Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DI BAGIAN PENGAPALAN SITE PAKAL PT. ANEKA TAMBANG TBK. UBPN MALUKU UTARA Bawang, Jeferson; Kawatu, Paul A. T.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada  proses pengapalan yang di lakukan oleh salah satu kontraktor PT. Aneka Tambang yaitu PT. Tunas Putra Pembangunan Sejahtera yang baru memasuki 8 bulan sudah terjadi 3 kejadian kecelakaan. Dalam melakukan pengendalian kecelakaan harus dengan menggunakan metode yang baik pula. Salah satu metode yang selalu di gunakan untuk menganalisis hingga penanganan suatu bahaya adalah dengan metode Job Safety Analysis (JSA), dimana metode ini paling tepat untuk dipakai sehinga para pekerja dapat terhindar dari kecelakaan.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi bahaya pada Tahap proses treaming ore di eto buli, Tahap transfer material di jalan hauling menuju tongkang dan Tahap  penataan material di tongkang. Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan mewawancari paada 5 informan yang terdiri dari manager, supervisor, forman, operator excavator dan operator dumptruck. Data di sajikan Dalam  bentuk tulisan atau kalimat berdasarkan JSA, wawancara mendalam, observasi, rekaman, catatan dan dokumentasi.  Hasil: Bahaya yang terdapat pada tahap proses treaming ore di eto buli yaitu tertimpa, terjepit, tersengat listrik dan bising. Jeni-jenis bahaya yang terdapat pada tabrakan, unit tersandung batu, unit tergelincir, unit terjatuh batu, unit menabrak tanggul, dan Rump door patah. Jenis bahaya yang terdapat pada Tahap  penataan material di tongkang pekerja tersengat listrik, kebisingan, dan unit tergelincir dari tumpukan ore. Saran: Saran yang diberikan adalah pengawasan terhadap proses kerja harus lebih di tingkatkan agar pekerja tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang telah diberikan seperti mematuhi rambu tanda kecepatan kendaraan. Kata Kunci: Jenis- jenis bahaya, Tahap proses treaming ore di eto buli, Tahap transfer material di jalan hauling menuju tongkang, Tahap  penataan material di tongkang  ABSTRACTIntroduction: In the process of shipment done by one of its contractors, PT Aneka Tambang, PT Putra Shoots i.e. the construction of well-being entering 8 months already happened 3 accident. In controlling the accident should be using anyway. One of the methods that are always in use to analyze up to handling a danger is with the method of Job Safety Analysis (JSA), where this method is most appropriate to be used so the workers can avoid accidents. The purpose of this research was to analyze the potential danger at this stage of the process of treaming ore in eto Cruse, phase transfer of material on the road toward haulingbarges and the Setup Stage material on barges. Research methods: research methods that are in use in this research is the kind of qualitative research with mewawancari as 5 informants consisting of managers, supervisors, forman, the operator and excavator operators dumptruck. The data presented in the form of writings or sentences based on JSA, deep interviews, observation, recording, records and documentation. Results: there were dangers at this stage of the process in ore treaming eto bottle that is overwritten, squeezed, stung by electricity and noisy. Kind-the kind of danger that is present on the collision, the unit tripped over a rock unit, and slipped, falling over the rocks, the unit hit a levee, and the Rump of the door broken. The types of hazards that are present in the stage of structuring material on a barge worker stung, noise, and power unit derailed from a pile of ore. Suggestion: the advice given is the supervision of interns should be more on the increase so that workers do not do things that deviate from the provisions that have been given as obey the sign of the speed of the vehicle. Keywords: Kind of dangers, the stage of the process in ore treaming eto Cruse, phase transfer of material on the road toward hauling barges, the Setup Phase material on a barge
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK UMUR 13 – 36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Anwa, Tommy; Malonda, Nancy S. H.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia anak-anak di bawah umur 5 tahun yang merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemberian ASI pada bayi dapat menstimulasi tumbuh kembang dan emosional dalam berinteraksi dengan sesama, tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor nutrisi, salah satunya yaitu pemberian ASI eksklusif yang diberikan sampai usia 6 bulan, ASI merupakan makanan yang ideal untuk bayi baik di tinjau dari segi fisik maupun psikis. Data riskesdas tahun 2013 menunjukkan cakupan ASI di Indonesia sebesar 42%. Data status gizi balita di Indonesia menurut indikator BB/U adalah 19,6%, indikator TB/U sebesar 37,2%, indikator BB/TB sebesar 5,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi anak umur 13-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilakukan selama bulan Januari sampai Maret tahun 2016 pada anak umur 13-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Populasi penelitian ini berjumlah 200 anak, data yang dikumpulkan menggunakan metode wawancara dan pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan). Analisis data yang digunakan adalah Fisher Exact Test. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pemberian ASI Eksklusif sebanyak 77,5%. Status gizi indikator BB/U sebanyak 42,5% gizi baik dan 57,5% gizi kurang. Status gizi indikator TB/U sebanyak 71,5% normal dan 28,5% pendek. Status gizi indikator BB/TB sebanyak 56,5% normal dan 43,5% kurus. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi indikator BB/U dengan nilai ρ sebesar 0,000, status gizi indikator TB/U dengan nilai ρ sebesar 0,000, status gizi indikator BB/TB dengan nilai ρ sebesar 0,007, pada anak umur 13-36 bulan diwilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa UtaraKata kunci: ASI Eksklusif, Status gizi, anak umur 13-36 bulanABSTRACTDietary malnutrition is one of the major nutritional problems in children in Indonesia under the age of 5 who is one of the nutritional groups that needs special attention. Breastfeeding in infants can stimulate growth and emotionally in interacting with others, growing childbirth is influenced by nutritional factors, one of which is the exclusive breastfeeding given up to 6 months of age, breast milk is the ideal food for a baby in physical examination nor psychic. Data risk 2013 shows that breastfeeding coverage in Indonesia is 42%. Child nutrition status data in Indonesia according to BB / U indicator is 19.6%, TB / U indicators is 37.2%, BB / TB indicator is 5.3%. The purpose of this study was to determine the relationship between Exclusive Breastfeeding and nutrition status of children aged 13-36 months in the working area of Wori Public Health District of Minahasa Utara. Method used in this study is an observational analysis with cross sectional approach, this study was conducted during January to March 2016 in children aged 13-36 months in the working area of Wori Public Health District of Minahasa Utara. The population of this study was 200 toddler, data collected using interview and anthropometric measurements (height and weight). Data analysis used Exact Fisher Exam. Results of this study were exclusive breastfeeding 77.5%. Nutritional status of BB / U indicators is 42.5% good nutrition and 57.5% less nutrition. The nutritional status of TB / U indicators is 71.5% normal and 28.5% short. The nutritional status of BB / TB indicators is 56.5% normal and 43.5% thin. Conclusions found in this study were the correlation between nutritional status of BB / U indicator with ρ value of 0,000, nutritional status of TB / U indicator with ρ value of 0,000, nutritional status of BB / TB indicator with ρ value of 0.007, in children aged 13-36 months in working area of Puskesmas Wori, District of Minahasa Utara.Keywords: Exclusive breastfeeding, nutritional status, children aged 13-36 months
GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONGKAINA TAHUN 2018 Roat, Charly; Barens, Woodford B. S.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya kesehatan lingkungan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi dan sosial yang memungkinkan setiap masyaraka tmencapai derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Lingkungan sehat mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Sanitasi dasar merupakan syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap masyarakat untuk memenuhi keperluan sehari - hari. Ruang lingkup sanitasi dasar yakni sarana penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah. Tujuan Penelitian ini adalah gambaran kesehatan lingkungan sekolah diwilayah kerja Puskesmas Tongkaina tahun 2018. Penelitian ini yaitu observasional deskriptif yang dilakukan pada bulan Oktober – November tahun 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Tongkaina total populasi berjumlah 8 Sekolah. Kesehatan lingkungan sekolah dinilai menggunakan formulir inspeksi kesehatan lingkungan sekolah melalui observasi langsung dengan pengukuran berdasarkan total nilai dari 38 pertanyaan dalam kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan apakah kesehatan lingkungan sekolah memenuhi syarat atau tidak. Terdapat 7 sekolah (87,5%) di wilayah kerja puskesmas Tongkaina yang tidak memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah skor <70% dari 5 indikator dan termasuk kriteria utama minimal. Sedangkan hanya 1 sekolah (12,5%) yang memenuhi syarat kesehatan dari 5 indikator dengan jumlah skor ≥70% dan merupakan kriteria utama minimal.  ABSTRACT Environmental health efforts are one of the methods taken to realize the quality of a healthy, physical, chemical, biological and social environment that enables each community to achieve the highest degree of health. A healthy environment includes residential environments, workplaces, recreational areas, and public places and facilities. Basic sanitation is a minimum environmental health requirement that must be owned by every community to meet daily needs. The scope of basic sanitation is the provision of clean water, family toilet facilities, waste disposal facilities, and waste water disposal facilities. The purpose of this study is to describe the health of the school environment in the working area of Tongkaina Health Center in 2018. This study was observational descriptive conducted in October - November in 2018 in the Tongkaina Health Center Working Area with a total population of 8 Schools. School environmental health was assessed using the school environment health inspection form through direct observation with measurements based on the total value of 38 questions in the questionnaire. Data were analyzed descriptively to determine whether the health of the school environment fulfilled the requirements or not. There were 7 schools (87.5%) in the working area of Tongkaina health center that did not meet health requirements with a score of <70% of the 5 indicators and included the main criteria at a minimum. Whereas only 1 school (12.5%) fulfills the health requirements of the 5 indicators with a score of ≥70% and is the minimum main criteria.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH SULAWESI UTARA, SULAWESI TENGAH DAN GORONTALO Mudjimu, Pamela; Kawatu, Paul A. T.; Kaunang, Wulan P. J.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi perusahaan, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, implementasi, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka mengendalikan risiko yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja agar dapat tercipta tempat kerja yang aman, efesien dan produktif. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo dengan menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 5 orang informan. Dari hasil penelitian di PT. PLN (Persero) UIW Suluttenggo, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo telah berjalan dengan baik sesuai dengan PP RI No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci : Penerapan SMK3, SMK3 ABSTRACTThe Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) is part of the management system covering the organizational structure of the company, planning, responsibility, implementation, achievement, assessment and maintenance of Occupational safety and health policy with the purpose of risk control relating to work activities in the workplace in order to create a safe, efficient and productive workplace. This research aims to analyse the implementation of Occupational Safety and Health Management System in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit with the used of qualitative methods included 5 people as the informants. Based on the results of the research in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit, it was found that the implementation of occupational safety and health in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit has been well-established in accordance with Rep. of Indonesia Government Ordinance Number 50 year 2012 on implementing occupational safety and health management system. Keywords : Implementation of OSHMS, OSHMS
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Mongdong, Stinky Renaldo; Kawatu, Paul A. T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit memiliki potensi bahaya yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Potensi bahaya yang begitu banyak, mengharuskan rumah sakit menerapkan upaya kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS). K3RS bertujuan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS) di RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan November 2019. Hasil penelitian menunjukan program pelayanan kesehatan kerja yang telah terlaksana namun belum optimal berjumlah 9 program sedangkan yang belum terlaksana berjumlah 1 program. Program pelayanan keselamatan kerja yang terlaksana dengan baik berjumlah 1 program, yang terlaksana namun belum optimal berjumlah 8 program dan 1 program yang belum terlaksana. Kesimpulan yang didapat pelaksanaan program K3RS sudah berjalan namun belum maksimal. Saran yaitu perlu menambah tenaga kerja yang berkompeten di bidang ergonomi dan K3RS, perlu dilakukan sosialisasi tentang K3RS, dan perlu menambah sarana prasarana tanggap darurat. Kata kunci: Pelaksanaan Program K3RS ABSTRACTHospitals have potential hazards caused by physical, chemical, biological, ergonomic, and psychosocial factors. The potential hazards are so numerous, requiring hospitals to implement hospital health and safety efforts (K3RS). K3RS aims to guarantee and protect the safety and health of hospital human resources, patients, patient companions, visitors, and the hospital environment through efforts to prevent occupational accidents and illnesses caused by work in hospitals. This type of research is qualitative to illustrate the implementation of a hospital's occupational health and safety program (K3RS) at Maria Walanda Maramis Regional Hospital in North Minahasa Regency. When the study was conducted in May to November 2019. The results showed that the work health service program that has been implemented but not yet optimal amounted to 9 programs while those that have not been implemented totaled 1 program. Work safety service programs that have been implemented well amount to 1 program, which have been implemented but not yet optimally, amounting to 8 programs and 1 program that has yet to be implemented. The conclusions obtained from the implementation of the K3RS program are already running but not yet maximally. Suggestions are that it is necessary to add competent workforce in the field of ergonomics and K3RS, socialization of K3RS needs to be done, and need to increase the infrastructure of emergency response infrastructure. Keywords: Implementation of Hospital Health and Safety Program
