Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA ANAK BUAH KAPAL DI PANTAI PELABUHAN PERIKANAN TUMUMPA KOTA MANADO Kasenda, Jeniffer Febriyanti; Kawatu, Paul A. T.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang dapat mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang dan membuat seseorang merasakan keluhan dari yang sangat ringan dan sampai sangat sakit. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan sistem muskuloskeletal yaitu: peregangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang, sikap kerja atau posisi kerja tidak alamiah, faktor penyebab sekunder (tekanan, getaran dan suhu), serta faktor individu (umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kesehatan jasmani, kekuatan fisik, dan ukuran tubuh). Posisi tubuh pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilakukan dan masing-masing posisi kerja mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tubuh salah satunya dapat menyebabkan adanya keluhan muskuloskeletal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada anak buah kapal di Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional (Potong Lintang), yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk mempelajari suatu kejadian yang dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi spearman didapatkan nilai p value (0,000) dengan nilai α = 0,05 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai r value (0,492) dengan tingkat kekuatan hubungan sedang dan tanda korelasi positif memiliki makna bahwa kedua variable memiliki arah hubungan yang searah. Kata Kunci: Posisi Kerja, Keluhan Muskuloskeletal, Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa. ABSTRACTMusculoskeletal complaints are a condition that can interfere with the function of joints, ligaments, muscles, nerves and tendons, as well as the spine and make a person feel complaints from very mild to very painful. The factors that affect complaints of the musculoskeletal system are: excessive muscle stretch, repetitive activity, unnatural work attitudes or work positions, secondary causative factors (pressure, vibration and temperature), as well as individual factors (age, gender, smoking habit, physical health, physical strength, and body size). The position of the worker's body when carrying out work activities is determined by the type of work being performed and each work position has different effects on the body, one of which can cause musculoskeletal complaints. The purpose of this study was to determine the relationship between work position and musculoskeletal complaints on crew members at the Tumumpa Fishery Port Beach, Manado City. This research is an analytical survey research with a cross sectional design, which is a study used to study an event that is carried out simultaneously or at once. The results of data analysis using the Spearman correlation test obtained p value (0.000) with a value of α = 0.05 (p <0.05), this indicates that there is a relationship between work position and musculoskeletal complaints with r value (0.492) The strength of the relationship is moderate and the sign of positive correlation means that the two variables have a unidirectional relationship. Keywords: Work Position, Musculoskeletal Complaints, Tumumpa Fishing Port Beach.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumakul, Hiskia; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 63 tenaga perawat yang terdiri dari 29 ASN dan 34 Honorer dengan waktu kerja hanya memiliki dua sift kerja. Peneliti melakukan penelitian tentang motivasi kerja dengan kinerja di tempat penelitian tersebut karena saat wawancara awal kepada perawat, ada yang mengeluhkan tentang beban kerja yang tinggi dengan memerlukan penanganan yang cepat, tentunya sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Kinerja perawat yang saat ini sangat di tuntut dalam melakukan pelayanan kepada pasien di rumah sakit, namun terkadang masih belum maksimal dan hal ini sangat dikeluhkan oleh pasien karena pelayanan kepada pasien adalah hal yang paling penting di rumah sakit. Untuk mencapai kinerja yang baik, motivasi kerja perawat merupakan salah satu variable penentu untuk meningkatkan kinerja perawat agar pelayanan kepada pasien dapat dilaksanakan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang terdaftar di daftar tenaga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan yang berjumlah 63 tenaga perawat. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja pada perawat di RSUD Amurang Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,008 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTThe number of registered nurses is 63 nurses, consisting of 29 ASN nurses and 34 Honorary nurses. Based on preliminary interviews with several nurses and also office employees, the hospital only has two work shifts, there are also some nurses with high work complaints by providing fast security so that they can improve maximum vision. To determine the relationship between work motivation and performance in nurses at Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. This research belongs to the category of analytic survey research with cross-sectional study design. The population in this study were all implementing nurses who were registered in the list of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency, totaling 63 nurses. Variables examined were work motivation and performance. The research instrument was a questionnaire and used the Chi Square Test. Based on the test of the relationship between motivation and performance of nurses in Amurang Regional Hospital in South Minahasa Regency using the Chi-square correlation test with a value of p = 0.008 or (p <0.05). There is a relationship between work motivation and performance of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PENGISIAN GAS ELPIJI DI PT. SINAR PRATAMA CEMERLANG MANADO Supit, Muhammad A. F. L.; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sinar Pratama Cemerlang adalah mitra kerja dari perusahaan BUMN (Pertamina Persero) dan bergerak di bidang industry pengisian gas elpiji dan memperkerjakan tenaga kerja pengisi ulang gas elpiji,(operator elpiji). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek. Sikap merupakan reaksi atau respons seseorang. Tindakan adalah suatu perbuatan dari seseorang. Alat pelindung diri yang biasa disebut APD ialah suatu alat yang biasanya digunakan para pekerja pengisian gas elpiji. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif observational yang bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengisian gas elpiji. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 32 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan petugas pengisian gas elpiji terhadap pemakaian alat pelindung diri dalam bekerja termasuk kategori baik (62,5%), untuk sikap termasuk dalam kategori sikap yang mendukung (65,6%), sedangkan untuk tindakan termasuk dalam kategori tidak lengkap memakai alat pelindung diri (59%). Pihak perusahaan disarankan untuk meningkatkan untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan dalam penggunaan alat pelindung diri, memberikan informasi tentang manfaat alat pelindung diri untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan pada saat bekerja, menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan alat pelindung diri agar dapat terjaga dengan baik, memberikan sanksi tegas terhadap petugas pengisi gas elpiji yang tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri serta memberikan penghargaan bagi pekerja yang patuh dalam menggunakan alat pelindung diri.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Alat Pelindung Diri  ABSTRACT PT. Sinar Pratama Cemerlang is a partner of a state-owned company (Pertamina Persero) and is engaged in the LPG gas filling industry and employs LPG gas refillers (LPG operators). Knowledge is the result of knowing, and this happens after people sense an object. Attitude is a person's reaction or response. Action is an act of someone. Personal protective equipment, commonly called PPE, is a tool that is usually used by LPG gas filling workers. This research is descriptive observational which aims to describe the behavior of the use of personal protective equipment in LPG gas filling workers. Sampling was done by total sampling and obtained a total sample of 32 respondents. The results of this study indicate that the LPG gas filling officers' knowledge of the use of personal protective equipment at work is categorized as good (62.5%), for attitudes are included in the category of supportive attitudes (65.6%), while for actions are included in the incomplete category. wearing personal protective equipment (59%). The company is advised to increase supervision and guidance in the use of personal protective equipment, provide information about the benefits of personal protective equipment to maintain health and safety at work, provide a special place for storage of personal protective equipment so that it can be properly maintained, provide strict sanctions against LPG filling officers who are not obedient in using personal protective equipment and give rewards to workers who are obedient in using personal protective equipment.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Actions, and Personal Protective Equipment
PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN MENYANGKUT KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DIANTARA NELAYAN PENANGKAP IKAN DI DESA LIKUPANG DUA KECAMATAN LIKUPANG TIMUR Simbage, Wika E.; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima F. L. G.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah hak bagi semua pekerja yang bekerja baik sektor formal maupun informal. Nelayan merupakan pekerja informal yang sangat beresiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku sikap dan tindakan menyangkut K3 diantara nelayan penangkap ikan di Desa Likupang Dua. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan model penelitian survey yang bersifat deskriptif, dengan populasi sebanyak 101 nelayan dengan pengambilan sampel penelitian ini adalah 49 orang nelayan. Pengambilan data di peroleh melauli hasil wawancara melalui via telepon menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan tinggi nelayan desa Likupang Dua sebanyak 53,1%  dan pengetahuan rendah sebanyak 46,9%. Nelayan yang memiliki sikap positif berjumlah 69,4% dan memiliki sikap negative berjumlah 30,6%. Nelayan yang mempunyai tindakan tepat berjumlah 57,1% dan yang kurang tepat berjumlah 42,9%. Kata Kunci  :  Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja ABCTRACTOccupational health and safety is a right for all workers who work in both the formal and informal sectors. Fishermen are informal workers who are at high risk of accidents at work. This study aims to see the attitudes and actions regarding K3 among fishermen who catch fish in Likupang Dua Village. This type of research is a qualitative research, with a descriptive survey research model, with a population of 101 fishermen with a sample of this study were 49 fishermen. Retrieval of data is obtained through the results of interviews via telephone using a questionnaire. The results of this study concluded that the high knowledge of fishermen in Likupang Dua village was 53.1% and low knowledge was 46.9%. The number of fishermen who had positive attitude was 69.4% and had negative attitude amounted to 30.6%. The number of fishermen who had the right actions was 57.1% and those who were not correct were 42.9%. Keywords: Knowledge, Attitudes, Actions, Occupational Health and Safety
