Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT BABI GULING DI KELURAHAN KOLONGAN KOTA TOMOHON Mongkareng, Eucenny R.; Kawatu, Paul A. T.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab keluhan musculoskeletal perenggangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang dan sikap kerja yang tidak alamiah. Faktor resiko terjadinya keluhan musculoskeletal adalah faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Posisi tubuh dengan sikap kerja yang tidak sesuai atau tidak ergonomi yang dilakukan seseorang yaitu pada saat melakukan pekerjaannya yang  dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal Tujuan  dalam Penelitian  adalah Untuk Mengetahui Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Pembuat Babi Putar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Jenis Penelitian yaitu dengan  menggunakan penelitian observasional analitik dengan cara  pendekatan cross sectional study  yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember tahun 2018 Pemilik Usaha Pembuat Babi Bakar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon dengan jumlah responden sebesar 40 responden. Penelitian ini menggunakan  kuesioner dan aplikasi komputer sebagai instrumen penelitian.  Pengolahan data dengan uji Chi-Square dengan α= 0,05. Masa Kerja  ≥ 5 tahun sebesar 60% ,  Masa Kerja < 5 tahun sebesar 40% pada pekerja pembuat babi guling dan Posisi Kerja Tinggi sebesar 87,5%, Posisi Kerja Ringan sebesar 12,5% pada  pekerja pembuat babi guling, Keluhan Musculoskeletal  Tinggi sebesar 70% dan Keluhan Musculoskeletal  Ringan sebesar 30 % pada  pekerja pembuat babi di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Kata Kunci : Masa Kerja, Posisi Kerja, Keluhan Musculoskeletal ABSTRACTthe cause of compliance of musculoskeletal  that relates to the extensive muscle stretch, the continuous and unnatural work behavior. The risk factor of  musculoskeletal complaints are; individual factor, work factor, and environmental factor. The body position or unsuitable working behavior or the inconveniency when the work is done by someone that could cause musculoskeletal complaints. The purpose of this research is to know the relationship between work period and work position with musculoskeletal compliance against whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. Analytical analysis study is used for this research using cross sectional study approach that is done between October-December year 2018 period with 40 respondents of whole roasted pig in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. This research is using questionnaires and computer application as instruments to process the data. The data is processed with Chi-square test with α= 0,05. work period ≥ 5 year is 60%, work period < 5 is 40% on whole roasted pig labors and the high result on work position is 87,5%, low result on working position is 12,5% on whole roasted pig labors, high result on Musculoskeletal compliance is 70% and light result on  Musculoskeletal  is 30 % on whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon district, Tomohon city. Keywords: Work Period, Work Position, Musculoskeletal compliance
GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM BETHESDA TOMOHON Lalogiroth, Fellia F.; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan, maka dari itu rumah sakit bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan K3RS untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan informan berjumlah 5 (lima) orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan September 2019. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar pelayanan K3RS telah dilaksanakan, diantaranya yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, penanganan SDM yang sakit, koordinasi tentang pencegahan dan pengendalian infeksi, pelaksanaan dan pembinaan serta pengawasan kesehatan dan keselamatan sarana, prasarana dan peralatan kesehatan dan yang belum terlaksana dengan baik yaitu pemeriksaan kesehatan berkala dan khusus, pendidikan atau pelatihan tentang K3, pelaksanaan kegiatan surveilans kesehatan kerja, dan evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja, program untuk meningkatkan kesehatan badan dan kondisi mental SDM rumah sakit, pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, penyesuaian peralatan kerja terhadap SDM rumah sakit, pengawasan terhadap lingkungan kerja, sanitar, perlengkapan keselamatan kerja, manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pelatihan K3 untuk semua SDM rumah sakit, pelaporan kejadian nyaris celaka dan celaka, rekomendasi mengenai perencanaan tempat kerja terkait keselamatan. Kesimpulan pelaksanaan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit sudah berjalan namun belum maksimal. Disarankan agarperan tim K3RS bisa berjalan lebih maksimal dan diawasi langsung oleh pihak manajemen rumah sakit. Kata kunci : Pelaksanaan pelayanan K3RS ABSTRACTHospital is a place that has a high risk to safety and health, therefore hospital has responsibility to undertake Hospital?s Health and Safety programs in order to guarantee and protect the hospital?s human resources through efforts to prevent occupational accidents and diseases that caused by working in the hospital. This type of research is a qualitative study with 5 (five) informants. This research was conducted in July to September 2019. The results of this study are that most out health and safety activities at the hospital services have been carried out, including health checks before work, handling ill human resources, coordination about infection prevention and control, implementation and guidance and supervision of health and safety of facilities, infrastructure and health equipment and those that have not been well implemented are periodic and special health checks, education or