Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SKILLEDLABOUR DI PT. VORSPANN SYSTEM LOSINGER (VSL) JAYA INDONESIA Emeralda, Gita K.; Kawatu, Paul A. T.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi merupakan bidang pekerjaan yang harus dikerjakan secara berkesinambungan hingga proyek yang dikerjakan selesai. Hal ini mengakibatkan peringkat tertinggi dalam pekerjaan paling membahayakan di dunia adalah sektor konstruksi. Tuntutan pekerjaan yang melebihi batas wajar dari kapasitas seorang pekerja tentu akan mengakibatkan gangguan mental atau beban kerja mental. Gangguan mental juga dapat menyebabkan seseorang merasa lelah yang berat dan berisiko dapat mengakibatkan depresi yang merupakan penyakit kedua yang dapat membunuh setelah penyakit jantung apabila tidak ditangani dengan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada skilled labour di PT. Vorspann System (VSL) Jaya Indonesia. Jenis penelitian penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan studi observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti ialah skilled labour di PT. VSL Jaya Indonesia yang berjumlah 35 pekerja dengan sampel yang diteliti yakni 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data yang digunakan merupakan analisis univariat dan analisis bivariat yang diolah melalui uji statistik Chi-Square serta uji alternatifnya yakni uji Fisher’s Exact, tingkat signifikan 95% (α=0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 91,4% responden memiliki beban kerja mental di tingkat sedang cenderung berat, serta ada sebanyak 25,7% respondenmengalami kelelahan kerja di tingkat sedang cenderung lelah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel beban kerja mental tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja yang diteliti dalam penelitian ini (p-value = 1,000). Namun variabel beban kerja dalam penelitian ini merupakan faktor protektif terhadap kelelahan kerja (PR = 0,750). Disarankan kepada para skilled labour agar dapat menyampaikan bebannya kepada pihak bertanggungjawab sehingga dapat mencari solusi bersama. Kata Kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, skilled labour, konstruksi. ABSTRACT The construction sector is a field of work that must be carried out continuously and until the project is completed. This has resulted in the construction sector being first ranked in the world's most dangerous jobs. Job demands that exceed the reasonable limits of a worker's capacity will certainly result in mental disorders or mental workloads. Mental disorders can also be the cause of feeling tired and at risk of causing depression which is the second disease that can kill after heart disease if not treated immediately. The purpose of this study was to analyze the relationship between mental workload and work fatigue in skilled labor at Vorspann System (VSL) Jaya Indonesia Company. This research using a quantitative research with an analytical observational study and a cross-sectional approach. The population researched is skilled labor at VSL Jaya Indonesia Company, totaling 35 workers with the sample studied 35 respondents, with total sampling as the sampling technique used. Univariate analysis and bivariate analysis was the data analysis used which is processed through Chi-Square statistical test and the alternative test is Fisher's Exact test, with 95% significant level (α=0.05). The results of this study indicate that 91.4% of respondents have a mental workload at a moderate level which tends to be heavy, and there are as many as 25.7% of respondents who experience work fatigue at a moderate level tend to be tired. The results also shows that the mental workload variable has no relationshipwith work fatigue in this research (p-value = 1,000). However, the workload variable in this study is a protective factor against work fatigue (PR = 0.750). It is recommended that skilled labors be able to convey their burdensto the responsible parties so that they can find solutions together. Keywords: mental workload, work fatigue, skilled labour, construction
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Nelayan di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud Marasut, Junaldi; Kawatu, Paul A. T.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan ikan komersial tetap menjadi salah satu pekerjaan paling beresiko di dunia. Nelayan dapat menghadapi banyak masalah kesehatan dan keselamatan. Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain variabel perilaku, pengetahuan, sikap, pendidikan, pengalaman kerja, dan usia. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap nelayan tentang K3 di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud, jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, dengan populasi 51 orang dengan sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dari penelitian ini merumuskan bahwa nelayan yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 46,7% dan nelayan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 53,3%. Nelayan yang mempunyai sikap baik jumlahnya 20% dan yang mempunyai sikap cukup baik 80%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja ringan seperti terpeleset saat bekerja sebanyak 97,7%, terjatuh dari kapal sebanyak 26,7%, kehabisan bahan bakar 73,3%, tergores saat bekerja 100%, mengalami tabrakan dengan kapal lain sebanyak 6,7%, kebocoran air di lambung kapal sebanyak 56,7%, kehabisan bahan makanan sebanyak 56,7% dan tersangkut jaring ikan sebanyak 33,3%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja sedang seperti hanyut sebanyak 53,3%, mengalami kapal karam 43,3%, mati mesin di tengah laut sebanyak 90%, mengalami luka bakar sebanyak 13,3% terkena ledakan 3,3% dan menghadapi angin topan sebanyak 90%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja berat seperti patah tulang sebanyak 10%. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Nelayan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja ABCTRACTCommercial fishing remains one of the most risky occupations in the world. Fishers can face many health and safety problems. Occupational safety and health in the workplace is influenced by various factors, including behavioral variables, knowledge, attitudes, education, work experience, and age. This study intends to describe the knowledge and attitudes of fishermen about K3 in District Essang Talaud Islands, this type of research is qualitative research with design, descriptive survey research with a population of 51 people with a sample of 30 respondents.collected Data through interviews and questionnaires.The results of this study formulate that fishermen who have high knowledge are 46.7% and fishermen who have less knowledge are 53.3%. The number of fishermen who have a good attitude is 20% and those who have a fairly good attitude are 80%. Fishermen who have experienced minor work accidents such as slipping while working as many as 97.7%, falling from a ship as much as 26.7%, running out of fuel 73.3%, getting scratched while working 100%, experiencing collisions with other ships as much as 6.7 %, 56.7% of water leaks in the hull, 56.7% ran out of food and 33.3% got caught in fishing nets. Fishermen who have experienced moderate work accidents such as drifting as much as 53.3%, experiencing shipwrecks 43.3%, engine failure in the middle of the sea as much as 90%, experiencing burns as much as 13.3%, being hit by a 3.3% explosion and facing the wind hurricane as much as 90%. Fishermen who have experienced types of severe work accidents such as broken bones are as much as 10%. Keywords: Knowledge, Attitude, Fishermen, Occupational Health and Safety
Environmental quality intervention for waste disposal in the community in Kalinaun Village, East Likupang District Maddusa, Sri Seprianto; Asrifuddin, Afnal; Kawatu, Paul A. T.; Kapugu, Avinia; Nasira, Azmi; Tamon, Cecilya
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 3, Issue 1, September-February 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v3i1.44058

