Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan Relawan Paliatif dalam Peningkatan Pengetahuan Terapi Primer dan Terapi Alternatif Penyakit Kanker Payudara dengan Aplikasi Pikkapa Berbasis Android Godeliva Adriani Hendra; Rollando Rollando; Windra Swastika
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3455

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan relawan paliatif tentang terapi primer dan terapi alternatif kanker payudara. Metode pertama pada pengabdian ini, tim pengabdi Universitas Ma Chung melaksanakan kegiatan homecare bersama dengan relawan dan dokter paliatif RS Baptis Batu. Kegiatan homecare dilaksanakan per hari-nya sekitar 2-3 relawan dengan jumlah pasien kanker payudara sebanyak 4-5 pasien. Metode kedua, hasil kegiatan homecare disampaikan kembali melalui seminar dan workshop yang dihadiri sebanyak 51 relawan. Tes pengetahuan relawan menggunakan kuesioner yang diberikan saat sebelum dan setelah acara. Uji untuk melihat tingkat pengetahuan relawan menggunakan Uji Paired t-test. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi (p<0,05) dengan hasil rata-rata pengetahuan pre-test sebesar 56,86 dan post-test sebesar 79,02. Kegiatan dari homecare serta seminar dan workshop didokumentasikan pada aplikasi Pikkapa dan relawan diajarkan tentang penggunaan aplikasi. Kesimpulan, adanya peningkatan pengetahuan relawan tentang terapi primer dan alternatif kanker payudara.
EDUKASI HOME PHARMACY CARE TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TBC (Tuberculosis) DI PUSKESMAS BUGUL KIDUL PASURUAN Susanto, FX. Haryanto; Hendra, Godeliva Adriani; Yulianda, Leli Dwi
Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Maret - Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi
Publisher : Ma Chung Press, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sb.v4i2.310

Abstract

Permainan Edukatif Makanan Sehat dengan Kombinasi Teknik Story Telling bagi Siswa-Siswi TK Dharma Wanita 1 Persatuan Sumber Sekar sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Cesa, Fibe Yulinda; Ismaurasi, Marcelina Fransisca Alecia; Khoiroh, Afifatul; Sentosa, Revin Adis; Wilujeng, Lilis Lestari; Bakti, Amar Ma'ruf Stya; Hendra, Godeliva Adriani
Abdimas Indonesian Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v3i2.330

Abstract

Until now, many food variants have been created by the public to attract buyers' interest. In fact, if food is not processed properly, what happens instead of being beneficial for someone is actually detrimental, one of which becomes a source of disease. Children are the target for instant food sellers who often line up and sell in front of schools. Because it tastes delicious, nowadays children are used to buying these snacks which do not necessarily have good nutritional value. If explored further, poor nutritional value will cause a serious condition in children's development called stunting. Therefore, in Sumbersekar Village there is still no education regarding healthy food, especially from an early age. For this reason, it is necessary to teach children from an early age so that they can avoid foods with low nutritional value. The target for this education is children, therefore story telling regarding healthy food will be given of course also using interactive props so that children are interested and able to remember which food categories are healthy and unhealthy. The results of this service received a very good response and according to the teacher's observations, after these teaching aids were given, children became more aware of bringing vegetables and fruit menus when bringing lunch to school. Evaluation of this service is a more structured observation, especially in the form of a questionnaire for effectiveness and monitoring changes in student behavior before and after being given the story telling service and game tools.
PENGARUH EDUKASI FLIPCHART TERHADAP PERILAKU KETIDAKPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES SECARA KUALITATIF Dhita Rizki Amalia; Rollando; Hendra, Godeliva Adriani
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.152