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEDAGANG ASONGAN DI KOTA MANADO Renaldi, Brian; Kawatu, Paul A. T.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal disorder (MSDs) atau gangguan otot rangka adalah gangguan yang dialami karena kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan diskus invertebralis. Gangguan dapat berupa kerusakan pada otot yang dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Menurut International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) bahwa distribusi pasien di rumah sakit di indonesia pada tahun 2008 mencatat ada 26.897 kasus penyakit muskuloskeletal yang menjalani rawat inap dengan presentase berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki ada 13.425 kasus sedangkan perempuan ada 13.472 kasus. Pedagang asongan adalah pekerjaan yang menjual barang dagangannya dengan cara menawarkan langsung pada calon pembeli. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara masa kerja beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada pedagang asongan di Kota Manado. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Varialbel dependen (keluhan Muskuloskeletal pada pedagang asongan) dengan varialbel independen (masa kerja dan beban kerja fisik) diuji secara bersamaan. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling yang dimana seluruh populasi cocok dengan kriteria inklusidan eksklusi. Maka didapatkan jumlah responden sebanyak 40 pedagang asongan. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,000) serta terdapat juga  hubungan antara beban kerja fisik dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,016). Kata kunci : Masa kerja, Beban kerja fisik, Keluhan Muskuloskeletal ABSTRACT Musculoskeletal disorders (MSDs) or skeletal muscle disorders are disorders that are experienced due to damage to muscles, nerves, tendons, ligaments, joints, cartilages, and invertebral discs. Disorders can be in the form of damage to the muscles which can be in the form of muscle tension, inflammation, and degeneration. According to the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) that the distribution of patients in hospitals in Indonesia in 2008 recorded that there were 26,897 cases of musculoskeletal disease undergoing hospitalization with a percentage based on gender, namely in males there were 13,425 cases while females had 13,472 cases. Asongan are jobs that sell merchandise by offering directly to prospective buyers. The purpose of this research is to find out the relationship between the physical workload and working period with musculoskeletal complaint of asongan merchants in Manado City. Research conducted by researchers is a quantitative study using analytic observational methods with a cross sectional study approach. Dependent variables (Musculoskeletal complaints with hawkers) with independent variables (years of service and physical workload) are tested simultaneously. Sampling uses the Accidental Sampling method in which the entire population matches the inclusion and exclusion criteria. Then obtained the number of respondents as many as 40 asongan merchants. Bivariate analysis using the Spearman correlation test. The results showed that there is a relationship between the working period and the musculoskeletal complaint (P = 0.000) and there is also a relationship between physical workloads and musculoskeletal complaints (P = 0.016) Keywords: Working period, Physical workloads, Musculoskeletal disorders
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT KERJA DI MINIMARKET 24 JAM KOTA TOMOHON Anastasia, Nerva; Kawatu, Paul A. T.; Rumayar, Adisti . A.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu permasalahan umum yang sering kali kita jumpai pada pekerja ditempat kerja. Berdasarkan data dari (ILO,2013) bahwa hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja. Kelelahan kerja juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur yang dipengaruhi oleh kekurangan waktu tidur dan gangguan pada circadian rhythms akibat shift kerja Shift kerja merupakan pilihan dalam pengorganisasian kerja untuk memaksimalkan produktivitas kerja sebagai pemenuhan tuntutan persuahaan (Joko dkk, 2012). Dari survei awal yang dilakukan, minimarket memiliki 3 shift kerja, yaitu shift pagi, shift sore dan shift malam, kelelahan yang sering terjadi pada pekerja minimarket yaitu sering merasa nyeri, sering menguap, mengantuk pada shift malam dan lesu. Untuk mengetahui perberdaan tingkat kelelahan kerja berdasarkan shift kerja pada pekerja minimarket 24 jam di Kota Tomohon. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi dan sampel pekerja dalam penelitian ini berjumlah 52 orang. Instrument yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan alat Reaction Timer dengan menggunakan uji Anova. Brdasarkan uji perbedaan tingkat kelelahan kerja berdasarkan shift kerja pada pekerja minimarket 24 Jam Kota Tomohon dengan menggunakan uji Anova dengan nilai p=0,037 (p<0,05) Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Shift Kerja  ABSTRACK Work fatigue is a common problem that we often encounter with workers at work. Based on data from (ILO, 2013) almost every year as many as two million workers die due to work accident caused by work fatigue. Work fatigue can also be caused by sleep disorders which can be affected by lack of sleep and disruption of circardian rhythms due to work shifts. Work shift is a choice in organizing work to maximize work productivity as a fulfillment of company demands (Joko et al, 2012). From the initian survey conducted, minimarket have three work shifts, there are morning shift, afternoon shift and night shift, fatigue that often occurs ini minimarket workers that often feels pain, evaporates, sleepy on night shift and lethargic. to determine the level of work fatigue based on work shifts of 24-hours minimarket workers in Tomohon City. The type of this research is quantitative analytic survey research with cross sectional approach. The population and sample in this study amounted to 52 workers. The instrument that used in this study used Reaction Timer tool by using Anova test. Based on the differences in work fatigue level based on work shifts in the tomohon 24-hour minimarket worker by using Anova test with value p=0,037 (p<0,05). Keywords :  Fatigue, Work Shift
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA DARI PARA PEKERJA DI RUMAH KOPI KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Kumolontang, Merry Christylia; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai dapat dilaksanakan salah satunya melalui upaya mendorong semangat kerja dari pegawai yang bersangkutan. Pegawai yang memiliki semangat dalam bekerja akan tergerak untuk melakukan semua tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan tepat waktu. Faktor yang bisa mempengaruhi kinerja adalah motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desai cross-sectional study dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 85. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,000 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTEmployee performance can be carried out one of them through efforts to encourage the spirit of work of the employee concerned. Employees who have a passion in work will be moved to perform all their duties and responsibilities in a good and timely manner. Factors that can affect performance are motivation, ability and work environment. This study aims to find out the relationship between work motivation and the performance of workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency. This research is included in the research category of analytical surveys with cross-sectional study and the number of samples taken as many as 85. The variables examined are work motivation and performance. This research instrument is a questionnaire and uses the Chi Square Test. Based on the relationship test between motivation and performance of the workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency by using chi-square correlation test with value p = 0.000 or (p < 0.05). There is a relationship between work motivation and performance of the workers at Kawangkoan coffee house in Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Basir, Farha Histisari; Malonda, Nancy S. H.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19 ini WHO telah merekomendasikan menu gizi seimbang yaitu disetiap menu makanan harus mencakup nutrisi lengkap, baik itu makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien dari vitamin dan mineral. Dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama masa pandemi COVID-19, kita harus mempertahankan pola makan gizi seimbang, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta rutin melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain cross – sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 orang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Juni – Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghubungi responden melalui whatsapp kemudian membagikan kuesioner online melalui aplikasi google forms kepada responden dan pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar masuk pada kategori cukup yaitu sebanyak 128 orang (84,7%). Adapun yang termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 9 orang (6%). Kata Kunci: Pedoman Umum Gizi Seimbang, Mahasiswa Semester VI, COVID-19 ABSTRACTDuring the COVID-19 pandemic, WHO has recommended a balanced nutrition menu, namely that each food menu must include complete nutrition, be it macronutrients such as carbohydrates, proteins, fats, and micronutrients from vitamins and minerals. In boosting the immune system during the COVID-19 pandemic, we must maintain a balanced diet, wash hands with running water and soap and do regular physical activities. This study aims to determine the description of the application of general guidelines for balanced nutrition in semester VI students of the Sam Ratulangi University Public Health Faculty during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive quantitative with cross-sectional design with a total sample of 151 people. This research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in June - August 2020. Data collection was carried out by contacting respondents via WhatsApp then distributing online questionnaires through the google forms application to respondents and measuring using a Likert scale. The results showed that the implementation of general guidelines for balanced nutrition in the sixth semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University was mostly in the moderate category, namely 128 people (84,7%). As for those included in the less category, as many as 9 people (6%). Keywords: General Guidelines for Balanced Nutrition, Sixth Semester Students, COVID-19.
Hubungan antara Beban Kerja dan Masa Kerja dengan Stres Kerja pada Security Check Point di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Aulia, Larasati; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima L. F. G.
