Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

METATESIS DALAM BAHASA DAWAN Naniana Nimrod Benu; Dyah Susilawati; Tri Wahyuni; Budi Agung Sudarmanto
Linguistik Indonesia Vol. 41 No. 2 (2023): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v41i2.456

Abstract

Artikel ini mendiskusikan metatesis dan memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang sifat metatesis dalam bahasa Dawan. Data penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung dari lapangan di wilayah penutur bahasa Dawan. Data dalam penelitian ini adalah dialek Amanuban di kecamatan Kolbano, kabupaten Timor Tengah Selatan. Data diperoleh melalui metode pengamatan partisipatif dengan teknik catat untuk mendaftar kata-kata metatesis. Selain itu metode wawancara terhadap penutur bahasa Dawan  juga dipakai untuk menggali sekaligus menguji keberterimaan dari sebuah kata dan penggunaanya dalam kalimat. Pengetahuan peneliti (intuitif data) juga digunakan untuk mendukung metode pengamatan dan wawancara. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa proses metatesis dalam bahasa Dawan bukan merupakan gejala fonologis saja tetapi saling terkait antara fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana. Artikel ini dapat memberi dampak, baik teoretis maupun praktis terutama sebagai salah satu sumber dalam dokumentasi bahasa.
The Use of Code Switching in Efl Classroom Kana, Irma Nirmala; Benu, Naniana Nimrod; Nenotek, Seprianus Arwadi; Beeh, Norci
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5953

Abstract

This article discusses code-switching used by teachers during the teaching and learning of English as a foreign language in the classroom. This is the result of a case study at a junior high school in Lembata, East Nusa Tenggara which aims to reveal the types and reasons for code-switching used by teachers in teaching. Data was obtained by observation and interviews with three English teachers who teach in six classes. The research results show that teachers use three types of code-switching, namely inter-sentential, intra-sentential, tag code-switching, and inter-participant code-switching. The use of these types depends on the teaching and learning situation in the classroom. The use of code-switching is based on the reason that it is used as a translation, to increase vocabulary, explain difficult words or topics, change topics, clarify subjects, avoid boring situations, and provide information. The use of code-switching helps teachers to teach and students to learn English, especially for new learners
Errors of Written English on the Outdoor Signs in Kupang City, Indonesia: Linguistic Landscape Approach Nenotek, Seprianus A.; Beeh, Norci; Benu, Naniana N.
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i1.3116

Abstract

English is an international language familiar to everyone, relating to various social aspects. It can be found and easily seen or read in public spaces, such as on billboards or banners, and business names, such as shops, hotels, restaurants, transportation, and others. English is used in varied lingual forms and even the possibility of writing and grammatical errors. This research deals with the written English on outdoor signs in Kupang City, focusing on language errors and their causing factors. This research applied a qualitative analysis to explore the type of language errors found in written English in the outdoor signs, the outdoor signs that contain written English language errors, and the factors that cause language errors. The data for this study are the outdoor signs in Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia that contain language errors in written English. All data are collected using photographic techniques using a digital camera. The next step is to transcribe the written English containing language errors and analyze the data qualitatively. The result of the study shows that the main errors are due to the spelling system, namely, deleting a sound and replacing the English sound with Indonesian. The analysis of the language errors also revealed that they are caused by English language competence and supported by the interference of the author or sign producers’ first language. This study may contribute significantly, especially for language learners, since English on outdoor signs can be used as authentic material for learning and English teaching and learning in schools.
The Use of Code Switching in Efl Classroom Kana, Irma Nirmala; Benu, Naniana Nimrod; Nenotek, Seprianus Arwadi; Beeh, Norci
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5953

Abstract

This article discusses code-switching used by teachers during the teaching and learning of English as a foreign language in the classroom. This is the result of a case study at a junior high school in Lembata, East Nusa Tenggara which aims to reveal the types and reasons for code-switching used by teachers in teaching. Data was obtained by observation and interviews with three English teachers who teach in six classes. The research results show that teachers use three types of code-switching, namely inter-sentential, intra-sentential, tag code-switching, and inter-participant code-switching. The use of these types depends on the teaching and learning situation in the classroom. The use of code-switching is based on the reason that it is used as a translation, to increase vocabulary, explain difficult words or topics, change topics, clarify subjects, avoid boring situations, and provide information. The use of code-switching helps teachers to teach and students to learn English, especially for new learners
FENOMENA GRAFITI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI RUANG PUBLIK KOTA KUPANG: KAJIAN LINGUISTIK LANSKAP Maria Regina Jaga; Bernadus Kopong Danibao; Naniana N Benu
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 03 (2023): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v8i03.6049

Abstract

Artikel ini adalah hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menelusuri dan menganalisis fenomena graffiti sebagai tanda ruang publik kota Kupang dalam kerangka linguistik lanskap. Penelitian ini mengungkap kontestasi bahasa di ruang publik yang terekspresi lewat graffiti, bentuk lingual, fungsinya sebagai sebuah tanda linguistik lanskap, dan strategi komunikasi yang dipakai pada graffiti dalam menyampaikan pesannya. Penelitian ini didesain secara kualitatif untuk meganalisis fenomena keberadaan graffiti di Kota Kupang. Data penelitian ini merupakan jenis data primer yang berasal dari graffiti yang ada ruang-ruang publik Kota Kupang yang dikumpulkan melalui metode pengamatan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis konten kualitatif (qualitative content analysis) dan analisis wacana kritis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat lima bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Melayu Kupang, bahasa Inggris, Alor, dan Latin. Satuan lingualnya didominasi oleh klausa atau kalimat, akronim, frasa, dan kata. Fungsi graffiti sebagai sebuah tanda ruang publik adalah fungsi simbolik seperti budaya dan identitas. Strategi yang digunakan adalah komunikasi secara langsung, metafor, simbolisme, dan akronim untuk mengkomunikasikan perasaan mereka tentang diri mereka sendiri dan dunia luar. Salah satu aspek yang memerlukan penelusuran lebih lanjut adalah motivasi dari pembuat graffiti (street artists) dalam mengekspresikan pesan mereka di ruang publik.
Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Perikanan Di Desa Otan Kecamatan Semau Kette, Soleman; Beeh, Norci; Kette, Arlindo U. S.; Benu, Naniana N.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1498

Abstract

Pelatihan pembuatan nugget ikan di Desa Otan, Kecamatan Semau, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui diversifikasi olahan ikan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, terutama para nelayan dan ibu rumah tangga, yang selama ini mengandalkan hasil tangkapan ikan sebagai sumber pendapatan utama. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa Otan dapat memanfaatkan ikan segar menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Hal ini akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Artikel ini membahas proses pelatihan, metode yang digunakan, dan dampak yang dihasilkan bagi peserta pelatihan. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pemberdayaan masyarakat.
Ecological Metaphors in the Natoni Oral Tradition of the Atoin Meto Culture in West Timor, Indonesia Benu, Naniana Nimrod; Prasetyo, Lery; Denil, Mauli
Linguistik Indonesia Vol. 43 No. 1 (2025): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v43i1.651

Abstract

This research aims to reveal the richness of ecological metaphors in the natoni oral tradition as a local wisdom of the Atoin Meto culture in West Timor, understand the relationship between language and the environment in the Atoin Meto culture, form support for the preservation of Atoin Meto culture and language, namely the Dawan language, contribute to the field of language ecology, and increase awareness about the importance of environmental conservation.  This study uses a qualitative ecolinguistic approach to analyze ecological metaphors in the natoni oral tradition of the Atoin Meto culture. Data comes from ten YouTube videos of natoni performances, supplemented by interviews. The metaphors were identified, classified, and analyzed to reflect the community's ecological worldview. The study shows that the lexicons in natoni contain ecological lexicons, including flora, fauna, and natural landscape. These lexicons are metaphorical languages that appear in parallelism which depict the social life of the Atoin Meto. Additionally, these lexicons indicate a close relationship with the Atoin Meto community, nature, and God. This research remains open for further study on other aspects of the ecological lexicon in natoni.
The strategy of storynomics and its application in teaching speaking for university students: A literature review Prasetyo, Lery; Benu, Naniana Nimrod; Supartini, Ni Luh; Sulasmini, Ni Made Ayu
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i2.1144

