Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SKRINNING FITOKIMA DAN UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) TERHADAP BAKTERI Staphylococcusaureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Kausar, Radho Al; Abnurama, Lini Ocha Azizah; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9913

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  skrinning  fitokimia  dan  efektifitas ekstrak daun kenikir. Prinsip metode ini yaitu perhitungan zona hambat berupa daerah jernih disekitar cakram menggunakan media Nutrient Agar (NA). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir mempunyai kandungan flavanoid, tannin, polifenol, alkaloid, dan saponin daya hambat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus Aureus dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Untuk kontrol positif menggunakan tetrasiklin  lalu kontrol negatif menggunakan aquades. Ekstrak daun kenikir memiliki zona hambat terkecil pada konsentrasi 25%  sebesar 0 mm, 50%  sebesar 10,5 mm, 75%  sebesar 10,7 mm lalu 100% sebesar 12 mm.
Penyuluhan zat pewarna alami makanan dan minuman: Indonesia Al Kausar, Radho; Pratama Putri Surya, Septiani; Tata Eriantika, Helen; Bela Santika, Aprilia; Indah Prestrisiyani, Etika; Alfio Nita, Yesi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.231

Abstract

Baground: Food color is one of the factors that consumers consider when choosing and evaluating food. Therefore, the use of colorants in food seems to have become an obligation for all food manufacturers. The health effects of using synthetic dyes is why we have to go back to nature by using natural dyes. Indonesia is a country rich in natural dyes such as carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll. Natural dyes are not only dyes that can be used for food, but also have the ability to maintain health and prevent and reduce the occurrence of various diseases such as diabetes, hypercholesterolemia and cancer. Therefore, the concept of returning to natural dyes, although with some disadvantages, still has advantages, namely safe and beneficial for health. Perpose: Develop natural dyes to be safe and also delicious to use in food. Methode: This activity is carried out using qualitative methods with interviews as well as observations and filling out questionnaires conducted to the general public, whether students, students, or the general public. Results: The use of synthetic dyes in food is beneficial for both producers and consumers. Conclusion: Indonesia as a source of natural dyes, namely carotenoids, anthocyanins, betalains and chlorophyll is very large. Pendahuluan: Warna makanan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan konsumen saat memilih dan menilai makanan. Oleh karena itu, penggunaan pewarna pada makanan sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi semua produsen makanan. Efek kesehatan dari penggunaan pewarna sintetis adalah mengapa kita harus kembali ke alam dengan menggunakan pewarna alami. Indonesia merupakan negara yang kaya akan zat warna alami seperti karotenoid, antosianin, betalain dan klorofil. Pewarna alami bukan hanya pewarna yang dapat digunakan untuk makanan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan serta mencegah dan mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti diabetes, hiperkolesterolemia dan kanker. Oleh karena itu konsep kembali ke pewarna alami meskipun dengan beberapa kekurangan namun tetap memiliki kelebihan yaitu aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Mengembangkan Zat pewarna alami agar aman dan juga enak untuk digunakan pada makanan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan juga observasi serta pengisian angket yang dilakukan kepada para masyarakat umun baik itu secara mahasiswa, siswa, atau warga umum. Hasil: Penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bermanfaat bagi produsen dan konsumen. Simpulan: Indonesia sebagai sumber pewarna alami yaitu karotenoid, anthosianin, betalain dan klorofil sangat besar.
Penyuluhan zat makanan berbahaya di Sekolah Dasar Negeri 01 Keteguhan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung: Indonesia Al Kausar, Radho; Azizah, Tiara; Pramudia, Sabila; Fikri Maula, Muhammad; Wati, Minjar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.232

