Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Hidup Penderita Myalgia terhadap Penggunaan Analgesik di Puskesmas Pujon Yulis Mitra Reformasika; Hendra, Godeliva Adriani; Aditya, Martanty
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).7

Abstract

Myalgia merupakan kondisi nyeri otot yang disebabkan karena otot berlebih sehingga mengakibatkan otot menjadi tegang. Status kesehatan yang buruk menunjukkan kualitas hidup yang buruk. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah umur, pekerjaan, dan penyakit penyerta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup pasien myalgia dengan penggunaan analgesik di Puskesmas Pujon. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan secara cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penduduk usia 24-82 tahun dengan total pasien 73 yang menjalani rawat jalan, mendapati terapi analgesik minimal 3 bulan. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner SF 12, rekam medis. Data kemudian di analisis menggunakan R Studio dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan variabel karakteristik responden yang mempengaruhi penggunaan analgesik secara signifikan adalah penyakit yang menyertai. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kualitas hidup dengan penggunaan analgesik natrium diklofenak maupun analgesik lainnya memiliki kualitas hidup yang sama dan terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan penggunaan analgesik dilihat dari penyakit penyerta. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk efektivitas obat analgesik pada skala nyeri dan penelitian untuk mengikutsertakan efektivitas nyeri setelah mendapatkan obat analgesik.
Pengaruh Sumber Informasi Terhadap Kesesuaian Terapi Pada Pasien Corona Virus Disease 2019 Ringan Renaldy Kristian Yohansyah; Godeliva Adriani Hendra; Martanty Aditya
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).10

Abstract

Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARs- CoV-2). Berdasarkan beratnya kasus, COVID-19 dibedakan menjadi tanpa gejala, ringan, sedang, berat dan kritis. Isolasi mandiri (isoman) adalah tindakan yang penting dilakukan oleh orang yang memiliki gejala COVID-19 untuk mencegah penularan ke orang lain di masyarakat termasuk anggota keluarga. Isolasi mandiri diterapkan pada pasien tanpa gejala sampai gejala ringan. Pengobatan yang diberikan pada pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah multivitamin. Pada kondisi tertentu pasien yang menjalani isoman juga menerima antibiotik dan antivirus yang direkomendasikan oleh dokter selaku sumber informasi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obatan yang digunakan oleh sivitas univestias Ma chung yang terkonfimasi COVID-19 dengan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri. Desain penelitian ini observational study metode cross sectional dengan pengambilan data restrospektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022-Februari 2023 di Universitas Ma Chung dengan 45 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil disajikan secara deskriptif dengan hasil analisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan sumber informasi dan hubungan antara sumber informasi dengan kesesuaian terapi. Kesimpulan penelitian ini adalah obat-obatan yang dikonsumsi oleh responden yang terkonfirmasi COVID-19 gejala ringan adalah vitamin dengan senyawa tunggal (31%), multivitamin (69%), antibiotik (33%), antivirus (22%) dan rebusan herbal (17,78%) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan sumber informasi tetapi terdapat hubungan antara sumber informasi dengan kesesuaian terapi.
Pengembangan Aplikasi Reminder Berbasis Whatsapp Untuk Meningkatkan Efektivitas Pendampingan Pasien Kanker Payudara Oleh Relawan Paliatif Swastika, Windra; Hendra, Godeliva Adriani; Rollando, Rollando; Rahadi, Theresa Dhea Lonika; Pramesti, Agatha Tri Endha
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi pengingat berbasis WhatsApp guna meningkatkan efektivitas pendampingan pasien kanker payudara oleh relawan paliatif di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Program ini mengatasi tantangan kepatuhan pasien terhadap terapi dan keterbatasan relawan paliatif dalam memberikan dukungan yang konsisten. Metode yang digunakan meliputi perancangan sistem pengingat WhatsApp yang mudah digunakan, pelatihan relawan paliatif, dan implementasi sistem selama tujuh bulan. Aplikasi pengingat menggunakan format pesan terstruktur untuk menjadwalkan pengingat obat, janji temu, dan penyampaian konten edukasi. Hasil dari fase implementasi awal menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman pengingat yang tinggi (77,38%), mengindikasikan potensi peningkatan kepatuhan pasien dan efisiensi relawan. Kemampuan sistem dalam menangani jadwal pengobatan yang kompleks dan mempersonalisasi perawatan untuk beberapa pasien secara bersamaan menunjukkan potensinya dalam meningkatkan manajemen perawatan paliatif. Inisiatif ini memperlihatkan integrasi teknologi dalam sistem pendukung kesehatan, yang berpotensi menjadi model untuk intervensi serupa dalam pengelolaan penyakit kronis.
Pengaruh Edukasi dengan Metode Community Based Interactive Approach (CBIA) terhadap Tingkat Pengetahuan Expired Date dan Beyond Use Date shida, Fika sham; hendra, Godeliva adriani; nugraha, dhanang prawira
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.53

