Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Kapur Tohor dan Zeolite Pada Air Tambang di PT. Marunda Grahamineral Iqramina Sista Dewi; Fahrul Indrajaya; Noveriady Noveriady; Neny Sukmawatie; Yunida Iashania
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i4.784

Abstract

Air limbah tambang adalah udara yang berasal dari kegiatan penambangan batubara yang meliputi pengangkutan, pengangkutan dan penimbunan baik pada tambang terbuka maupun tambang bawah tanah yang dapat menyebabkan terbentuknya lumpur atau lumpur pengolahan udara dan udara asam tambang. Di PT. PT. Marunda Grahamineral air limbah tambang berasal dari area tambang termasuk dari ROM dan dialirkan ke kolam pengendapan yang kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Air limbah tambang yang berada di settling pool SP 14 SE pit CTM memiliki pH 5 dan nilai TSS yang tinggi yaitu 9.460 mg/l. Pada penelitian ini dilakukan penambahan kapur tohor dan zeolit dengan dosis 0,1 gr/l, 0,5 gr/l dan 0,8 gr/l yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air limbah tambang. Setelah dilakukan percobaan dengan menambahkan kapur tohor dan zeolit ??kualitas air limbah tambang telah memenuhi standar baku mutu lingkungan. Namun, reaktivitas kapur tohor lebih besar dibandingkan dengan zeolit ??dalam meningkatkan kualitas air limbah tambang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatah pH dan penurunan kadar kandungan Mn. Dimana dengan dosis efektif 0,1gr/l kapur tohor nilai pH yang awalnya 5 meningkat menjadi 7,7 dan kandungan Mn yang awalnya 0,03 mg/l menurun menjadi 0,00 mg/l.
Estimasi Sumber Daya Batubara PT Lautan Hutan Lestari Blok D Site Lemo Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah Sirait, Josua; Tanggara, Deddy N.S.P.; Putrawiyanta, I Putu; Noveriady, Noveriady; Ganang, Nuansa Mare Apui
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16627

Abstract

Sumber daya batubara (coal resources) adalah bagian dari endapan batubara dalam bentuk dan kuantitas tertentu serta mempunyai prospek beralasan yang memungkinkan untuk ditambang secara ekonomis. PT Lautan Hutan Lestari merupakan Salah satu Perusahaan pertambangan dengan produksi batubara. Penambangan yang dilakukan Oleh PT Lautan hutan Lestari adalah Metode Open Pit dengan membagi tiap - tiap blok. Tujuan dari penelitian ini adalah untu menentukan arah sebaran batubara dan mengestimasi sumber daya batubara di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi sumber daya batubara adalah Metode Circular. Metode Circular adalah metode dengan bentuk lingkaran dengan radius lingkaran merupakan jarak informasi terluar sebagai batas (area of influence) sesuai dengan ketetapan SNI 5015:2019. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi geologi daerah penelitian dikategorikan ke dalam kondisi geologi moderat. Hal ini bisa dilihat dari aspek sedimentasi yaitu ketebalan lapisan sedikit bervariasi, dan kesinambungan lapisan batubara sampai ratusan meter, dan percabangan beberapa. Aspek tektonik menunjukkan adanya sesar namun cukup jarang,lapisan terlipat sedang, dan kemiringan landai serta kualitas sedikit variasi. Dapat disimpulkan bahwa arah sebaran batubara berarah barat daya ke timur laut N 80° E dan nilai dip sebesar 8 - 100. Jumlah sumber daya batubara terukur adalah 5.421.200 mT, sumber daya batubara tertunjuk adalah 5.421.200 mT, serta sumber daya batubara tereka adalah 3.197.00 mT.
Pemetaan Titik Lokasi Infrastruktur di Desa Penda Pilang dengan Menggunakan GPS Map Garmin 64 SC, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah Noveriady Noveriady; Novalisae Novalisae; I Putu Putrawiyanta; Ferdinandus Ferdinandus; Neny Fidayanti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5002

Abstract

Community Service Program (PKM) Mapping Infrastructure Location Points using satellite-based GPS in Penda Pilang Village in order to prepare location information and types of infrastructure facilities available, and can be used as a base map in future infrastructure development. The product resulting from this activity is a Map of Infrastructure Location Points in Penda Pilang Village, Kurun District, Gunung Mas Regency, Central Kalimantan Province. On the map, there are 9 (nine) physical infrastructures consisting of Village Gate, Church, Village Office and BPD, PAUD, Kindergarten, Elementary School, Middle School, Posyandu, and Community Health Center.
ANALISIS PENGGUNAAN KAPUR TOHOR (CaO) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR LIMBAH TAMBANG DI CV. BK PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Purba, Aron; Indrajaya, Fahrul; Noveriady , Noveriady; Aulia, Syarifah
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v8i1.11160

Abstract

Open-pit mining can lead to the degradation of environmental quality in the areas where mining activities occur, one of which is the presence of mining wastewater that can disrupt ecosystems. The purpose of this study is to understand the liming process on mining wastewater samples and to determine the effect of quicklime on the quality of mining wastewater. The methods used in this research include qualitative and descriptive approaches. The research location is at CV. BK in Lemo I Village, Teweh Tengah District, and Bintang Ninggi I and II Villages in Teweh Selatan District. The study was conducted in early 2023. The data for this research consists of primary data, including mining wastewater samples, the quality of mining water, and doses of quicklime; as well as secondary data, including environmental management maps, regional geological maps, and location maps.
IDENTIFIKASI PENGARUH BATUAN GRANIT TERHADAP KUALITAS KIMIA ANORGANIK SUMBER AIR TANGKILING: IDENTIFICATION OF THE INFLUENCE OF GRANITE ROCKS ON THE ANORGANIC CHEMICAL QUALITY OF TANGKILING WATER SOURCES Usup, Hepryandi Luwyk Djanas; Noveriady; Dody Aryantho Kusma , Wijaya; Betrio, Prayoga L.; Meka, Lesly Martha Cecylia
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 25 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v25i1.16920

Abstract

Bukit Tangkiling di wilayah administrasi Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya merupakan wilayah yang berbukit dan dibentuk oleh batuan granit yang resisten terhadap erosi. Batuan granit merupakan batuan beku dalam plutonik yang bersifat asam dan mengandung unsur logam. Perubahan pola hidup masyarakat Kota Palangka Raya semakin hari semakin  modern, sehingga kebutuhan akan air bersih dan air minum sangat tergantung dengan air isi ulang yang murah dan praktis. Metode pemilihan lokasi sampling untuk penelitian ini menggunakan metode purpose sampling dan analisis menggunakan metode matching dengan Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Lokasi pengambilan sampel sumber air Tangkiling untuk pengukuran lapangan dan pengujian laboratorium diambil pada wilayah Bukit Tangkiling yang berdekatan dengan tubuh batuan granit. Penelitian ini mengambil 3 (tiga) lokasi titik sampling dan dibagi menjadi 3 (tiga) pengukuran kualitas lapangan dan 3 (tiga) sampel untuk analisis laboratorium. Kualitas Kimia air hasil pengukuran lapangan dengan nilai rata-rata pH 4,42; TDS 13,67 mg/l; EC 28,67 µS/cm, suhu 25,90ºC dan salinitas 0%. Hasil laboratorium untuk kualitas air rata-rata nilai NO3- 3,71 mg/l; NO2- <0,005 mg/l; Cr6+ <0,007mg/l; Fe terlarut <0,041 mg/l; F- <0,019 mg/l; dan Zn terlarut <0,06 mg/l. Dari 11 (sebelas) parameter pengukuran dan pengujian kualitas air sumber air Tangkiling menunjukkan 10 (sepuluh) parameter sesuai dengan baku mutu kualitas air minum dan 1 (satu) parameter belum memenuhi baku mutu Permenkes 492/2010. Batuan granit di Bukit Tangkiling dari sampel air yang diuji hanya berpengaruh pada parameter pH, dan perlu adanya pengolahan air minum untuk meningkatkan pH air agar sesuai standar air minum sebelum dikonsumsi. Kata kunci: Air, Granit, Tangkiling, Kualitas Kimia, Permenkes 492/2010
Identifikasi Kandungan Konsentrat Mineral Logam Pada Tailing Penambangan Emas Rakyat Noveriady, Noveriady; Novalisae, Novalisae; Putrawiyanta, I Putu; Ferdinandus, Ferdinandus
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6785

