Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Kronologi

Perkembangan Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Basung (1986-2020) Iqbal, Muhammad; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v5i4.710

Abstract

This thesis examines the development of Lubuk Basung Regional General Hospital from 1986-2020. The purpose of writing this thesis describes the developments and changes that occurred at Lubuk Basung Hospital as the only C-level Health Service unit in Agam district from 1986-2020.To be more focused, this research is focused on the following problem formulations: (1). What is the background of the establishment of Lubuk Basung Hospital?, (2). How is the Development of Health Services at Lubuk Basung Hospital (1986-2020)? The Research Methods used are; Heuristics is the first stage carried out to find sources relevant to research. Source criticism is a form of process carried out by the author to find and filter the truth value of sources, Interpretation is a stage where researchers try to express various ideas of their thoughts obtained through primary or secondary sources, Historiography is the last stage in the Historical method where in this stage the author writes the results of research chronologically and systematically. The results of this study illustrate that the development and changes in the institution of Lubuk Basung Regional General Hospital continue to experience progress from 1986 to 2020. Especially when it started when the Hospital was designated as a Regional General Hospital with type D class and changed to a Regional General Hospital with type C class to its role in providing services for the people of Lubuk Basung which is still standing today
Perkembangan Rumah Sakit Sayang Ibu Batusangkar dari Klinik Bersalin menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang Ibu Tahun 1995-2022 Nofita, Femi; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang Ibu dari Klinik Bersalin Menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak dari tahun 1995-2023. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan perkembangan yang terjadi pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang Ibu tahun 1995-2023. Terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: (1) Bagaimana latar belakang berdirinya Rumah Sakit Sayang Ibu Sebagai Sebuah Klinik Bersalin. (2) Bagaimana perkembangan Rumah Sakit Sayang Ibu dari Tahun 1995-2022. Metode yang tepat dan digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah metode sejarah. Metode Sejarah terdiri dari empat langkah. langkah pertama heuristik, yaitu mengumpulkan data yang terkait langsung dengan objek penelitian, didapatkan dari dokumen rumah sakit serta wawancara dengan pihak terkait serta studi literatur yang didapatkan melalui buku, skripsi ataupun jurnal terkait. Langkah kedua, kritik sumber yaitu kegiatan untuk menguji sumber yang telah dikumpulkan. Langkah ketiga, interpretasi yaitu proses untuk menafsirkan fakta dengan cara menghubungkan bukti yang ditemukan dilapangan. Langkah keempat, historiografi yaitu menyajikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan klinik bersalin Sayang Ibu dilatarbelakangi karena kurangnya sarana kesehatan di Tanah Datar.. Rumah Sakit Sayang Ibu mengalami perkembangan dari yang awalnya sebuah klinik bersalin dengan fasilitas dan pelayanan yang sederhana pada tahun 1995, kemudian terus melakukan peningkatan dengan didirikannya gedung baru yang lebih luas dengan tiga lantai dan lebih lengkap lagi fasilitasnya pada tahun 2005, hingga terus mengembangkan pelayanannya sehingga menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak pada tahun 2011. Kata Kunci: Perkembangan, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kesehatan, Batusangkar.
Wisata Minat Khusus : Objek Wisata Pendakian di Gunung Marapi (2016-2022) Resandi, Mario; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i1.786

Abstract

This research is a historical study that discusses the management of the Mount Marapi climbing tourist attraction from 2016-2022. The aim of this research is to (1) Desribe the management of the climbing tourist attraction on the Koto Baru route in the Mount Marapi Nature Tourism Park by Pokdarwis Koto Baru from 2016-2022 (2) Describe the management of the climbing tourist attraction on the mount Marapi by the West Sumatra Natural Resources Conversation Center. This research uses a historical method with the following steps: Heuristics or data collection, after the data is obtained then the source is criticized using external criticism and internal criticism then continues with interpretation. The final stage is writing history or historiography so that this research can be completed. The result of this research show that there are differences in the management of tourist attractions by each management between the Koto Baru religious tourism awareness group and the West Sumatra Natural Resources Conservation Center, which greatly influences the condition of special interest tourist attractions in terms of mountain climbing.
Perkembangan Kerajinan Anyaman Pandan Kampung Aro Balah Aie Nagari Koto Tinggi Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman 2009-2023 (Studi Kasus: Usaha Anyaman Pandan Ani Anyaman) Agneshia, Lidia; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i2.800