training on occupational health and safety, the implementation of occupational health surveillance activities, and evaluation of occupational health and safety services, programs to improve body health and mental condition of hospital human resources, work environment monitoring and ergonomics, adjustments of work equipment to hospital human resources, supervision of the work environment, sanitary ware, work safety equipment, fire prevention and management system management, occupational health and safety training for all hospital human resources, reporting near miss and woe events, recommendations regarding workplace planning related to safety. Conclusion the implementation of hospital health and safety services has been running but has not been maximized. It is recommended that the role of the health and safety activities at the hospital services team can run more optimally and be supervised directly by the hospital management. Keywords: Implementation of hospital occupational health and safety
ANALISIS PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI PT. PERTAMIN TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK BITUNG Syaefudin, Tesa L. M.; Kawatu, Paul A. T.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran serta kerugian terhadap kehidupan lingkungan disebabkan oleh api yang tidak terkendali, maka diharapkan perusahaan dapat melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan terjadinya bahaya kebakaran (Sari, 2010). Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan timbulnya kebakaran, PT. Pertamina TBBM Bitung telah menerapkan upaya-upaya dalam menanggulangi keadaan darurat kebakaran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Sistem Tanggap Darurat Kebakaran di PT. Pertamina TBBM Bitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data secara in-depth interview (wawancara mendalam), terhadap 5 informan yang terdiri dari On-Scene Commander, Deputy ERC, Koord. Maintenance Support, Nozzle Man, dan satu orang Pekerja. Hasil penelitian menunjukan PT. Pertamina TBBM Bitung mengikuti pedoman Tata Kerja Organisasi (TKO) keadaan darurat yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero). Tinjauan awal yang dilakukan meliputi identifikasi keadaan darurat, identifikasi bahaya dan penilaian resiko, identifikasi sumber/ bahan potensi bahaya dan identifikasi terhadap Sistem Tanggap Darurat Kebakaran. Dalam perencanaan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran  ini telah memiliki fasilitas dan sarana penunjang dalam penanggulangan keadaan darurat kebakaran berupa Pompa pemadam, jeep fire, hydrant, APAR, APAB, sprinkler yang ada disetiap tangki di area perusahaan. Untuk Pengorganisasian dan Sistem Komunikasi PT. Pertamina TBBM Bitung telah membuat Struktur Organisasi Keadaaan Darurat (OKD) serta sudah ada instruksi kerja dan prosedur penanganannya. Ada rencana pemulihan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran. Melakukan inspeksi dan audit POSE maupun audit ISRS terhadap sarana dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat. Evaluasi dilakukan terhadap sarana penunjang dan sistem penanggulangan keadaan darurat kebakaran. Pengendalian dan Penanggulangan dilakukan sebelum bekerja dan saat bekerja. Kata Kunci : Tanggap Darurat Kebakaran, Kebakaran ABSTRACTFires and losses on life environment caused by uncontrolled fire, then expected the company can carry out prevention efforts and countermeasures of occurrence of fire hazard (Sari, 2010). To anticipate the various possibilities of the incidence of fire, PT. Pertamina TBBM Bitung have implemented efforts in tackling a fire emergency. This research was conducted aiming to analyze the system of emergency response fire in PT. Pertamina TBBM Bitung. This research uses qualitative research methods with data collection in in-depth interviews (in-depth interviews), against 5 informants consisting of On-Scene Commander, Deputy ERC, the Koord. Maintenance Support, the Nozzle Man, and one worker. The research results show the PT. Pertamina TBBM Bitung follows the guidelines of the Work of the Organization the grammar State of emergency issued by PT Pertamina (Persero). The initial review undertaken include the identification of the State of emergency, the identification of hazards and risk assessment, identification of sources/materials potential hazard identification and emergency response Systems against fire. In planning emergency response Systems these fires already have facilities and means of support in tackling the emergency fire Pump extinguisher, jeep in the form of fire, hydrant, APAR, APAB, existing sprinkler tank in every area of the company. For organizing and Communication System of PT. Pertamina TBBM Bitung have created organizational structures Form an emergency as well as the already existing work instructions and handling procedures. There is a recovery plan in the event of a fire emergency. Conduct inspections and audits as well as audit ISRS and POSES against the means and facilities to cope with emergencies. Evaluation of the means of supporting the emergency relief systems and fires. Control and Countermeasures do before work and at work. Keywords: Emergency Fire, Fire
HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) YANG ADA DI KOTA TOMOHON DAN KOTA TONDANO Solang, Marsela G.; Kawatu, Paul A. T.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah umum yang dialami para pekerja pada saat bekerja, salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja adalah shift kerja. Posisi kerja terus berdiri selama jam shift kerja operator SPBU tentunya sangat melelahkan dari survei awal operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano gejala kelelahan yang sering terjadi pada operator SPBU yaitu seperti lesu, sering menguap dan nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano. Penelitian ini digolingkan sebagai penelitian survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang trdiri dari 56 rsponden, instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaction timer. Dengan menggunakan statistik uji statistic Mann-Withney U Test. Hasil sekaligus kesimpulan dari penelitian ini adalah p = 0,000 yang menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano, saran bagi operator SPBU dapat memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan peregangan saat merasakan penet. Kata Kunci : Shift Kerja, Kelelahan Kerja, Operator SPBU, Reaction Timer ABSTRACTWork fatigue is a common problem experienced by workers at work, one of the factors that affect work fatigue is work shifts. The position of work continued to stand during shift hours of gas station operators is certainly very tiring from the initial survey of gas station operators in Tomohon City and Tondano City. The purpose of this study is to determine the relationship between work shifts with work fatigue in gas station operators in Tomohon City and Tondano City. This research is classified as quantitative analytic survey research with cross-sectional approach. The population and sample in this study using a purposive sampling consisting of 56 respondents. The instrument used in this study is reaction timer, by using The Mann-Whitney U Test. The conclusion and result of is study is p = 0,000, wich shows that there is a significan relationship between work fatigue of gas station oprators in  Tomohon  and Tondano Cities, suggestions for gas station operators can make good use of breaks, consume nutritious food, and stretching while feeling the penetrator. Keywords : Work Shift, Work Fatigue, Gas Station Operator, Reaction Timer
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PERAWAT DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Umboh, Deanira I.; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja adalah ukuran yang menunjukkan pertimbangan antara input dan output yang dikeluarkan terus serta peran tenaga kerja yang dimiliki persatuan waktu. Produktivitas kerja bagi perawat adalah bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus bagi seluruh komponen rumah sakit, peningkatan mutu hasil kerja oleh rumah sakit, untuk bekerja produktif, pekerjaan harus dilakukan dengan cara kerja dan lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu secara individual dipengaruhi oleh motivasi kerja serta secara organisasi dipengaruhi oleh stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stres kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah perawat dengan jumlah 56 responden. Analisis penelitian ini meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α= 0,05) menggunakan bantuan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,022) serta terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,038). Kata kunci : Stres kerja, Motivasi kerja, Produktivitas kerja ABSTRACT Working productivity is a measure that shows consideration between input and output that is issued continuously and the role of labor that belongs to the time union. Working productivity for nurses is the evaluation material for continuous improvement for all hospital components, quality improvement of work by the hospital, to work productively, work must be done in a working way and a health-qualified work environment. Factors affecting work productivity are individually influenced by work motivation as well as organizations influenced by work stress. The purpose of this research is to find out if there is a relationship between occupational stress and work motivation with working productivity on the nurse in RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This type of research is analytic survey research using cross sectional study design. This research sample is a nurse with a total of 56 respondents. The analysis of this research includes univariate and bivariate using the Chi-Square test with a degree of 95% (α = 0.05) using the help of computer programs. The results showed that there was a link between work stress and work productivity (P = 0.022) and there was a relationship between work motivation and work productivity (P = 0.038). Keywords: Work stress, Work motivation, Work productivity
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PERAWAT DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Umboh, Deanira I.; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja adalah ukuran yang menunjukkan pertimbangan antara input dan output yang dikeluarkan terus serta peran tenaga kerja yang dimiliki persatuan waktu. Produktivitas kerja bagi perawat adalah bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus bagi seluruh komponen rumah sakit, peningkatan mutu hasil kerja oleh rumah sakit, untuk bekerja produktif, pekerjaan harus dilakukan dengan cara kerja dan lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu secara individual dipengaruhi oleh motivasi kerja serta secara organisasi dipengaruhi oleh stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stres kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah perawat dengan jumlah 56 responden. Analisis penelitian ini meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α= 0,05) menggunakan bantuan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,022) serta terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,038). Kata kunci : Stres kerja, Motivasi kerja, Produktivitas kerja ABSTRACT Working productivity is a measure that shows consideration between input and output that is issued continuously and the role of labor that belongs to the time union. Working productivity for nurses is the evaluation material for continuous improvement for all hospital components, quality improvement of work by the hospital, to work productively, work must be done in a working way and a health-qualified work environment. Factors affecting work productivity are individually influenced by work motivation as well as organizations influenced by work stress. The purpose of this research is to find out if there is a relationship between occupational stress and work motivation with working productivity on the nurse in RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This type of research is analytic survey research using cross sectional study design. This research sample is a nurse with a total of 56 respondents. The analysis of this research includes univariate and bivariate using the Chi-Square test with a degree of 95% (α = 0.05) using the help of computer programs. The results showed that there was a link between work stress and work productivity (P = 0.022) and there was a relationship between work motivation and work productivity (P = 0.038). Keywords: Work stress, Work motivation, Work productivity
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN OPEN AREA DI PT. TROPICA COCOPRIMA DESA LELEMA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumigar, Jesica T.; Kawatu, Paul A. T.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Banyaknya persaingan-persaingan sekarang ini mengharuskan perusahaan memiliki pekerja yang produktivitas kerjanya baik agar bisa menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu motivasi kerja dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan status gizi dengan produktivitas kerja pada pekerja bagian open area di PT Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilakukan di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Desember-Februari 2020. Sampel penelitian ini adalah pekerja bagian open area dengan jumlah 89 responden. Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p=0,000) serta terdapat hubungan antara status gizi dengan produktivitas kerja (p=0,027). Kata Kunci: Motivasi Kerja, Status Gizi, Produktivitas Kerja ABSTRACKWork productivity is a measure that states how resources are regulated and utilized to achieve optimal results. The many rivalries nowadays require that the company have a good working productivity in order to produce quality products. Factors that affect the productivity of work include motivation and nutritional status. The purpose of this research is to know whether there is a relationship between work motivation and nutritional status with working productivity on the open area worker at PT Tropica Cocoprima Lelema Village of South Minahasa Regency in December-February 2020. This type of research is analytic survey research using cross sectional study draft research. This research was conducted at PT. Tropica Cocoprima Village Lelema South Minahasa Regency in December-February 2020. The research samples are open area workers with a total of 89 respondents. The analysis of this research includes the univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square statistical test with a confidence level of 95% (α = 0.05). The results of this research show that there is a relationship between work motivation and work productivity (P = 0,000) and there is a relationship between nutritional status and working productivity (P = 0.027). Keywords: Work Motivation, Nutritional Status, Work Productivity
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN BEBAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KANTOR WILAYAH SATUAN PAMONG PRAJA KOTA MANADO TAHUN 2018 Soputan, Selly L.; Kawatu, Paul A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja yaitu pekerjaan yang diberikan kepada petugas atau tenaga kerja yang melebihi dari kemampuan atau kapasitas bekerja seorang petugas satpolpp sehingga akan mengakibatkan suatu kesalahan dalam bekerja yang sama artinya dengan akan menurunnya produktivitas kerja dari seorang tenaga kerja atau satpolpp itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara umur dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada satpolpp di kantor wilayah satuan polisi pamong praja Kota Manado. Jenis Penelitian yakni observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh petugas polisi pamong praja dengan jumlah sampel 96 responden yang menggunakan rumus lemeshow. Bertempat di kantor wilayah satuan polisi pamong praja kota manado pada bulan oktober-november 2018.Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas dan beban kerja tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Uji yang  digunakan yaitu uji chi square p=0,005. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa antara umur dengan produktivitas p value = 0,890. dan  beban kerja dengan produktivitas kerja p value = 0,000. Sehingga kesimpulannya yakni bahwa Tidak terdapat hubungan antara umur dengan produktivitas kerja dan Terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja petugas satuan polisi pamong praja di wilayah satuan polisi pamong praja kota manado Kata Kunci: Umur, Beban Kerja, Produktivitas kerja ABSTRACTThe workload that is the work that is given to the clerk or the workforce in excess of ability or capacity to work a satpolpp so that it will lead to an error in the work of the same meaning with will decrease in work productivity of a labor or satpolpp itself. The purpose of this research is to know there is a relationship between age and workload with work productivity at satpolpp at the Office police units area teachers ' praja Manado city. This type of research i.e. analytic observations with the approach of cross sectional. The subject is the entire teachers ' praja police officers with 96 total sample of respondents who used the formula lemeshow. Housed at the Office police units area teachers ' praja manado city in October-november 2018. Research done by observing the level of productivity of the workforce and workload and accompanied the filling of the questionnaire. Test used chi square test that is p = 0.005. From the data analysis that has been done can be known that between the age of productivity with p value = 0.890. and workload with work productivity p value = 0.000. So the conclusion is that there is no relationship between the aged with work productivity and there is a relationship between workload with a police unit officers working productivity teachers in the region police praja teachers ' praja manado. Keywords : Age, Workload, Work Productivity
