjadi unsur penting yang harus disimpan dengan benar agar dapat mempertahankan mutu dari suatu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul periode Mei 2021.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan pengamatan langsung dengan mendiskripsikan sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul. Pengamatan langsung menggunakan lembar checklist yang meliputi aspek pengaturan tata ruang, cara penyimpanan obat, pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu obat. Berdasarkan hasil penelitian sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul menunujukkan kategori baik pada indikator cara penyimpanan obat (80%) dan pengamatan mutu obat (88,33%). Sementara itu sistem penyimpanan obat menunjukkan kategori cukup pada indikator pengaturan tata ruang (73,33%) dan pencatatan kartu stok (70%). Sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sewon 1 Kabupaten Bantul Periode Mei 2021 termasuk dalam kategori baik.
Nanotechnology-Based Nanopolymeric Polyherbal Formulation for Enhanced Antioxidant and Anti-Glycation Activity Astuti, Febriana; Mustofa; Arif Budi Setianto; Akrom
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.3.972-981

Abstract

Elevated oxidative stress and glycation give to the enhancement of degenerative condition such as diabetes and heart disease. Herbal extracts such as Apium graveolens, Centella asiatica, and Orthosiphon stamineus possess well-documented antioxidant and anti-glycation properties. However, their therapeutic effectiveness is measured by poor bioavailability, highlighting the need for innovative formulations. Nanotechnology presents a indicative of success approach by improving the solubility and distribution of active compounds. This study developed a nanopolymeric formulation by combining extracts of Apium graveolens, Centella asiatica, and Orthosiphon stamineus utilizing the ionic gelation method by chitosan, NaTPP, and Tween 80. The nanoparticles were characterized based on particle size, PDI, zeta capability, TEM, and FTIR. In vitro assays utilizing peripheral blood mononuclear cells (PBMCs) were conducted to analyze antioxidant activity through Nrf2 and GST expression, and anti-glycation capability by measuring AGEs. The nanopolyherbal particles had an average size of 186 ± 46.81 nm, by a PDI of 0.434 ± 0.04 and a zeta capability of -29.69 ± 1.54 mV. Both 1% and 3% nanopolyherbal treatments increased Nrf2 stages (66.77 ± 7.65 and 63.13 ± 2.75, respectively) and GST stages (87.97 ± 49.48 and 73.57 ± 4.61) compared to the control group (Nrf2: 54.1 ± 1.0; GST: 68.93 ± 2.28). The nanopolyherbal formulation also significantly decreased AGE itemion (1%: 1075.67 ± 107.51; 3%: 813.33 ± 117.05) compared to the control (1497.33 ± 161.58). These outcomes reveal that the nanopolyherbal formulation enhances antioxidant activity and inhibits glycation in PBMCs, suggesting its capability for managing oxidative stress-related condition.
PREDIKSI TOKSISITAS, ANALISIS ADME DAN DOCKING MOLEKULER ASIATICOSIDE TERHADAP PENGHAMBATAN ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME: TOXICITY PREDICTION, ADME ANALYSIS AND MOLECULAR DOCKING OF ASIATICOSIDE AGAINST ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME INHIBITION Capritasari, Rafiastiana; Akrom, Akrom; Setianto, Arif Budi; Putri, Meilisa; Hasna, Elly Rosita; Astuti, Febriana
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 1 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v14i1.2411

Abstract

The presence of risk factors related to the severity of cardiovascular disease is a key consideration in adjunct therapy as an immunostimulant.One of the plants with potential as a cardioprotective immunostimulant is pegagan.Asiaticoside in pegagan leaves can inhibit AT1R and reduce NF-κβ activity.This study aims to predict the interaction of ligands with the receptor of cardioprotective immunostimulant agents.This study uses Molecular Docking simulations with molecular docking using Autodock Tools 1.5.6 and visualization using BIOVIA Discovery Studio Visualizer 24.1.The target macromolecule used is AT1R (PDB 4ZUD) which was downloaded from the PDB.The molecular docking parameters were analyzed based on binding energy.Pharmacokinetic characteristics were evaluated using the SwissADME tool.The binding result of the test ligand molecule to AT1R is -4.50 ±0.595 kcal/mol. The reference ligand has an AT1R binding value of -7.74±0.036 kcal/mol. Validation of the molecular docking method has an RMSD value of 1.857±0.356 Å. The toxicity prediction of the compound Asiatikoside at LD50 4000mg/kg and pharmacokinetic analysis were conducted using the boiled-egg method, which indicates that  Asiatikoside is predicted cannot cross the blood-brain barrier. The ADME prediction results show that the Asiatikoside has 3 parameters that do not meet the bioavailability parameters, namely a molecular weight of 959.12g/mol, TPSA polarity of 315.21A, and flexibility of 10. Conclusion Asiaticosides is predicted to have limitations in terms of oral bioavailability, so special formulations such as nanoencapsulation techniques are needed to help improve its bioavailability Keywords:  Asiaticosides; ACE Inhibition; Molecular Docking
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN PROGRAM DAGUSIBU DI DUSUN BEDIL WETAN, SEMIN, GUNUNG KIDUL Nur Absul Goni; Marius Agung S.J; Febriana Astuti; Asnaya Ayysy Rahmadhani; Citra Farah Diana Simatupang; Mutiara Laila Azizah; Devi Febriella; Farah Nur Rahadatul Aisy; Nadhifa Rizq Raissa Puteri; Rahmadani Tirta Ningrum; Rizky Amanda; Taufiq Rahmadi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat masih belum merata. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan seperti penggunaan obat yang berlebihan dan kurangnya edukasi dari tenaga kesehatan. Dusun Bedil Wetan, Desa Semin, Gunung Kidul merupakan salah satu contoh munculnya permasalahan tersebut. Sehingga diadakan penyuluhan tentang penggunaan obat di Desa Dagusibu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test, ceramah, tanya jawab, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti penyuluhan dengan rata-rata skor pre-test sebesar 44% meningkat menjadi 56% pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa materi edukasi yang disampaikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang baik dan rasional.
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Cacingan Anak Pada ibu-ibu PKK Dusun Ngipik, Banguntapan Bantul Astuti, Febriana; Capritasari, Rafiastiana; Arifin, Novi Rizal; Azhima, Adelia; Wicaksono, Herlambang; Karabu, Ince Rambu
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2512

Abstract

Stunting pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kecacingan atau infeksi telur cacing. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu anggota PKK di Dusun Ngipik Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul , terkait cara mencegah kecacingan. Metode yang digunakan antara lain adalah penyuluhan serta survey dengan menggunakan kuseioner yang terdiri atas pre test yang diberikan sebelum penyuluhan dimulai dan post test atau setelah penyuluhan selesai untuk melihat peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Terdapat peningkatan pengetahuan dari anggota PKK setelah dilakukannya penyuluhan, yaitu yang awalnya terdapat 20 responden (62,5%) dengan tingkat pengetahuan baik, naik menjadi 31 responden (96,9%). Selanjutnya untuk tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yang awalnya sebanyak 8 responden (25%) turun menjadi 1 responden (3%), sedangkan responden dengan kategori kurang yang awalnya berjumlah 4 orang responden (12,5%) berubah menjadi 0 responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan responden dapat dengan baik menerima informasi yang disampaikan dan terdapat peningkatkan pengetahuan dari anggota PKK Dusun Ngipik terkait pencegahan kecacingan pada anak.