Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LINK

PENYULUHAN STOP BABS UNTUK MENDUKUNG VERIFIKASI KABUPATEN BANYUMAS OPEN DEFECATION FREE (ODF) Teguh Widiyanto; Lagiono Lagiono; Nuryanto Nuryanto; Nur Utomo; Bahri Bahri
Jurnal LINK Vol 18, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.594 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i1.8557

Abstract

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih banyak ditemukan di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kepemilikan jamban dan pengetahuan yang masih rendah. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Rempoh untuk stop BABS dalam mendukung verifikasi Kabupaten Banyumas Open Defecation Free (ODF). Penyuluhan dilaksanakan secara langsung (tatap muka), dan tidak langsung (pemasangan media promosi kesehatan). Penyuluhan langsung dilaksanakan melalui kunjungan rumah dan penyuluhan keliling (mobile). Penyuluhan tidak langsung dilaksanakan melalui pemasangan poster tema “Stop BABS” di tempat yang digunakan masyarakat untuk BABS (seperti sungai, kolam dan parit). Penyuluhan stop BABS melibatkan Dinkes Banyumas, Poltekkes Kemenkes Semarang, TNI/Polri/Satpol PP, Puskesmas Baturraden II, Kecamatan Baturraden, Pemerintah Desa, Bidan dan Kader. Hasil verifikasi Dinkes Provinsi Jawa Tengah diketahui dari 30 Kepala Keluarga yang diobservasi di Desa Rempoah, tidak ditemukan BABS (0%). Jamban yang digunakan sebesar 25 KK (83,3%) jamban sehat dan 5 KK (6,7%) jamban sharing. Rekomendasi bagi Puskesmas Baturraden II adalah melakukan monitoring berkelanjutan untuk melihat perubahan perilaku masyarakat stop BABS dan mengusulkan Desa Rempoah ODF.
EVALUASI LAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEBAGAI INTERVENSI SPESIFIK UNTUK MENDUKUNG AKSELERASI PENURUNAN STUNTING Lagiono Lagiono; Nuryanto Nuryanto; Hari Rudijanto; Muhammad Rifki Maulana; Fauzan Ma'ruf
Jurnal LINK Vol 19, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9428

Abstract

Akselerasi penurunan stunting dilaksanakan melalui intervensi spesifik, salah satunya melalui upaya perbaikan kualitas kesehatan lingkungan. Sarana penyediaan air bersih, jamban dan sanitasi bangunan berkontribusi secara tidak langsung terhadap kejadian stunting. Tujaun penelitian adalah untuk mengevaluasi program kesehatan lingkungan sebagai intervensi spesifik untuk mendukung akselerasi penurunan stunting di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Data digunakan dari 9 Puskesmas dengan teknik pengambilan sampling secara purposive sampling melalui wawancara dan penelusuran dokumen. Layanan kesehatan lingkungan sebagai intervensi spesifik untuk mendukung akselerasi penurunan stunting di 9 Puskesmas sudah berjalan cukupn baik. Meskipun demikian terdapat hambatan dalam pelaksanaannya antara lain sebagian besar pengelola belum mengikuti pelatihan stunting, belum ada anggaran khusus serta capaian layanan penyediaan air bersih masih dibawah rata-rata capaian Kabupaten Banyumas. Perlunya peningkatan capaian penyediaan air bersih melalui pemberdayaan masyarakat sebagai upaya penurunan stunting.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Identifikasi, Penentuan Prioritas Dan Penyusunan Upaya Perbaikan Permasalahan Kesehatan Lingkungan Nuryanto, Nuryanto; Widiyanto, Teguh; Lagiono, Lagiono; Bahri, Bahri
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.10590

Abstract

Beberapa permasalahan kesehatan lingkungan dapat menjadi potensi penularan penyakit, namun tidak dapat dilakukan intervensi secara keseluruhan, mengingat keterbatasan sumber daya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka identifikasi dan penentuan prioritas dapat dilakukan sebagai langkah awal dalam penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam mengidentifikasi, menentukan prioritas dan menyusun upaya perbaikan permasalahan kesehatan lingkungan dalam rangka pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode dan Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan sebanyak 32 orang dengan Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi, sosialisasi, pendampingan (identifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan upaya perbaikan) serta evaluasi. Analisis data menggunakan uji t-test dependent untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hasil Identifikasi dan penentuan prioritas masalah kesehatan lingkungan di Desa Karangmangu ditemukan 5 besar permasalahan kesehatan lingkungan prioritas yang perlu dilakukan perbaikan antara lain sampah rumah tangga belum dilakukan pengolahan, terdapat rumah tangga yang belum mengakses sarana sanitasi dasar, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), terdapat rumah tangga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan kurangnya kesadaran dalam pemberantasan sarang nyamuk. Perlu adanya upaya perbaikan terhadap 5 prioritas masalah kesehatan lingkungan secara berkelanjutan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangmangu.