Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Tren Jangka Panjang Curah Hujan dan Evaporasi sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Air di Waduk Wonorejo Kurnia Sari, Faradila; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.45

Abstract

Perubahan iklim global telah memengaruhi pola curah hujan dan laju evaporasi, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air pada sistem waduk. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi wilayah yang bergantung pada waduk sebagai sumber utama air baku dan irigasi, termasuk Waduk Wonorejo di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Oleh karena itu, diperlukan kajian berbasis data historis untuk memahami tren iklim lokal dan dampaknya terhadap sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang curah hujan dan evaporasi guna mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan. Analisis dilakukan menggunakan data observasi curah hujan dan evaporasi selama periode 2004 hingga 2023, dengan pendekatan analisis secara temporal bulanan dan tahunan untuk mengidentifikasi pola perubahan iklim lokal yang relevan terhadap dinamika hidrologi regional. Metode analisis menggunakan grafik trendline pada Microsoft Excel untuk mengidentifikasi arah tren (naik atau turun) berdasarkan kemiringan garis linier. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pola iklim lokal yang berpengaruh terhadap dinamika neraca air waduk. Informasi ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional waduk, seperti pengaturan bukaan pintu air, penjadwalan distribusi air irigasi, serta penyusunan strategi konservasi air yang responsif terhadap perubahan iklim. 
P PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH BERBASIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN METODE SUSCEPTIBILITY INDEX (SI): PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH Donny Harisuseno; Mohammad Bisri; Nabillah Eva Wahyuningtyas
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona kerentanan airtanah terhadap pencemaran di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, dengan menggunakan metode Susceptibility Index (SI). Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman muka airtanah, imbuhan airtanah, media akuifer, kemiringan lereng, serta penggunaan lahan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan tingkat kerentanan tertinggi ditemukan di Dusun Gedangsewu dan Pojok. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi hidrogeologi wilayah dengan risiko pencemaran airtanah yang mungkin terjadi. Masyarakat setempat sangat bergantung pada airtanah sebagai sumber utama untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi pertanian. Di sisi lain, aktivitas antropogenik seperti pertanian dan penambangan batu kapur secara intensif di kawasan ini berpotensi memperbesar risiko pencemaran airtanah. Validasi kualitas air dilakukan melalui pengambilan sampel dari sumur warga, yang menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi cenderung memiliki kadar Total Dissolved Solids (TDS) dan kekeruhan yang lebih tinggi. Selain itu, ditemukannya serpihan putih saat air dimasak mengindikasikan adanya kandungan kapur terlarut dalam air. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tulungagung Tahun 2023–2043, yang mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi kerentanan dan pola pemanfaatan lahan saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan serta integrasi data kerentanan airtanah dalam kebijakan penataan ruang untuk mengurangi risiko pencemaran jangka panjang.