Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Tren Jangka Panjang Curah Hujan dan Evaporasi sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Air di Waduk Wonorejo Kurnia Sari, Faradila; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.45

Abstract

Perubahan iklim global telah memengaruhi pola curah hujan dan laju evaporasi, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air pada sistem waduk. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi wilayah yang bergantung pada waduk sebagai sumber utama air baku dan irigasi, termasuk Waduk Wonorejo di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Oleh karena itu, diperlukan kajian berbasis data historis untuk memahami tren iklim lokal dan dampaknya terhadap sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang curah hujan dan evaporasi guna mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan. Analisis dilakukan menggunakan data observasi curah hujan dan evaporasi selama periode 2004 hingga 2023, dengan pendekatan analisis secara temporal bulanan dan tahunan untuk mengidentifikasi pola perubahan iklim lokal yang relevan terhadap dinamika hidrologi regional. Metode analisis menggunakan grafik trendline pada Microsoft Excel untuk mengidentifikasi arah tren (naik atau turun) berdasarkan kemiringan garis linier. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pola iklim lokal yang berpengaruh terhadap dinamika neraca air waduk. Informasi ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional waduk, seperti pengaturan bukaan pintu air, penjadwalan distribusi air irigasi, serta penyusunan strategi konservasi air yang responsif terhadap perubahan iklim. 
P PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH BERBASIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN METODE SUSCEPTIBILITY INDEX (SI): PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH Donny Harisuseno; Mohammad Bisri; Nabillah Eva Wahyuningtyas
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona kerentanan airtanah terhadap pencemaran di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, dengan menggunakan metode Susceptibility Index (SI). Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman muka airtanah, imbuhan airtanah, media akuifer, kemiringan lereng, serta penggunaan lahan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan tingkat kerentanan tertinggi ditemukan di Dusun Gedangsewu dan Pojok. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi hidrogeologi wilayah dengan risiko pencemaran airtanah yang mungkin terjadi. Masyarakat setempat sangat bergantung pada airtanah sebagai sumber utama untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi pertanian. Di sisi lain, aktivitas antropogenik seperti pertanian dan penambangan batu kapur secara intensif di kawasan ini berpotensi memperbesar risiko pencemaran airtanah. Validasi kualitas air dilakukan melalui pengambilan sampel dari sumur warga, yang menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi cenderung memiliki kadar Total Dissolved Solids (TDS) dan kekeruhan yang lebih tinggi. Selain itu, ditemukannya serpihan putih saat air dimasak mengindikasikan adanya kandungan kapur terlarut dalam air. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tulungagung Tahun 2023–2043, yang mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi kerentanan dan pola pemanfaatan lahan saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan serta integrasi data kerentanan airtanah dalam kebijakan penataan ruang untuk mengurangi risiko pencemaran jangka panjang.
Pemetaan Spasial Hujan Rancangan Menggunakan Data SatelitGPM di Wilayah Administrasi Pasuruan Ana Nurkhalisha; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah administrasi Pasuruan memiliki topografi beragam sehingga distribusi hujan menunjukkan variasi spasial. Keterbatasan jumlah dan persebaran stasiun hujan menyebabkan representasi spasial hujan rancangan belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM) terkalibrasi dan menentukan distribusi spasial hujan rancangan. Kalibrasi GPM dilakukan menggunakan metode Linear Scaling dan dievaluasi berdasarkan NSE, koefisien korelasi (r), dan RSR. Hujan rancangan dihitung menggunakan distribusi GEV maksimum untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Data GPM terkalibrasi menunjukkan kinerja baik dengan nilai NSE 0,85 dan 0,79, nilai r 0,88 dan 0,66, serta nilai RSR 0,39 dan 0,46. Curah hujan rancangan meningkat seiring bertambahnya kala ulang dengan kisaran 47,95–346,58 mm. Dengan demikian, kombinasi data observasi dan GPM mampu meningkatkan representasi spasial hujan rancangan untuk mendukung analisis hidrologi dalam perhitungan debit banjir rencana.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit CHIRPS Sebagai MasukanDalam Perkiraan Debit Sungai Menggunakan HEC-HMS PadaSub-DAS Welang Hulu Kabupaten Pasuruan Aisyah Pratiwi; Donny Harisuseno; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan jumlah dan sebaran stasiun hujan menjadi kendala dalam penyediaan data curah hujan untuk pemodelan hidrologi. Data satelit Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS) dapat dimanfaatkan sebagai alternatif, namun memerlukan koreksi bias sebelum digunakan sebagai masukan model. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja data CHIRPS, menerapkan metode koreksi bias Linear Scaling, serta mengkaji pemanfaatannya pada model HEC-HMS di Sub-DAS Welang Hulu, Kabupaten Pasuruan. Data penelitian meliputi curah hujan observasi tiga stasiun, data CHIRPS, dan debit observasi AWLR Purwodadi periode 2005–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor koreksi harian lebih efektif dibandingkan faktor koreksi bulanan dengan nilai NSE 0,737, r 0,869, dan RSR 0,513. Kalibrasi HEC-HMS meningkatkan nilai NSE dari −0,37 menjadi 0,37. Setelah dilakukan analisis outlier menggunakan metode Interquartile Range (IQR), hasil evaluasi meningkat dengan NSE 0,50, r 0,730, RSR 0,70, PBIAS −0,74%, dan MKGE 0,721. Penerapan faktor koreksi harian dan metode IQR mampu meningkatkan representativitas evaluasi model HEC-HMS.
Pemetaan Spasial Hujan Rancangan Berbasis Data Satelit GPM di Sub DAS Ngrowo, Kabupaten Tulungagung Clara Monicha; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir berulang di Sub DAS Ngrowo, Kabupaten Tulungagung, memerlukan informasi hidrologi akurat sebagai dasar penentuan hujan dan debit banjir rancangan guna mendukung perencanaan infrastruktur sumber daya air. Keterbatasan data hujan observasi mendorong pemanfaatan data satelit Global Precipitation Measurement (GPM) sebagai sumber data alternatif. Studi ini bertujuan mengevaluasi akurasi data GPM setelah kalibrasi, menghitung hujan rancangan berbagai kala ulang, serta menghasilkan peta spasial hujan rancangan di Sub DAS Ngrowo menggunakan data observasi dan GPM periode 2005–2024. Kalibrasi dilakukan dengan metode Linear Scaling, sedangkan hujan rancangan dihitung menggunakan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) untuk kala ulang 2 hingga 100 tahun. Peta hujan rancangan dibuat menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Kriging, lalu divalidasi menggunakan NSE, RSR, koefisien korelasi, dan kesalahan relatif terhadap peta Kementerian PU. Hasil menunjukkan metode IDW memiliki performa lebih baik dibandingkan Kriging, dengan kesalahan lebih kecil dan pola distribusi lebih representatif.
Pemetan Daerah Rawan Banjir Berdasarkan Karakteristik DAS dan Limpasan Permukaan Di DAS Welang Raihan Candra Kusuma; Donny Harisuseno; Fidari, Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAS Welang merupakan salah satu DAS kritis di Jawa Timur yang berpotensi mengalami banjir akibat perubahan penggunaan lahan dan tingginya limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja model ArcSWAT, memetakan tingkat kerawanan banjir, dan menyusun arahan penggunaan lahan di DAS Welang. Limpasan permukaan disimulasikan menggunakan model ArcSWAT, sedangkan kerawanan banjir ditentukan melalui pembobotan dan skoring enam parameter fisik DAS. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,56, NSE sebesar 0,51, dan PBIAS sebesar 21,70%, yang menunjukkan kinerja model cukup baik. Pemetaan menghasilkan lima kelas kerawanan banjir, dengan kelas sangat rawan seluas 18,01 km² yang didominasi lahan terbangun dan lahan pertanian dengan limpasan permukaan tinggi. Arahan penggunaan lahan menurunkan rata-rata limpasan permukaan dari 915,73 menjadi 230,54 mm/tahun serta mengurangi luas kelas rawan dari 137,96 menjadi 83,30 km² dan menghilangkan kelas sangat rawan.
Pemetaan Kekeringan Berbasis Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Mujur Kabupaten Lumajang Nhadya Hayu Hapsari; Donny Harisuseno; Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekeringan di DAS Mujur Kabupaten Lumajang menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) pada periode defisit 1, 3, 6, dan 12 bulan serta memetakan sebarannya menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil analisis menunjukkan bahwa kekeringan umumnya terjadi pada bulan Mei hingga Oktober, dengan kondisi terparah pada periode Agustus–Oktober. Nilai SPI terendah pada SPI-1 terjadi pada Agustus sebesar -1,411, SPI-3 pada September sebesar -1,399, sedangkan SPI-6 dan SPI-12 pada Oktober masing-masing sebesar -1,398 dan -1,284. Pemetaan menggunakan IDW menghasilkan gambaran spasial tingkat kekeringan di DAS Mujur. Hasil validasi menunjukkan Overall Accuracy sebesar 70% dan koefisien Kappa sebesar 0,402, yang menunjukkan adanya kesesuaian antara hasil pemetaan dengan data pembanding.