Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KAPASITAS MOMEN NOMINAL PROFIL PADA KONDISI STRAIN HARDENING Angelo Adrian Ibrahim; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam material baja terdapat 3 zona yaitu zona elastis, zona plastis , dan zona strain hardening. Pada analisis zona plastis yang disebut analisis plastis, baja dianggap seolah-olah mengalami keadaan plastis hingga putus. Pada kenyataannya masih ada zona strain hardening yang terjadi pada material baja dengan efek terjadi peningkatan tegangan . Hal ini yang mendasari analisis ini untuk mencoba menganalisis seberapa besar peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi pada baja jika memperhitungkan kondisi strain hardening. Pada analisis ini dilakukan analisis kapasitas momen nominal pada kondisi elastis, kondisi strain hardening, dan kondisi putus. Grafik hubungan tegangan dan regangan yang digunakan menggunakan mutu Q335B dengan nilai tegangan leleh sebesar 384 MPa. Profil yang digunakan pada analisis ini adalah WF dengan dimensi 200.100.5,5.8. Pada grafik hubungan tegangan dan regangan , ditentukan 7 titik tinjau dari kondisi elastis hingga kondisi putus guna menyederhanakan grafik tegangan yang awalnya kurvatur menjadi multilinier.Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kapasitas momen nominal yang didapat pada kondisi elastis adalah 67,6198 kNm. Pada kondisi strain hardening, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2785 kNm. Pada kondisi putus, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2945 kNm. Peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi strain hardening yaitu 60,1283%. Sedangkan peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi putus yaitu 60,1521%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar regangan yang terjadi pada baja, semakin besar juga kapasitas momen nominal yang dapat ditahan oleh profil. Kata kunci: Baja, Strain Hardening, Profil WF, Momen Nominal, Elastis
Performance Model of Planning Consulting Companies in Green Building and Sustainable Design Planning Achievements Prianto, Kusnul; Antariksa; Wisnumurti; Sarwono
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2024.015.01.06

Abstract

This study is a collaborative effort aimed at finding a performance model for a planning consulting firm for achieving green building and sustainable design planning. The method used in this research is qualitative, with SEM analysis tools to find an ideal model. The results of the study found the Planning Consulting Company's performance model in achieving sustainable and green building design planning. It was found that the first model patterned a positive relationship between the consulting company performance indicators and green building. Meanwhile, the second model shows a positive relationship between the Green Building Planning Consulting Company's performance indicators and sustainable development. The test results for the coefficient of determination (R-square) obtained from the first model are the influence of variables site management to wastewater management on the variable green building of 0.757 so that variable green building can be explained by variables site management to wastewater management of 75.7%. Other variables outside this study influence the remaining 24.3%. The coefficient of determination (R-square) obtained from the second model is the effect of the variables green building and site management to wastewater management on the variable sustainable development of 0.790, so the variable sustainable development can be explained by the variables green building and site management to wastewater management of 79%, and other variables outside of this study influence the remaining 21%. We invite you to be part of this collaborative effort and share your insights on these findings. Keywords: performance model, planning consultant, green building, sustainability
Prediction of Creep Concrete in Lightweight Concrete with Pumice as Coarse Aggregate Maulidyah, Chairah; Wisnumurti; Desy Setyowulan
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.03.7

Abstract

Concrete creep is the additional strain that develops in concrete under constant stress over time. In this study, lightweight concrete is created by entirely replacing coarse aggregate with pumice to reduce the concrete's overall weight. The research involves producing 18 cylindrical concrete test specimens with a diameter of 150mm and a height of 300mm. These specimens include three normal and three lightweight concrete samples for each 90-day creep test and three normal and three lightweight concrete samples for compressive strength tests on the 14th and 28th days. The variation in aggregate proportions affects the aggregate content and weight in each type of concrete, influencing their properties. This is evident in the creep curves for the lightweight concrete samples. Similarly, the differences in the creep curves for normal concrete samples are attributed to stress distribution during loading. The strain acceleration between normal and lightweight concrete under load remains similar until the final loading day at 90 days. However, lightweight concrete significantly increases creep value after prolonged loading, rising by 35.85%. In contrast, normal concrete exhibits a creep increase of 16.51% from the beginning of loading until the 90th day.
Analisis Pengoptimasian Material Baja Tulangan pada Struktur Beton Bertulang Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II Gedung Fakultas Farmasi Menggunakan Metode Integer Programming. Kevin D. E. Silitonga; M. Hamzah Hasyim; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tengah berupaya menjadi negara maju dengan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pesatnya perkembangan konstruksi menghadapi tantangan berupa pemborosan material (waste), khususnya pada baja tulangan, akibat perencanaan yang kurang optimal. Pemborosan ini tidak hanya menyebabkan kerugian biaya, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode Integer Linear Programming (ILP) dengan bantuan Software QM for windows dan Program integer excel untuk mengoptimalkan penggunaan baja tulangan dalam proyek konstruksi. Dengan metode ini, diharapkan waste material dapat diminimalkan, sehingga efisiensi dan efektivitas proyek konstruksi dapat ditingkatkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bar bending schedule untuk pekerjaan kolom, balok, pilecap, dan sloof dengan diameter baja tulangan D10, D13, D16, D19, D22, dan D25. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan pola pemotongan baja tulangan yang optimal. Hasil optimalisasi menunjukkan total kebutuhan baja tulangan dari seluruh diameter adalah 16987 batang, dengan waste sebesar 0,61%. Kata Kunci: baja tulangan, waste, optimalisasi,baja tulangan, integer linear programming
ANALISIS HAMBATAN DALAM PENERAPAN KONSTRUKSI MODULAR BERDASARKAN PERSEPSI KONTRAKTOR PT X DI JAKARTA Purwaningrum, Putri; Negara, Kartika Puspa; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi memegang peranan krusial dalam pembangunan, namun tak dapat dimungkiri bahwa sektor ini turut menyumbang pada krisis lingkungan global melalui emisi CO2, limbah, dan konsumsi energi. Dalam konteks ini, konstruksi modular menawarkan potensi signifikan sebagai pendekatan berkelanjutan yang mampu mengatasi isu-isu tersebut, namun penerapannya di Indonesia masih belum masif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam penerapan konstruksi modular di Indonesia dengan survei kuantitatif pada tiga perusahaan di wilayah Jakarta yang memiliki pengalaman dalam proyek modular. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran komprehensi mengenai hambatan utama yang menghambat implementasi pendekatan ini.
Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam pada Struktur Gedung Hasyr Thawaf Syahristany Rahman; Roland Martin Simatupang; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding geser merupakan elemen vertikal yang berfungsi meningkatkan kekakuan dan kestabilan struktur terhadap gaya gempa dan angin. Namun, penempatannya, seperti penggunaan dinding beton bertulang pada area evakuasi, dapat menimbulkan ketidakseimbangan massa dan kekakuan yang memicu torsi saat terjadi gempa. Desain bangunan modern tidak hanya harus memenuhi aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, termasuk ketentuan area evakuasi tahan api sesuai regulasi. Permasalahan muncul ketika penambahan elemen struktural di area evakuasi, meskipun bertujuan memperkuat struktur, justru meningkatkan risiko ketidakteraturan torsi akibat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkuatan tambahan terhadap ketidakteraturan torsi pada bangunan. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua model menggunakan perangkat lunak struktur: Model 1 (eksisting) dan Model 2 (dengan penambahan dinding geser setebal 25 cm). Evaluasi mengikuti ketentuan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, dengan pengendalian partisipasi massa dan skala gaya gempa. Parameter yang dianalisis meliputi ketidakteraturan torsi, simpangan antar tingkat, serta gaya dalam (gaya geser, aksial, dan momen). Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 1 mengalami ketidakteraturan torsi dan tidak memenuhi persyaratan simpangan pada beberapa tingkat. Sebaliknya, penambahan dinding geser pada Model 2 menghilangkan ketidakteraturan torsi, membuat simpangan memenuhi syarat, serta menurunkan gaya dalam secara signifikan, yaitu sebesar 3,2% hingga 71,80%. Temuan ini menegaskan pentingnya perkuatan struktural dalam meningkatkan kinerja seismik bangunan. Kata kunci : dinding geser, gaya dalam, ketidakberaturan torsi, simpangan, torsi
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang akibat Pengaruh Tangga dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Maulana Rizqi Riwawo; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi, menghadapi tantangan besar dalam merancang bangunan yang dapat bertahan terhadap bencana seismik. Salah satu elemen yang sering terabaikan dalam perancangan struktur bangunan adalah tangga. Meskipun fungsi utamanya sebagai akses vertikal, keberadaan tangga ternyata dapat memengaruhi kinerja struktural bangunan, terutama dalam menghadapi beban gempa. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh tangga terhadap kinerja seismik bangunan bertingkat dengan menggunakan metode analisis pushover. Dua model gedung dianalisis, yaitu model dengan tangga dan tanpa tangga untuk membandingkan respons struktural pada parameter berupa perpindahan (displacement), simpangan antar lantai, gaya geser dasar (base shear), dan kemunculan sendi plastis. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan tangga memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengurangi perpindahan dan simpangan antar lantai. Selain itu, struktur dengan tangga juga menunjukkan kapasitas yang lebih tinggi dalam menahan gaya geser dasar. Meskipun kedua struktur berada pada tingkat kinerja Damage Control, struktur dengan tangga memiliki performance point yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keberadaan tangga meningkatkan stabilitas dan ketahanan struktural terhadap gempa. Oleh karena itu, keberadaan tangga dapat dipertimbangkan sebagai elemen struktural yang berfungsi ganda, yaitu sebagai akses vertikal sekaligus penguat kekakuan bangunan terhadap gempa. Kata kunci: Analisis Pushover, Tangga, Struktur Tahan Gempa, Displacement, Simpangan Antar Lantai, Base Shear, Sendi Plastis, Stabilitas Bangunan, Performance Point.
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang pada Sistem Open Frame dan Infill Frame (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Zidan, Mohammad Akrom; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak di kawasan rawan gempa akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga perencanaan bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja seismik antara dua sistem struktur pada gedung beton bertulang, yaitu sistem open frame dan sistem infill frame, dengan studi kasus pada Gedung X di Universitas Y. Analisis kinerja struktur dilakukan dengan menggunakan metode pushover dan model diagonal equivalent strut untuk dinding pengisi, sesuai dengan pedoman FEMA 356. Berdasarkan analisis kinerja struktur pada arah X dan Y, model Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan model Open frame dalam menangani beban seismik. Pada arah X, model Infill frame memiliki gaya geser yang lebih tinggi (35.205,93 kN) dan perpindahan yang lebih rendah (236,26 mm) dibandingkan dengan Open frame (29.507,52 kN dan 264,60 mm), yang menunjukkan bahwa Infill frame lebih efisien dalam meredam energi seismik. Pada arah Y, meskipun gaya geser model Infill frame lebih besar (38.613,25 kN), perpindahan yang lebih rendah (204,85 mm) menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menahan gaya geser. Kedua model berada pada level Damage Control, tetapi model Infill frame lebih efisien dalam mengurangi perpindahan dan merespons beban seismik, dengan periode efektif yang lebih cepat. Secara keseluruhan, Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih optimal dalam meredam energi seismik, dibandingkan dengan Open frame, yang menunjukkan kinerja sedikit lebih buruk pada gaya geser dan perpindahan. Kata Kunci: Kinerja Seismik, Analisis Pushover, Dinding Pengisi, Open frame, Infill frame, Sendi Plastis
Flexural Performance of a Semi-Precast Two-Way Slab with AAC Infill and Hybrid Bamboo–Steel Reinforcement under Point Loading Dwi Putra, Bagus Ginanjar; Dewi, Sri Murni; Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.3

