Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR RISIKO DISPEPSIA PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABAWO TAHUN 2025 Ndariani, Uci; Nirmala G, Fifi; Nurfadilah H, Siti
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang banyak dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dispepsia pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kabawo tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui metode dengan teknik pencocokan (matching). Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari kelompok kasus dan kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur, kondisi stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berhubungan dengan kejadian dispepsia. Responden dengan pola makan kurang baik dan tingkat stres tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan kontrol. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga lebih dominan pada kelompok kasus. Simpulan dari penelitian ini bahwa faktor gaya hidup berperan penting dalam meningkatkan risiko dispepsia sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui perubahan perilaku kesehatan.
Penyuluhan Interaktif : Pergaulan Bebas dan Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Baru Perantauan FKM UHO Hilda Harun; Ruslan Majid; Rizkita Nur Ainun; Yasrul; Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani; Sitti Nur Afridasari; Siti Nurfadilah; Paridah; Fifi Nirmala; Rastika Dwiyanti Liaran
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2136

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa perantauan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk pergaulan bebas dan masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengawasan orang tua dan tekanan adaptasi sosial di lingkungan baru. Jauh dari keluarga, mahasiswa perantauan sering kali menghadapi krisis identitas, pengaruh negatif teman sebaya, serta paparan konten digital yang tidak tersaring, sehingga meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan strategi adaptasi sehat di perantauan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang partisipatif dan berbasis media PowerPoint dan e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain kuasi-eksperimen pre-test post-test tanpa kelompok kontrol (one-group pre-test post-test design). Peserta berjumlah 54 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) Angkatan 2025, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan interaktif menggunakan media PowerPoint, e-leaflet berbasis barcode yang dapat diakses melalui smartphone, serta sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner 15 item pilihan ganda melalui Google Form sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan batas kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,63 pada pre-test menjadi 13,88 pada post-test, disertai peningkatan nilai median dari 14 menjadi 15 dari total skor maksimal 15. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,536; p = 0,011). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman nyata di lingkungan perantauan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan partisipatif berbasis media PowerPoint, dan e-leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa perantauan tentang adaptasi sehat, pergaulan bebas, dan kesehatan reproduksi. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.