Abstract

Waste processing in various villages has not been good and there is a accumulation of garbage so that it can spoil the scenery / aesthetics of the environment and cause the spread of disease. This service activity aims to provide knowledge and understanding to the community of Environment V and VI of Kalinaun Village, East Likupang District regarding Waste Management through counselling and making fertilizer from organic waste. The method of counselling and making organic fertilizer is a method carried out in solving the problem of waste in Kalinaun village in guard V and Vl of East Likupang district. Before counselling is carried out, the community fills out the Pre-test first and post-test after counselling. There were 22 respondents in counselling, before counselling 10 respondents with good knowledge categories became 14 respondents after counselling. Continuous monitoring efforts from community leaders need to be carried out to monitor success in community-based waste management.
GAMBARAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. PLN NP SERVICES PLTU 2 AMURANG SULAWESI UTARA Duka, Zainal Muttaqin R.; Kawatu, Paul A. T.; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di PT. PLN NP Services PLTU 2 Amurang, Sulawesi Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada lima elemen utama SMK3 menurut PP No. 50 Tahun 2012, yaitu penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kinerja, serta peninjauan dan peningkatan kinerja. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 disusun oleh kantor pusat dan diimplementasikan melalui berbagai media seperti safety briefing, papan informasi, penggunaan alat pelindung diri (APD), permit kerja, serta safety induction bagi pekerja baru dan pihak eksternal. Perencanaan dilakukan setiap tahun melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko operasional. Dalam pelaksanaannya, perusahaan secara aktif memberikan pelatihan K3, pengawasan lapangan, serta memastikan penggunaan SOP secara konsisten. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui audit internal dan eksternal, serta pelaporan temuan melalui aplikasi IZAT yang membantu proses dokumentasi dan tindak lanjut. Perusahaan juga melaksanakan peninjauan kinerja dengan memperbarui SOP, meningkatkan kualitas pelatihan, serta menyediakan sertifikasi bagi pekerja. Keterbatasan personel K3, terutama pada shift malam, menjadi tantangan utama yang dapat mengganggu efektivitas pengawasan keselamatan kerja.
MANAJEMEM RISIKO K3 MENGGUNAKAN HIRARC PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. ROYAL COCONUT KAWANGKOAN MINAHASA UTARA Wenur, Gavrila C.; Kawatu, Paul A. T.; Joseph, Woodford B. S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43012

Abstract

Royal Coconut Kawangkoan ini ialah perusahaan yang beroperasional pada bidang industri dengan produk utamanya ialah berupa tepung kelapa yang berlokasi di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa Utara. PT. Royal Coconut Kawangkoan menjadi salah satu perusahaan yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan kerja karena dalam proses produksinya masih menggunakan peralatan dan mesin. Survei awal yang dilakukan masih terjadinya kecelakaan kerja pada bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan karena beberapa kelalaian. Manajemen risiko bagi perusahaan termasuk hal yang penting karena merupakan salah satu cara pengendalian kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen risiko K3 menggunakan HIRARC. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode HIRARC dengan menggunakan standar AS/NZS 4360, pengumpulan data penelitian melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara kepada 7 responden dengan teknik purposive sampling. Adapun hasil dari penelitian adalah identifikasi potensi bahaya pada bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan meliputi 10 jenis pekerjaan (4 proses pekerjaan oppening dan 6 proses pekerjaan ruang produksi), jenis bahaya yang dapat terjadi yaitu bahaya ergonomi, bahaya fisik, bahaya biologis, dan bahaya mekanik, dimana ditemukan 18 bahaya dan 31 risiko dalam proses pekerjaan. Penilaian risiko pada bagian produksi PT. Royal Cococnut Kawangkoan, setelah dilakukan penelitian didapati bahwa tingkat risiko yang terjadi mulai dari low risk hingga high risk, yakni low risk 2, moderate risk 14, dan high risk 2. Pengendalian risiko yang dilakukan terdapat 28 pengendalian risiko dari 10 pekerjaan, dimana berdasarkan hierarki pengendalian, yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan alat pelindung diri (APD).
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON Rumengan, Selin R.; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A. T.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48627

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kapasitas fisik dan mental akibat aktivitas kerja yang berlebihan. Kelelahan kerja menjadi salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh tenaga kerja, khususnya perawat, yang memiliki tanggung jawab kompleks dan jam kerja panjang hampir 24 jam. Kondisi kerja ini, berpotensi menimbulkan kelelahan terhadap pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari pekerja. Data dari ILO menunjukkan bahwa sekitar dua juta pekerja di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat kelelahan, sedangkan di Indonesia terjadi rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, dengan 27,8% disebabkan oleh tingkat kelelahan yang tinggi. Tingginya beban kerja yang harus diselesaikan sesuai target dan standar pelayanan turut menjadi faktor pemicu kelelahan. Selain itu, masa kerja yang panjang juga dapat memengaruhi tingkat kelelahan karena adanya akumulasi tugas rutin yang monoton dan bertambahnya beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 63 perawat yang diambil dengan metode total sampling. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,003 < α = 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,066 > α = 0,05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA DI BAGIAN INSTALASI GIZI RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Rawung, Putri Bellatrix; Kawatu, Paul A. T.; Mantjoro, Eva M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48866

