Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ramatekno

Implementasi Face Recognition untuk Sistem Absensi Karyawan dengan Pendeteksi Suhu Berbasis Raspberry Deni Kurnia; Sabrina Aisyah Putri; Emmanuel Agung Nugroho
JURNAL RAMATEKNO Vol 1 No 2 (2021): Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.731 KB) | DOI: 10.61713/jrt.v1i2.18

Abstract

Face Recognition adalah salah satu teknologi biometrik yang telah banyak diaplikasikan dalam sistem absensi dengan menggunakan sebuah kamera. Pada sistem ini sample wajah di simpan dalam suatu database kemudian kamera melakukan capture pada wajah dengan jarak lebih kecil dari 80 cm. Sistem ini juga dilengkapi dengan pendeteksi suhu menggunakan sensor MLX90614 dengan output berupa tampilan suara pada speaker. Algoritma yang digunakan adalah algoritma Haar Cascade Classifier (HCC) dan algoritma Local Binary Pattern Histogram (LPBH). Cara kerja algoritma HCC yaitu dengan mendeteksi citra wajah dalam dimensi tertentu, sedangkan cara kerja algoritma LBPH yaitu mengenali wajah manusia dalam berbagai bentuk ekspresi. Sebuah web camera berfungsi untuk mendeteksi wajah (face detection), kemudian dilakukan face traning yang dilanjutkan dengan pengenalan wajah (face recognition) secara realtime melalui sebuah program python. Pada tahap berikutnya hasil face recognition akan disimpan ke dalam suatu database. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 30 sample citra wajah. Sistem ini dikendalikan oleh sebuah mikrokontroller berupa Raspberry pi 4. Kelebihan dari penggunaan Raspberry pi 4 ini yaitu dapat di kontrol secara mobile menggunakan localhost sistem. Dengan menggunakan Raspberry pi 4 terbukti sangat efektif karena pengontrolan mudah dilakukan, bersifat compact dengan dimensi yang kecil dan powerfull.
KORELASI ANTARA WAKTU BELAJAR DENGAN HASIL PEMBELAJARAN: STUDI KASUS PENDIDIKAN VOKASI POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA Afzeri; Kurnia, Deni; Nugroho, Emmanuel Agung
JURNAL RAMATEKNO Vol 3 No 2 (2023): Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v3i2.102

Abstract

Pendidikan tinggi menggunakan pembelajaran yang menuntut kemandirian yang lebih tinggi dibandingkan dengan level pendidikan dibawahnya. Pengaturan waktu belajar diarahkan pada mahasiswa sesuai dengan kebiasaan yang baik bagi masing-masing. Namun dalam aturan pembelajaran yang di tentukan pemerintah, setiap mahasiswa harus memenuhi waktu belajar minumum untuk menyelesaikan sesuai jumlah SKS. Strategi pembelajaran pada pendidikan Vokasi PEI memiliki karakteristik dimana adanya pembelajaran yang aktif berupa teori dan praktik yang dilaksanakan secara terjadwal dikampus dan pembelajaran mandiri yang dilakukan diluar jadwal. Mahasiswa diharapkan mampu untuk menentukan pendalaman, kapan, metode dan bagaimana cara belajar serta waktu belajar yang sesuai dengan waktu belajar yang dicatatkan ke database. Pengambilan data kehadiran dilakukan secara online dimana mahasiswa secara langsung melakukan presensi kehadiran saat perkuliahan dimulai dan hasil disimpan dalam satuan menit kedalam database. Analisis regresi multivariable dilakukan untuk melihat korelasi antara waktu kehadiran di kelas dan waktu pembelajaran mandiri dengan nilai yang diperoleh. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara waktu belajar dikelas dengan nilai yang dicapai dengan P Value kurang dari 0.01. Sementara itu waktu belajar mandiri dirumah secara mandiri dan online (saat pandemic) tidak memperlihatkan korelasi yang signifikan.
Enhancing Auto Strapping Machine Performance Through Six Sigma: A Textile Industry Case Study Kurnia, Deni; Afzeri; Widiawati, Windi
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i1.215

