Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Democratic Citizenship of Teacher Movement in Indonesia Post-Soeharto: Between Democratic Citizenship and Civic Engagement Hidayat, Rakhmat
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v6i3.236

Abstract

After May 1998, Indonesia began the transition from centralization to the era of autonomy. During 32 years, Soeharto’s New Order regime (1966-1998) demonstrated authoritarian regime in many sectors, like politics, economics, social, especially in education. The political freedom of the Reform era has opened up an opportunity for the revival of social movements in Indonesia. Reform has enabled more open political structure, including a friendlier political atmosphere for the teacher movement. The purpose of this research is to explain how teacher movement in Indonesia made transformation from authoritarian which close movement to liberal with open movement. In New Order regime with authoritarian performance, Persatuan Guru Republik Indonesia (Teacher Union in Indonesia) is as the single actor. The paper discussed three main aspects: (1) the explanation of the emerging of teacher movements in the process of democratic citizenship (2) the dynamics of teacher movement in developing teacher capacity in era of decentralization of Indonesia (3) the relations of teacher movement between the civil societies in era of decentralization. The teacher movement influences Indonesia’s democratization process. Teacher movement has contributed substantially in increasing participation and democracy in Indonesia, building the legal and institutional infrastructure for democracy, and providing voice and educational advocacy in supporting the reform.
Pemeriksaan CT Thorax Dosis Rendah pada Pasien COVID-19 Sokhibi, Ahmad Hariri; Sukaryono, Abdul Gamal; Hasmy, Achmad; Hidayat, Rakhmat; Wahyuni, Wilda
Journal of Nursing and Health Science Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v2i1.57

Abstract

Virus COVID-19 telah menjadi permasalahan diseluruh dunia yang menyebabkan penyakit pernapasan akut yang disebut pneumonia bahkan selain itu bisa menjadi suatu komplikasi penyakit yang mengarah kematian, maka COVID-19 bisa dapat dideteksi secara efektif menggunakan CT scan paru-paru. Pemeriksaan ini dapat diulang beberapa kali untuk evaluasi pengobatannya, pemeriksaan CT toraks dimana teknik pemeriksaan secara radiologi untuk mendapatkan informasi anatomi dan kelainan yang ada di rongga thorax termasuk mediastinum dengan dosis rendah menjadi salah satu pemeriksaan alternatif yang digunakan evaluasi pengobatan pasien COVID-19. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pemeriksaan CT Scan Thorax Dosis Rendah dalam evaluasi pemeriksaan COVID-19 terhadap 3668 pasien yang melakukan pemeriksaan CT Scan Thorax di Rumah Sakit Pertamina Pusat. Dalam melakukan penelitian ini berdasarkan observasi lapangan untuk supaya mendapatkan informasi terkait screening dimana Tindakan awal yang dilakukan pada petugas kesehatan dan evaluasi pemeriksaan pasien COVID-19 yang dilakukan pada bulan Maret-Juni 2021 di Rumah Sakit Pertamina Pusat. Penelitian ini melakukan skrining pasien COVID-19 dengan dilakukan menggunakan CT Scan Thorax rutin untuk selanjutnya evaluasi progres pengobatan dilakukan dengan pemeriksaan CT thorax dosis rendah. Pemeriksaan CT untuk skrining dan evaluasi COVID-19 direkomendasikan menggunakan CT Scan Thorax dosis rendah karena lebih sensitif untuk mendiagnosis pneumonia dan untuk mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien.
Strategi Peningkatan Keselamatan Radiasi dalam Radioterapi: Pendekatan Fenomenologis terhadap Tantangan dan Solusi dari Perspektif Tenaga Kesehatan Hidayat, Rakhmat; Mahmudah, Dian; Huwaida, Jihan Nurjannah
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan radiasi dalam radioterapi merupakan elemen krusial untuk melindungi tenaga kesehatan dan pasien dari risiko paparan radiasi yang tidak terkendali. Tantangan utama mencakup keterbatasan pengetahuan, peralatan yang usang, beban kerja tinggi, serta dukungan manajerial yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dapat meningkatkan implementasi keselamatan radiasi di unit radioterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam, observasi langsung di tempat kerja, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Partisipan terdiri dari tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit dengan unit radioterapi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan pelatihan, hambatan teknis akibat peralatan usang, dan tekanan kerja tinggi menghambat implementasi protokol keselamatan radiasi. Strategi efektif yang diidentifikasi meliputi modernisasi teknologi, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya keselamatan. Kesimpulan: Keselamatan radiasi dapat ditingkatkan melalui pendekatan holistik yang mencakup adopsi teknologi modern, edukasi intensif, dan dukungan manajerial yang kuat. Penerapan prinsip ALARA dan perbaikan komunikasi antarprofesional juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi tenaga kesehatan dan pasien. Keyword: Keselamatan radiasi; radioterapi; tenaga kesehatan; prinsip ALARA; budaya keselamatan.
Ruangrupa Community as an Alternative Urban Cultural Social Space Hidayat, Rakhmat; Setiyaji, Ibnu; Afdhal
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 5 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v5i2.93

