Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK GANJAR PRANOWO DALAM MEMBANGUN PERSONAL BRANDING SEBAGAI PEMIMPIN POPULIS MELALUI TIKTOK Sianturi, Win Poler; Pramana, Gede Indra; Duarte, Efatha Filomeno Borromeu
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik Ganjar Pranowo dalam membangun personal branding sebagai pemimpin yang merakyat melalui platform media sosial Tik Tok. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana Ganjar Pranowo memanfaatkan Tik Tok untuk membangun citra dirinya sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Tik Tok secara konsisten oleh Ganjar Pranowo sebagai platform komunikasi politik telah berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan pengaruhnya dan memberikan dampak positif terhadap upaya politiknya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi komunikasi politik Ganjar Pranowo, melalui model PDB (Positioning, Diferensiasi, dan Brand), sangat efektif dalam membangun merek pribadi yang kuat. Ganjar berhasil memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan rakyat. Diferensiasi ini dicapai melalui konten kreatif yang tidak hanya informatif tapi juga menghibur, sesuai dengan karakteristik pengguna TikTok. Brand Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang merakyat menjadi semakin kuat dan dikenal luas berkat konsistensi dan relevansi konten yang diunggahnya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, memainkan peran penting dalam komunikasi politik modern. Penggunaan TikTok memungkinkan politisi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun merek pribadi yang kuat secara lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan media tradisional.
ANALISIS STRATEGI POLITIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONSTELASI POLITIK NASIONAL: PERAN JOKOWI SEBAGAI 'KING MAKER' DALAM PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA 2024 Fieda, Oxana Putri; Pramana, Gede Indra; Erviantono, Tedi
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'king maker' dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024 serta dampaknya pada dinamika politik nasional. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji strategi politik Jokowi, bagaimana perannya sebagai 'king maker' diwujudkan, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi politik pragmatis dan populis Jokowi, serta pengaruhnya yang kuat dalam dinamika partai politik, telah membawa perubahan signifikan pada lanskap politik Indonesia. Fenomena ini menggambarkan kompleksitas proses demokratisasi di negara berkembang, di mana personalisasi politik masih sangat dominan. Walaupun peran Jokowi sebagai 'king maker' dapat dianggap sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan kelanjutan pembangunan, hal ini juga menimbulkan tantangan bagi konsolidasi demokrasi, khususnya dalam hal penguatan institusi dan pergantian elit. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang dinamika demokrasi presidensial di negara berkembang dan menekankan pentingnya memahami interaksi kompleks antara faktor institusional, kultural, dan personal dalam proses demokratisasi.
BRANDING ARAK BALI SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR BALI DI KALANGAN MASYARAKAT BALI Wikadana, Putu Edovan; Erawan, I Ketut Putra; Pramana, Gede Indra; Duarte, Efatha Filomeno Borromeu
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe how Balinese Arak Branding is used as a political communication tool by the Governor of Bali among the Balinese people. This research is a qualitative study with primary data obtained from interviews and secondary data consisting of published documents, scientific articles, as well as print and electronic media. This research used a purposive sampling technique to determine informants, and the data was analyzed using qualitative descriptive methods.The research results show that the Governor of Bali uses Bali Arak as the main symbol in his branding strategy, making it an effective political communication tool. Although the use of arak as a political communication tool is considered controversial, especially considering the ban on the sale of alcoholic arak in Bali in 2015, the Governor of Bali has succeeded in promoting Bali Arak as a strong cultural symbol. With pride, the Governor expressed Balinese cultural identity through Arak Bali, which reflects respect for local heritage and strengthens the community's sense of pride in their culture. This strategy also helps the Governor portray himself as a leader who is committed to maintaining and preserving Balinese traditions, thereby increasing political support among the local community.
Sinkronisasi dan Konflik Administrasi Kependudukan : Implementasi IKD dan Taring Dukcapil Denpasar Felix, Felix; Erviantono, Tedi; Pramana, Gede Indra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.172