Abstract

The main objective is to explore how integrating storytelling principles with strategic communication techniques can enhance oral language proficiency in higher education contexts. A qualitative literature review was employed, analyzing theoretical frameworks, empirical research, and case studies related to storytelling, storynomics, and language teaching methodologies. The findings suggest that storynomics enhances speaking instruction by creating a dynamic and interactive learning environment. It helps students relate to content, organize thoughts, and express ideas fluently and coherently while promoting authentic language use and creativity. Effective methods for implementing storynomics in classrooms include personal storytelling, digital storytelling, and role-playing. Challenges such as teacher preparedness, varied student proficiency levels, and time constraints in curricula were identified. The paper underscores the need for further research on the long-term effects of storynomics on speaking proficiency and its adaptability to different cultural contexts. Addressing these gaps will provide a more comprehensive understanding of its application in language education. In conclusion, storynomics presents a promising approach for enhancing speaking skills in higher education by making learning more engaging, practical, and interactive, ultimately contributing to improved student outcomes in verbal communication.
Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Literasi AI melalui English Fun Camp di SMPN 8 Fatuleu, Kupang-NTT Benu, Naniana N; Norci, Beeh; Snae, Alfred
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2868

Abstract

Kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di daerah masih terkendala keterbatasan sumber daya, minimnya pelatihan guru, dan rendahnya motivasi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 8 Fatuleu Satu Atap, Kabupaten Kupang, NTT, dilaksanakan untuk menjawab tantangan ini melalui dua strategi: English Fun Camp bagi siswa dan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi guru. Menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, siswa dan guru terlibat aktif dalam kegiatan interaktif dan praktis. Fun Camp yang memadukan permainan bahasa, lagu, kuis, dan roleplay terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, kepercayaan diri, serta penguasaan kosakata dan struktur kalimat secara kontekstual. Pelatihan AI membekali guru dengan keterampilan menggunakan teknologi seperti ChatGPT dan Canva AI untuk menyusun RPP, media ajar, asesmen, dan tugas administratif, mempercepat kerja sekaligus memberi alternatif pembelajaran yang adaptif. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Program ini memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah mitra, serta membuka peluang kemitraan berkelanjutan. Integrasi pembelajaran interaktif dan literasi teknologi di sekolah tertinggal, terdepan, dan terluar berpotensi signifikan meningkatkan mutu pendidikan, sehingga direkomendasikan untuk direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa.
Perceived Fairness in English Language Assessment: Insights from EFL Students and Teachers Supartini, Ni Luh; Benu, Naniana; Mahendra, Wayan Eka
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i4.15554

Abstract

This paper examines perceptions of fairness in English language assessment from both students’ and teachers’ perspectives through a descriptive literature review of five recent peer-reviewed studies. The review followed Snyder’s (2019) framework for literature reviews, encompassing the design, selection, analysis, and synthesis phases. Studies were selected based on their focus on fairness in the classroom and large-scale assessments, representation of both student and teacher perspectives, and publication within the last five years in reputable journals. The analysis synthesized findings across dimensions of distributive, procedural, and interactional fairness, as well as the influence of cultural and institutional contexts. The review reveals that students often value traditional assessment methods for their perceived learning support, yet express concerns about bias, transparency, and cultural relevance. Teachers, while generally aware of fairness principles, display variations in assessment literacy and implementation depending on training, experience, and organizational structures. The findings underscore the importance of strengthening Language Assessment Literacy (LAL), promoting culturally responsive assessment practices, and fostering Professional Learning Communities (PLCs) to bridge gaps between teacher and student perceptions. These insights carry practical implications for teacher education, institutional policy, and the design of fairer and more inclusive English language assessments.