Medical Scope Journal Vol 1, No 1 (2019): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.1.2019.26626

Abstract

Abstract: Decreased work productivity can be caused by working stress. There are factors that can affect working stress, including working time and workload. A 24-hour airport operating system requires employees who are security check points at the airport to be firm in conducting inspections with different characters, behaviors, and cultures each day. The heavy hours and flight routes ranging from domestic to overseas every day and excessive workload or work demands can potentially lead to occupational stress. This study was aimed to obtain the relationship between workload and working time and working stress among security check point employees at PT Angkasa Pura I Sam Ratulangi International Airport Manado. The total population of this study was 68 employees. The Spearman corelation test showed that there was a significant relationship with a positive correlation of strong category between workload and working stress among the security check point employees (p=0.000; r=0.608). Moreover, there was a significant relationship between between working time and working stress (p=0.001; r=- 0.411). In conclusion, there was a significant positive relationship between work load and working stress and a significant negative relationship between working time and working stress among the employees on the security check point at PT Angkasa Pura I Sam Ratulangi International Airport Manado.Keywords: workload, working period, work stress.Abstrak: Produktivitas kerja yang menurun dapat disebabkan oleh stres kerja. Terdapat faktor– faktor yang dapat memengaruhi stres kerja antara lain meliputi masa kerja serta beban kerja. Sistem operasi bandar udara selama 24 jam, menuntut para pekerja security check point di bandar udara harus tegas dalam melakukan pemeriksaan dengan karakter, perilaku, serta budaya yang berbeda tiap harinya. Padatnya jam dan rute penerbangan mulai dari domestik sampai ke luar negeri setiap harinya serta beban kerja atau tuntutan kerja yang berlebihan dapat berpotensi mengakibatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan masa kerja dengan stres kerja pada security check point di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pekerja yang berjumlah 68 orang. Hasil uji statistik Spearman mendapatkan hubungan bermakna dengan korelasi positif kategori kuat antara beban kerja dengan stres kerja (p=0,000; r=0,608). Selain itu terdapat hubungan berlawanan arah (negatif) antara masa kerja dengan stres kerja (p=0,001; r=-0,411). Simpulan penelitian ini ialah pada security check point di PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado terdapat hubungan bermakna yang positif antara beban kerja dengan stres kerja serta terdapat hubungan bermakna yang negatif antara masa kerja dengan stres kerja.Kata kunci: beban kerja, masa kerja, stres kerja
Hubungan Antara Usia dan Masa Kerja dengan Keluhan Muskulo-skeletal pada Pekerja Mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder Tambuwun, Jerro H.; Malonda, Nancy S. H.; Kawatu, Paul A. T.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27201

Abstract

Abstract: Musculoskeletal complaints vary from mild to severe form. Musculoskeletal com-plaints and disorders could occur due to work or conditions at work inter alia odd posture, static and repetitive movements, as well as physical exposure such as temperature and vibration. This study was aimed to determine the relationship between age and work period and musculoskeletal complaints among furniture workers at Desa Leilem Dua, Sonder. This was an analytical survey study with a cross sectional design. Population of this study consisted of 210 workers, meanwhile respondents were 68 workers. We used the Nordic Body Map questionnaire and the chi square test with a confidence level of 95% (α=0.05). The results showed that 17 respondents aged ≥30 years had moderate complaints and 36 respondents had severe complaints meanwhile 12 respondents aged <30 years had moderate complaints and 3 respondents had severe complaints. Moreover, 21 respondents who had work period <10 years had moderate complaints and 10 respondents had severe complaints; 8 respondents who had work period ≥10 years had moderate complaints and 29 respondents had severe complaints. The chi-square obtained a p-value of 0.002 for the relationship between age and musculoskeletal complaints and a p-value of 0.000 for the relationship between work period and musculoskeletal complaints. In conculsion, there was a significant relationship between age and musculoskeletal complaints as well as between work period and musculoskeletal complaints among furniture workers at Desa Leilem Dua, Sonder.Keywords: musculoskeletal complaints, furniture worker Abstrak: Keluhan muskuloskeletal dapat bervariasi dari keluhan ringan sampai berat. Keluhan dan gangguan muskuloskeletal dapat terjadi karena faktor pekerjaan atau kondisi saat bekerja berupa postur janggal, gerakan statis dan berulang, juga berupa pajanan fisik seperti suhu dan getaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah 210 pekerja sedangkan yang menjadi responden ialah 68 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Nordic Body Map dengan uji bivariat meng-gunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian mendapatkan 17 responden berusia ≥30 dengan keluhan sedang dan 36 responden dengan keluhan berat; 12 responden yang berusia <30 tahun dengan keluhan sedang dan 3 responden dengan keluhan berat. Terdapat 21 responden dengan masa kerja <10 tahun mengalami keluhan sedang dan 10 responden mengalami keluhan berat; 8 responden dengan masa kerja ≥10 tahun mengalami keluhan sedang dan 29 responden mengalami keluhan berat. Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara usia dan keluhan muskuloskeletal mendapatkan nilai p=0,002 dan terhadap hubungan antara masa kerja dan keluhan muskuloskeletal mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder.Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, pekerja mebe
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang