Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Strategi Peningkatan Keselamatan Radiasi dalam Radioterapi: Pendekatan Fenomenologis terhadap Tantangan dan Solusi dari Perspektif Tenaga Kesehatan Hidayat, Rakhmat; Mahmudah, Dian; Huwaida, Jihan Nurjannah
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan radiasi dalam radioterapi merupakan elemen krusial untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien dari risiko paparan radiasi yang tidak terkendali. Tantangan utama mencakup keterbatasan pengetahuan, peralatan yang usang, beban kerja tinggi, serta dukungan manajerial yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat meningkatkan implementasi keselamatan radiasi di unit radioterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam, observasi langsung di tempat kerja, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Partisipan terdiri dari tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit dengan unit radioterapi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan pelatihan, hambatan teknis akibat peralatan usang, dan tekanan kerja tinggi menghambat implementasi protokol keselamatan radiasi. Strategi efektif yang diidentifikasi meliputi modernisasi teknologi, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya keselamatan. Kesimpulan: Keselamatan radiasi dapat ditingkatkan melalui pendekatan holistik yang mencakup adopsi teknologi modern, edukasi intensif, dan dukungan manajerial yang kuat. Penerapan prinsip ALARA dan perbaikan komunikasi antarprofesional juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi tenaga kesehatan dan pasien. Keyword: Keselamatan radiasi; radioterapi; tenaga kesehatan; prinsip ALARA; budaya keselamatan.
Ruangrupa Community as an Alternative Urban Cultural Social Space Hidayat, Rakhmat; Setiyaji, Ibnu; Afdhal
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i2.93

Abstract

Urban environments, as complex settings, face competition for space due to various spatial practices. Certain powers and influences within urban spaces contribute to the shrinking of public spaces that accessed by the community. The purpose of this article is to explore the community’s efforts to fight for social space within the context of Lefebvre’s understanding of the city as the product of abstract capitalism. Qualitative research method with phenomenology study as a method is used in this research. This study answers on how aware the community is of the importance of space in urban life. “Ruangrupa” builds social space through art practices involving the community as an alternative to respond to the dominance of commercial space in the city. Through discourses on the city, culture, and education, “Ruangrupa” builds an antithesis to commercial space and encourages the community to engage in daily activities in urban space as a novelty in this research.
Menjaga Tradisi Luhur: Pamali dan Kontrol Sosial di Kampung Naga Tasikmalaya Maulani Andriyani, Refni; Hidayat, Rakhmat; Afdhal
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 6 No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ese5m377

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang konsep Pamali sebagai instrumen pengendalian sosial bagi komunitas adat di Kampung Naga dalam konteks pemeliharaan lingkungan alam, serta analisis sosiologi terkait konsep Pamali dan kontrol sosial di Kampung Naga dalam hal pengelolaan lingkungan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui proses observasi, dokumentasi, wawancara, dan kajian literatur. Wawancara dilakukan dengan lima belas individu yang berperan sebagai informan dalam penelitian, terdiri dari tiga pemimpin adat, seorang budayawan, tiga tokoh formal, satu pemuka agama, dan tujuh anggota masyarakat adat Kampung Naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas adat di Kampung Naga menggunakan sistem Pamali sebagai alat kontrol sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan alam. Terdapat dua aspek khusus dalam sistem Pamali yang terkait dengan pemeliharaan lingkungan, yaitu dalam pengelolaan hutan di Kampung Naga dan dalam proses pembangunan rumah. Selain sebagai instrumen pengendalian sosial, Pamali juga berfungsi sebagai alat pembelajaran adat dan etika lingkungan bagi komunitas adat Kampung Naga. Selain itu, kesimpulan lain dari penelitian ini adalah bahwa Pamali di Kampung Naga Tasikmalaya bukan sekadar tradisi atau warisan nenek moyang, tetapi juga merupakan peraturan lisan yang mengikat dalam mengatur perilaku anggota komunitas adat, baik dalam konteks pemeliharaan lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Social License Index: Penerimaan Sosial Masyarakat Lingkar Tambang PT Hengjaya Mineralindo Muchtazar, Muchtazar; Cahyono, Harry; Setiawan, Firman; Hidayat, Rakhmat; Fitrah, La Ode
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2024): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i10.611

Abstract

Ekspektasi dan harapan stakeholder terus berubah dan telah mempengaruhi cara pandang perusahaan saat ini. Social License to Operate adalah peluang perusahaan untuk menguatkan hubungan dengan stakeholder, meningkatkan reputasi dan persaingan pasar, dan akses secara berkelanjutan terhadap sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau sejauh mana posisi dan penerimaan masyarakat lingkar tambang terhadap eksistensi PT HM hingga saat ini. Penelitian ini berfokus pada penjabaran hasil penerimaan sosial yang diperoleh PT Hengjaya Mineralindo melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dan perspektif community acceptance di dalam konsep Social License to Operate. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui survei di dua desa lingkar tambang, maka ditemukan bahwa penerimaan sosial PT Hengjaya Mineralindo adalah 4.08 (high approval), artinya perusahaan telah berhasil memiliki persetujuan yang tinggi dari stakeholder. Penerimaan sosial yang cukup tinggi ini didukung karena adanya komitmen perusahaan untuk terus berupaya memberikan dedikasi dan kinerja secara baik dan berkelanjutan bagi setiap pemangku kepentingan, mulai dari shareholder, karyawan, rekan bisnis, hingga masyarakat lokal lingkar tambang.
How Pupuhu Adat as Guardians of Spirituality and Indigenous Leadership in Indonesia? A Case Study from Sunda Wiwitan Community Rakhmat Hidayat; Muhammad Ilman Naafi'a; Dimas Wira Aditama
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 9, No 2 (2026): June
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.9.2.358-373

Abstract

This paper examines indigenous leadership within the Sunda Wiwitan community, focusing on Susuru Hamlet in Kertajaya Village, Ciamis Regency. Indigenous leadership plays a crucial role in ensuring the survival of indigenous groups in Indonesia, particularly within Sunda Wiwitan, where leadership is deeply embedded in cultural and spiritual traditions.In this community, the highest leader is the Pangeran (Prince), a position currently held by Prince Gumirat Barna Alam. As the traditional leader, the Pangeran’s authority extends across various Sunda Wiwitan communities in West Java. The Pangeran is also recognized as the Pupuhu Adat, a title attributed to the community’s spiritual and cultural leader.The role of the Pupuhu Adat includes guiding collective decision-making, preserving cultural traditions, and providing spiritual leadership. Leadership is inherited hereditarily rather than determined through electoral processes, with consensus-based decision-making being highly valued. The Pupuhu Adat serves as the custodian of ancestral wisdom and traditions, ensuring the continuity and cohesion of the Sunda Wiwitan community.
The Rational Choice of Outer Baduy People Choosing Non-Formal Education: Case Study at PKBM Kencana Ungu, Leuwidamar Village Lebak District Minarmi; Rakhmat Hidayat
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 8 No. 1 (2023): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i12023p1-20

Abstract

This research was conducted because there is a phenomenon of customary and educational dilemmas in the Baduy Tribe. The Baduy tribe has a usual prohibition for requiring their children to access formal education. This dilemma makes Non-Formal Education (PNF) an alternative mechanism for the Baduy Tribe to access education. The PNF was carried out through the existence of the Society Learning Center or Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kencana Ungu. This paper explains two critical things. Firstly, it describes the learning culture of the Outer Baduy people in PNF at PKBM Kencana Ungu. Secondly, it tells the people of the Outer Baduy Tribe choosing PNF at PKBM Kencana Ungu from the perspective of rational choices. This research uses a qualitative approach with descriptive methods—the data is obtained through observation, interviews, and documentation. The researchers interviewed 12 informants in-depth, namely traditional leaders, the Head of PKBM Kencana Ungu, three (3) tutors from PKBM Kencana Ungu, and seven (7) people from the Outer Baduy Tribe who accessed education at PKBM Kencana Ungu. The research location was at the Kencana Ungu PKBM in Dukuh Village, Leuwidamar Village, Leuwidamar District, Lebak Regency. The conclusion of this paper shows that the learning culture of the Outer Baduy Tribe has changed from an oral culture that was passed down from generation to generation to a written culture. This change in learning culture causes changes in the behavior of the Outer Baduy Tribe towards customary arrangements. This change in learning culture causes changes in the conduct of the Outer Baduy Tribe towards everyday arrangements. In addition, the primary considerations for the Outer Baduy people accessing education at PKBM Kencana Ungu are rational choices based on a calistung learning culture, rational choices based on social status, and rational choices based on mindset. The rational choice theory used in this paper refers to James Coleman. These various preferences have various implications for several aspects of the life of the Outer Baduy people, namely educational implications, socio-cultural implications, economic implications, and psychological implications.
Dari Krisis Ruang Publik ke Kemitraan Intersektoral: Studi Kasus di RPTRA Kalijodo, Jakarta Rakhmat Hidayat; Ayuningtyas Suciani Utari
Jurnal Sosial Humaniora Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v0i0.4309

Abstract

This article discusses about the partnership between stakeholders in managingChild-Friendly Integrated Public Space (RPTRA) in Kalijodo, West Jakarta.Researchers use the Child-Friendy Integrated Public Space concepts,stakeholder concepts, and partnership stakeholder concepts. This article willexplain about the roles and relations of stakeholders in managing RPTRAKalijodo, also the implications of the relation between stakeholders inmanaging that RPTRA. Partnerships between stakeholders that involved inRPTRA Kalijodo include the division of roles, cooperation, and collaborationbetween the local government and the surrounding society as an effort tomanage the RPTRA Kalijodo. The existence of that relation can be apartnership between stakeholders that involved, so the management of theRPTRA can run optimally and RPTRA Kalijodo can be utilized by the society.