Abstract

Urban environments, as complex settings, face competition for space due to various spatial practices. Certain powers and influences within urban spaces contribute to the shrinking of public spaces that accessed by the community. The purpose of this article is to explore the community’s efforts to fight for social space within the context of Lefebvre’s understanding of the city as the product of abstract capitalism. Qualitative research method with phenomenology study as a method is used in this research. This study answers on how aware the community is of the importance of space in urban life. “Ruangrupa” builds social space through art practices involving the community as an alternative to respond to the dominance of commercial space in the city. Through discourses on the city, culture, and education, “Ruangrupa” builds an antithesis to commercial space and encourages the community to engage in daily activities in urban space as a novelty in this research.
Menjaga Tradisi Luhur: Pamali dan Kontrol Sosial di Kampung Naga Tasikmalaya Maulani Andriyani, Refni; Hidayat, Rakhmat; Afdhal
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 6 No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ese5m377

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang konsep Pamali sebagai instrumen pengendalian sosial bagi komunitas adat di Kampung Naga dalam konteks pemeliharaan lingkungan alam, serta analisis sosiologi terkait konsep Pamali dan kontrol sosial di Kampung Naga dalam hal pengelolaan lingkungan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui proses observasi, dokumentasi, wawancara, dan kajian literatur. Wawancara dilakukan dengan lima belas individu yang berperan sebagai informan dalam penelitian, terdiri dari tiga pemimpin adat, seorang budayawan, tiga tokoh formal, satu pemuka agama, dan tujuh anggota masyarakat adat Kampung Naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas adat di Kampung Naga menggunakan sistem Pamali sebagai alat kontrol sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan alam. Terdapat dua aspek khusus dalam sistem Pamali yang terkait dengan pemeliharaan lingkungan, yaitu dalam pengelolaan hutan di Kampung Naga dan dalam proses pembangunan rumah. Selain sebagai instrumen pengendalian sosial, Pamali juga berfungsi sebagai alat pembelajaran adat dan etika lingkungan bagi komunitas adat Kampung Naga. Selain itu, kesimpulan lain dari penelitian ini adalah bahwa Pamali di Kampung Naga Tasikmalaya bukan sekadar tradisi atau warisan nenek moyang, tetapi juga merupakan peraturan lisan yang mengikat dalam mengatur perilaku anggota komunitas adat, baik dalam konteks pemeliharaan lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Social License Index: Penerimaan Sosial Masyarakat Lingkar Tambang PT Hengjaya Mineralindo Muchtazar, Muchtazar; Cahyono, Harry; Setiawan, Firman; Hidayat, Rakhmat; Fitrah, La Ode
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2024): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i10.611

Abstract

Ekspektasi dan harapan stakeholder terus berubah dan telah mempengaruhi cara pandang perusahaan saat ini. Social License to Operate adalah peluang perusahaan untuk menguatkan hubungan dengan stakeholder, meningkatkan reputasi dan persaingan pasar, dan akses secara berkelanjutan terhadap sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau sejauh mana posisi dan penerimaan masyarakat lingkar tambang terhadap eksistensi PT HM hingga saat ini. Penelitian ini berfokus pada penjabaran hasil penerimaan sosial yang diperoleh PT Hengjaya Mineralindo melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dan perspektif community acceptance di dalam konsep Social License to Operate. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui survei di dua desa lingkar tambang, maka ditemukan bahwa penerimaan sosial PT Hengjaya Mineralindo adalah 4.08 (high approval), artinya perusahaan telah berhasil memiliki persetujuan yang tinggi dari stakeholder. Penerimaan sosial yang cukup tinggi ini didukung karena adanya komitmen perusahaan untuk terus berupaya memberikan dedikasi dan kinerja secara baik dan berkelanjutan bagi setiap pemangku kepentingan, mulai dari shareholder, karyawan, rekan bisnis, hingga masyarakat lokal lingkar tambang.