PENGETAHUAN,SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MINAHASA UTARA TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF Ratag, Budi T.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif menjadi salah satu faktor yang berkontribusi penting dalam pertumbuhan anak dimana ASI sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak.World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif sampai dengan 6 bulan. Secara nasional berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, dilaporkan bahwa cakupan pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sulawesi Utara tergolong rendah (26,3%) dan berada di bawah angka rata-rata nasional (55,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara tentang pemberian ASI Eksklusif serta menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dengan tindakan terkait pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei/observasional analitik dengan desain studi potong lintang (cross-sectional study) dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara selama bulan Mei-November 2017. Populasi pada penelitian ini adalah para Ibu dari anak balita usia 7 – 24 bulan. Sampel berjumlah 103 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan Uji Chi square (CI=95%; α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 54,4% responden yang berpengetahuan baik, 45,6% responden yang memiliki sikap baik serta 32% responden memberikan ASI Eksklusif pada anak balita dari umur 0-6 bulan. Nilai probabilitas untuk analisis bivariat dari variabel pengetahuan dan sikap dengan tindakan ASI Eksklusif berturut-turut sebesar 0.018 dan 0.851. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pemberian ASI Eksklusif responden.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, ASI EksklusifABSTRACTExclusive breastfeeding is one of the important factors contributing to children’s growth of which it is very beneficial for fulfillment of the need of children’s nutrition. World Health Organization has recommended exclusive breastfeeding until 6 month of age. Nationally, as based on the data of Indonesia Health Profile in 2015, it was reported that the realization of exclusive breastfeeding program in North Sulawesi Province was low (26.3%) and below national average (55.7%). This objectives of this research were to have description of knowledge, attitude and practices on exclusive breastfeeding of the community in the area of North Minahasa Regency and to find out the relationship of knowledge and attitude with the practices of exclusive breastfeeding. The type of this study is a quantitative and observational-analytic study with a cross-sectional study design which was carried out in the area of Wori Puskesmas (Community Health Center) of North Minahasa Regency in May to November 2017. The population was the mothers of the children aged 7-24 months and the number of samples was 103 respondents. Data collection was done using questionnaire and data analysis was performed using Chi Square Test (CI=95%, α=5%). The results showed that there were 54.4% respondents with good knowledge, 45.6% with good attitude and 32% of them practicing exclusive breastfeeding to Children Under Five aged 0-6 months. The probability value for bivariate analysis for knowledge and attitude with practices of exclusive breastfeeding were 0.018 and 0.851, respectively. In conclusion, there was a relationship between knowledge and practices and there was no relationship between attitude and practices among the respondents.Keywords: Knowledge, Attitude, Practices, Exclusive Breastfeeding
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG L, Tisa V.; Kawatu, Paul A. T.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja banyak dialami oleh tenaga kerja. Salah satu faktor yang menyebabkan tenaga kerja cenderung mengalami stres kerja yaitu beban kerja yang berlebih. Tingkat pembebanan yang terlalu tinggi dialami oleh pekerja memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya overstres. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bitung. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2017 dan teknik pengambilan sampel menggunakan rancangan cross-sectional study, dan mengambil sampel berjumlah 89 perawat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitasnya. Uji hubungan dengan Spearman a= 0,05.perawat yang mengalami sangat stres 55 ( 61,8%), perawat mengalami beban kerja sedang 71 (79,8%) dan perawat mengalami cukup puas 44 (49,4%). Terdapat hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada perawat di Rumah sakit Umum Daerah Bitung dengan nilai p value 0,000 dan terdapat hubungan kepuasan kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bitunng dengan Nilai p value 0,011.Kata Kunci: Beban Kerja, Kepuasan Kerja, Stres Kerja.ABSTRACTWorkplace stress is experienced by many workers. One factor that cause workers tend to experience work related stress is excessive workload. Excessive work load experienced by workers require excessive use of energy that can result overstress. The purpose of this study was to understand the relationship of workload and job satisfaction to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital. This study used analytic survey method with cross sectional study design conducted from January until June 2017. Sampling was done using cross-sectional study design, and 89 nurses were selected as sample. The data were collected with questionnaire that had been tested for its validity. Correlation test was carried out with Spearman test at α = 0.05. The study revealed that 55 (61,8%), nurses suffering stress at work, 71 (79,8%) nurse experiencing moderate workload and 44 (49,4%). nurses with job dissatisfaction. There was correlation of work load to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital (p = 0.000) and there was correlation of job satisfaction to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital (p = 0.011).Keywords: Workload, job satisfaction, work stress.
Hubungan antara Beban Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Produktivitas Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon Pantow, Stivani S.; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A. T.
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i2.26548

Abstract

Abstract: Basically, productivity is influenced by three factors namely workload, work capacity, and additional burden due to work environment. Workload is usually associated with physical, mental, and social burdens. General Hospital Bethesda GMIM Tomohon provides services to patients with 123 nurses divided into several rooms. This study was aimed to determine the relationship between workload and work fatigue and work productivity of nurses in the Inpatient Room of the General Hospital Bethesda GMIM Tomohon. This was an observational analytical study using a cross sectional design. The sampling technique used Slovin formula and obtained 56 nurses as respondents. Data were analyzed by using the chi square test. The results showed that the relationship between workload and work productivity obtained a p-value of 0.001 (α=0.05), meanwhile the relationship between work fatigue and work productivity had a p-value of 0.001 (α=0.05). In conclusion, there was a significant relationship between workload and work productivity as well as between work fatigue and work productivity among the nurses of the Inpatient Room of Bethesda General Hospital, GMIM Tomohon.Keywords: work productivity, work fatigue, workload Abstrak: Pada dasarnya produktivitas dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu beban kerja, kapasitas kerja, dan beban tambahan akibat lingkungan kerja. Beban kerja biasanya berhubungan dengan beban fisik, mental maupun sosial yang memengaruhi tenaga kerja. RSU Bethesda GMIM Tomohon memberikan pelayanan pada pasien dengan jumlah perawat 123 orang yang dibagi dalam beberapa ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSU Bethesda GMIM Tomohon. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sebanyak 56 perawat sebagai responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil pengujian terhadap hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja mendapatkan nilai p=0,001 (α=0,05). Hasil pengujian terhadap hubungan antara kelelahan kerja dengan produk-tivitas kerja mendapatkan nilai p=0,001 (α=0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSU Bethesda GMIM Tomohon.Kata kunci: produktivitas kerja, kelelahan kerja, beban kerja
GAMBARAN KELUHAN NYERI PUNGGNUNG PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA MANADO Waworuntu, Zakaria; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung adalah gangguan yang diakibatkan dari posisi tubuh yang salah dalam bekerja sehingga terjadi rasa nyeri pada daerah tulang belakang bagian punggung. Peregangan otot dan bertambahnya usia menjadi penyebab terjadinya nyeri, dan kurangnya olahraga juga menjadi salah satu penyebab terjadinya nyeri di bagian punggung. Berdasarkan hasil dari penelitian awal dan wawancara, 8 sampai 10 pengendara ojek online mengalami keluhan nyeri punggung. Untuk itu penelitian keluhan nyeri punggung belum pernah dilakukan penelitian. Sehinga peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian ini dengan judul gambaran keluhan nyeri punggung  pada pengendara ojek online  di Kota Manado.  Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Variabel yang diteliti yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online. Instrumen  yang di gunakan yaitu kuesioner, alat tulis menulis dan kamera. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang memiliki kuluhan nyeri punggung dengan tingkat keluhan nyeri punggung sering dengan jumlah 56 reponden (56%). Sedangkan responden yang memiliki keluhan nyeri punggung jarang 44 responden (44%). Dalam penelitian ini yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online terdapat sering mengalami keluhan nyeri Punggung.                 Kata Kunci: Keluhan Nyeri Pada Ojek Online ABSTRACTBack pain is a disorder resulting from an incorrect body position in work so the pain on the back of the spine area. Stretching the muscles and increasing age causes the onset of pain, and a lack of exercise is also one of the causes of the occurrence of pain in the back. Based on the results of the initial research and interviews, 8 to 10 online taxi riders experience a complaints of back pain. To that complaint back pain research has not been done the research. For researchers interested in lifting the study entitled an overview of complaints of back pain on motorists taxi online at Manado. Type of this research is descriptive research. The number of samples as many as 100 respondents. The variables examined, i.e. complaints of back pain on motorists taxi online. Instruments in use i.e. questionnaires, stationery writing and camera. This research showed that the majority of respondents who have a kuluhan back pain with frequent back pain complaint levels with a total of 56 reponden (56%). While respondents who have complaints of back pain rarely 44 respondents (44%). In this study i.e. back pain complaints on taxi riders there are online often have complaints of back pain. Keywords: Pain Complaints On Taxi Online
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN ASUPAN KALORI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI KELURAHAN POSOKAN KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Masengi, Mega E. P; Kawatu, Paul A. T.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu masalah kesehatan yang umum dijumpai dikalangan tenaga kerja. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh beban kerja dan asupan kalori. Setiap pekerja dapat bekerja sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri, untuk itu diperlukan penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Asupan kalori bagi pekerja ditujukan untuk mengupayakan daya kerja yang optimal sesuai dengan beban kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 nelayan. Jumlah sampel yaitu 35 nelayan yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Insturmen yang digunakan yaitu Alat Reaction timer, kuesioner dan alat peraga food model. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dan univariat dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian berdasarkan uji spearman rank diperoleh hasil tingkat kelelahan kerja kategori ringan sebanyak 22.9%, tingkat kelelahan kerja kategori sedang sebanyak 42.9% dan tingkat kelelahan kerja kategori berat sebanyak 34.3%. beban kerja kategori sedang sebanyak 34.3% dan beban kerja kategori berat sebanyak 65.7%. Asupan kalori kategori cukup sebanyak 40% dan asupan kalori kategori kurang sebanyak 60%. Hasil uji didapatkan p=0,004 dan r=0,475 untuk kelelahan kerja dan beban kerja sedangkan p=0,001 dan r=-0,536 untuk kelelahan kerja dan asupan kalori. Kesimpulan terdapat hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja, terdapat hubungan antara asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Kata Kunci : Kelelahan kerja, Beban kerja, Asupan kalori, NelayanABSTRACTWork fatique is a health problem that commonly encountered among workers. Work fatique becomes on of the biggest factor that caused work accident. Work fatique can be influenced by workload and calorie intake.every workers can work safe without putting them self in danger,so it takes compabitibillity between work capacity,workload and work enviroment. Calorie intake can affect availabillity of someones’s energy. Calorie intake for workers is intended for optimum work force according to their work load. This research aims to find out the relationship between Workload and calorie Intake with Work exaushtion on Fisherman at Posokan,Sub district Lembeh Utara,Bitung city,North Sulawesi.This research uses study aproach cross sectional. This research was conducted on June-October 2018. The total population of this research is 111 fishermen,total sample is 35 fishermen who meets the criteria inclusion and excluson. Instruments that was use in this research are Rection Timer,Questionarre, and Food Models. Analysis that was use in this reearch are Univariat and Bivariat by using Spearman Rank.The result of this research recording to Spearman Rank,obtained the result of work exaushtion level, light category 22.9%,level of work exaushtion middle level 42.9%, and work exaushtion level high is 34.3%. Workload middle category 34.3% and workload heavy category is 65.7%. Enaugh calorie intake 40% and less calorie intake is 60%. The results are obtained p=0,001 and r=-0,536 for work exaushtion and calorie intake.The conclusion are,there is a relationship between workload with work fatique and relationship between calorie intake with work fataque on fishermen in Posokan, North Lembeh,Bitung city.Keywords: Workfatique, Workload, Calorie intake, Fishermen
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang