Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK KULIT BUAH SIRSAK (Annona muricataL.) DENGAN METODE DPPH Handayani, Erina; Wulandari, Shinta; Al Kausar, Radho; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.22710

Abstract

Buah sirsak mengandung vitamin, serat pangan dan senyawa antioksidan sedangkan kulit buahsirsak termasuk ke dalam limbah organik karena banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada ekstrak kulit sirsak dan lotion ekstrak kulit buah sirsak (Annonamuricata L.) dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel kulit buah sirsak diekstraksi dengan metode maserasi kemudian dibuat dalam bentuk sedian lotion. Reagen DPPH digunakan untuk menganalisis aktivitas anti okisdan.Hasil nilai IC50 pada ekstrak kulit sirsak mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat yaitu 1,347ppm. HasilnilaiIC50padalotionekstrakkulitsirsak pada semua formulamempunyaiaktivitasantioksidansangatkuatyaitu ≤50ppm.
Penentuan Fenolik Total Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Dengan Pelarut Etanol, Aseton, Dan Heksana Menggunakan Metode Maserasi Inezia P, Tiara Veronica; Amalia, Putri; Kausar, Radho Al
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.18179

Abstract

Secara tradisional, masyarakat Indonesia telah banyak memanfaatkan tanaman untuk mengobati penyakit. Tanaman daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pelarut dalam proses ekstraksi yang paling efektif menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, aseton, dan heksana. Selain itu, ditentukan % rendemen, panjang gelombang maksimum, operating time, dan juga kadar fenolik serta analisis data statistik. Perolehan persentase rendemen dari pelarut tersebut yaitu sebesar 4,41% untuk etanol 96%; sebesar 1,78% untuk aseton; dan sebesar 0,5% untuk heksana. Hasil spektrofotometer UV-Vis menunjukkan ?maks  yaitu 720 nm dan waktu operasional yaitu 12-15 menit. Fenolik total ekstrak etanol, aseton, dan heksana diperoleh 17.078 mgGAE/100g ekstrak; 10.461 mgGAE/100g ekstrak; dan 7.818 mgGAE/100g ekstrak. Data di atas menunjukkan pelarut yang paling efektif digunakan untuk ekstraksi daun ungu menggunakan metode maserasi dengan fenolik total tertinggi adalah etanol. Uji statistik yang dilakukan pada pelarut etanol, aseton, dan heksana menunjukkan nilai signifikasi di bawah 0,05 yang berarti nilai rata-rata kadar fenolik total dari ketiga pelarut tersebut berbeda.
DIGITAL TRANSFORMATION OF GAMIFICATION-BASED BIOLOGY EDUCATION Sari, Dian Ratna; Al Kausar, Radho
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i2.1811

Abstract

The digital transformation of education signifies a fundamental shift that extends beyond the mere conversion of traditional instructional materials into digital formats. One manifestation of this shift is the development of gamified learning media, particularly within biology education. This study explores the potential of gamified digital environments to foster cognitive engagement, deepen conceptual understanding, and enhance learner motivation. Employing a research and development approach guided by the ADDIE model comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation the media was created using the Genially platform. Implementation outcomes indicated that 64.4% of users deemed the media suitable for use, 61.5% positively rated its interactivity and user interface, and 62.3% affirmed its alignment with students’ proficiency levels and intended learning outcomes. Accordingly, the gamified learning media contributes to the diversification of biology instructional tools, promoting meaningful learning experiences and increased student engagement.