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit tidak hanya menjadi perhatian utama di ruang medis seperti ruang operasi dan laboratorium, tetapi juga di area non-medis seperti instalasi gizi. Di balik aktivitas memasak, memotong, dan menyajikan makanan, terdapat berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Pekerja di instalasi gizi terlibat dalam berbagai aktivitas harian yang memiliki potensi bahaya baik dari aspek fisik, kimia, maupun ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahaya, menilai tingkat risiko dan menyusun rencana pengendalian terhadap potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja instalasi gizi RSU GMIM Bethesda Tomohon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Penelitian Kualitatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari - Juni 2025. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari kepala instalasi gizi, tenaga pengolahan makanan, tenaga pramusaji, dan tim K3. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa potensi bahaya yang mencakup faktor lingkungan seperti lantai licin dan suhu panas, faktor alat seperti peralatan tajam dan bahan kimia, serta faktor manusia seperti posisi kerja yang tidak ergonomis dan risiko infeksi silang. Dari hasil penilaian risiko, ditemukan bahwa sebagian besar aktivitas tergolong dalam kategori low risk dan medium risk, namun terdapat beberapa aktivitas yang memiliki high risk, terutama pada proses memotong dan memasak bahan makanan yang melibatkan peralatan tajam dan paparan panas yang tinggi. Selanjutnya, hasil pengendalian risiko yang dapat dilakukan meliputi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, perbaikan sarana fisik seperti ventilasi ruangan, serta pelatihan tentang ergonomi kerja.
KAPASITAS VITAL PARU PADA OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM KOTA MANADO Reinaldy, Reinaldy; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima L. F. G.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27594

Abstract

Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Sheller di PT. Royal Coconut Airmadidi Mahmud, Intan W.; Kawatu, Paul A. T.; Malonda, Nancy S. H.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4m0x9n54

Abstract

Pekerjaan yang berisiko memiliki peluang untuk terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja bisa dihindari jika para pekerja mempunyai pengetahuan, sikap serta tindakan baik dalam bekerja. Alat pelindung diri merupakan salah satu faktor yang bisa dipakai para tenaga kerja guna perlindungan diri diri dari paparan bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja Sheller di PT. Royal Coconut Airmadidi. Menggunakan metode kuantitatif , penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2021 di PT. Royal Coconut Airmadidi dengan responden berjumlah sebanyak 80 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Variabel dalam penelitian ini yakni Pengetahuan, Sikap dan Tindakan penggunan alat pelindung diri (APD). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan responden pada Sheller tergolong kategori cukup, untuk sikap responden tergolong kategori cukup dan untuk penggunaan alat pelindung diri tergolong kategori tindakan tidak baik. Pada analisis bivariat mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Sheller di PT. Royal Coconut Airmadidi dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Sheller di PT. Royal Coconut Airmadidi. Untuk itu, diharapkan untuk pihak pabrik megadakan pelatihan pada pekerja, agar pengetahuan akan bertambah dan sikap pekerja tentang penggunaan APD dan untuk pekerja agar dapat mematuhi peraturan yang di tetepkan oleh pihak pabrik terlebih mengenai kewajiban penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja.
Hubungan Antara Jenis Kecelakaan Kerja dengan Sifat Cedera atau Penyakit yang Ditimbulkan pada Pekerja yang Mengalami Cedera Parah Kojongian, Frily R.; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima L. F. G.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/cabqzg42

Abstract

Dalam melaksanakan suatu pekerjaan tidak terlepas dari hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi dapat mengakibatkan pekerja mengalami kerugian bahkan cedera fisik yang parah. Disaat perkembangan lapangan pekerjaan semakin bertambah maka akan semakin tinggi juga resiko kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kecelakaan kerja dengan sifat cedera atau penyakit yang ditimbulkan pada pekerja yang mengalami cedera parah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan menggunakan data laporan cedera parah dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA) tahun 2020. Berdasarkan hasil analisis bivariat ditemukan nilai chi-square dengan p = 0,000 yang dimana nilai p < 0,05. Ini dikarenakan kecelakaan kerja terjadi akibat adanya faktor penyebab yang mempengaruhi, sehingga menimbulkan dampak berupa cedera atau penyakit sesuai dengan jenis kecelakaan apa yang terjadi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kecelakaan kerja memiliki korelasi atau hubungan yang kuat dengan sifat cedera atau penyakit yang ditimbulkan. Maka dari itu diharapkan pemerintah Indonesia maupun instansi yang terkait bisa mengendalikan kecelakaan kerja yang dapat menimpa pekerja, sesuai dengan kondisi geografis atau lingkungan tempat kerja, serta perilaku pekerjanya.
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang