Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK FONGASAMA DALAM PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK KOMPOS DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SORGUM DI NTT Djou, Laurentius Dominicus Gadi; Murdaningsih, Murdaningsih; Lanamana, Willybrordus; Lulan, Theodore Y.K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24424

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam Program Desa Binaan (PDB) pada kelompok Fongasama di Desa Ondorea Barat dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan soft skill anggota kelompok melalui kegiatan pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran 4×6meter, dibagi dua bak untuk fermentasi. Bak pertama berukuran 1,5 x 2meter dan tinggi 2 meter, dan bak kedua berukuran 1,5 x 1,5meter dan tinggi 1,5 meter. Penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 33,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan menggunakan alat pencacah, ember, sekop, cangkul, dan sekop, dan bahan baku yang digunakan kotoran hewan, dedak padi, sekam padi, limbah pertanian, gula pasir, EM4 dan air. Fermentasi pada bak pertama selama 14 hari dan pada bak kedua selama 8 hari. Kompos dikeluarkan dari bak kedua dan diangin-anginkan, selanjutnya diaplikasikan. Post-test dilakukan di akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 86,7% dengan kategori tinggi.Abstract: Community empowerment activities through the implementation of community service programs in the Assisted Village Program (PDB) in the Fongasama group in West Ondorea Village with the aim of improving the skills and soft skills of group members through activities of building compost houses, counseling and training in making compost fertilizer. The methods used consist of counseling, training and mentoring. The activity began with the construction of a 4×6meter compost house, divided into two tanks for fermentation. The first tub measures 1.5 x 2 meters and 2 meters high, and the second tub measures 1.5 x 1.5 meters and 1.5 meters high. Counseling and training began with a pre-test, and the average correct answer was 33.3% in the low category. Training activities use choppers, buckets, shovels, hoes and shovels, and the raw materials used are animal waste, rice bran, rice husks, agricultural waste, granulated sugar, EM4 and water. Fermentation in the first tank for 14 days and in the second tank for 8 days. The compost is removed from the second tub and aired, then applied. The post-test was carried out at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 86.7% in the high category.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SORGUM DI DESA ONDOREA BARAT, NTT Djou, Laurentius Dominicus Gadi; Murdaningsih, Murdaningsih; Lanamana, Willybrordus; Lulan, Theodore Y. K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34774

Abstract

Abstrak: Program Desa Binaan (PDB) di Desa Ondorea Barat, dengan mitra Kelompok Tani Pati Tau Mbadhe (25 orang), Kelompok Peternak Fongasama (25 orang) dan Kelompok PKK (25 orang), dengan tingkat pendidikan SD-SMA, dan berprofesi sebagai petani, peternak dan ibu-ibu rumah tangga. Adapun kegiatan ini bertujuan mempersiapkan Masyarakat memiliki kemandirian melalui berbagai kegiatan mulai teknik budidaya sorgum, Teknik pascapanen sorgum, pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos, Pengolahan berbagai produk turunan, pelatihan dan pendampingan usaha serta pemasaran. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran, pelatihan pembuatan kompos, pelatihan dan pendampingan budidaya, pascapanen, pengolahan berbagai produk turunan sorgum, pendampingan pengembangan usaha dan pemasaran. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 30,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kompos dengan menggunakan bahan dasar dari limbah ternak dan limbah pertanian. Pada pelatihan dan pendampingan kegiatan Teknik budidaya sorgum dan pasca panen sorgum dengan melakukan pengolahan tanah dan pemupukan untuk meningkatkan produktivitas. Hasil yang diperoleh dari budidaya sorgum, dilakukan pelatihan dan pendampingan pengolahan berbagai produk turunan mulai dari pembuatan beras sorgum menjadi tepung sorgum, kue kering berbahan sorgum, kue kembang sorgum serta pengolahan limbah budidaya sorgum yang berupa batang sorgum menjadi gula sorgum. Selanjutmya Masyarakat juga didampingi dalam mengurus perijinan registrasi usaha berupa PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Ende sehingga Masyarakat menjadi mandiri mulai dari penyediaan bahan baku sampai dengan produk turunan untuk dipasarkan yang dapat meningkatkan pendapatan masyakat atau keluarga. Post-test juga dilakukan pada akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 87% dengan kategori tinggi.Abstract: The Assisted Village Program (PDB) in West Ondorea Village, with partners from the Pati Tau Mbadhe Farmers Group (25 people), the Fongasama Livestock Group (25 people) and the PKK Group (25 people), with elementary to high school education levels, and working as farmers, livestock breeders and housewives. This activity aims to prepare the community to have independence through various activities starting from sorghum cultivation techniques, sorghum post-harvest techniques, compost house construction, extension and training in making compost, processing various derivative products, business training and mentoring and marketing. The methods used consist of extension, training, and mentoring. The activity begins with the construction of a compost house, compost making training, cultivation training and mentoring, post-harvest, processing of various sorghum derivative products, business development and marketing mentoring. The extension and training activities begin with a pre-test, and the average correct answer is 30.3% in the low category. Training and mentoring activities for composting using livestock and agricultural waste as the basic materials. In the training and mentoring activities, sorghum cultivation techniques and post-harvest sorghum were carried out by processing the soil and fertilizing to increase productivity. The results obtained from sorghum cultivation were trained and mentored in processing various derivative products ranging from making sorghum rice into sorghum flour, sorghum-based cookies, sorghum flower cakes and processing sorghum cultivation waste in the form of sorghum stalks into sorghum sugar. Furthermore, the community was also assisted in processing business registration permits in the form of PIRT (Household Industry Products) at BPOM (Food and Drug Monitoring Agency) of Ende Regency so that the community became independent from providing raw materials to derivative products for marketing which could increase community or family income. A post-test was also conducted at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 87% with a high category.
Pengembangan budidaya dan pengolahan jahe sebagai produk bernilai ekonomi pada kelompok tani Weo Baru Wongga Murdaningsih, Murdaningsih; Peni, Natalia; Supardi, Philipus Nerius
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36270

