Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

BLOOD PRESSURE SCREENING THROUGH FREE HEALTH SERVICE PROGRAM IN AMAHAMI, BIMA CITY, NTB Noris, Muhammad; Firmansyah, Muh.; Darmin, Darmin; Iksan, Muammar; Husnul Khatimah, Nur; Zara Avila, Dea
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 1 No. 1 (2024): Januari (2024)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v1i1.200

Abstract

Blood pressure is one of the most commonly measured clinical parameters. One of the preventive steps that data takes is to carry out free checks. This activity is an implementation of the tri dharma of higher education in the form of community service carried out by the nutrition study program, faculty of health, Bima Muhammadiyah University. The aim of the activity is to diagnose and detect early health symptoms in people's blood pressure to ensure superior human resources and Sustainable Development Goals (SDGs). The Free Examination Activity was attended by 55 people. The activity method consists of 3 stages including the preparation stage, data collection stage, inspection stage and consultation. The hope is that with a program like this, it can reduce and minimize the risk of blood pressure disorders in the people of Bima City. It is hoped that programs like this can reduce and minimize the risk of blood pressure disorders in the people of Bima City, the formation of healthy living behaviors, and the fulfillment of balanced nutrition that encourages the quality of superior human resources.
Inovasi Kebun Gizi dalam Upaya Pemenuhan Zat Gizi Keluarga di Desa Lanta Iksan, Muammar; Kasmar
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v1i1.3

Abstract

Persoalan kekurangan gizi masih dianggap sebagai isu penting dan kritis bagi masyarakat Indonesia hari ini. Bahkan hampir semua daerah menghadapi hal serupa dan merasakan kerugian-kerugian akibat dari masalah kurang gizi seperti stunting dan kurang energi kronik, termasuk di desa-desa yang memiliki keterbatasan pada akses sumber zat gizi yang beranekaragam. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah pemanfaatan lahan kosong untuk inovasi kebun gizi dalam mengupayakan pemenuhan gizi keluarga di desa Lanta. Diharapkan ketahanan pangan keluarga dapat terjaga, derajat kesehatan dan kesadaran gizi masyarakat meningkat, sekaligus meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini yaitu menggunakan pendekatan Asset Based Community Development, suatu pengembangan masyarakat berbasis pendayagunaan potensi aset yang ada. Diawali dengan pendekatan silaturahim dengan tokoh kunci seperti perangkat desa, Bumdes, dan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani bawang merah. Kemudian diikuti dengan Forum Group Discussion, survei lahan kosong dan penanaman sayuran di area kebun gizi. Hasil inovasi kebun gizi menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias bergotong royong dan memberi tanggapan positif untuk mewujudkan kebun gizi dengan lancar di desa Lanta. Kebun gizi dengan skala yang lebih luas perlu diadakan untuk mendapatkan hasil kebun yang lebih optimal sehingga kemudian sama-sama bisa dimanfaatkan oleh mitra program di sisi ekonomi, terutama juga untuk memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat di desa Lanta
Upaya Peningkatan Pemasaran Dan Kualitas Produk Beras Kemasan Di UMKM Mantika Group Desa Bajo Alkhair, Alkhair; Khatimah , Nur Husnul; Iksan, Muammar
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v1i1.6

Abstract

UMKM Mantika Group yang berada di RT. 005, RW. 002 Dusun Bajo Utara, Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima merupakan usaha kecil yang bergerak dibidang hasil pertanian khususnya gabah, produksi beras, dan penjualan beras kemasan. Permasalahan di UMKM ini adalah proses produksi masih menggunakan cara-cara manual, jangkauan pemasaran yang belum cukup luas dan dilakukan hanya berdasarkan pesanan pembeli, serta kurangnya pengetahuan pemilik usaha untuk memasarkan produk pada marketplace media sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini untuk memberikan edukasi kepada pemilik dan karyawan UMKM dalam meningkatkan jangkauan pemasaran dengan memanfaatkan sosial media dan menambah kualitas produksi. Adapun metode pelaksanaan adalah perencanaan program penyuluhan pemasaran digital marketing, pembuatan dan pengelolaan akun media sosial dan market place, memperkenalkan aplikasi-aplikasi desain grafis sebagai media promosi, pendampingan dalam proses pemasaran digital, serta pengujian dan evaluasi pemasaran digital. Untuk kualitas produk meliputi identifikasi masalah produk yang meliputi kualitas gabah, mesin penggilingan, pembersihan, dan pengemasan. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya akun media sosial seperti facebook, market place, dan juga fanspage yang dilengkapi dengan rincian foto, harga, varian, dan caption promosi yang kini dapat dijangkau oleh semua pengguna media sosial. Kini UMKM Mantika Group menjadi lebih mudah memasarkan produk, jangkauan pemasarannya semakin lebih luas, dan juga omset sudah semakin meningkat. Sedangkan hasil yang diperoleh dari peningkatan kualitas produk adalah pemilik UMKM lebih selektif memilih gabah yang berkualitas, ketika melakukan penggilingan memilih tempat penggilingan yang kualitas produksi berasnya baik, pembelian alat packaging dan pembersih beras sehingga para pembeli dan pelanggan merasa sangat puas dengan kualitas produk yang dipasarkan.
Inisiasi Produksi dan Pemanfaatan Minyak Lanta Sebagai Produk Kesehatan Bernilai Ekonomis di Desa Lanta Iksan, Muammar; Kasmar; Alkhair; Zara Avila, Dea; Khatimah , Nur Husnul
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v2i1.23