Abstract

Artisanal gold mining in the Kahayan River Basin (DAS Kahayan), Ramang Village, produces tailings that contain metallic minerals such as zircon (Zr), yet their management remains suboptimal. This study aims to identify the zircon content in the concentrate resulting from shaking table separation and to analyze the geological and hydrological factors influencing its distribution. The results show that zircon content in the tailings ranges from 0,002% to 0,112%. The highest concentration was found in the upstream area (Z1), while the lowest was in the downstream area (X1), indicating that river flow direction and tidal influences play a role in zircon particle distribution. The zircon identified is genetically linked to the weathering of granite rocks, particularly the Kapur Granite Formation and Sepauk Tonalite in the upstream region. These findings indicate that current small-scale gold mining practices remain inefficient, allowing zircon to be discarded in tailings. This study emphasizes the importance of improved tailings management through efficient containment systems, the potential for reprocessing, and continuous environmental monitoring to enhance resource utilization and reduce the ecological impact of traditional mining.
ANALISIS CRUSH ZONE PADA PELEDAKAN LAPISAN BATU KAPUR (LIMESTONE): Analysis of the Crush Zone in Limestone Layer Blasting Noveriady; Virgiyanti, Lisa; Novalisae; Nainggolan, Willy Kusuma
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 25 No. 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v25i2.21274

Abstract

Peledakan merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan terbuka yang bertujuan untuk memecah massa batuan menjadi ukuran yang sesuai untuk proses selanjutnya. Salah satu zona krusial dalam proses ini adalah zona remuk (crush zone), yaitu area di sekitar lubang ledak yang mengalami kerusakan total akibat tekanan tinggi bahan peledak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik zona remuk pada lapisan limestone berdasarkan data geometri aktual lubang ledak. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data lapangan berupa burden, spasi, kedalaman lubang, stemming, dan kolom bahan peledak, serta perhitungan muatan bahan peledak, radius zona remuk, dan volume zona remuk. Muatan bahan peledak per lubang diperoleh sebesar 43,28 kg berdasarkan powder factor desain sebesar 0,245 kg/m³ dan volume batuan sebesar 176,64 m³. Radius zona remuk dihitung menggunakan rumus empiris Konya & Walter sebesar 4 meter dengan volume sebesar 134 m³. Nilai powder factor aktual pada zona remuk sebesar 0,323 kg/m³, lebih tinggi dari nilai desain, menunjukkan adanya potensi overblasting. Hasil ini menjadi dasar penting untuk optimalisasi desain peledakan agar energi lebih efisien dan fragmentasi batuan lebih terkendali. Kata kunci: Peledakan, Zona Remuk, Powder Factor, Limestone, Fragmentasi
Identification of Hydrothermal Rock Alterations Based on Petrographic Analysis in Banturung Area, Bukit Batu District, Palangka Raya City Putrawiyanta, I Putu; Novalisae, Novalisae; Noveriady, Noveriady; Fidayanti, Neny; Rante, Irga Loti; Brianto, Hendrik
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.7991

Abstract

The Banturung region mostly consists of the morphology of igneous rock hills where most of the rocks physically show that they have undergone a process of change, so more detailed research is needed to distinguish the types of rocks that exist at the research site. This study aims to determine the distribution and types of rocks that undergo alterations at the research site. The research method with petrographic analysis, due to mineral changes and changes in rock composition in alterations can be observed from microscopic observations by paying attention to the mineral composition. The rock sample is cut into thin incisions measuring 0.035 mm so that it can be observed under a microscope. From the results of the rock incision analysis, it is known that the characteristics of rock alteration at the study site include the type of Phyllic alteration with serisite as a key mineral, with a very low alteration intensity < 25%, and hydrothermal alteration processes in dacite and tonalite rocks. This alteration process can be an early indication of the formation of metallic minerals or mineralization of valuable minerals at the research site, which is also strengthened by the discovery of pyrite minerals at the research site so that it can be further developed as a source of mineral resource research.
Ketelitian Geometri Hasil Pemetaan Run of Mine (ROM) Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle Saputra, Rafiq Aldi; Fidayanti, Neny; Noveriady, Noveriady; Ferdinandus, Ferdinandus; Novalisae, Novalisae
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13782

Abstract

Pemetaan merupakan salah satu kegiatan dalam pertambangan yang bertujuan untuk mendapatkan topografi suatu wilayah. Pemetaan menggunakan UAV perlu dilakukan koreksi geometri dengan titik GCP hasil pengamatan di lapangan menggunakan GPS Geodetik untuk memposisikan foto udara pada posisi sebenarnya. Sedangkan untuk tingkat ketelitian geometri perlu dilakukan uji produk peta menggunakan titik ICP antara titik pada peta terhadap hasil pengukuran lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian geometri hasil pengukuran menggunakan UAV berdasarkan Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 6 Tahun 2018. Hasil uji ketelitian geometri pada penelitian ini masuk klasifikasi kelas 1 berdasarkan standar ketelitian peta RBI dengan skala 1:1.000. Hasil nilai error paling kecil pada ketinggian 60 meter dengan overlap 70%, menghasilkan nilai CE 90 sebesar 0,035 dan nilai LE 90 sebesar 0,045. Hasil uji-T menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara koordinat x, y, z ICP hasil pengukuran lapangan dengan koordinat x, y orthophoto maupun koordinat z DEM dengan tingkat signifikansi sebesar 5%.
Tingkat Efektivitas Penggunaan Flocullant Jenis Clarifloc untuk Menurunkan Nilai TSS (Total Suspended Solid) pada Settling Fond Bantian-54 PT Indo Muro Kencana Provinsi Kalimantan Tengah L., Prayoga Betrio; Usup, Hepryandi Luwyk Djanas; Novalisae; Noveriady; Putrawiyanta, I Putu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15146

Abstract

Indo Muro Kencana is a company that operates in the field of gold and silver mining using the Open Pit method. This mining activity increases water turbidity due to high Total Suspended Solids (TSS). The method used in this research is quantitative and descriptive methods. The results showed that the use of Clarifloc flocculant significantly reduced TSS values, with varying effectiveness in each settling pond compartment and per hour. In accordance with the results of laboratory research, it shows that the reduction in TSS in the Bantian 5-4 settling pond of PT Indo Muro Kencana has been efficient with the test value for each compartment getting an average TSS value at the inlet = 8,136.4 mg/l down in pond 1 = 402.9 mg /l, pool 2 = 239.7 mg/l, pool 3 = 34.8 and outlet = 16.7 mg/l. The water output in pool 3 and the outlet has entered the quality standard, while in the hourly experiment the decrease in TSS is <2 hours, it has entered the quality standard. The length of settling time depends on the amount of discharge entering the settling pond with real data in the field of pump discharge of 0.16 m3/s, the length of settling time. 32.3 hours. Based on table 5, TSS data from the Bantian 5-4 settling pond hourly experiment, the reduction in TSS was very effective because the average TSS value decreased by 46.33% after being given flocculant in the hourly experiment, which was <3 hours. The TSS value was already below 200 mg/l. The quality standards that have been set are in accordance with the quality standards that refer to Minister of Environment Decree No. 202 of 2004 concerning: Waste water quality standards for gold and/or copper ore mining businesses and/or activities namely TSS mg/l 200, SNI 06-6989-3-2004.