Abstract

Abstrak Jahe merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan makanan, minuman herbal maupun bahan baku industri farmasi. Salah satu penghasil jahe di Kabupaten Ende adalah desa Nduaria kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Luas wilayah desa Nduaria 21, 53 Km², dengan jumlah penduduk 1467 jiwa yang terdiri dari 674 laki-laki dan 739. Potensi budidaya tanaman jahe di Desa Nduaria termasuk varietas jahe gajah, jahe merah. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yakni melakukan pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani Weo Baru Wonga guna peningkatan produktivitas jahe, efisiensi penggunaan lahan dan diversifikasi produksi olahan berbasis jahe untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian anggota kelompok. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan budidaya dan pengolahan jahe dilakukan secara sistematis dengan beberapa tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi budidaya jahe, pelatihan dan pendampingan pengolahan jahe serta pendampingan manajemen usaha dan evaluasi. Kegiatan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan bantuan peralatan berupa mesin perajang, oven listrik, grinder dan peralatan kemasan. Dampak dari kegiatan yang diukur menggunakan kuisener pada sebelum dan sesudah kegiatan, terlihat terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dapat membuat pupuk organik, penerapan teknologi budidaya jahe dengan teknologi ramah lingkungan, pola tumpangsari jahe dan sorgum serta pengolahan jahe menjadi produk yang bernilai tambah berupa Teh Lea Wongga, Serbuk Lea Wongga dan Minuman jahe instan. Demikian juga terjadi peningkatan kapasitas kelompok dengan adanya usaha bersama yang mendapatkan ijin regristrasi dari BPOM berupa PIRT dan manajemen keuangan kelompok. Kata kunci: Budidaya; pengolahan; pelatihan; jahe; produk. Abstract Ginger is one of the leading commodities that has high economic value, both as a food ingredient, herbal drink and raw material for the pharmaceutical industry. One of the ginger producers in Ende Regency is Nduaria Village, Kelimutu District, Ende Regency. Nduaria Village covers an area of 21.53 km² and has a population of 1,467, consisting of 674 males and 739 females. The potential for ginger cultivation in Nduaria Village includes varieties of elephant ginger and red ginger. The purpose of the Community Service activity is to provide training and assistance to the Weo Baru Wonga farmer group to increase ginger productivity, land use efficiency and diversification of ginger-based processed production to improve the welfare and economy of group members. The method of implementing community service in developing ginger cultivation and processing is carried out systematically with several stages starting from socialization, training and assistance in the application of ginger cultivation technology, training and assistance in ginger processing as well as assistance in business management and evaluation. The Community Service Team (PKM) provided equipment assistance in the form of chopping machines, electric ovens, grinders, and packaging equipment. The impact of the activities, measured using questionnaires before and after the activities, showed an increase in farmers' knowledge and skills in making organic fertilizer, implementing environmentally friendly ginger cultivation technology, intercropping ginger and sorghum, and processing ginger into value-added products such as Lea Wongga Tea, Lea Wongga Powder, and instant ginger drinks. Likewise, there was an increase in group capacity with the existence of a joint venture that received registration permits from BPOM in the form of PIRT and group financial management Keywords: cultivation; processing; training; ginger; products.