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUANG RAWAT INAP DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Barael, Friska W.; Kawatu, Paul A. T.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penerapan dan cara penanggulangan kecelakaan kerja pada tenaga di tempat kerja. Perawat merupakan tenaga kerja pelayanan kesehatan yang berinteraksi dengan pasien dalam kesehariannya paling tinggi dibandingkan dengan komponen lainnya di rumah sakit. Seorang perawat dalam melaksanakan manajemen K3 harus memiliki sikap yang sesuai dengan nilai-nilai kesehatan hal ini menjadi pendorong untuk perilaku sehat dan menjadi upaya dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan selama bekerja. kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang K3 dapat menyebabkan banyaknya kecelakaan kerja.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang kesehatan dan keselamatan kerja di ruang rawat inap di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Pada bulan Mei - September 2020. Responden ialah perawat di ruang rawat inap. Dengan jumlah sampel 92 responden didapatkan melalui kuesioner online pada Google form. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat.Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa Gambaran pengetahuan dan sikap perawat di ruang rawat inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado berkategori baik Kata kunci : pengetahuan, sikap, kesehatan dan keselamatan kerja ABCTRACT Occupational health and safety (K3) is a branch of science that studies the application and ways of overcoming work accidents for workers in the workplace. Nurses are health service workers who interact with patients on a daily basis the highest compared to other components in the hospital. A nurse in carrying out K3 management must have an attitude that is in accordance with health values, this is a driving force for healthy behavior and an effort to improve health and safety during work. Lack of knowledge and awareness about K3 can cause a lot of work accidents. The purpose of this study is to describe the knowledge and attitudes of nurses about occupational health and safety in the inpatient room at GMIM Pancaran Kasih Hospital Manado. The research method used is descriptive research. This research was conducted at the General Hospital of GMIM Pancaran Kasih Manado. In May - September 2020. Respondents are nurses in inpatient rooms. With a sample size of 92 respondents obtained through an online questionnaire on Google form. The data analysis used was univariate analysis. The results of this study found that the description of the knowledge and attitudes of nurses in the inpatient room at RSU GMIM Pancaran Kasih Manado was categorized as good. Keywords: knowledge, attitude, occupational health and safety
GAMBARAN PERILAKU TENTANG APD PADA PEKERJA SPBBE DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoa, Mirage Be; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri pasal 2 pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja atau buruh di tempat kerja sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diberikan secara cuma-cuma.Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu objek. Tindakan merupakan respon terhadap rangsangan yang bersifat aktif dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 46 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa pengetahuan responden kategori baik 91,3%, buruk 8,7%, sikap responden kategori baik 93,5%, buruk 6,5%, tindakan responden kategori baik 8,7%  dan buruk 91,3% .Simpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap kategori baik  persentase tinggi dibandingkan dengan tindakan yang persentasenya lebih rendah. Saran dalam penelitian adalah perusahaan diharapkan memperhatikan alat pelindung diri dengan terus mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSRACTAccording to the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number PER.08 / MEN / VII / 2010 concerning Personal Protective Equipment Article 2, employers are required to provide PPE for workers or laborers in the workplace in accordance with the Indonesian National Standard (INS) and it is given free of charge. Knowledge is the result of knowing and this is after people sense certain objects. Attitude describes whether someone likes or dislikes an object. Action is a response to stimuli that are active and observable. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and actions. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 46 respondents. The results of the research studied showed that the respondents' knowledge was in the good category 91.3%, 8.7% bad,, the respondent's attitude was good 93.5%, bad 6.5%, the respondent's action was good category 8.7% and bad 91.3 %. The conclusion in this study is that the knowledge and attitude in the good category have a high percentage compared to actions with a lower percentage. The suggestion in this research is that companies are expected to pay attention to personal protective equipment by continuing to follow government recommendations in an effort to prevent workplace accidents.  Keywords : Knowledge, Attitude, Action
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang