Articles
Pemetaan Sebaran Hujan Rancangan Menggunakan Interpolasi Kriging di DAS Kali Lamong
Yosafat Pulung Aji Wardana;
Donny Harisuseno;
Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.020
Luapan Kali Lamong kerap kali mengakibatkan banjir. Hal tersebut memiliki dampak yang sangat merugikan terutama bagi masyarakat yang tinggal di DAS Kali Lamong. Permasalahan banjir tersebut biasanya diatasi dengan pembangunan infratruktur sumber daya air. Penanganan terhadap banjir dapat lebih mudah bila telah tersedia informasi hujan rancangan dalam bentuk peta isohiet. Penelitian ini bertujuan menghasilkan peta isohiet untuk memudahkan perencanaan atau analisis hidrologi lainnya tanpa menguji data dan menghitung ulang hujan rancangan. Metode perhitungan hujan rancangan menggunakan analisis frekuensi distribusi Gumbel dan Log Pearson III Kriging dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun yang telah teruji kesesuaiannya. Peta tersebut dibangun dengan metode interpolasi spasial Kriging. Hasil pemetaan hujan rancangan tersebut dievaluasi berdasarkan parameter NSE dan RSR dengan kriteria hasil yang memuaskan hingga sangat baik. Kemudian peta tersebut juga dibandingkan dengan peta hujan rancangan terbitan Kementerian PU Dirjen SDA dan dihasilkan kesesuaian sebesar 25,95 %.
Pemodelan Hidrologi DAS Gandong dengan Soil and Water Assessment Tool (ArcSWAT)
Ade Liya Intan Sari;
Donny Harisuseno;
Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.069
Lahan merupakan salah satu kebutuhan penting manusia untuk menunjang aktivitas manusia setiap hari. Peningkatan pertumbuhan penduduk yang terjadi secara langsung dapat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan dan perubahan luasnya. Adanya perubahan penggunaan lahan dapat menyebabkan perubahan dan ketidangseimbangan proses hidrologi yang terjadi di suatu daerah. Pemodelan hidrologi adalah alat yang efektif untuk pengelolaan sumber daya lahan dan air serta mempelajari perilaku hidrologi DAS. Soil and Water Assessment Tool (SWAT) merupakan suatu model yang bekerja secara harian yang dapat dikombinasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) (ArcGIS) untuk memprediksi limpasan permukaan, debit sungai, sedimen dan kimia dari lahan dengan berbagai skenario manajemen lahan. Hasil simulasi dari model menunjukkan di DAS Gandong tahun 2021 menghasilkan air (water yield) sebesar 58.7% dari total curah hujan, dengan 41.27% nya berubah menjadi limpasan permukaan, 28.9% menjadi aliran dasar dan 27.9% menjadi aliran lateral. Evapotranspirasi yang terjadi dari simulasi model SWAT yakni 38.25% dari hujan yang jatuh di DAS Gandong. Model SWAT dapat diterapkan di DAS Gandong, berdasarkan uji statistik yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja model menggunakan NSE, koefisien determinasi, dan PBIAS termasuk dalam Satisfactory yang artinya simulasi model yang dilakukan cukup akurat dan konsisten.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit untuk Pembuatan Peta Spasial Hujan Rancangan di DAS Kemuning Kabupaten Sampang
Putri, Safira Amanda;
Donny Harisuseno;
Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.087
Dipilihlah Data hujan satelit jenis CHIRPS dengan resolusi 0,05 x 0,05 arc degress sebagai data pendukung untuk pembuatan peta persebaran. Data satelit pada studi ini dikalibrasi dengan data hujan pengamatan sehingga memiliki kesesuaian dengan data di lapangan. Perhtiungan hujan rancangan dilakukan dengan distribusi Gumbel dan Log Pearson III. Peta persebaran hujan rancangan tersebut dibuat dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 tahun. Hasil peta hujan rancangan divalidasi dengan membandingkan terhadap hasil analisis distribusi, dan peta stasiun hujan pengamatan. Hasil uji validasi dengan metode RMSE, NSE, dan RSR menunjukkan hasil sangat baik terhadap hasil analisis distribusi, dan hasil perbandingan dengan peta stasiun pengamatan menunjukkan nilai kesalahan relatif (KR) terkecil pada kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.
Pemanfaatan Data Hujan Satelit Untuk Pemetaan Kekeringan Dengan Metode Percent Normal Indeks (PNI) di Sub Das Ngasinan
Soimah, Dewi;
Donny Harisuseno;
Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.063
kekeringan di Kabupaten Trenggalek kerap kali terjadi, dimana tahun 2018 dan 2019 tercatat sebagai kekeringan terparah 10 tahun terakhir. Oleh karena itu, pemantauan terkait kekeringan perlu dilakukan sebagai upaya menghadapi bencana kekeringan. Menggunakan metode Percent Normal Index (PNI) indeks kekeringan di Trenggalek dianalisis secara meteorologis. Nilai PNI selanjutnya dengan ArcGIS akan dipetakan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) untuk mengamati pola sebaran kekeringan secara spasial. Data yang dibutuhkan dalam studi ini adalah curah hujan bulanan dari CHIRPS, curah hujan bulanan dari Stasiun Hujan di Kabupaten Trenggalek dengan rentang tahun 2007-2021 dan peta wilayah Sub DAS Ngasinan Trenggalek. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks kekeringan dan sebaran wilayah yang ter dampak kekeringan. Hasil studi menggunakan metode PNI menunjukkan indeks kekeringan terparah adalah 0% atau 0 mm dengan periode 1 bulanan yang terjadi hampir di sepanjang 15 tahun pengamatan. Hasil penggambaran peta sebaran pada tahun 2018 selanjutnya menunjukkan terdapat 7 kecamatan yang berpotensi ter dampak kekeringan dengan periode waktu antara bulan Juni-Oktober sehingga diperlukan mitigasi bencana kekeringan di masa depan.
Pemanfaatan Data Satelit untuk Analisis Kekeringan di DAS Lekso Kabupaten Blitar
Afifa, Dhita Azka;
Donny Harisuseno;
Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.075
Bencana kekeringan merupakan fenomena alam yang harus diwasdapai agar suatu daerah tidak mengalami dampak negatif secara ekstrem. Kabupaten Blitar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang rawan terjadi bencana kekeringan. DAS Lekso adalah salah satu wilayah Kabupaten Blitar yang rentan terhadap kekeringan. Maka dari itu, diperlukan analisis kekeringan untuk mengetahui kondisi tingkatan kekeringan yang terjadi di DAS Lekso. Studi ini menggunakan metode Rainfall Anomally Index (RAI) untuk menghitung indeks kekeringan. Diperlukan data tambahan agar dapat mengoptimalkan hasil analisis kekeringan dikarenakan stasiun hujan yang terdapat di DAS Lekso tidak tersebar secara merata. Oleh karena itu, studi ini memanfaatkan data satelit CHIRPS untuk perhitungan data stasiun hujan rencana. Lokasi titik stasiun hujan rencana tersebut ditentukan berdasarkan jaring-jaring metode kagan roda. Hasil perhitungan indeks kekeringan RAI selama 20 tahun pengamatan menunjukkan bahwa pada DAS Lekso terjadi 7 tahun kekeringan terparah yaitu pada tahun 2002-2003, 2006, 2014-2015, dan 2018-2019. Berdasarkan pola tren kekeringan, diperkirakan bahwa kekeringan di DAS Lekso terjadi setiap 2 hingga 7 tahun. Sehingga berdasarkan penelitian, data satelit efektif digunakan sebagai data tambahan untuk mengoptimalkan analisis kekeringan.
Studi Pemanfaatan Data Satelit CHIRPS untuk Analisa Kekeringan Meteorologi dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Sub DAS Kadalpang
Tazkia Ainayyah, Ananda;
Donny Harisuseno;
Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.084
Kabupaten Pasuruan telah diidentifikasi sebagai daerah yang termasuk dalam kategori kering kritis berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BPBD Jawa Timur pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekeringan meteorologi menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Sub DAS Kadalpang Kabupaten Pasuruan dengan memanfaatkan data hujan satelit CHIRPS untuk menghasilkan peta sebaran kekeringan sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi bencana kekeringan. Pada tahap kalibrasi data hujan satelit CHIRPS, didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.853 pada Stasiun Wilo dan 0.880 pada Stasiun Prigen. Berdasarkan analisis kekeringan meteorologi menggunakan metode SPI, ditemukan bahwa kekeringan paling parah terjadi selama periode defisit 3 bulanan pada tahun 2019, dengan nilai indeks sebesar -4.590 yang termasuk dalam klasifikasi "Amat Sangat Kering". Peta sebaran kekeringan di Sub DAS Kadalpang yang diperoleh melalui penggunaan metode interpolasi IDW pada tahun 2007, sebagai tahun dengan kejadian kering terbanyak, menunjukkan bahwa terdapat 23 desa yang mengalami kekeringan.
