Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN PENYERAPAN GELOMBANG MIKRO PADA BARIUM HEKSAFERIT (BaFe₁₂O₁₉) DENGAN VARIASI DOPING LANTANUM MELALUI UJI VECTOR NETWORK ANALYZER (VNA) Natasya, Kinanty Desiva; Nasution, Nazaruddin; Lubis, Ridwan Yusuf
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4367

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi meningkatkan Electromagnetic Interference (EMI), sehingga diperlukan material penyerap gelombang mikro yaitu Radar Absorbing Material (RAM). Barium heksaferit (BaFe₁₂O₁₉) berpotensi sebagai RAM karena sifat magnetik dan stabilitas kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan penyerapan gelombang dengan doping Lantanum (La) melalui metode solid state reaction pada variasi x = 0,00; 0,01; 0,03; dan 0,05. Proses sintesis dilakukan dengan kalsinasi pada suhu 600 °C dan sintering pada suhu 1200 °C, kemudian dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa doping 0,05 memberikan Reflection Loss (RL) terbaik sebesar −10,45 dB pada frekuensi 8,95 GHz dengan persentase penyerapan 90,98%, sehingga memenuhi kriteria penyerap efektif. Dengan demikian, doping La³⁺ terbukti meningkatkan kinerja BaFe₁₂O₁₉ sebagai material penyerap gelombang untuk mitigasi EMI dan aplikasi radar.
PENGARUH VARIASI MASSA PADA GREEN SYNTHESIZED MATERIAL ADSORPSI Fe3O4/TiO2 DENGAN METODE KOPRESIPITASI TERHADAP NILAI BANDGAP MENGGUNAKAN UV-VIS Arnydhinata, Ella; Lubis, Ridwan Yusuf; Husnah, Miftahul
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.11961

Abstract

Material fotokatalitik adalah material yang digunakan untuk mempercepat degradasi polutan dalam air dengan menyerap foton yang dapat mempercepat reaksi kimia. Proses fotokatalitik dapat dipercepat jika nilai bandgap material lebih kecil dengan mencampurkan Fe₃O₄ dan TiO₂. Proses pencampuran menggunakan metode kopresipitasi. Rasio massa yang digunakan untuk Fe₃O₄/TiO₂ (FT) adalah 2:1 (FT1), 1:1 (FT2), dan 1:2 (FT3). Sampel FT kemudian diuji menggunakan XRD dan UV-Vis untuk menilai hasil degradasi dan pengurangan bandgap. Hasil analisis XRD menunjukkan penurunan ukuran kristal dari 30,71 menjadi 28,59 nm. Pengujian UV-Vis menunjukkan penurunan nilai bandgap sebesar 2,38 eV dan persentase degradasi sebesar 99,55%. Peningkatan rasio massa TiO₂ terhadap Fe₃O₄ memengaruhi ukuran dan nilai bandgap material fotokatalitik. Hasil degradasi metilen biru yang paling optimal diperoleh pada sampel FT3 dengan rasio campuran 1:2.
Karbon Aktif Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) untuk Mereduksi Bilangan Asam dan Peroksida: Indonesia Lubis, Ridwan Yusuf; Insani, Rizki; Husnah, Miftahul; Silalahi, Ali Affan
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2026): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol18.iss1.art3

Abstract

Activated carbon is one of the adsorption materials commonly used to improve the quality of used cooking oil. This study aims to determine the effect of varying concentrations of phosphoric acid (H₃PO₄) as a chemical activator on activated carbon derived from red onion peel. The research data were expressed quantitatively through physical and chemical characterization, while the results of color and odor tests were presented descriptively. Activated carbon from red onion peel was successfully produced through physical activation (400 °C) and chemical activation (H₃PO₄) with concentration variations A (8%), B (12%), C (16%), and D (20%). The characterization results showed a decrease in moisture content, ash content, and volatile matter content, while the carbon content increased. Sample D met the requirements of SNI 06-3730-1995 for all physical and chemical characteristics. An increase in adsorption ability for acid value was observed in line with the increase in activator concentration. The ability to reduce peroxide value decreased in samples C and D compared to sample B, but still met the SNI 3741:2013 standard. The most optimal characterization and adsorption performance were obtained in sample D, with an acid value of 0.33% (mg KOH/kg) and a peroxide value of 8 (meq O₂/kg).
Pengaruh Suhu Sintering Terhadap Morfologi Dan Bandgap Nanokomposit Fe3o4/Sio2/Tio2 Dengan Metode Kopresipitasi Ridwan Yusuf Lubis; Ahya Zaelani; Miftahul Husnah; Ali Affan Silalahi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.577

Abstract

Fe₃O₄, TiO₂, and SiO₂ nanocomposite materials have been extensively investigated for their potential in various physical and environmental applications, particularly in the photocatalytic degradation of textile wastewater containing toxic organic dyes such as Methylene Blue. This study aims to determine the effect of sintering temperature on the morphology and bandgap energy of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites synthesized using the coprecipitation method. The synthesized samples were subjected to sintering at temperatures of 500 °C, 550 °C, and 600 °C. Characterization was performed using Scanning Electron Microscopy (SEM) to observe morphological changes and Ultraviolet–Visible (UV–Vis) spectrophotometry to determine the bandgap energy. The SEM results revealed that higher sintering temperatures led to increased agglomeration and grain size, with the dominant particle size ranging between 0.22 µm and 0.24 µm. Furthermore, an increase in grain size correlated with a slight rise in bandgap energy from 2.35 eV to 2.37 eV, attributed to the widening separation between the valence and conduction bands. Among all samples, the FST500 nanocomposite (sintered at 500 °C) exhibited the most optimal properties, characterized by smaller agglomeration, finer grain size, and lower bandgap energy. These findings demonstrate that sintering temperature plays a crucial role in controlling the structural and optical properties of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites for potential photocatalytic applications in wastewater treatment. Keywords: Fe3O4/TiO2/SiO2, Coprecipitation, Sintering Temperature, Morphology, Bandgap Energy  
Karakterisasi Pasir Besi (Fe3O4) Sungai Seruai Kabupaten Deli Serdang Yusuf Lubis, Ridwan; Maharani Rangkuti, Dea; Lubis, Haryati; Masthura; Husnah, Miftahul
Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP) Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jifp.v7i2.19858

Abstract

In this research, iron sand was obtained from the Sei Serayu river in Deli Serdang Regency. The method for extracting iron sand is by manual extraction using a permanent magnet. The samples that have been obtained are then given temperature treatment with variations of 500 o C, 600 o C and 700 o C so that the iron sand undergoes oxidation. Next, the samples that have been heat treated are characterized using XRD, SEM and XRF. From the XRD test results it was found that the sample consisted of Fe3O4 with a magnetite phase. XRD diffraction peaks were obtained at angles 2θ: 17.26 o, 29.98 o, 35.4 o, 43.16 o, 57.08 o, and 62.56 o. SEM test results show that sample D contains magnetite (Fe3O4) with a silver color. Based on the analysis of test results, it can be concluded that the most optimal results are found in sample D with a sintering temperature of 700o C.
Pengaruh Pemisahan Bertingkat Terhadap Kemurnian dan Karakteristik Pasir Besi dari Sungai Sembahe Deli Serdang Miftahul Husnah; Siti Aulia Hutauruk; Rabiatul Awiyah; Chalista Dwi Putri; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v11i1.28910

Abstract

Pasir besi merupakan material alami yang mengandung mineral oksida besi dan umumnya terdapat di wilayah pesisir pantai maupun di aliran sungai yang terbentuk dari proses pelapukan batuan di daerah hulu. Ketersediaannya yang melimpah menjadikan pasir besi sebagai bahan baku yang penting dalam berbagai industri, seperti industri logam, pembuatan baja, serta bahan material magnetik yang digunakan dalam pengembangan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemisahan magnetik bertingkat dan perlakuan panas terhadap kemurnian serta karakteristik pasir besi dari Sungai Sembahe, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tahapan pemisahan magnetik menurunkan kehilangan massa dari 0,97% (5 kali) menjadi 0,15% (11 kali), yang mengindikasikan berkurangnya kandungan pengotor. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus Fe–O pada 562 cm⁻¹ yang semakin dominan seiring meningkatnya jumlah pemisahan. Pola XRD menunjukkan puncak utama pada 2θ ≈ 35,47° yang berkaitan dengan bidang kristal (311), yang mengindikasikan dominasi fase magnetit (Fe₃O₄). Hasil SEM menunjukkan bahwa partikel mengalami aglomerasi dengan ukuran berkisar antara 10–80 µm. Analisis EDS menunjukkan bahwa kandungan Fe mencapai 81,98% atom pada sampel dengan 11 kali pemisahan magnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan magnetik bertingkat efektif dalam meningkatkan kemurnian pasir besi, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam menghilangkan pengotor berukuran halus.
PENGARUH VARIASI MASSA PADA GREEN SYNTHESIZED MATERIAL ADSORPSI Fe3O4/TiO2 DENGAN METODE KOPRESIPITASI TERHADAP NILAI BANDGAP MENGGUNAKAN UV-VIS Ella Arnydhinata; Ridwan Yusuf Lubis; Miftahul Husnah
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.11961

Abstract

Material fotokatalitik adalah material yang digunakan untuk mempercepat degradasi polutan dalam air dengan menyerap foton yang dapat mempercepat reaksi kimia. Proses fotokatalitik dapat dipercepat jika nilai bandgap material lebih kecil dengan mencampurkan Fe₃O₄ dan TiO₂. Proses pencampuran menggunakan metode kopresipitasi. Rasio massa yang digunakan untuk Fe₃O₄/TiO₂ (FT) adalah 2:1 (FT1), 1:1 (FT2), dan 1:2 (FT3). Sampel FT kemudian diuji menggunakan XRD dan UV-Vis untuk menilai hasil degradasi dan pengurangan bandgap. Hasil analisis XRD menunjukkan penurunan ukuran kristal dari 30,71 menjadi 28,59 nm. Pengujian UV-Vis menunjukkan penurunan nilai bandgap sebesar 2,38 eV dan persentase degradasi sebesar 99,55%. Peningkatan rasio massa TiO₂ terhadap Fe₃O₄ memengaruhi ukuran dan nilai bandgap material fotokatalitik. Hasil degradasi metilen biru yang paling optimal diperoleh pada sampel FT3 dengan rasio campuran 1:2.
Pengaruh Penggerusan Terhadap Struktur dan Ukuran Partikel dari Pasir Besi Sungai Alam Jaya Kabupaten Deli Serdang Alfia Delmi Siregar; Nazaruddin Nasution; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.27468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir besi dari Sungai Alam Jaya, Kabupaten Deli Serdang, serta pengaruh proses penggerusan terhadap ukuran partikel dan kemurnian material. Sampel pasir besi diambil langsung dari lokasi penelitian kemudian melalui tahap preparasi berupa penjemuran, pemisahan menggunakan magnet permanen, pencucian dengan larutan HCl dan NH₄OH, serta pengeringan dalam oven pada suhu 200°C. Proses karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa utama pasir besi adalah magnetit (Fe₃O₄) dengan struktur kristal kubik yang stabil. Berdasarkan hasil PSA, ukuran partikel rata-rata menurun dari 5,33806 µm menjadi 2,27004 µm setelah penggerusan, yang menunjukkan peningkatan kehalusan dan homogenitas partikel. Analisis XRF memperlihatkan bahwa kadar unsur Fe meningkat dari 76,577% menjadi 80,048%, sedangkan unsur pengotor seperti Si, Al, dan Mg mengalami penurunan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasir besi dari Sungai Alam Jaya memiliki kadar Fe tinggi, struktur kristal stabil, serta ukuran partikel yang halus, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar material magnetik maupun logam.
ANALISIS KEMAMPUAN PENYERAPAN GELOMBANG MIKRO PADA BARIUM HEKSAFERIT (BaFe₁₂O₁₉) DENGAN VARIASI DOPING LANTANUM MELALUI UJI VECTOR NETWORK ANALYZER (VNA) Kinanty Desiva Natasya; Nazaruddin Nasution; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4367

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi meningkatkan Electromagnetic Interference (EMI), sehingga diperlukan material penyerap gelombang mikro yaitu Radar Absorbing Material (RAM). Barium heksaferit (BaFe₁₂O₁₉) berpotensi sebagai RAM karena sifat magnetik dan stabilitas kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan penyerapan gelombang dengan doping Lantanum (La) melalui metode solid state reaction pada variasi x = 0,00; 0,01; 0,03; dan 0,05. Proses sintesis dilakukan dengan kalsinasi pada suhu 600 °C dan sintering pada suhu 1200 °C, kemudian dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa doping 0,05 memberikan Reflection Loss (RL) terbaik sebesar −10,45 dB pada frekuensi 8,95 GHz dengan persentase penyerapan 90,98%, sehingga memenuhi kriteria penyerap efektif. Dengan demikian, doping La³⁺ terbukti meningkatkan kinerja BaFe₁₂O₁₉ sebagai material penyerap gelombang untuk mitigasi EMI dan aplikasi radar.