Abstract

This research investigates the synchronization and conflicts arising within population administration policies in Denpasar, particularly focusing on the implementation of the National Digital Identity (IKD) and the local TARING DUKCAPIL platform maintained by the Denpasar Civil Registry Office (Disdukcapil). The research delves into the challenges that Disdukcapil faces in harmonizing national directives with local needs, considering the unique socio-political landscape of Denpasar. It explores the impact of maintaining dual platforms on the efficiency and effectiveness of governance, as well as the readiness and adaptability of the local population to new administrative systems. Additionally, the study examines how these dual platforms reflect broader issues of governance, where national policy objectives may not always align seamlessly with local realities. The persistence of Taring Dukcapil, despite the national push for the IKD, underscores the complex interplay between centralized policies and localized practices, raising critical questions about the feasibility and effectiveness of such policy implementations. Through a case study approach, this thesis provides insights into the potential consequences of maintaining multiple administrative systems, which may include administrative inefficiencies, public confusion, and the duplication of efforts. Abstrak Penelitian ini menyelidiki sinkronisasi dan konflik yang muncul dalam kebijakan administrasi kependudukan di Denpasar, dengan fokus khusus pada implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) nasional dan platform lokal Taring Dukcapil yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar. Penelitian ini menelaah tantangan yang dihadapi oleh Disdukcapil dalam menyelaraskan arahan nasional dengan kebutuhan lokal, mengingat lanskap sosial-politik Denpasar yang unik. Studi ini mengeksplorasi dampak keberadaan dua platform ini terhadap efisiensi dan efektivitas tata kelola, serta kesiapan dan kemampuan adaptasi masyarakat lokal terhadap sistem administrasi yang baru. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bagaimana keberadaan dua platform ini mencerminkan masalah yang lebih luas dalam tata kelola, di mana tujuan kebijakan nasional mungkin tidak selalu selaras dengan realitas lokal. Keberlanjutan Taring Dukcapil, meskipun ada dorongan nasional untuk IKD, menyoroti interaksi kompleks antara kebijakan terpusat dan praktik yang terlokalisasi, sehingga memunculkan pertanyaan kritis tentang kelayakan dan efektivitas implementasi kebijakan semacam itu. Melalui pendekatan studi kasus, skripsi ini memberikan wawasan mengenai potensi konsekuensi dari pemeliharaan beberapa sistem administrasi, yang mungkin mencakup inefisiensi administratif, kebingungan publik, dan duplikasi upaya. Kata Kunci : Administrasi Kependudukan, Identitas Digital, Sinkronisasi Kebijakan, Tata Kelola Lokal
STRATEGI POLITIK BOBON SANTOSO DALAM PARTAI GERINDRA MENJELANG PILKADA 2024: ANALISIS BERDASARKAN TEORI PILIHAN RASIONAL Apriliani, Desak Gede Ita; Noak, Piers Andreas; Pramana, Gede Indra
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 6 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rational choice theory is a framework used in various fields, including economics, political science, and sociology, to explain how individuals make decisions. According to this theory, people are rational actors who weigh the potential benefits and costs of thei r actions before choosing the option that maximizes their personal advantage or utility. In essence, individuals evaluate available options based on their preferences and the expected outcomes, then select the course of action that provides the greatest perceived benefit. Rational choice theory assumes that people have access to relevant information, make decisions with clear preferences, and act consistently to achieve their objectives . Bobon Santoso's decision to join the Gerindra Party ahead of the Bali regional elections can be understood through the lens of rational choice theory, which emphasizes individual interest considerations. Bobon, who admires Prabowo Subianto as a dedicated figure, saw an opportunity to strengthen his political influence and support the party’s gubernatorial and vice-gubernatorial candidates for Bali. By joining, he gained access to a broader political network and increased his chances of political success. This decision reflects a rational strategy to maximize both political and personal gains within the context of the Bali elections.
PENGARUH POSTINGAN INSTAGRAM TERHADAP MINAT PILIH MAHASISWA AKTIF FISIP UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2021 Dimas Aprianto; Gede Indra Pramana; Tedi Erviantono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i4.6609

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya peran organisasi mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dalam pengembangan keterampilan dan inovasi mahasiswa di Universitas Udayana. Melalui BEM, mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi dan kritik terhadap proses pembelajaran dan fasilitas kampus, serta berpartisipasi dalam kegiatan politik kampus, seperti Pemilihan Umum Raya (Pemira). Penelitian ini fokus pada pemilihan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur BEM FISIP pada tahun 2021, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh kampanye melalui Instagram terhadap minat pemilih mahasiswa angkatan 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan mahasiswa ilmu politik angakatan 2021 FISIP Universitas Udayana sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye kreatif di media sosial, khususnya melalui desain postingan Instagram pasangan calon, memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pilih mahasiswa. Meskipun demikian, hasil ini tidak mutlak dan menunjukkan bahwa elemen edukasi politik juga berperan penting dalam meningkatkan ketertarikan pemilih. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi kampanye yang efektif dalam konteks pemilihan di lingkungan mahasiswa.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK POLITIK: STUDI KASUS KAMPANYE PEMILU 2024 Putu Tya Aryantini; Gede Indra Pramana; Tedi Erviantono; Efatha Filomeno Borromeu Duarte
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i5.6910