Abstract

Potensi kekayaan sumber daya alam Indonesia masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan produk olahan hasil bumi daerah menjadi produk baru yang punya dampak kesehatan dan nilai ekonomi tinggi. Salah satu produk hasil bumi di daerah pedesaan yang akhir-akhir ini mulai diperkenalkan adalah minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan pengabdian ini adalah untuk menggerakkan masyarakat agar memproduksi minyak kelapa murni/minyak lanta di desa Lanta sehingga nilai kesehatan dan ekonomi produk tersebut bisa dirasakan. Produk akhir minyak kelapa murni diberikan stiker yang ditempelkan di wadahnya. Pengabdian ini menggunakan metode Asset Based Community Development. Mitra pengabdian melibatkan masyarakat desa Lanta dan juga BUMDes untuk kemudian saling berkolaborasi dengan tim pengabdian mempromosikan produk minyak Lanta ke skala yang lebih luas. Hasil program menunjukkan pemahaman mitra tentang pemanfaatan dan produksi minyak lanta meningkat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Produksi dapat dilakukan sesuai permintaan konsumen dan pengemasan hasil akhir produk diberi brand menggunakan stiker khusus minyak lanta. Ampas minyak kelapa murni juga bisa dikembangkan sebagai produk baru, diharapkan dapat menunjang inisiasi pengembangan produk minyak lanta dan ampas minyak ini kedepan agar pemanfaatannya lebih trending dan bermanfaat lebih banyak lagi bagi mitra serta masyarakat luas
Upaya Pencegahan Gizi Buruk dan Penerapan PHBS di Desa Tolowata Iksan, Muammar; Jufrin; Muh.Apriansyah; Bulqis
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Sewagati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v2i3.38

Abstract

Persoalan gizi buruk pada anak masih mewarnai dunia kesehatan dan akan terus memburuk apabila tidak segera ditangani dengan bijak. Sebab anak sehat merupakan pondasi krusial dalam membangun masa depan bangsa nantinya. Maka dari itu setiap upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menurunkan kasus gizi buruk dapat berkontribusi besar, termasuk yang paling utama adalah program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada isu tersebut. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan motivasi dan meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan PHBS kepada masyarakat desa agar dapat dimplementasikan untuk mencegah terjadinya kasus gizi buruk terutama pada kelompok usia balita dan anak-anak. Pendekatan awal melalui diskusi ringan dengan mitra program seperti perangkat desa, staf puskesmas Ambalawi, dan pihak sekolah  terkait rencana dan persiapan program. Kemudian diikuti dengan survei lokasi kegiatan di semua dusun yang ada. Hasil sosialisasi kesehatan menunjukkan bahwa sasaran dan mitra program sangat  termotivasi untuk mulai menerapkan PHBS dan membangun kesadaran gizi untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah serta di lingkungan desa, termasuk lingkungan sekolah. Sangat perlu kedepannya diadakan program intervensi spesifik pada kelompok-kelompok usia rentan terhadap masalah gizi seperti upaya peningkatan kesehatan remaja dan ibu hamil untuk mencegah terjadinya kasus gizi buruk secara optimal di desa Tolowata.
Spatial Analysis of Stunting Prevalence in Ambalawi District, Bima Iksan, Muammar; Apriansyah, Muh.; Alkhair, Alkhair
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.20195

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects children's growth and development, particularly in areas with limited access to healthcare services and nutritious food. This study aims to analyze the trend of stunting prevalence in Ambalawi District, Bima Regency, from 2020 to 2022 and examine its spatial distribution based on severity levels in each village. The research uses secondary data analysis from Ambalawi Community Health Center (Puskesmas) reports and spatial mapping to identify the distribution patterns of stunting and trends. The findings indicate that the number of stunted children in Ambalawi District increased from 219 in 2020 to 317 in 2022. Nipa and Rite consistently fall into the high stunting category, while some villages experienced status changes, such as Tolowata, which improved from moderate to low, and Talapiti, which worsened from low to moderate. Key contributing factors to stunting in this region include limited access to healthcare services, poor dietary habits, socio-economic conditions, and inadequate sanitation. This study highlights the need for more effective and region-based interventions to sustainably reduce stunting rates, particularly in high-prevalence villages.
Eksplorasi Kandungan Gizi Dan Potensi Pengembangan Produk Olahan Udang Ramah Anak Di Kabupaten Dompu Mulyadi, Wahyu; Iksan, Muammar; Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya budidaya dan penangkapan udang. Udang merupakan sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak, seperti vitamin B12, selenium, dan astaxanthin. Namun, belum banyak produk olahan udang yang dirancang khusus untuk anak-anak di daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi udang dan mengeksplorasi potensi pengembangan produk olahan udang yang ramah anak di Kabupaten Dompu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang memiliki kandungan protein tinggi dan nutrisi esensial lainnya yang bermanfaat bagi anak-anak. Selain itu, terdapat peluang besar untuk mengembangkan produk olahan udang seperti siomai, dim sum, dan nugget yang disesuaikan dengan selera anak-anak dan konsumsi masyarakat secara umum. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, penelitian ini juga menghasilkan rancangan teknologi tepat guna berupa alat pengering mini serbaguna bertenaga surya serta mixer dan presser manual hemat energi, yang dapat digunakan oleh UMKM dan ibu rumah tangga. Pengembangan produk ini tidak hanya dapat meningkatkan asupan gizi anak-anak tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal dan memperkuat peran kampus dalam mengatasi ketimpangan akses teknologi. Kata kunci: Udang, Gizi Anak, Produk Olahan, Teknologi.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT ) Bubur Jewawut Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumbe Iksan, Muammar; Alimin; Andriadin; Auliah, Dwi Rezeki Auliah; Auliah, Indah Annisa; Wahyuningsi, Neneng Wahyuningsi
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 2 (2025): July (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i2.345

Abstract

This community service activity aimed to address the nutritional problems of toddlers in the working area of the Kumbe Public Health Center through the utilization of local food resources, namely millet, as the basis for Supplementary Feeding (PMT). The importance of this topic is based on the high prevalence of nutritional problems in toddlers and the potential of millet as a nutrient-rich cereal. The community service method used was interactive counseling and focus group discussions with mothers of toddlers. The results of the activity showed a significant increase in mothers' knowledge and skills regarding balanced nutrition, the benefits of millet porridge as PMT, and how to process it. The positive reception of millet porridge as PMT indicates the potential for changes in feeding practices at home. In conclusion, this local food-based educational intervention is effective in increasing the capacity of mothers, which is an important initial step in efforts to improve the nutritional status of toddlers in the Kumbe Public Health Center area.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TENTANG STUNTING Darmin, Darmin; Khatimah, Nur Husnul; Iksan, Muammar; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27336

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.Salah satu faktor yang behubungan dengan kejadian stunting dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan Penelitan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah menggunakan media booklet tentang stunting di Desa Mbawi. Jenis penelitian adalah kuantitatif metode analitik dengan design Eksperimen semu (Quasi Eksperimen). Pendekatan yang digunakan adalah One Group Pretest-Postest uji yang digunakan adalaha Uji T- Dependent. Populasi dalam penelitian seluruh ibu balita yang berada di Desa Mbawi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan booklet. Tehnik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan Rata-rata nilai pre post pengetahuan ibu balita tentang Stunting sebelum diberikan media Booklet yaitu 0,440 dengan standar deviasi 0,501, Hasil penelitian menunjukan nilai p value sebesar 0.000 <? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Sedangkan rata-rata nilai pre post sikap ibu balita tentang Stunting sesudah diberikan media Booklet yaitu 0,240 dengan standar deviasi 0,555, serta p value 0.004 >? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai sikap ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita agar melakukan perilaku pencegahan Stunting melalui kegiatan peningkatan pencarian informasi kesehatan melalui kegiatan seminar, penyuluhan, serta memanfaatkan media promosi kesehatan.
Analysis of the Effectiveness of Local PMT Biscuits from Jewawut and Swallow's Nest in Improving the Nutritional Status of Toddlers: local food Khatimah, Nur Husnul; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara; Hairunnisah, Hairunnisah; Iksan, Muammar; Juraidin, Juraidin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5229

Abstract

Malnutrition in children under five years of age remains a public health challenge in Indonesia, especially in rural areas. Efforts to improve nutritional status through the use of high-value local foods are one sustainable strategy. This study aims to analyze the effectiveness of providing biscuits made from millet and swallow nests in improving the nutritional status of children aged 1-5 years. This study used a pretest-posttest design without a control group with a sample size of 35 children selected purposively. The intervention was carried out for a certain period by providing millet and swallow nest biscuits every day. Nutritional status data were obtained through anthropometric measurements of weight and height, then analyzed using the Paired t-Test and McNemar's Test. The results showed a significant increase in the average nutritional status score of children from 13.45 ± 1.52 to 14.20 ± 1.47 (p = 0.000; p < 0.05). The McNemar test analysis also showed a significant change in the proportion of nutritional status (p = 0.042; p < 0.05), with a decrease in the proportion of malnourished children from 28.6% to 20.0%. These findings indicate that the consumption of millet biscuits and swallow nests has a positive effect on improving the nutritional status of children aged 1-5 years. Conclusion: The provision of jewawut biscuits and swallow nests is effective in improving the nutritional status of toddlers. The use of these local foods has the potential to become an alternative.