Abstract

In modern industrial manufacturing, production efficiency and quality assurance are critical factors for maintaining competitiveness. One key element in this process is the auto strapping machine, which plays a vital role in packaging and securing products for distribution. However, frequent breakdowns and performance inefficiencies in these machines can disrupt operations, leading to increased downtime and production losses. This study applies the Six Sigma methodology, specifically the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach, to optimize the performance of auto strapping machines in a textile industry case study. The research identifies major causes of inefficiencies, including mechanical failures, material inconsistencies, and human factors. Using tools such as Pareto charts and Why-Why analysis, the study pinpoints critical failure points, leading to targeted corrective actions such as enhanced maintenance schedules, operator training, and material quality control. The implementation of these improvements resulted in a significant reduction in defects per million opportunities (DPMO) from 794,288 to 517,281 and an improvement in the sigma level from -0.82 to -0.04. These findings highlight the effectiveness of the Six Sigma framework in identifying root causes of machine inefficiencies and implementing structured improvements. The study contributes valuable insights for industries looking to enhance machine reliability and overall operational efficiency. By standardizing best practices and fostering a culture of continuous improvement, manufacturers can reduce downtime, improve product quality, and enhance production sustainability.
ROOT CAUSE ANALYSIS PADA PROSES RITASE DI QUARRY ANDESIT Riyadi, Slamet; Pratiwi, Kiki; Kurnia, Deni
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.272

Abstract

Kegiatan ritase merupakan faktor kritis dalam efisiensi operasional tambang andesit. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar penyebab inefisiensi ritase menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif di sebuah quarry andesit di Purwakarta. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama tahun 2024, mencakup waktu edar, jumlah ritase, breakdown time, dan konsumsi bahan bakar. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menghitung produktivitas dan efisiensi bahan bakar, sedangkan analisis kualitatif menggunakan diagram fishbone berdasarkan kategori 4M (Manusia, Mesin, Metode, Lingkungan). Produktivitas ritase berfluktuasi sepanjang tahun, dengan efisiensi bahan bakar berkisar 0,12–0,23 liter/m³. Nilai match factor sebesar 0,87 menunjukkan ketidakseimbangan antara alat gali dan angkut. Faktor dominan yang memengaruhi inefisiensi adalah kecepatan operator, kondisi jalan tambang, serta kondisi teknis alat berat. RCA efektif mengidentifikasi akar masalah secara sistematis. Perbaikan perlu difokuskan pada peningkatan keterampilan operator, perawatan preventif alat, dan pemeliharaan jalan tambang. Implementasi rekomendasi berbasis RCA berpotensi meningkatkan efisiensi hingga 15–20% serta mengurangi downtime. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen tambang dalam optimalisasi operasional. Kata kunci: RCA, Ritase, Produktivitas, Cycle Time, Fishbone Diagram Hauling trips (ritase) are critical to operational efficiency in andesite mining. This study aims to identify root causes of inefficiency in ritase using Root Cause Analysis (RCA). A mixed descriptive-quantitative and qualitative approach was applied at an andesite quarry in Purwakarta. Primary data from 2024—including cycle time, number of trips, breakdown time, and fuel consumption—were collected through field observation, semi-structured interviews, and documentation. Quantitative analysis assessed productivity and fuel efficiency, while qualitative RCA employed a fishbone diagram based on the 4M categories: Man, Machine, Method, and Environment. Ritase productivity fluctuated throughout the year, with fuel efficiency ranging from 0.12 to 0.23 liters/m³. The match factor of 0.87 indicated an imbalance between loading and hauling equipment. Dominant inefficiency factors included operator driving speed, mine road conditions, and mechanical condition of heavy equipment. RCA proved effective in systematically uncovering root causes. Key improvements should focus on operator training, preventive maintenance, and road upkeep. Evidence-based RCA recommendations could enhance operational efficiency by 15–20% and reduce equipment downtime. This study offers practical insights for mine management to optimize hauling operations and supports broader application of RCA in small-to-medium Indonesian mining operations. . Keywords: RCA, Ritase, Productivity, Cycle Time, Fishbone Diagram