Abstract

The research discusses the development of Pandan Woven Crafts in Aro Balah Village, Aie Nagari Koto Tinggi, Enam Lingkung District, Padang Pariaman Regency 2009-2023 (Case Study of Ani Anyaman). The aim of this research is to look at the development of pandan weaving in Aro Balah Aie Nagari Koto Tinggi Village, Enam Lingkung District, Padang Pariaman Regency in 2009-2023 (case study of Ani woven) and see the impact of the development of Ani woven on the economy of the community around Kampung Aro. This research uses a historical method which consists of four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The primary sources used in this research are documents in the form of photographs (archives) regarding the pandan woven crafts of Kampung Aro, letters, and so on. These data were obtained from an archival study conducted in the private home of one of the woven business owners, namely Ani woven. Meanwhile, secondary sources were obtained through interviews with the owner of the Ani woven business, namely Mrs. Arni Yulis and the people who work at the Ani woven business. The results of the research obtained are that the Ani Woven business from its founding in 2009 to 2023 has experienced many business name changes and business ups and downs. Ani woven has also opened up new job opportunities for the people of Kampung Aro where previously the people only worked as rice farmers, then after the introduction of Ani woven, many people worked as weavers.
Industri Pabrik Roti Srimadona di Simpang Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Sumatera Barat Tahun 2008-2023 Meldi, Witri; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i2.805

Abstract

This article examines the Srimadona Bread Factory Industry located in Simpang Apar, North Pariaman District, Pariaman City, West Sumatra, in 2008, when it bounced back from bankruptcy until 2023. Many bakery businesses are similar but have certain strategies and characteristics to continue to operate and grow. The srimadona bread factory industry, which was established in 1975 until now, has experienced ups and downs until bankruptcy but can rise again. Quality and quantity are always maintained so that there are regular customers. The efforts made by the factory owners to make the Srimadona bakery a motivation for similar entrepreneurs. In this study, the method used is the historical method. Historical research methods consist of four stages, namely: heuristics, source criticism, synthesis analysis, and presentation of results. The results of this study show that the Srimadona bread factory business has a survival strategy, quality, and quantity in running its business so that it can stand until now. Keywords: Industry, Srimadona Bakery, Pariaman Abstrak Artikel ini mengkaji tentang Industri Pabrik Roti Srimadona yang berada di Simpang Apar Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Sumatera Barat Tahun 2008 pada saat bangkit kembali dari ke bangkrutan hingga tahun 2023. Banyak usaha pabrik roti yang serupa namun memiliki strategi dan ciri khas tertentu untuk terus beroperasi dan berkembang. Industri pabrik roti srimadona yang berdiri sejak tahun 1975 hingga saat ini mengalami pasang-surut hingga kebangkrutan namun dapat kembali bangkit. Kualitas dan kuantitas yang selalu di jaga sehingga memiliki pelanggan tetap. Usaha-usaha yang dilakukan oleh pemilik pabrik berhasil membuat pabrik roti Srimadona dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha serupa. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode sejarah. Metode penelitian sejarah ini melibatkan empat tahap utama: heuristik, kritik sumber, analisis sintesis, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha pabrik roti Srimadona ini memiliki strategi bertahan, kualitas dan kuantitas dalam menjalankan usahanya sehingga dapat berdiri hingga saat ini. Kata Kunci: Industri, Pabrik Roti Srimadona, Pariaman
Perkembangan Pasar Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok Tahun 1990-2018 Fiendra, Nikra Fadhila; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i3.822

Abstract

ABSTRACT This research discusses Paninggahan Market, which is one of the traditional markets in Nagari Paninggahan, Jujung Sirik District, Solok Regency from 1990-2022. The focus of the study is to discuss the development of the Paninggahan Market. The aim of this research is to reveal the background to the emergence of Paninggahan Market in Paninggahan, the development of Paninggahan Market from 1990-2022. This research includes historical qualitative research, using historical methods in the form of library studies, archives and interviews. From the discussion it can be seen that, First, one of the traditional markets of Nagari Paninggahan is Paninggahan Market. Paninggahan Market is in Solok, West Sumatra, Indonesia, on Jalan Raya Paninggahan - Malalo. Paninggahan Market was originally just a small hall around Jalan Gando which did not have a stall or stall that could accommodate traders. Traders usually come from local residents and people from outside Paninggahan, such as Sumani, Muaropingai, Saniang Baka, and Singkarak. This market, which was built based on complaints from the community, eventually developed into a fairly large market in the Junjung Sirih District area. Second, Paninggahan Market continues to grow, and this increase has an impact on the activities and survival of the people of Nagari Paninggahan directly and indirectly. This is characterized by observable changes in the socio-economic and socio-cultural fields, which are symptoms that can be found in every society
Perkembangan Historis Budaya Parabungan Di Nagari Kurai 1990 – 2022 (Studi Kasus: Budaya Parabungan) Putra, Aditia Nugraha; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i4.842

