Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : J-INSTECH: Journal of Instructional Technology

EVALUASI VIDEO TUTORIAL PROSES PRODUKSI MULTIMEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK SMKN 1 AMUNTAI Khairunnisa Khairunnisa; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8759

Abstract

Video tutorial digunakan dalam rangka menarik perhatian dan kemandirian siswa dalam memahami materi, sesuai dengan video yang dikembangkan terdapat visualisasi berupa gambar, dan materi yang dapat di mengerti oleh siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan isi, media dan desain pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, teknik analisis statistik deskriptif dan jenis evaluasi formatif. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas XII Multimedia SMKN 1 Amuntai, dan objek dari penelitian ini media pembelajaran video tutorial proses produksi multimedia. Sehingga dapat disimpulkan media video tutorial di kategorikan “Layak dan Efektif” menjadi sumber belajar pada mata pelajaran Teknik Audio Video kelas XII Smkn 1 Amuntai.
PEMANFAATAN MEDIA KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 Hidayat Nur Salim; Zaudah Cyly Arrum Dalu; Agus Hadi Utama
J-INSTECH Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i2.8689

Abstract

Penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pemanfaatan media kahoot yang sudah cukup familiar digunakan dalam proses belajar dan mengajar (PBM) di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media kahoot dengan model kooperatif tipe STAD, kemudian untuk mengetahui bagaimana kerjasama siswa sebelum dan sesudah saat menggunakan media Kahoot dengan model kooperatif tipe STAD, yang pada akhirnya adalah untuk dapat mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media kahoot dengan model kooperatif tipe STAD. Penelitian ini mengambil sampel di kelas VIII pada mata pelajaran IPS SMPN 2 Kusan Hilir dengan menggunakan desain penelitian mixed method kuantitaif dan kualitatif. Instrumen dan analisis datanya meliputi lembar observasi pemanfaatan, lembar observasi kerjasama siswa, pedoman wawancara kerjasama siswa, dan tes hasil belajar siswa yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pemanfaatan media kahoot pada PBM tiga kali pertemuan adalah 84,84% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Kemudian hasil kerjasama siswa yang didapatkan sebelum tindakan sebesar 40%, sedangkan setelah tindakan pada pertemuan I adalah 63%, pada pertemuan II meningkat menjadi 80%, dan pada pertemuan III terus meningkat menjadi 93% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil belajar menunjukkan telah terjadinya peningkatan 62,96% pada pertemuan I, 77,78% di pertemuan II, dan 96,56% di pertemuan III. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemanfaatan media kahoot dengan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan  kerjasama dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMPN 2 Kusan Hilir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PODCAST UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMK TELKOM BANJARBARU Angga Eki Duta Rahmadan; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v1i1.12046

Abstract

Perkembangkan  teknologi  yang  semakin  meningkat  dan  canggih  dapat  disebut  sebagai bagian  dari  revolusi  industri  4.0,  telah  membuat  proses  pembelajaran  menjadi  lebih  beragam  dan bervariatif.  Penggunaan  media  pembelajaran  berbasis  podcast  merupakan  bentuk  perkembangan teknologi  informasi  dan  komunikasi  yang  bisa  digunakan  sebagai  alternatif  media  pembelajaran. Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengembangkan  media  pembelajaran  berbasis  podcast,  mengetahui kelayakan dari media pembelajaran tersebut dan untuk mengetahui kemampuan berbicara Siswa di SMK  Telkom  Banjarbaru.  Model  pengembangan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  mengacu pada  model  penelitian  dan  pengembangan  4D  (four-D)  dengan  empat  tahapan,  yaitu  define (pendefinisian),  design  (perancangan),  develop  (pengembangan),  dan  disseminate  (penyebaran). Adapun  teknik  pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini  adalah  wawancara,  observasi,  dan  angket validasi  ahli,  serta  angket  respon  peserta  didik.  Hasil  penelitian  pengembangan  menunjukkan bahwa  media  pembelajaran  berbasis  Podcast  mampu  menciptakan  suasana  belajar  yang  interaktif dan lebih bermakna bagi peserta didik. Sekolah dapat memanfaatkan media pembelajaran podcast sebagai media pembelajaran digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dalam peningkatan kemampuan bicara siswa.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA NEGERI 5 BANJARMASIN. Muhammad Afriandy; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v5i2.12037

Abstract

Penelitian  ini  fokus  pada  kurangnya  variasi  dalam  penggunaan  media  pembelajaran, keinginan siswa untuk pengalaman pembelajaran yang inovatif, dan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan  pendidik  dalam  merancang  media  pembelajaran.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah mengembangkan  multimedia  pembelajaran  yang  menggunakan  pendekatan  mobile  learning  dan untuk mengevaluasi kelayakan multimedia pembelajaran berbasis mobile learning, serta dampaknya terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran geografi kelas XI di SMA Negeri 5 Banjarmasin. Jenis penelitian ini  adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah    ADDIE  ,  ada  5  tahapan  dalam  model  ini diantaranya :  analyze, design, development, implementation, evaluation. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, angket, wawancara, tes dan dokumentasi merupakan teknik analisi data deskriptif  kuantitatif  menggunakan  skala  likert  dan  tes  awal  –  tes  akhir  untuk  melihat  kelayakan multimedia  pembelajaran  berbasis  mobile  learning,  respon  siswa  setelah  penggunaan  multimedia pembelajaran  berbasis  mobile  learning  dan  pengaruh  multimedia  pembelajaran  berbasis  mobile learning  terhadap  pemahaman  konsep  siswa  setelah  penggunaan  multimedia  tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran berbasis mobile learning dianggap "Sangat Layak"  dari  segi  media  dan  materi.  Respons siswa  terhadap  multimedia  ini  positif  baik  dalam  uji perorangan, uji kelompok kecil, maupun uji kelompok besar. Peningkatan pemahaman konsep siswa juga terlihat dari skor rata-rata tes awal yang mencapai 38,63 menjadi skor rata-rata tes akhir sebesar 83,63.  Berdasarkan  hasil  ini,  dapat  disimpulkan  bahwa  multimedia  pembelajaran  berbasis mobile learning sangat layak digunakan dan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH MATERI SEJARAH INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 ALALAK Muhammad Shidqi Rizqullah; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v3i2.8698

Abstract

Kurangnya media pembelajaran dan metode pembelajaran yang konvensional menyebabkan minat belajar peserta didik menjadi rendah. Permasalahan tersebut memicu peneliti untuk mencari solusi agar terciptanya pembelajaran yang berinovasi. Melalui pengembangan media mobile learning diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengembangkan media mobile learning untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas X SMAN 1 Alalak, (2) Mengetahui minat belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan mobile learning pada mata pelajaran sejarah. Penelitian pengembangan media mobile learning ini merupakan jenis penelitian R&D dengan menggunakan metode pengembangan 4D oleh Thiaragajan (1974). Tahap pengembangan 4D yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination yang telah dimodifikasi menyesuaikan dengan keperluan. Hasil penelitian pada tahap pengembangan menghasilkan penilaian dari para ahli. Penilaian dari ahli materi mendapatkan rata-rata skor 92% dengan kategori “sangat layak”, sementara penilaian dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 97,3% dengan kategori “sangat layak”. Peningkatan minat belajar peserta didik mendapat nilai gain sebesar 0.51 dengan kategori “Sedang”. Dari hasil penelitian data disimpulkan bahwa media mobile learning mata pelajaran sejarah layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik.
PENGEMBANGAN E-LEARNING SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS X DI SMA Adella Maira Amelia; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v5i1.9776

Abstract

E-learning yang dikembangkan berfungsi sebagai komplemen pembelajaran dan pemecahan masalah di kelas yaitu begitu banyaknya materi yang harus dikejar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal oleh peserta didik dan guru. E-learning memungkinkan peserta didik belajar dimanapun dan kapanpun, dan mengakses ke materi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media pembelajaran e-learning pada mata pelajaran sejarah serta penggunaan e-learning untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini mengunakan metode R&D dengan model ADDIE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kuantatif dan kualitatif. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas X SMAN 5 Banjarmasin, dan objek dari penelitian ini e-learning. Sehingga dapat disimpulkan e-learning dikategorikan “sangat layak” digunakan dalam membantu proses pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 5 Banjarmasin.
PEMANFAATAN POJOK BACA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS SISWA DI SMP PGRI 9 BANJARMASIN Elma Lailanur; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v5i2.12043

Abstract

Satuan Pendidikan wajib memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mampu menunjang pembelajaran, salah satunya adalah perpustakaan atau Pojok Baca karena dengan adanya Pojok Baca mampu memudahkan siswa dalam mengakses bahan bacaan baik itu dalam proses pembelajaran maupun untuk menambah pengetahuan umum. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan Pojok Baca dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis siswa di SMP PGRI 9 Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa di SMP PGRI 9 Banjarmasin. Hasil penelitian ini yaitu Pojok Baca telah dimanfaatkan siswa sebagai penunjang sarana belajar mengajar dan dikatakan mampu membantu meningkatkan literasi baca tulis mereka berdasarkan hasil pengamatan akhir ditandai dengan intensitas kunjungan siswa meningkat serta bersikap semangat ketika membaca dan memperluas kemampuan dirinya terkait penganalisisan buku bacaan, membentuk ringkasan/kesimpulan bacaan, bersikap aktif ketika berlangsungnya pembelajaran sehingga mempunyai wawasan ilmu yang general, ilmu agama, serta sains yang luas. Rekomendasi yang dapat penulis berikan yaitu hendaknya Pojok Baca di kelas ini terus dibermanfaatkan sebagaimana mestinya, tentunya evaluasi juga diperlukan terkait efektifitasnya karena koleksi buku di Pojok Baca juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
PEMANFAATAN KAHOOT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATEMATIKA PEMINATAN KELAS XII Ruliyani Febriyanti; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i1.8770

Abstract

Pemanfaatan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajran Inquiry yang mana peserta didik menggunakan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis untuk menemukan jawaban yang benar berdasarkan fakta. Selain itu, pemanfaatan Kahoot dalam proses pembelajarannya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga peserta didik bersemangat mengerjakan tugas yang diberikan pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi dan fakta di sekolah terkait pemanfaatan Kahoot, untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pemanfaatan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry pada mata pelajaran matematika peminatan kelas XII MIA di SMAN 8 Barabai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan dan pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi, studi literatur, sedangkan untuk hasil belajar menggunakan Uji T-tes. Hasil dari penelitian ini adalah pendidik mampu merencanakan, menggunakan, dan melaksanakan pembelajaran dengan pemanfataan Kahoot dalam pembelajaran dan terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik. nilai hasil belajar peserta didik setelah menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry. Serta terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen setelah menggunakan kahoot dengan model pembelajaran Inquiry. Sedangkan peserta didik pada kelas kontrol terjadi peningkatan hasil belajar juga akan tetapi belum mencapai nilai ketuntasan. Rekomendasi untuk pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan Kahoot dengan model pembelajaran Inquiry dalam pembelajaran serta untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode dan menggabungkan variabel-variabel lain dengan model penelitiannya.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI MOTION GRAPHIC UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONSEPTUAL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Risma Dwi Kolwatin; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8761

Abstract

Pemanfaatan video animasi motion diyakini dapat membantu meningkatkan pengetahuan konseptual siswa karena terdiri dari gabungan teks, warna, grafik, gerakan dan narasi membuat animasi motion graphic dapat mencapai indikator pemahaman konseptual yang terdiri dari menafsirkan, memberikan contoh, mengklasifikasi, meringkas, menarik kesimpulan, membandingkan dan menjelaskan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan video pembelajaran animasi motion graphic pada materi tematik 8 kelas VI secara  layak  serta dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Metode pengembangan menggunakan model 4D (four-d) dengan empat tahapan yaitu, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Dalam melihat kelayakan video pembelajaran digunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari ahli materi dan media serta siswa. Sedangkan pada peningkatan pengetahuan konseptual, dilakukan pretest dan posttest kemudian dihitung menggunakan penilaian N-gain. Sehingga dapat diperoleh peningkatan pengetahuan konseptual siswa. Dengan demikian pengembangan video pembelajaran animasi motion graphic dikatakan layak dan dapat meningkatkan pengetahuan konseptual siswa. Sekolah dapat memanfaatkan video pembelajaran animasi motion graphic untuk membantu meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi yang bersifat konseptual agar mudah diterima
PENGEMBANGAN VIDEO TEKNIK TATA LETAK DAN KOMPOSISI DESAIN GRAFIS DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS XI DI SMK Fiqri Adetya Ananda; Mastur Mastur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v2i1.9449

Abstract

Desain grafis akan menghasilkan sebuah karya yang menarik dan kratif apabila mereka paham Teknik dalam mendesain agar mendapatkan keuntungan pada sebuah perusahaan maupun instansi. Era sekarang desain grafis berperan sangat dibutuhkan dalam bidang usaha. Pembelajaran Berbasis Video dengan pendekatan dalam pembelajaran adalah salah satu pilihan alternatif merubah cara belajar siswa yang cenderung membosankan, dalam video pembelajaran memuat teknik teori dan penerapan serta wawasan dan pengetahuan mengenai mata pelajaran Desain Grafis khususnya pada materi Tata Letak dan komposisi. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan tahapan pengembangan media video pembelajaran teknik tata letak dan komposisi (2) Menganalisis kelayakan dalam pengembangan media video pembelajaran teknik tata letak dan komposisi (3) Membuktikan pengembangan video pembelajaran teknik tata letak dan komposisi dalam mata pelajaran desain grafis dapat meningkatkan keterampilan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D (four-D). Tahapan penelitian pengembangan ini ada empat, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebarluasan). Hasil penilaian data validasi oleh validator diperoleh presentase ahli media 99,05%, ahli materi 98,4 % dan ahli naskah 99 %. Dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran teknik tata letak dan komposisi dalam mata pelajaran desain grafis dengan pendekatan konstruktivistik untuk meningkatkan keterampolan siswa kelas XI di SMK Negeri 5 Banjarmasin.