Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemanfaatan Rumput Gajah sebagai Sumber Silika untuk Sintesis Zeolit T Soni Setiadji; Ani Sri Wahyuni; Dede Suhendar; Citra Deliana Dewi Sundari; Atthar Luqman Ivansyah
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 4, No 2 (2017): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v4i2.5085

Abstract

Zeolit T merupakan salah satu tipe zeolit yang digunakan sebagai bahan membran untuk pemisahan gas. Penggunaan silika sebagai prekursor untuk mensintesis zeolit perlu dioptimalkan. Dalam studi ini, sumber silika diperoleh dengan memanfaatkan bahan yang alami, yakni dari rumput gajah. Silika diperoleh dengan cara isolasi dari abu rumput gajah menggunakan NaOH. Silika yang diperoleh dari hasil isolasi rumput gajah memiliki persentase sebesar 71,91%. Zeolit T di sintesis dengan komposisi molar 1 SiO2 : 0,025 Al : 0,15 Na2O : 0,15 K2O : 15 H2O : dan 0,06 TMAOH dengan proses hidrotermal selama 4 hari, yaitu 2 hari pertama pada temperatur 60oC, dilanjutkan 2 hari berikutnya pada temperatur 120 oC. Proses inkubasi tersebut mentransformasi silika amorf menjadi kristal zeolit T. Zeolit yang dihasilkan dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X (XRD) untuk mengkonfirmasi terbentuknya zeolit T, spektroskopi inframerah (FTIR) untuk mengkonfirmasi jenis ikatan yang terbentuk dan mikroskop pemindai elektron (SEM) untuk melihat morfologi zeolit T.
SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH SUPAYA BERNILAI EKONOMIS DESA SIMPANGAN KEC. CIKARANG UTARA KAB. BEKASI Panca Priyana, Sigit; Amat Karim; Fachrul Maulana; Gandi P; Dede Suhendar
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan kumpulan berbagai material buangan yang berupa sisa proses dari kegiatan kehidupan manusia. Sebagai suatu produk yang tidak lagi mempunyai nilai ekonomis, namun kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai, artinya bahwa sampah masih terkondisi seperti kondisi diatas, masih menjadikan sumber polusi udara karena baunya, dan polusi air yang dikarenakan penanganan air lindi-nya(leacheate,cairanyangdihasilkandaripemaparanairhujanpadatimbunansampah) kurang bagus sehingga meresap kemana-mana, serta menjadi penyebabterjadinyawabahpenyakit danjugasebagaisalahsatupenyebabterjadinyabanjir. Metode yanag digunakan Pada saat Kegiatan Pengabdian pada Msyarakat yaitu dengan mengubag paradigma masyarakat tentang cara enjaga lingkungan dan cara pengolahan sampah khususnya limbah PET yang bisa diolah kembali supaya bernilai EkonomisPengabdian Kepada Masyarakat(PkM)yangtelahdirencanakandapatberjalandenganbaikmeskipuntidaksepenuhnyasempurna.Masyarakat memperolehbantuantenagadanpikiranuntukmerencanakansertamelaksanakanpembangunandimasyarakatsertamemperolehpengetahuandanmetodebarudibidangilmu,teknologidanseniyangdibutuhkanuntukmerencanakandanmelaksanakan pembangunan. Membentuk sikap mahasiswa lebih dewasa dalammenghadapimasalah. Pengabdian Kepada Masyarakat(PkM)dapatmenggugahmasyarakatterutama dalam bidang pengalamanlangsung dari masyarakat yang tidak diperoleh di bangku kuliah dan masyarakatdapat mengambil ilmu yang dimiliki mahasiswa dalam menambah wawasan sertaketerampilan Kata Kunci: Sosialisasi Sampah, Pengolahan Sampah, Ekonomis, Mesin Cacah Sampah, Teknologi Tepat Guna
Keterkaitan antara Kadar Silikon dan Aluminium dari Kandungan Debu Tanah Hasil Perlakuan Basa atau Asam dalam Kemampuannya Mengadsorpsi Biru Metilen Suhendar, Dede; Agustini, Fresa
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 5 No. 2 (2023): JPPL, September 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v5i2.2047

Abstract

Soil dust is the most difficult object of research to find in applications, even though it is rich in silica, silicate, and aluminosilicate compounds, which are widely known as adsorbents. The physical and chemical characteristics of compounds in which the main framework is the oxides of silicon and aluminum in the material are usually related to their Si/Al mole ratio. This study aims to study the effect of changes in the levels of silicon, aluminum, and related elements in alkaline or acid-treated soil dust (DTBA) in adsorbing methylene blue (MB). The difference in the composition of the elements in DTBA is expressed in terms of the mole ratios of silicon to aluminum, (Si/Al)mole, the ratio of moles of silicon to the number of moles of aluminum and iron, (Si/(Al+Fe))mole, the ratio of moles of silicon to the number of moles of aluminum, iron, and calcium, (Si/(Al+Fe+Ca))mole, and the mole difference of silicon to aluminum, (Si-Al)mole. The quantities in moles were also tested using the levels of these elements: (Si/Al)weight, (Si/(Al+Fe))weight, (Si/(Al+Fe+Ca)weight, and (Si–Al)weight. Through linear and non-linear regression (2nd order polynomial), plotting of the concentration of adsorbed MB to (Si–Al)weight had the highest correlation coefficient (R2 = 0.9767), better than (Si/Al)mole (polynomial 2, R2 = 0.5177), (Si/(Al+Fe))mole (polynomial 2, R2 = 0.7940), and (Si/(Al+Fe+Ca))mole (linear, R2 = 0.7996) or the same based on percentage of weight, (Si/Al)weight (polynomial 2, R2 = 0.9105), (Si/(Al+Fe))weight (polynomial 2, R2 = 0.6649), and (Si/(Al+Fe+Ca))weight = (polynomial 2, R2 = 0.5601). From a number of optimizations, the adsorption of MB on DTBA was close to the Langmuir and Redlich-Peterson isotherm adsorption model, which describes that there was one layer of MB adsorbate on the surface of DTBA. With this result, soil dust resulting from alkaline or acid treatment can adsorb MB on its surface, which is determined most by the difference in the weight of silicon to aluminum.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Supaya Bernilai Ekonomis Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi Suwandi; Karim, Amat; Maulana, Fachrul; Gandi P; Saputra, Alfian Ady; Suhendar, Dede; Andung, Radity; Suharno; Ariyansyah, Riyan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Loddos Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpmp.v3i1.192

Abstract

Sampah merupakan kumpulan berbagai material buangan yang berupa sisa proses dari kegiatan kehidupan manusia. Sebagai suatu produk yang tidak lagi mempunyai nilai ekonomis, namun kenyataannya permasalahan sampah masih tidak kunjung selesai, artinya bahwa sampah masih terkondisi seperti kondisi diatas, masih menjadikan sumber polusi udara karena baunya, dan polusi air yang dikarenakan penanganan air lindi-nya (leacheate, cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah) kurang bagus sehingga meresap kemana-mana, serta menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit dan juga sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir. Metode yanag digunakan Pada saat Kegiatan Pengabdian pada Msyarakat yaitu dengan mengubag paradigma masyarakat tentang cara enjaga lingkungan dan cara pengolahan sampah khususnya limbah PET yang bisa diolah kembali supaya bernilai EkonomisPengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik meskipun tidak sepenuhnya sempurna.Masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk merencanakan serta melaksanakan pembangunan di masyarakat serta memperoleh pengetahuan dan metode baru dibidang ilmu, teknologi dan seni yang dibutuhkan untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Membentuk sikap mahasiswa lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dapat menggugah masyarakat terutama dalam bidang pengalaman langsung dari masyarakat yang tidak diperoleh di bangku kuliah dan masyarakat dapat mengambil ilmu yang dimiliki mahasiswa dalam menambah wawasan serta keterampilan 
HUBUNGAN ANTARA TITIK DIDIH DENGAN PERSENTASE MASSA DARI BEBERAPA LARUTAN MADU ALAMI DAN MADU KOMERSIAL Dede Suhendar; Afifah Tasdiq; Asep Supriadin; Yusuf Rohmatulloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 40 No. 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.3.203-214

Abstract

The traditional society's need for natural honey cannot easily be met with the many alternatives to commercial honey today,but the consistency of traditional methods in determining the authenticity of natural honey has not been scientifically confirmed. Thissimple research aims to study the relationship between the boiling point and mass percentage of some dilute natural honey based onthe basic idea of the colligative properties of the solution and its comparison with some commercial honey samples. Each honeysample (six samples of natural honey and six samples of commercial honey) was diluted with distilled water in various weightpercentages of 2.5–15.0% (w/w), then the boiling points were determined in ambient temperature and pressure. By using polynomialregression of degree 3, it was found that all-natural honey solutions had a pattern of increasing boiling point with increasing weightpercentage, with different curvature patterns approaching linear (R3Lin), logarithmic (R3Log), exponential (R3Exp), and sigmoid(R3Sig) like patterns. The results of the comparison with six commercial honey solutions, there are only two samples that have anincreasing regularity pattern, the rest are like fluctuates and/or has no relationship. Based on these results, the natural honeysolution still has a close consistency with the colligative properties of the concentrated solutions so that it can be recommended as anew method in determining the authenticity of honey that has not undergone further processing, remains simple, easy, and inexpensivefor testing.