Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

FIKIH (FIQH) AIR DAN TANAH DALAM TAHARAH (THAHARAH) MENURUT PERSPEKTIF ILMU KIMIA Dede Suhendar
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia merupakan ilmu alam yang mempelajari sifat-sifat benda dan perubahannya. Karena objek studinya itu, fikih air dan tanah dalam taharah dapat didekati pemahamannya melalui perspektif ilmu kimia. Batasan volume air tergenang dan air mengalir untuk wudhu dipahami agar air tetap bersih dan memberikan efek pembersihan (penyucian) dan sebagai antisipasi penggunaan air yang tercemar. Dalam air yang volumenya lebih banyak memungkinkan air dapat mengencerkan konsentrasi najis dan polutan lainnya, sedangkan dalam air yang mengalir memungkinkan air mendapatkan suplai oksigen lebih banyak dan menambah kemungkinan pelepasan zat-zat volatil berbahaya dari badan air. Analog dengan debu tanah untuk tayamum, debu tanah yang digunakan adalah debu tanah yang bersih karena memiliki daya pembersihan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan kulit, terutama wajah dan tangan. Lebih lanjut, penggunaan tanah dalam penyucian benda yang dijilat anjing menunjukkan makna tanah sesungguhnya berdasarkan representasi kandungan utama tanah itu sendiri, yakni mineral-mineral silika, silikat dan aluminosilikat.
STUDI KARAKTERISTIK SILIKA GEL HASIL SINTESIS DARI ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM KLORIDA Maulana Yusuf; Dede Suhendar; Eko Prabowo Hadisantoso
JURNAL ISTEK Vol 8, No 1 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu ampas tebu merupakan limbah sisa pembakaran ampas tebu, apabila tidak dimanfaatkan dapat mencemari lingkungan sekitar. Kandungan silika yang cukup tinggi pada abu ampas tebu berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan silika gel. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis dan karakterisasi silika gel dari abu ampas tebu menggunakan metode sol−gel. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis silika gel dari abu ampas tebu dan mempelajari karakteristiknya. Penelitian ini diawali dengan pengabuan arang ampas tebu, dilanjutkan dengan pencucian abu ampas tebu dengan larutan asam klorida, dan pembuatan larutan natrium silikat dengan melarutkan abu ampas tebu ke dalam larutan natrium hidroksida dengan pengadukan dan pemanasan selama 1 jam. Filtrat natrium silikat yang terbentuk ditambahkan tetes demi tetes larutan asam klorida dengan variasi konsentrasi asam klorida hingga campuran mencapai pH 7. Gel yang terbentuk didiamkan selama 18 jam, ditambahkan akuades, disaring dan dicuci kembali dengan akuades, serta dikeringkan dalam oven dengan suhu 80 °C selama 12 jam. Gel yang telah kering digerus dengan mortar. Karakterisasi silika gel dilakukan dengan penentuan kadar air total dan kapasitas adsorpsi air. Identifikasi gugus fungsi dan struktur masing-masing diidentifikasi dengan menggunakan spektroskopi infra merah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa karakteristik berdasarkan kadar air total dan kapasitas adsorpsi air pada silika gel hasil sintesis yang paling mirip dengan kiesel gel 60G adalah silika gel hasil sintesis dengan asam klorida pada konsentrasi 0,8M (SG08). Hasil karakteristik menunjukkan bahwa silika gel hasil sintesis tersebut mempunyai kadar air total dan kapasitas adsorpsi air sebesar 11,5490% dan 0,0918 gH2O/g. Hasil karakterisasi gugus fungsi dengan spektroskopi inframerah menunjukkan bahwa silika gel hasil sintesis mempunyai kemiripan dengan kiesel gel 60G dan memiliki struktur amorf.
Penerapan Asas Keterbukaan dalam Pengangkatan Perangkat Desa di Kabupaten Kuningan Guna Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Baik Erga Yuhandra; Suwari Akhmaddhian; Dede Suhendar
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 12 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v12i01.4597

Abstract

Desa memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, termasuk pengangkatan Perangkat Desa. Namun dalam hal pengangkatan Perangkat Desa masih sering mengedepankan prinsip kekeluargaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu pertama, ingin mengetahui pengaturan tentang pengankatan Perangkat Desa, kedua untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana penerapan asas keterbukaan dalam pengangkatan Perangkat Desa di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan pengangkatan Perangkat Desa baik di tingkat pusat maupun daerah sudah di desain sesuai kebutuhan yang ada di masyarakat, kemudian implemtasi penerapan asas keterbukaan dalam pengangkatan Perangkat Desa di Kabupaten Kuningan sejauh ini masih belum dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku disebabkan partisipasi masyarakat yang rendah juga perlu terobosan baru sosialisasi melalui medis sosial.
THE EFFECTIVITY OF THE APPLICATION TECHNICAL PROBING PROMPTING ON STORY PROBLEMS IS REVIEWED FROM MATHEMATICAL CREATIVE THINKING SKILLS TO HIGH SCHOOL STUDENT Dede Suhendar
(JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Vol 3, No 1 (2020): VOLUME 3 NUMBER 1, MARCH 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jiml.v3i1.p1-6

Abstract

This article present the results of research in the form of effectiveness using probing prompting techniques and experimental research methods with desain pre experimental : one-shot case study design by  purposive sampling conducted on class X students in the 2018/2019 academic year on mathematical questions in the form of story problems. While the objectives of this study include exposing the effectiveness of mathematical creative thinking abilities of students using probing promting techniques, obtaining a number of descriptions of students problems in the process of creative thinking in mathematical questions form of story matter. Based on data analysis the results of the study showed that the percentage of students who have good mathematical creative thinking skills is less than 60%, so the probing prompting technique is not effective in terms of mathematical creative thinking abilities students.
HUBUNGAN ANTARA TITIK DIDIH DENGAN PERSENTASE MASSA DARI BEBERAPA LARUTAN MADU ALAMI DAN MADU KOMERSIAL Dede Suhendar; Afifah Tasdiq; Asep Supriadin; Yusuf Rohmatulloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.3.203-214

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan madu alami tidak dengan mudah dapat terpenuhi dengan banyaknya alternatif madu komersial saat ini, namun konsistensi metode tradisional dalam menentukan keaslian madu alami belum terbukti secara ilmiah. Penelitian sederhana ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara titik didih dan persentase massa larutan madu alami berdasarkan ide dasar sifat koligatif larutan dan perbandingannya dengan beberapa sampel madu komersial. Masing-masing sampel madu (enam sampel madu alami dan enam sampel madu komersial) diencerkan dengan akuades dalam variasi konsentrasi 2,5–15,0% (b/b), kemudian ditentukan titik didihnya. Dengan menggunakan regresi polinomial derajat 3, didapatkan bahwa semua larutan madu alami memiliki pola kenaikan titik didih seiring dengan kenaikan persentase berat madu dalam larutannya, dengan perbedaan pola kelengkungan yang mendekati pola linier (R3Lin), logaritmik (R3Log), eksponensial (R3Exp), atau sigmoid (R3Sig). Hasil perbandingannya dengan enam larutan madu komersial, terdapat hanya dua sampel yang memiliki keteraturan pola naik, sisanya fluktuatif dan/atau tak memiliki hubungan apapun. Berdasarkan hasil tersebut, larutan madu alami masih memiliki kedekatan konsistensi dengan sifat koligatif yang berlaku pada larutan-larutan berkonsentrasi tinggi sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode baru dalam penentuan keaslian madu yang belum mengalami pengolahan lebih lanjut, tetap sederhana, mudah, dan murah untuk pengujian.
HUBUNGAN ANTARA TITIK DIDIH DENGAN PERSENTASE MASSA DARI BEBERAPA LARUTAN MADU ALAMI DAN MADU KOMERSIAL Dede Suhendar; Afifah Tasdiq; Asep Supriadin; Yusuf Rohmatulloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.3.203-214