Analisa Indeks Kekeringan Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Sub DAS Grindulu
algadri, Amanda Pinasti;
Donny Harisuseno;
Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.097
Kekeringan di Kabupaten Pacitan sering terjadi sehingga menghambat aktivitas masyarakat. Pada tahun 2019, terdapat 41 lokasi kekeringan yang tersebar di 10 kecamatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa kekeringan dan pemetaan sebarannya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks kekeringan meteorologi dengan menggunakan metode Standarized Precipitation Index (SPI) dan memetakan sebaran wilayah terdampak kekeringan dengan bantuan ArcGIS menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil studi dengan metode SPI menunjukkan bahwa pada periode defisit 1 bulanan, kejadian terparah terjadi pada bulan Agustus 2017 dengan nilai indeks -22,90.
Studi Tren Data Curah Hujan dan Evaporasi Pengamatan di Kawasan Waduk Sutami sebagai Dasar Adaptasi Perubahan Iklim
Ramadhani, Destia Sefi;
Sri Wahyuni;
Donny Harisuseno;
Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.43
Waduk Sutami memiliki peran strategis dalam penyediaan air irigasi, PLTA, dan kebutuhan air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren historis curah hujan dan evaporasi di kawasan Waduk Sutami selama periode 2002–2023 sebagai dasar awal adaptasi perubahan iklim. Metode yang digunakan meliputi analisis data hidrologi dengan uji kualitas data (konsistensi, persistensi, dan stasioner) serta analisis tren menggunakan pendekatan trendline linier. Hasil uji kualitas data menunjukkan bahwa data valid dan dapat diandalkan. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan tahunan cenderung meningkat sebesar 0,8% dalam 22 tahun. Di sisi lain, tinggi evaporasi dan volume evaporasi menunjukkan kecenderungan penurunan sebesar 0,2% per tahun. Penelitian ini belum membahas proyeksi iklim atau dampak perubahan iklim secara langsung, namun hasil analisis tren hidrologi ini menjadi informasi penting sebagai dasar pengembangan strategi adaptasi pengelolaan air yang lebih responsif terhadap variabilitas iklim. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pengelola waduk dalam mendukung ketahanan air di masa depan.
Pemetaan Sebaran Kekeringan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Sub DAS Lekso
Aldu Nursah Fagus;
Donny Harisuseno;
Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.13
Kabupaten Blitar memiliki permasalahan yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Salah satunya yaitu masalah kekeringan yang terjadi dikarenakan dampak dari kemarau yang panjang. Kekeringan tersebut berangsur membuat sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semakin berkurang. Kekeringan merupakan bencana yang yang tidak dapat diukur dan bervariasi di setiap tempat terjadinya. Tentu, sangat diperlukan suatu analisis untuk mengetahui tingkat kekeringan yang terjadi pada suatu daerah. Untuk menganalisis kekeringan yang terjadi pada suatu daerah, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode. Analisis kekeringan pada penelitian ini menggunakan metode Standarized Precpitation Index (SPI). Hasil analisis kekeringan dilakukan pemetaan yang menghasilkan sebaran kekeringan pada batas Sub DAS Lekso menggunakan metode Inversed Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian ini menunjukkan dari tahun 2004-2023 (20 tahun), wilayah Sub DAS Lekso mulai memasuki kekeringan di bulan Juli dan memuncak pada bulan September. Setelah kekeringan melewati fase puncaknya, kekeringan akan mengarah pada kondisi yang lebih basah secara bertahap.
Implementasi Metode Standardized Precipitation Index (SPI) untuk Analisis Kekeringan Meteorologi pada Sub DAS Abab
Clarista Bellinda Augusta;
Donny Harisuseno;
Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.30
Kekeringan merupakan fenomena yang diakibatkan rendahnya curah hujan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekeringan tersebut salah satunya terjadi di wilayah Kabupaten/Kota Blitar, yang juga berpengaruh pada Sub DAS Abab yang sebagian besar terletak pada wilayah tersebut. Berdasarkan kejadian tersebut, dibutuhkan analisis indeks kekeringan untuk menganalisis awal hingga berakhirnya kejadian kekeringan yang dapat membantu upaya mitigasi. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) didefinisikan sebagai suatu metode untuk menganalisis indeks kekeringan yang digunakan pada penelitian ini. Nilai indeks kekeringan yang diperoleh kemudian digunakan untuk memetakan sebaran kekeringan memanfaatkan metode Inverse Distance Weight (IDW). Peta tersebut dilakukan overlay dengan batas desa dan kecamatan agar dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan wilayah yang diprioritaskan atau perlu dilakukan mitigasi. Hasil perhitungan nilai indeks kekeringan serta pemetaan sebaran kekeringan yang dibangun dari nilai indeks SPI periode defisit 3 bulanan rerata 2004-2023 menunjukkan bahwa kekeringan terjadi di Bulan Juli, Agustus, September, dan berakhir di Bulan Oktober.