Abstract

Background: Improper application of synthetic chemical preservatives such as borax and formaldehyde in food products that endanger human health needs important attention from the government and the public because their use is increasing along with the increasing need for food that can be stored and consumed for a longer time. as well as some economic reasons. Based on these facts, Malahayati University students are ready to do community service to overcome this problem by explaining the impact and simple detection methods of these prohibited chemicals and explaining effective, safe and simple ways to preserve food for the general public in a specified location in Teluk Betung Timur District, Keteguhan Village. After the activity, it was found that the people who attended the event experienced an increase in the percentage of understanding about the impact of chemical preservatives on health, how to detect them simply and how to make natural preservatives in food. Perpose: Efforts to overcome the exposure of school children to unhealthy and unsafe snack foods, it is necessary to promote food safety through counseling. Methode: Educational activities begin with studying and adapting real situations that occur in the lives of the people of Central Java in general through the distribution of an initial questionnaire where this questionnaire contains several questions that can represent the level of public understanding of the types and effects of preservatives on food and other snacks, including community knowledge about ingredients - natural preservatives that are safe for consumption. Results: To see the success of simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers, participants were evaluated by asking participants to practice simple detection of borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers by observing using a simple detection assessment questionnaire. borax and formalin content in children's snacks with purple trumpet flowers. Conclusion: Based on the results of the questionnaires given before and after the counseling, there was a spike in the percentage of public understanding of the dangers of these additives, including how to easily detect the possible presence of borax and formalin in food. In addition, the community also understands natural ways to preserve food such as the drying method.   Pendahuluan: Penerapan bahan pengawet kimia sintetik yang tidak tepat seperti boraks dan formaldehida pada produk pangan yang membahayakan kesehatan manusia perlu mendapat perhatian penting dari pemerintah dan masyarakat karena penggunaannya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pemenuhan pangan yang dapat disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama. serta beberapa alasan ekonomi. Berdasarkan fakta tersebut, mahasiwa Universitas Malahayati siap untuk melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah ini dengan menjelaskan dampak dan cara deteksi sederhana dari bahan kimia terlarang tersebut serta menjelaskan cara yang efektif, aman dan sederhana untuk mengawetkan makanan untuk masyarakat umum di lokasi yang ditentukan di Kecamatan Teluk Bentung Timur, Kelurahan Keteguhan. Setelah dilakukan kegiatan, diketahui bahwa masyarakat yang hadir pada acara tersebut mengalami peningkatan persentase pemahaman tentang dampak pengawet kimia terhadap kesehatan, cara mendeteksinya secara sederhana dan cara pembuatan pengawet alami pada makanan. Tujuan: Upaya penanggulangan paparan anak sekolah terhadap makanan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman, perlu dilakukan usaha promosi keamanan makanan melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan PKM diawali dengan mempelajari dan mengadaptasi situasi nyata yang berlangsung dalam kehidupan umum masyarakat jawa tengah melalui penyebaran kuesioner awal dimana kuisioiner ini mencakup beberapa pertanyaan yang dapat merepresentasikan tingkat pemahaman masyarakat terhadap jenis dan pengaruh dari bahan pengawet pada makanan dan jajanan lainnya termasuk pengetahuan masyarakat terhadap bahan pengawet alami yang aman dikonsumsi. Hasil: Untuk melihat keberhasilan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu, peserta dilakukan evaluasi dengan cara peserta diminta mempraktekkan cara deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu dengan observasi dengan menggunakan kuesioner penilaian pelaksanaan deteksi sederhana kandungan boraks dan formalin pada makanan janjanan anak dengan bunga terompet ungu. Simpulan: Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pra dan pasca penyuluhan, didapatkan lonjakan persentase pemahaman masyarakat terhadap bahaya zat additives tersebut, termasuk cara mendeteksi kemungkinan adanya kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan yang mudah. Di samping itu, masyarakat turut memahami cara alami mengawetkan makanan seperti dengan metode pengeringan.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Kausar, Radho Al; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20242

Abstract

Tanamana ketapang (Terminalia catappa L.) adalah jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan dapat ditemukan hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Tumbuhan ketapang (Terminalia catappa L) dapat digunakan sebagai obat dalam untuk masalah pencernaan dan pernapasan serta sebagai obat luar untuk keseleo, sakit pinggang, kudis, dan gatal-gatal. Dikenal sebagai Terminalia catappa L, daun ketapang mengandung sejumlah senyawa kimia, termasuk flavonid, alkaloid, tanin, tetpenoid, steroid, resin, saponin, kuinon, dan fenolik. Diketahui bahwa tanin dan flavonoid daun ketapang bersifat antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L) dan kemampuan untuk menghancurkan bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini, pelarut etanol 96% dimaserasi dan kemudian dievaporasi untuk menghasilkan ekstrak kentalnya. Daerah jernih di sekitar kertas cakram yang digunakan media Nutrien Agar (NA) menunjukkan uji hambat. Ekstrak daun ketapang dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Kontrol positif menggunakan tetrasiklin dan kontrol negatif menggunakan aquades. Zona hambat pada ekstrak daun ketapang konsentrasi 25% terdapat 18,47 mm, 50% terdapat 19,10 mm, 75% sebesar 20,77 mm, 100% sebesar 22,07 mm, pada kontrol positif di dapatkan 27,00 mm, dan kontrol negatif 0.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Kausar, Radho Al; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20242