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan madu alami tidak dengan mudah dapat terpenuhi dengan banyaknya alternatif madu komersial saat ini, namun konsistensi metode tradisional dalam menentukan keaslian madu alami belum terbukti secara ilmiah. Penelitian sederhana ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara titik didih dan persentase massa larutan madu alami berdasarkan ide dasar sifat koligatif larutan dan perbandingannya dengan beberapa sampel madu komersial. Masing-masing sampel madu (enam sampel madu alami dan enam sampel madu komersial) diencerkan dengan akuades dalam variasi konsentrasi 2,5–15,0% (b/b), kemudian ditentukan titik didihnya. Dengan menggunakan regresi polinomial derajat 3, didapatkan bahwa semua larutan madu alami memiliki pola kenaikan titik didih seiring dengan kenaikan persentase berat madu dalam larutannya, dengan perbedaan pola kelengkungan yang mendekati pola linier (R3Lin), logaritmik (R3Log), eksponensial (R3Exp), atau sigmoid (R3Sig). Hasil perbandingannya dengan enam larutan madu komersial, terdapat hanya dua sampel yang memiliki keteraturan pola naik, sisanya fluktuatif dan/atau tak memiliki hubungan apapun. Berdasarkan hasil tersebut, larutan madu alami masih memiliki kedekatan konsistensi dengan sifat koligatif yang berlaku pada larutan-larutan berkonsentrasi tinggi sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode baru dalam penentuan keaslian madu yang belum mengalami pengolahan lebih lanjut, tetap sederhana, mudah, dan murah untuk pengujian.
IMPLEMENTASI METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES (SMED) SEDERHANA UNTUK MEREDUKSI PROSES SETUP CLEAN UP DI LINE MESIN COATING SALUT GULA Rifael Satrio Adinugroho; Dian Adriani; Tyara Rossalina; Dede Suhendar
Journal Prima Health Science Vol 1 No 3 (2020): Mei
Publisher : LPPM STIKes Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The setup clean-up process needs much work time, and this is not good news for a pharmaceuatical company.It will extend downtime, resulting in delays in the production area. Companies must be able to fix thisproblem by minimizing clean-up setup time and process time. The purpose of this study is to minimize thesetup clean up time at the sugar-coated coating line machine using the SMED (Single Minute of ExchangeDies) approach. The research method used is time study and then doing some classification, conversion, andsimplification of this process. The result is that the setup clean up time has dropped significantly at theaverage by 28%. A more concise and efficient process will have a positive effect on the production processlead-time. In addition to these positive results, companies will get benefit from getting new workflows thatare leaner. Of course, this process needs to be validated in order to get excellent and consistent final results
Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Maintaining Environmental Cleanliness by Reducing Plastic Waste Finna Fitriyani Soleha; Diah Kusumawardani; Dede Suhendar; Husnul Qodim; Yulianti Yulianti
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.969 KB)

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet SAW. about cleanliness. This research method is qualitative through the approach of takhrij and sharah hadith with chemical analysis. The result and discussion of this research are to maintain environmental cleanliness by reducing plastic waste so that it can reduce the occurrence of environmental pollution. This research concludes that keeping the environment clean is highly recommended by the Prophet SAW. based on takhrij and sharah hadith. This study recommends developing efforts to maintain environmental cleanliness by reducing plastic waste.
Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Content and Properties of Zam-zam water Ihsan Ramadhan; Nurlia Putri Darani; Dede Suhendar; R Yuli Ahmad Hambali; Muhtar Solihin
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.058 KB)

Abstract

This study aims to discuss the hadith of the Prophet Muhammad SAW. about benefits of zam-zam water. Qualitative research method uses the takhrij and syarah hadith approaches with chemical analysis. The results and discussion of this research is the hadith regarding the properties of zam-zam water, besides that there are also ingredients that can affect its properties. From this research is a authentic hadith and it can be proven the truth of the hadith, that zam-zam water is able to treat various types of diseases.
Pembentukan Komposit Zeolit X - Bayerit dari Perlakuan Abu Sekam Padi dan Aluminium Kemasan Produk Pangan dalam Larutan NaOH Teknis pada Suhu Ruangan Dede Suhendar; Luthpiansyah; Budy Frasetya Taufik Qurrohman; Yusuf Rohmatulloh
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 5 No. 1 (2023): JPPL, Maret 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v5i1.1770

Abstract

Various research efforts have been carried out to obtain efficient zeolite synthesis methods, including the use of waste as the main ingredient or carried out at room temperature. One type of zeolite that has been synthesized at room temperature is zeolite X (ZX) within a minimum of 28 days using synthetic chemicals. The purpose of this study is to explore how ZX can be formed from waste materials and NaOH technical grade solution (TGS) at room temperature for 40 days without stirring treatments. The waste materials are rice husk ash from the traditional red brick industry, aluminum beverage cans, and food packaging aluminum waste. The materials were homogeneously mixed with the NaOH TGS in such a way as to produce a mixture with a mole ratio of 7.23Na2O : 0.26Al2O3 : 1SiO2 : 280H2O, with mole ratios of Na2O/H2O and Al2O3/SiO2 that were 30% higher than the literature for ZX synthesis, respectively. The results of characterization showed that the treatment yield was ZX along with the presence of the bayerite phase, which had been formed since the 20-day observation period. The use of excess Na2O/H2O and Al2O3/SiO2 mole ratios in this study impacts the formation of bayerite first and the ability of dissolved silica to condense, thus slowing the crystallization of ZX. The result of this study led to the new finding that zeolite-bayerite composite can be synthesized directly in a simple, inexpensive, and environmentally friendly manner, where the composite materials have been reported as catalysts and adsorbents.