Abstract

Perkembangan media sosial telah menghadirkan transformasi dalam komunikasi politik, khususnya selama kampanye Pemilu 2024 di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembentukan opini publik politik, dengan fokus pada algoritma, fenomena echo chamber, dan strategi kampanye digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi instrumen utama dalam menyampaikan pesan politik, meskipun fenomena filter bubble memperparah polarisasi. Media sosial juga berperan dalam meningkatkan partisipasi politik generasi muda, dengan menciptakan ruang dialog yang inklusif. Namun, tantangan seperti disinformasi dan kurangnya literasi digital menjadi ancaman bagi kualitas demokrasi. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi media sosial, peningkatan literasi digital, dan strategi komunikasi yang lebih etis oleh para kandidat politik. Dengan memahami kompleksitas interaksi antara media sosial dan opini publik, penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan komunikasi politik yang lebih demokratis di era digital.
Sosialisasi Anti-Perundungan untuk Membentuk Budaya Toleransi di Sekolah Dasar Negeri 1 Belok, Bali Sudharani, Made Gita; Sugesti, Ratri Amalia; Adiyasa, I Ketut Indra; Gautama, I Nyoman Sugiartha; Fridayanti, Ni Luh Putu Intan Dewi; Muhamad, Adinda Friska Amalia; Putri, I Gusti Ayu Isiana; Juliarta, I Gede Wisnu; Erviantono, Tedi; Pramana, Gede Indra
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.674

Abstract

Perundungan masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan ribuan kasus kekerasan terhadap anak di sekolah. Bentuknya meliputi fisik, verbal, dan psikologis, yang dapat menyebabkan trauma hingga bunuh diri. Pencegahan diatur dalam UU Perlindungan Anak dan Permendikbud Ristek Nomor 46 Tahun 2023, dengan pendidikan karakter sebagai strategi utama. Sosialisasi oleh Mahasiswa KKN Tematik Desa Belok/Sidan menggunakan metode seperti identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasilnya, pemahaman siswa meningkat, sikap dan perilaku berubah, kasus perundungan berkurang, dan budaya sekolah menjadi lebih positif. Program ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang toleran dan peduli, sekaligus menekan laporan kasus perundungan yang diterima guru.
Ekonomi Politik Pembunuhan Massal:Prolog Pembunuhan Massal 1965 di Bali Pramana, Gede Indra
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL 4 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused on the logic behind mass killings to alleged party member and sympathizers of the then legal Indonesian Communist Party in 1965. The events of 1965 has political economy dimensions. In extrapolating the events of 1965, case study on Bali help to explaining the local context of the mass killings. The main question to be answered was, how could there be such large scale killings in 1965?
Ekonomi Politik Platformisasi dan Datafikasi dalam Gig Economy: Studi Kasus Bali dan Jawa Timur Noak, Piers Andreas; Pramana, Gede Indra; Putri, Dinda Arifa; Munawarroh, Fitria Siti; Wulandari, Della Putri
Jurnal Transformative Vol. 10 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2024.010.01.4

Abstract

Penelitian ini berupaya menguraikan perubahan dalam tatanan kehidupan akibat masifnya ekspansi perusahaan berbasis platform digital. Pada bentuk mutakhirnya, revolusi teknologi informasi memungkinkan praktik akumulasi kapital berbasis jaringan dalam bentuk gig economy. Ekspansi pekerjaan gig yang berlangsung melalui platformisasi terjadi dalam kondisi sosial yang spesifik. Dalam melacak lokus relasi sosial dan politik yang berubah sebagai konsekuensi logis dari interkoneksi, fokus diberikan terhadap friksi akibat ekspansi dan akumulasi kapital industri transportasi berbasis platform beserta ragam responsnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan mengambil studi kasus pada empat wilayah yaitu, Surabaya, Denpasar, Badung, dan Gianyar. Penelitian ini akan berkontribusi dalam perdebatan, pertama, upaya memahami platformasi, mencakup aspek konektivitas dan diskoneksi, sebagai sebuah proses yang melekat dengan kondisi sosialnya. Kedua, melihat proses akumulasi kapital beserta implikasi sosialnya, melalui ekspropriasi. Tulisan ini menunjukkan bahwa interkoneksi global menjadi lokus kontestasi kekuasaan antara perusahaan berbasis platform, negara, dan masyarakat.