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Perkembangan secara historis budaya Parabungan di nagari Kurai pada tahun 1990 – 2022 (Studi kasus : budaya Parabungan). Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk melihat perkembangan budaya Parabungan di Nagari Kurai dan bagaumana masyarakat Kurai mempertahankan budaya Parabungan ini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adala yaitu dokumen-dokumen berupa foto-foto (arsip) mengenai kegiatan budaya Parabungan yang dilaksanakan masyarakat pada kisaran tahun antara 1990 – 2022. Data tersebut diperoleh dari studi arsip yang ditemukan di kantor Dinas Kebudayaan Kota Bukittinggi. Sedangkan sumber sekunder didapatkan melalui wawancra dengan 2 orang Niniak mamak atau kepala Nagati yang sering mengikuti budaya Parabungan ini yaitu E Dt Rangkayo Satie dan Dt Simajo Nan Panjang. Hasi penelitian didapatkan yaitu Budaya Parabungan sudah muncul pada Saat dibentuknya Nagari Kurai pada Tahun 1990 an sampai tahun 2023 telah banyak mengalami perubahan dimana mulai sistem kegiatan budaya Parabungan itu sendiri dari kegiatan budaya Parabungan itu dimulai, penyajian Makanan Parabungan hingga kegiatannya selesai. Namun budaya ini tetap dipertahankan oleh masyarakat kurai buktinya masyarakat masih mengadakan Parabungan ini diiringi dengan kegiatan budaya lainnya.
Perubahan Pelaksanaan Pernikahan di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota ( 1990 - 2022 ) Efendi, Nadila; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i1.853

Abstract

This study aims to find out how the change in marriage traditions in the Minangkabau realm is one of the in Nagari Mungka, Fifty City Regency. Minangkabau is an ethnicity in a group that adheres to a distinctive customary system, namely a kinship system according to female lineage which is also called the Matriliner kinship system, which is a hereditary system based on maternal lineage. Minangkabau has distinctive characteristics in customs including marriage customs. Every custom found in Minangkabau undergoes a change in name and so do wedding customs, one of which is the wedding tradition found in Nagari Mungka Fifty City Regency. The wedding tradition in Nagari Mungka has changed both from the tradition before the wedding party and after the wedding. This tradition has changed due to the driving factors, namely the presence of internal and external factors. One example of internal factors is the influence of the community itself that wants a change but does not eliminate the meaning of the marriage tradition. Meanwhile, examples of external factors are the influence of modernization and advances in communication technology. With these factors, some wedding traditions that are usually carried out in Nagari Mungka have long faded and there are also traditions that have been lost. ABSRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan tradisi pernikahan yang terdapat ranah Minangkabau salah satu di Nagari Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Minangkabau adalah etnis dalam kelompok yang menganut sistem adat yang khas, yaitu sistem kekerabatan menurut garis keturunan perempuan yang di sebut juga dengan sistem kekerabatan Matriliner yaitu sistem keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Minangkabau mempunyai ciri khas dalam adat istiadat termasuk kepada adat istiadat pernikahan. Setiap adat istiadat yang terdapat di Minangkabau mengalami yang namanya perubahan dan begitu juga dengan adat istiadat pernikahan, salah satunya yaitu tradisi pernikahan yang terdapat di Nagari Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Tradisi pernikahan yang terdapat di Nagari Mungka telah mengalami perubahan baik itu dari tradisi sebelum pesta pernikahan maupun setelah pesta pernikahan. Tradisi ini mengalami perubahan karena adanya faktor pendorong yaitu adanya faktor internal dan eksternal. Salah satu contoh dari faktor internal yaitu pengaruh dari masyarakat itu sendiri yang menginginkan suatu perubahan tetapi tidak menghilangkan makna dari tradisi pernikahan tersebut. Sementara itu contoh dari faktor eksternal yaitu pengaruh modernisasi dan kemajuan teknologi komunikasi. Dengan adanya faktor tersebut menyebabkan beberapa tradisi pernikahan yang biasanya di laksanakan di Nagari Mungka lama kelaman memudar dan ada juga tradisi yang telah hilang. Keyword : Perubahan, Pelaksanaan Pernikahan , Upacara Pernikahan, Perubahan.
Pasar Sore Rawang : Dari Pasar Ikan Menjadi Pasar Tradisional di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman (1988 – 2023) Putriyani, Dia; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i1.872

Abstract

ABSRACT Pasar tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Pasar Sore Rawang dari awal terbentuknya hingga menjadi sebuah pasar tradisional yang berperan penting bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan melalui tahap yakni, Heuristik, Interpretasi, Kritik sumber dan Historiografi. Data yang dikumpulkan mencakup informasi primer dan sekunder yang relevan dengan perkembangan pasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Sore Rawang, yang berawal dari aktivitas perdagangan ikan secara keliling, telah berkembang menjadi pusat perdagangan yang penting dengan jumlah pedagang dan pembeli yang terus meningkat sejak tahun 1988. Pasar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat lokal tetapi juga menarik pedagang dan konsumen dari luar daerah. Meskipun pasar ini berkembang tanpa campur tangan langsung dari pemerintah, keberadaannya tetap penting di tengah persaingan dengan pasar modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa pasar tradisional ini berperan sebagai ruang sosial yang memperkuat ikatan antarwarga bagi masyarakat setempat. Perkembangan Pasar Sore Rawang mencerminkan dinamika sosial-ekonomi yang terus berubah dan kemampuan adaptasi masyarakat dalam mempertahankan dan mengembangkan pasar tradisional di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Pasar Sore, Perkembangan, Pasar Tradisional ABSTRACT Traditional markets have an important role in the social and economic life of local communities, especially in Nagari Aie Tajun, Lubuk Alung District, Padang Pariaman Regency. This research aims to analyze the development of the Rawang Sore Market from its inception to becoming a traditional market that plays an important role for the local community. This research uses historical methods, through stages, namely, Heuristics, Interpretation, Source Criticism and Historiography. The data collected includes primary and secondary information relevant to market developments. The research results show that the Rawang Sore Market, which started as a mobile fish trading activity, has developed into an important trading center with the number of traders and buyers continuing to increase since 1988. This market not only fulfills the daily needs of local people but is also attractive traders and consumers from outside the region. Even though this market developed without direct intervention from the government, its existence is still important amidst competition with modern markets. This research also found that this traditional market acts as a social space that strengthens ties between residents for the local community. The development of the Rawang Afternoon Market reflects the changing socio-economic dynamics and the community's adaptability in maintaining and developing traditional markets amidst the current of modernization. Keywords: Afternoon Market, Development, Traditional Market
Pasar Ulak Karang Pasca Gempa Kota Padang Tahun 2009 - 2023 Harahap, Ronaldo; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i1.876

Abstract

This research examines the development of Ulak Karang Market after the earthquake in Padang City which affected traders' income on 30 September 2009 - 2023. After the earthquake, Ulak Karang Market experienced damage to 2 kiosk buildings and 4 stone table buildings. The damage that occurred included damage to the roof, ceiling, pillar supports, and cracks in the building walls. As a result, there is a decrease in traders' income. To overcome this problem, the Government is taking various steps to increase the income of traders at Ulak Karang Market. The aim of this research is to find out what the condition of the snakehead fish market was after the 2009 earthquake. And how the snakehead fish market developed after the earthquake in Padang City in 2009 - 2023. This research is a type of qualitative research that uses historical research methods. includes four stages, namely: heuristics (collecting data), source criticism (criticizing data sources), interpretation (interpreting, analyzing and explaining past events) and historiography (the process of writing a historical work). The results of the research show that after the 2009 earthquake, damage occurred to 2 kiosk buildings and 4 stone table buildings, more specifically the Ulak Karang market trading shops, totaling 12 traders. As a result, traders' income has decreased due to the minimal number of consumers and visitors at Ulak Karang Market. Then in 2023, the revitalization of the Ulak Karang Market will be carried out through PEMKO Padang which is supported by the Indonesian Ministry of Trade through Assistance Task funds for the 2023 fiscal year amounting to IDR 3 billion.