Abstract

Diabetes merupakan penyakit menahun atau kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat perilaku ketidakpatuhan penggunaan obat antidiabetes pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum dan sesudah edukasi flipchart. Hasil analisis tingkat ketidakpatuhan, didapatkan adanya penurunan dalam persen ketidakpatuhan pada pertanyaan 2, 5, 6, 7, dan 8 yang cukup tinggi perbedaannya setelah adanya intervensi. Pada pasien kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan, cenderung konsisten dengan tingkat perilaku ketidakpatuhannya. Pada hasil analisis pola ketidakpatuhan menunjukan bahwa pasien memiliki alasan beragam. Beberapa pasien mengalami ketidakjelasan dalam informasi yang tertera pada label, sehingga menggunakan aturan sendiri. Kecocokan pola ini berkisar diantara 75% hingga 88%. Ada juga pasien yang mengganti obat mereka dengan jamu, serta pasien menghemat penggunaan obat agar cukup digunakan. Kecocokan pola ini berkisar antara 69% dan 94%. Hasil tersebut mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan, pemahaman yang kurang baik tentang penggunaan obat, jadwal harian yang padat, dukungan sosial, dan kendala fisik. Meskipun edukasi flipchart berhasil meningkatkan pemahaman pasien dan mengurangi tingkat ketidakpatuhan, masih diperlukan penekanan lebih lanjut pada aspek-aspek tertentu yang menunjukkan ketidakpatuhan yang tinggi setelah intervensi.
Implementation of The "My TB Alarm" Mobile Application as an Educational Instrument in Measuring Adult Tuberculosis Patient Adherence Hendra, Godeliva Adriani; Susanto, FX Haryanto; Choirunniza, Aqidatun Naffiah
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v20i2.8380

Abstract

Ketidakpatuhan dalam terapi TBC menjadi tantangan utama dalam program pengendalian dan pencegahan TBC. Ketidakpatuhan dalam terapi TBC meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas, dan resistensi obat baik pada tingkat individu maupun komunitas. Adapun solusi untuk mengupayakan peningkatan kepatuhan terapi TBC dengan penggunaan mobile application. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian mobile application “My TB Alarm” terhadap kepatuhan terapi pasien TBC dan hubungan antara data demografi pasien terhadap kepatuhan pasien TBC. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan pengambilan data secara prospektif. Pre-test dan pemberian intervensi mobile application “My TB Alarm” diberikan hari ke-1, kemudian hari ke-30 diberikan intervensi kembali dan post-test. Pretest-posttest berupa kepatuhan minum OAT yang berdasarkan selisih waktu scan obat dengan waktu alarm yang dipasang, dimana dikatakan patuh bila selisihnya <2jam. Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, status menikah, pendapatan, komorbid, IMT, jenis OAT terhadap kepatuhan pasien TBC (p>0,05), namun terdapat hubungan antara jenis TBC terhadap kepatuhan pasien (p<0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata selisih waktu minum obat antara sebelum dan sesudah diberikan “My TB Alarm” (p=0,021). Kesimpulan, mobile application “My TB Alarm” dapat meningkatkan kepatuhan pada pasien TBC.  
Evaluation of Anti-diabetic Drugs using ATC/DDD and DU90% Methods in Diabetes Mellitus Patients: Evaluasi Obat Antidiabetik menggunakan Metode ATC/DDD dan DU90% pada Pasien Diabetes Melitus Hendra, Godeliva Adriani; Nugraha, Dhanang Prawira; Krisdia, Tuswatul Anggi
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 10 No. 1 (2024): (March 2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2024.v10.i1.16624

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM), which results from insulin resistance, is closely linked to long-term damage to pancreatic beta cells, organ dysfunction, and organ failure, particularly in the eyes, kidneys, nerves, heart, and blood vessels. The development of the ATC/DDD system is necessary to increase global drug knowledge, ensure equitable drug availability, and promote responsible drug use. Objectives: This study aimed to identify data on patient characteristics and oral anti-diabetic drugs and insulin using the ATC/DDD and DU90% methods. Material and Methods: This study was a cross-sectional evaluation of oral anti-diabetic medications and insulin using the ATC/DDD method and DU90% at the Bala Keselamatan Bokor Turen Hospital from January to December 2022. The inclusion criteria were patients diagnosed with type 1 or type 2 diabetes mellitus, with or without comorbidities, who were treated with oral anti-diabetic medications and a combination of insulin and oral medications. In the present study, the incomplete medical record data served as the exclusion criteria. The sample for this investigation consisted of 238 patients selected using the complete sampling technique. Results: Most patients who used oral anti-diabetic medications and insulin were between the ages of 46 and 65 (71.34%), were female (73.2%), had standard body mass index (BMIs between 18.5 and 25), and had diagnoses of DM + HT (20.73%) and Type II DM (18.29%). Glulisin was the most used anti-diabetic drug, accounting for 589 DDD/100 days of hospitalization, and DU90% was 21.39%. Conclusion: Glulisin is the most frequently prescribed anti-diabetic medication at Bokor Turen Hospital.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT TERKAIT PENGELOLAAN OBAT DAN BEYOND USE DATE Godeliva Adriani Hendra; Martanty Aditya; Sabrina Handayani Tambun
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko tidak diketahuinya proses pengelolaan obat serta beyond use date (BUD) menyebabkan terjadinya medication error yang akan berpengaruh terhadap efektivitas terapi obat dan kejadian yang tidak dikehendaki pada pasien. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat dan beyond use date. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode konseling. Pre-test dilakukan di hari 1 secara tatap muka dilanjutkan pemberian stiker serta penyuluhan BUD dan pengelolaan obat menggunakan flipchart. Hari ke 14 dilakukan post-test menggunakan WhatsApp. Diantara hari ke 1 hingga ke 14, apoteker dan responden dapat melakukan konseling via Whatsapp. Data kegiatan pengabdian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian ini terdapat peningkatan pemahaman responden secara bermakna sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan flipchart pada domain BUD serta penyimpanan dan pembuangan obat
Efektivitas Penggunaan Pillbox Dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Waru Pamekasan Bila, Naura Syifa Salsa; Hendra, Godeliva Adriani; nugraha, dhanang prawira
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i2.37

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah meningkat. Kepatuhan merupakan komponen dari pasien untuk mencapai keberhasilan terapi pengobatan diabatas mellitus, karena memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kepatuhan pasien diabetes mellitus menggunakan pillbox dan mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan Quasi Eksperimental. populasi penelitian sebanyak 60 orang dengan 30 orang kelompok intervensi mendapatkan pillbox dan 30 orang kelompok kontrol. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner ARMS, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitnay dan Chi Square. Berdasarkan hasil analisis tidak terdapat perbedaan kepatuhan kelompok intervensi dan kontrol dan terdapat perbedaan yang signifikan karakteristik usia dan jenis kelamin dengan kepatuhan pasien. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pillbox tidak mempengaruhi untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Pengaruh Penggunaan Videocall Untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Nawawi, Achmad Zulkifli; Hendra, Godeliva Adriani; nugraha, dhanang prawira
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i2.38

Abstract

Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, adalah kondisi jangka panjang yang ditandai dengan tekanan darah yang meningkat pada dinding pembuluh darah arteri. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengangkut darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Hipertensi merupakan kondisi kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui kepatuhan minum obat secara teratur. Namun, banyak pasien yang menghadapi kesulitan dalam menjaga kepatuhan tersebut, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode video call sebagai pendekatan inovatif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode ini melibatkan komunikasi rutin antara pasien dan tenaga kesehatan melalui video call, yang memberikan dukungan, edukasi, dan pengawasan langsung. Terbukti dengan metode video call dapat meningkatkan kepatuhan pasien dengan sosiodemografi dari usia (p – value = 0.444), jenis kelamin (p – value = 0.435), pendidikan (p – value = 0.702), dan lama pengobatan (p – value = 0.210). Terdapat hubungan antara sosiodemografi karena nilai p – valuenya > 0.05.
Analisis Pengetahuan dan Karakteristik Tenaga Kefarmasian tentang Swamedikasi Kortikosteroid Berdasarkan Daftar Obat Wajib Apotek (OWA) Godeliva Adriani Hendra; Martanty Aditya; Rinda Puspita Sari
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v20i1.8348

Abstract

Swamedikasi merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter, ditujukan untuk mengobati penyakit ringan. Tingginya pengetahuan tenaga kefarmasian akan swamedikasi kortikosteroid dapat membantu pasien dalam menjamin keamanan obat serta tercapainya efektivitas terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan karakteristik tenaga kefarmasian tentang swamedikasi kortikosteroid berdasarkan daftar OWA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan studi potong lintang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner disebarkan menggunakan link form melalui Whatsapp group organisasi profesi PC IAI dan PC PAFI. Sampel penelitian berupa tenaga kefarmasian (Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian) yang berada di wilayah Apotek Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan voluntary sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63% Tenaga Kefarmasian mempunyai pengetahuan tergolong cukup tentang swamedikasi kortikosteroid. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja responden terhadap pengetahuan swamedikasi kortikosteroid (p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan pekerjaan responden terhadap pengetahuan tentang swamedikasi kortikosteroid (p>0,05). Kesimpulan, tenaga kefarmasian mempunyai pengetahuan cukup tentang swamedikasi kortikosteroid. Hal ini, terlihat dengan semakin dewasanya usia, pendidikan tinggi, lama bekerja berhubungan dengan pengetahuan swamedikasi kortikosteroid.