Abstract

This study investigates the flexural performance of a semi-precast two-way ribbed slab system composed of a ferrocement bottom layer, Autoclaved Aerated Concrete (AAC) infill, and a hybrid bamboo–steel reinforcement configuration, subjected to a centrally applied point load. Two specimens were tested experimentally to evaluate their deflection behavior, crack patterns, and ultimate load capacity. The Finite Element Method (FEM) was also used to simulate the slab’s response and validate the experimental outcomes. The experimental results indicated ultimate load capacities of 5277 kg and 5000 kg for specimens S1 and S2, with corresponding maximum deflections of 6.80 mm and 6.90 mm. Diagonal cracks were observed originating from the load application point, which was consistent with flexural behavior under concentrated loading. The FEM simulation predicted an ultimate load of 5500 kg and a maximum deflection of 6.38 mm, resulting in a load deviation of +4.44% and a deflection deviation of –6.97% relative to the experimental average. Despite idealized assumptions in the numerical model, the FEM results showed good agreement with experimental observations in terms of deformation patterns and stress distribution. These findings demonstrate the potential of the proposed slab system for structural applications incorporating lightweight materials and alternative reinforcements. Further studies are recommended to explore its dynamic performance and practical feasibility in sustainable construction practices.
Structural Damage Assessment and Seismic Performance Optimization (case study: Ambon City Regional Representative Council Building) Madobaafu, Sarivanoly; Wibowo, Ari; Wisnumurti
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.7

Abstract

The earthquake in Ambon City in 2019 damaged several buildings, including the DPRD building. This study aims to evaluate the seismic performance of the building and identify effective structural strengthening methods. The method used is pushover analysis, with structural modeling carried out using SAP2000 v.26. Lateral loads are applied gradually until the structure collapses. Secondary data in technical drawings and building documentation are used to build a structural model in SAP2000. The analysis results show that before reinforcement, the maximum roof displacement (?) reached 0.352 meters, with a total building height of 17 meters, resulting in a drift ratio of 0.0207 in the X–X direction, which is assumed to be the weak axis. Based on the ATC-40 criteria, this condition indicates the structural performance level in the "Life Safety" category. Concrete jacketing was applied to critical columns identified from the initial analysis to improve the structural performance. After remodeling the structure in the post-reinforcement condition, the study showed a reduction in maximum displacement to 0.335 meters, with a drift ratio of 0.01970. Performance level of the structure improved to the "Damage Control" category, indicating that the structure has better deformation capacity and lower potential for damage in the event of a similar-intensity earthquake.