Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Peran Perempuan Minang dalam Aktivitas Ekonomi Di Pasar Tradisional dalam Tinjauan Ekonomi Islam (Studi Kasus: Pasar Aur Bukittinggi) Amrizal, Jera; Faisal Hidayat
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 5 No. 01 (2026): Edition June 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/jovishe.v5i01.1697

Abstract

Penelitian ini membahas meningkatnya partisipasi perempuan Minang dalam sektor perdagangan di pasar tradisional. Fenomena ini tampak jelas di Pasar Aur Bukittinggi, di mana sebagian besar pelaku usaha merupakan perempuan Minang yang berperan dalam menopang perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan Minangkabau dalam aktivitas ekonomi di pasar tradisional ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, khususnya di Pasar Aur Bukittinggi. Perempuan Minang memiliki peran strategis sebagai pelaku perdagangan, pengelola usaha, serta pengatur keuangan keluarga, yang didorong oleh faktor budaya matrilineal dan tuntutan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan perempuan Minang memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan keluarga dan umumnya telah sejalan dengan prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab, meskipun masih dihadapkan pada kendala berupa beban peran ganda dan tantangan dalam penerapan prinsip ekonomi islam.
Analisis Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Di Tinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung) Fikri Oktri Yandra; Faisal Hidayat
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 4 No. 1 (2025): Edition June 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi pertambangan di Tanjung Ampalu, Kabupaten Sijunjung, menyebabkan pergeseran signifikan dalam aspek sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perubahan sosial ekonomi masyarakat pasca alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan kemudian menganalisisnya dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik. Data yang diperoleh yaitu melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang terdampak langsung dari alih fungsi lahan pertanian menjadi pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami peningkatan pendapatan secara sementara, namun menurun drastis pasca alih fungsi lahan selesai. Hal ini disebabkan karena tidak adanya keberlanjutan dari hasil alih fungsi lahan yang terjadi. Selain itu, terjadi perubahan gaya hidup masyarakat menjadi lebih konsumtif, serta adanya pergeseran mata pencaharian masyarakat yang awalnya petani bergeser menjadi penambang.Ekonomi Islam menekankan pentingnya kemaslahatan dan keberlanjutan lingkungan. Alih fungsi lahan diperbolehkan sejauh tidak menimbulkan kerusakan (fasad) sebagaimana dijelaskan dalam QS.Ar-Rum:41. Kesimpulannya diperlukan pendekatan pembangunan yang sejalan dengan prinsip Green Economy Islam, yaitu dengan membatasi eksploitasi, merehabilitasi lahan, dan mengembangkan alternatif ekonomi berkelanjutan seperti pertanian ramah lingkungan atau usaha mikro berbasis syariah.
Analisis Kesejahteraan Ekonomi Petani Sayuran Menurut Perspektif Ekonomi Islam di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Alfarid, M. Abiyyu; Rais, Muhammad; Awaluddin, Awaluddin; Hidayat, Faisal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36353

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penurunan luas lahan dan jumlah produksi komoditas sayuran seperti daun bawang, kembang kol, kubis, dan wortel. Fenomena ini menyebabkan pendapatan dari bertani sayuran tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga berpengaruh pada kesejahteraan ekonomi petani sayuran. Selain itu juga ditemukan kondisi beberapa rumah petani sayuran masih bersifat semi permanen. Penelitian ini bertujuan menelaah tingkat kesejahteraan ekonomi petani sayuran di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, melalui perspektif ekonomi Islam, menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber primer melalui kuesioner serta data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Pemerintah Nagari Sungai Pua, dan Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Pua, kemudian dianalisis dengan metode Miles dan Huberman yang mencakup reduksi,penyajian,danpenarikan kesimpulan. Hasil analisis mengungkap bahwa dari sisi pendapatan rumah tangga, petani sayuran di wilayah tersebut belum tergolong sejahtera, namun dalam hal pengeluaran rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hunian mereka telah mencapai kondisi sejahtera. Selain itu, dari sudut pandang maqashid syariah, mereka dinilai sejahtera karena konsisten memelihara prinsip-prinsip fundamental seperti pemeliharaan agama, keselamatan jiwa, pengembangan akal, dan perlindungan harta.
Strategi Pemasaran Umrah Dalam Meningkatkan Jumlah Jemaah Pada PT. Sinai Tour and Travel Kota Padang Ela Widya Ningsih; Faisal Hidayat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8675

Abstract

Fenomena menganalisis strategi pemasaran umrah dalam meningkatkan jumlah jemaah pada PT. Sinai Tour and Travel Kota Padang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada persaingan yang semakin ketat antar biro perjalanan umrah serta adanya penurunan jumlah jemaah dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pimpinan perusahaan, staf pemasaran, dan jemaah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan meliputi pemasaran langsung melalui komunikasi tatap muka, promosi tidak langsung melalui rekomendasi jemaah (word of mouth), serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana informasi. Selain itu, perusahaan juga menerapkan bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) dalam menjalankan aktivitas pemasarannya. Berdasarkan analisis SWOT, PT. Sinai Tour and Travel memiliki kekuatan pada legalitas resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), kualitas pelayanan berbasis prinsip syariah, serta reputasi perusahaan. Namun, kelemahan masih terdapat pada promosi digital yang belum optimal dan jangkauan pasar yang terbatas. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa perusahaan berada pada kondisi internal dan eksternal yang cukup kuat, sehingga memiliki peluang untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital dan meningkatkan strategi promosi yang lebih inovatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pemasaran yang terintegrasi dan adaptif guna meningkatkan daya saing serta jumlah jemaah di masa mendatang.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Itik Petelur Wijaya Farm di Nagari Jawi-Jawi Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Berdasarkan Perspektif Islam Tisa Livia Zilka; Faisal Hidayat
ARZUSIN Vol 6 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i2.9663

Abstract

Layer duck farming businesses have received attention in several studies, but research that specifically discusses financial feasibility analysis integrated with the perspective of Islamic Economics remains limited. This study aims to analyze the financial feasibility of the Wijaya Farm layer duck business and to evaluate its conformity with the principles of Islamic Economics. This study employed a qualitative approach with a case study design, involving the business owner and workers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and were then analyzed using thematic analysis as well as financial feasibility calculations covering cash flow, payback period, average rate of return, net present value, profitability index, and break-even point. The results showed that the Wijaya Farm layer duck business was financially feasible, with a positive net cash flow of Rp1,240,858,000, a payback period of 4 years and 6 months, an average rate of return of Rp108,023,830, a net present value of Rp464,402,770, a profitability index of 16.48 times, and a break-even point that could be achieved and tended to decline from year to year. In addition, this business was also in accordance with the principles of Islamic Economics because it used personal capital without interest-based loans, thereby avoiding elements of riba, gharar, and maysir, and producing halal products. These findings contribute to the development of studies on investment feasibility and Islamic Economics and broaden understanding of livestock businesses based on sharia values. The conclusion of this study affirms the importance of financial feasibility analysis and sharia compliance in the development of livestock businesses, while also implying the need for more structured financial management for business actors.