Abstract

Tanamana ketapang (Terminalia catappa L.) adalah jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan dapat ditemukan hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Tumbuhan ketapang (Terminalia catappa L) dapat digunakan sebagai obat dalam untuk masalah pencernaan dan pernapasan serta sebagai obat luar untuk keseleo, sakit pinggang, kudis, dan gatal-gatal. Dikenal sebagai Terminalia catappa L, daun ketapang mengandung sejumlah senyawa kimia, termasuk flavonid, alkaloid, tanin, tetpenoid, steroid, resin, saponin, kuinon, dan fenolik. Diketahui bahwa tanin dan flavonoid daun ketapang bersifat antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L) dan kemampuan untuk menghancurkan bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini, pelarut etanol 96% dimaserasi dan kemudian dievaporasi untuk menghasilkan ekstrak kentalnya. Daerah jernih di sekitar kertas cakram yang digunakan media Nutrien Agar (NA) menunjukkan uji hambat. Ekstrak daun ketapang dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Kontrol positif menggunakan tetrasiklin dan kontrol negatif menggunakan aquades. Zona hambat pada ekstrak daun ketapang konsentrasi 25% terdapat 18,47 mm, 50% terdapat 19,10 mm, 75% sebesar 20,77 mm, 100% sebesar 22,07 mm, pada kontrol positif di dapatkan 27,00 mm, dan kontrol negatif 0.
Aplikasi Bahan Aktif Daun Sereh Wangi Pada Sabun Cair Produksi UMKM Manja Desa Rejomulyo Satria, Heri; Nurhasanah, Nurhasanah; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; Akmal, Jamiatul; Alkausar, Radho; Amalia, Fildza; Kiswandono, Agung Abadi; Nazhifah, Naurah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v6i1.217

Abstract

Pendampingan pembuatan sabun cuci piring pada UMKM MANJA di Desa Rejomulyo bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk lokal ramah lingkungan serta pemanfaatan sereh wangi yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendampingan mencakup pelatihan teknik produksi yang tepat, pemahaman tentang keamanan penggunaan bahan kimia, serta strategi pemasaran dan branding untuk memperluas jangkauan pasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola usaha mereka. Produk sabun yang dihasilkan memiliki daya saing karena memenuhi kebutuhan konsumen akan produk yang higienis, alami, dan aman digunakan. Pasca kegiatan, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan, serta mendukung keberlanjutan usaha. Produk juga berpotensi dipasarkan lebih luas dengan dukungan kemasan modern, perizinan usaha, dan promosi yang tepat sasaran.
DISEMINASI TEKNOLOGI PENGURAI SAMPAH UNTUK PEMBUATAN KOMPOS DARI DAUN KERING DI KAMPUNG WAY TUBA KECAMATAN GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAY KANAN Al Kausar, Radho; D. Pandiangan, Kamisah; Satria, Heri; Satria, Suharso; Buhani, S.Pd., M.Si, Buhani; Simajuntak, Wasinton
ANDAN JEJAMA: Indonesian Journal of Community Engagement (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Engagement (IJCE) ANDAN JEJAMA
Publisher : FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ijceaj.v4i2.19

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, sampah seringkali kita temui baik di sekitar lingkungan kerja, industri, pabrik, rumah sakit, rumah makan, dan lingkungan perumahan. Sampah merupakan permasalahan yang umum terjadi di berbagai lingkungan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya sumber daya manusia dengan berbagai macam aktivitasnya, serta pepohonan yang beradadi sekitar. Sampah dapat dibedakan menjadisampah organik maupun anorganik. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit membusuk bahkan tidak dapat terurai atau bersifat undegradable. Sampah organik yakni sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Untuk menanggulangi masalah sampah, diperlukan pemberdayaan dan mengarahkan masyarakat untuk mengolah sampah sehingga dapat mengurangi keberadaan sampah. Konsep dasar pengelolaan sampah merupakan suatu upaya untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah, dan menekan dampak negatif yang mungkin terjadi dan bagaimana cara. Salah satu cara cara pengelolaan sampah, khususnya sampah organik adalah dengan pembuatan pupuk kompos. Pembuatan kompos bertujuan untuk mengubah komposisi sampah menjadi produk yang bermanfaat. Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari proses penguraian sampah organik,seperti dedaunan.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kausar, Radho Al; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu >200 ppm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kausar, Radho Al; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu >200 ppm.