Abstract

Dalam penggunan obat perlu memperhatikan fungsi dari obat tersebut, stabilitas merupakan faktor penting dalam penyimpaan obat untuk memastikan obat yang digunakan berkhasiat dan tidak menyebakan kerugian pada penggunanya. Untuk menjaga stabilitas obat para pengguna harus mengetahui cara penyimpanan obat-obatan yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur pengetahuan responden mengenai Expired Date dan Beyond Use Date yang merupakan pedoman suatu obat dapat digunakan sebelum waktu yang ditentukan terlewati dengan menggunakan metode FGD. Desain peneltian ini menggunakan ekperimental dengan populasi sampel sebanyak 174 orang diambil menggunakan metode probability sampling. Responden diberi kuisioner untuk pengambilan nilai pretest lalu diberi edukasi dan terakhir diambil nilai posttest. Kemudian dapat disimpulkan variabel jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan berpengaruh pada tingkat pengetahuan dan variabel jenis pekerjaan tidak berpengaruh pada tingkat pengetahuan. Serta setelah diberikan edukasi tingkat pengetahuan dengan menggunakan kuisioner, proses diawali dengan pengambilan nilai pretest kemudian dilakukan pengambilan nilai post test setelah dilakukan edukasi untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai Expired Date dan Beyond Use Date di Dusun Sumbersari dan Dusun Kampung Baru, terjadi peningkatan secara signifikan setelah dilakukan edukasi.
Profil Kejadian Efek Samping Obat Tuberkulosis Lini Pertama Aprilia, Devi Ratna; hendra, Godeliva adriani; Aditya, Martanty
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.54

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya bakteri patogen di dalam tubuh manusia. Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan langsung oleh Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang pada paru-paru. Penelitin ini adalah untuk mecegah timbulnya resisten oat akibat kejadian putus obat serta edukasi efek samping yang timbul untuk meningkatkan kepatuhan pada pasien serta untuk melihat efek samping obat tuberkulosis lini pertama. Metode penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan terhadap pasien yang terkonfirmasi TBC dengan lini pertama dengan populasi seluruh pasien TBC dengan lini pertama yang dirawat secara rawat jalan dan sampel sebanyak 88 berdasarkan kriteria inklusi. Hasil dari peneilitian menunjukkan bahwa karakteristik seperti usia, jenis kelamin, fase intensif dan fase lanjutan tidak ada hubungan dengan kejadian efek samping terbukti dengan hasil p-value yang lebih dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah efek samping yang muncul pada pasien tbc lini pertama adalah Mual, muntah, pusing, kencing berwarna merah, pusing, nafsu makan berkurang, kesemutan, nyeri otot, nyeri sendi, telapak kaki berkeringat dan diare.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Dan Minyak Atsiri Kulit Jeruk Sebagai Sabun Cuci Piring Dhanang Prawira Nugraha; Rollando Rollando; Eva Monica; Godeliva Adriani Hendra
Khidmat: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v2i1.7038

Abstract

Dusun Godehan adalah salah satu dusun di Desa Kucur yang terletak di kaki Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Dusun ini merupakan salah satu sentra penghasil jeruk keprok, namun masyarakat masih menjualnya dalam bentuk buah mentah tanpa pengolahan lebih lanjut. Selain itu, masalah lalat juga menjadi kendala dalam produksi jeruk keprok. Kedua masalah ini menyebabkan nilai ekonomi jeruk keprok masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdi dari Universitas Ma Chung memberikan solusi melalui pelatihan pengolahan jeruk keprok menjadi produk bernilai tambah, seperti sabun cuci piring berbahan dasar minyak atsiri kulit jeruk. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK Dusun Godehan dalam mengolah jeruk keprok. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi empat tahap, yaitu: persiapan, pelatihan destilasi minyak atsiri, pelatihan pembuatan sabun, dan evaluasi. Peserta pelatihan terdiri dari 20 orang perwakilan ibu-ibu PKK. Bahan-bahan yang digunakan antara lain minyak atsiri kulit jeruk, minyak jelantah, kalium hidroksida, HPMC, asam stearat, gliserin, BHT, EDTA-Na, amphitol, parfum, pewarna, dan aquades. Kegiatan ini berlangsung selama 7 bulan (Maret–September 2023) dan mendapatkan respons positif. Sebanyak 94% peserta merasa puas dengan program ini serta bangga dengan produk yang dihasilkan. Melalui pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan masyarakat meningkat, khususnya dalam pembuatan sabun cuci piring. Ke depan, diharapkan produk sabun ini dapat diproduksi dalam skala lebih besar untuk meningkatkan nilai ekonomi jeruk keprok Dusun Godehan.
Analisis Hubungan Hambatan Terhadap Kepatuhan pada Pasien Diabetes Melitus Rafica Tri Oktaviasari; Hendra, Godeliva Adriani; Nugraha, Dhanang Prawira
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.86

Abstract

Diabetes Melitus adalah Kondisi yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi yang terus-menerus akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau gangguan kinerja insulin. Tim peneliti di Rumah Sakit Lavalette, Malang, bertujuan untuk mempelajari tantangan yang dihadapi pasien diabetes melitus dan seberapa baik mereka mematuhi rencana perawatan mereka. Desain penelitian ini menggunakan Cross-Sectional dengan pengambilan data secara prospektif yaitu melalui wawancara kuesioner kepada pasien diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di poli rawat jalan Rumah Sakit Lavalette Malang pada bulan Mei - Juni 2023. Sampel yang memenuhi kriteria yaitu sejumlah 155 pasien, menggunakan lembar pengumpul data dan kuesioner yaitu Medication Adherence Rating Scale 5 (MARS-5) serta Diabetes Obstacle Quetionnare (DOQ) kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini pada penggunaan OAD oral 30 pasien dan kombinasi 125 pasien DM, analisis hubungan hambatan terhadap kepatuhan pasien DM yaitu hambatan pengobatan p-value 0,008, hambatan pengobatan sendiri p-value 0,007, hambatan pengetahuan dan keyakinan p-value 0,001, hambatan mengatasi diabetes p-value 0,000. Adapun analisis hubungan sosio demografi dengan kepatuhan yaitu pada penggunaan obat antidiabetes. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara hambatan dengan kepatuhan pasien DM, tidak terdapat hubungan antara sosio jenis kelamin, IMT, komorbid, lama menderita, riwayat keluarga, pekerjaan, tingkat pendidikan, perokok kecuali usia yang terdapat hubungan dengan kepatuhan pasien DM.
Analisis Hubungan Kualitas Hidup Terhadap Penggunaan Kombinasi Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Godeliva Adriani Hendra
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v8i2.229

Abstract

Therapy of schizophrenic patients often starts with treatment. In addition to psychosocial support therapy, treatment for schizophrenia can use a combination of antipsychotic drugs. The use of a combination of antipsychotic drugs causes various side effects and drug interactions that affect the quality of life of patients. The purpose of this study was to determine the correlation of quality of life to a combination of antipsychotic drugs at the Sumberpucung Health Center. The study design used a cross-sectional retrospectively with descriptive statistical tests and chi-square. There were 37 respondents who were divided into 16 respondents using a combination of A (chlorpromazine, haloperidol) and 21 respondents using a combination of B (Haloperidol, Trihexyphenidyl), (Chlorpromazine, Trihexyphenidyl, Trifluoperazine), (Chlorpromazine, Trihexyphenidyl, Haloperidol), (haloperidol, Clozapine), (Chlorpromazine, Risperidone), (Trihexyphenidyl, Risperidone), (Trihexyphenidyl, Trifluoperazine, Clozapine), (Trihexyphenidyl, Risperidone, Clozapine), (Chlorpromazine, Trihexyphenidyl, Risperidone), (Haloperidol, Trihexyphenidyl, Trifluoperazine), (Haloperidol, Trifluoperazine). Interview with respondents regarding quality of life using the WHOQOL-BREF questionnaire which was divided into 4 domains. Each domain was analyzed based on the good and poor quality of life, history of antipsychotic drug use reviewed from the previous 3 months. The questionnaire has been validated and reliable. The results showed there was a correlation between the quality of life with the use of a combination of antipsychotic drugs (p <0.05). Based on the results of the study found the combination of B provides a better quality of life because the combination of B has lighter side effects for treating symptoms in schizophrenic patients.
Risk Assessment Of Adverse Drug Reactions In Elderly Patients With Chronic Diseases: English Godeliva Adriani Hendra; Eva Monica; Ike Yossy Herawati
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v9i2.306

Abstract

Introduction: The adverse drug reaction (ADR) is 4-7 times more common in elderly patients. That was also related to changes in pharmacokinetics and pharmacodynamics that triggered the emergence of Drug-Related Problems. Objective: The purpose of this study was to assess ADR in elderly patients with chronic diseases using the GerontoNET Score and the Screening Tool of Older People's Prescriptions (STOPP) criteria. Methods: The research design used a cross-sectional study which was analyzed descriptively. The sample consisted of 72 patients, aged more than 60 years, accompanied by chronic diseases, and hospitalized at Waluyo Jati Kraksaan Hospital. The exclusion criteria were patients referred to the Intensive Care Unit. Assessment to see the risk of ADR in elderly patients with chronic diseases using the GerontoNet Score while the wrong type of drug is given to elderly patients using the STOPP criteria. The variables contained in the GerontoNET Score are comorbid conditions ³4 (score= 1), heart failure (score= 1), liver disease (score = 1), the number of drugs such as: £5 (score= 0); 6-7 (score=1); ³8 (score=4), history of ADR (score=2), kidney failure (score=1). Results: The variable with the most ADR risk factors was the number of drugs ³8 drugs as many as 47 patients (65.3%) with GerontoNET score ³4 as much as 70.8%. The types of drugs included in the STOPP criteria are clopidogrel, Arixtra (fondaparinux), beta-blockers, NSAIDs, and furosemide. Conclusion: The risk factor for ADR was the number of drugs ³8 drugs.
Antibiotics and Antivirals in COVID-19: Clinical Outcomes: Pengaruh Obat Antibiotik & Antivirus pada Pasien COVID-19: Pedoman Tatalaksana Edisi 3 (2020) Godeliva Adriani Hendra; Monika Turnip; FX. Haryanto Susanto
Academia Open Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.8.2023.6662

Abstract

The clinical manifestations of COVID-19 disease are mainly caused by an irregular host response associated with excessive expression of inflammatory markers. Patients with mild, moderate, and severe symptoms of COVID-19 with or without comorbidities use a combination of antiviral drugs and antibiotics. This study aimed to determine the relationship between the use of antiviral drugs and antibiotics on the clinical outcomes of COVID-19 patients. The research design used a cross-sectional study with retrospective data collection. The inclusion criteria were COVID-19 patients hospitalized at Panti Waluya Sawahan Malang Hospital with or without comorbidities, positive RT-PCR results, and receiving antibiotic and antiviral therapy. The clinical outcome is a patient improvement if the length of stay is 14 days, and the patient worsens if it is >14 days. There is no relationship between antibiotics and antiviral drugs on the clinical outcomes of COVID-19 patients (p>0,05). Highlights: Excessive expression of inflammatory markers contributes to the clinical manifestations of COVID-19. Combination therapy of antiviral drugs and antibiotics is commonly used for COVID-19 patients. The study found no significant relationship between the use of antibiotics and antiviral drugs and the clinical outcomes of COVID-19 patients Keywords: antibiotics, antiviruses, COVID-19, clinical improvement, clinical deterioration