Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan antara Jumlah Kurvatur terhadap Keruntuhan Bangunan Halawane, Francisius Marcelleon; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada zona Cincin Api Pasifik sehingga sering mengalami gempa bumi yang dapat menyebabkan deformasi signifikan pada elemen struktur. Penelitian ini menganalisis keruntuhan struktur berdasarkan jumlah kurvatur pada tiap elemen serta menilai pengaruh variasi kombinasi tumpuan terhadap pembentukan kurvatur. Struktur dua lantai dimodelkan dengan beberapa jenis tumpuan dan dianalisis gaya dalamnya menggunakan SAP2000. Hasil perhitungan kurvatur dan kurvatur leleh digunakan untuk menentukan kondisi keruntuhan elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpuan yang lebih kaku menghasilkan jumlah kurvatur yang lebih besar. Secara umum, semakin banyak kurvatur yang terbentuk, struktur memiliki kapasitas yang lebih baik dan mengalami keruntuhan pada tahap lebih akhir. Sebaliknya, struktur dengan kurvatur lebih sedikit cenderung runtuh lebih cepat. Namun, pemodelan dengan tumpuan sendi-sendi menunjukkan ketidaksesuaian sehingga memerlukan analisis lebih lanjut.
Perilaku Jembatan Cable-Stayed dengan Tinjauan Kabel di Dalam Pengaturan Vertical Alignment Yohanes Kevin; Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kinerja jembatan cable-stayed dengan konfigurasi pylon tunggal asimetris, dengan perhatian utama pada peran kabel dalam pengaturan vertical alignment gelagar. Fokus analisis diarahkan pada pengaruh variasi sudut kemiringan pylon terhadap besarnya tegangan awal kabel (prestress), deformasi vertikal gelagar, dan distribusi gaya prategang pada struktur. Tiga variasi sudut pylon digunakan, yaitu 0°, −10°, dan +10°, yang dianalisis melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil kajian memperlihatkan bahwa sudut kemiringan pylon memengaruhi secara langsung komponen gaya vertikal pada kabel. Konfigurasi pylon −10° menuntut tegangan awal paling tinggi, namun mampu menghasilkan deformasi vertikal paling kecil sehingga lebih efektif dalam mempertahankan kesesuaian vertical alignment dengan desain. Sebaliknya, kemiringan pylon +10° membuat sudut kabel lebih landai sehingga komponen gaya vertikal berkurang dan lendutan gelagar meningkat. Variasi sudut pylon juga memicu perubahan distribusi gaya prategang pada kabel, khususnya pada bentang terpanjang. Dengan demikian, konfigurasi pylon −10° dinilai sebagai alternatif yang paling efisien dalam pengendalian lendutan dan pengaturan vertical alignment pada jembatan cable-stayed asimetris. Kata kunci: cable-stayed, tegangan awal kabel, vertical alignment, sudut pylon, SAP2000
Analisis LCA Berbasis Integrasi BIM terhadap Variasi Material Beton dan Tulangan pada Struktur Gedung Sekolah Dasar Pasar Baru Lathiif Anggoro, Adik Muhammad; Indradi Wijatmiko; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sektor industri di tengah pesatnya perkembangan zaman terutama pada sektor konstruksi menimbulkan kekawatiran bagi lingkungan terhadap emisi berbahaya yang menyumbang karbon sebesar 58% dari material beton dan 17% dari tulangan baja. Sehingga pada penelitian ini meninjau solusi alternatif dari segi emisi lingkungan serta biaya terhadap penggantian material ramah lingkungan yang terdiri dari beberapa variasi, diantaranya beton subtitusi fly ash 40%, beton substitusi GGBFS 40%, dan tulangan scrap 60%. Penilaian dampak lingkungan dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment dibantu dengan Software One Click LCA yang terintegrasi dengan BIM melalui Autodesk Revit, yang didasarkan pada hasil desain ulang terhadap penggantian material melalui Software Tekla Structural Designer. Hasil menunjukan bahwa variasi beton fly ash 40% dengan tulangan scrap 60% menunjukan emisi paling rendah, bila dibandingkan dengan desain eksisting terjadi penurunan emisi 46,74% yaitu sebesar 2.306.519 Kg CO2e menjadi 1.228.223 Kg CO2e atau 371,8 Kg CO2e/m2 menjadi 197,9 Kg CO2e/m2. Dari segi biaya, selisih harga antara desain eksisting dengan variasi beton fly ash 40% dan tulangan scrap 60% adalah sebesar Rp 4.006.227.359