Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tingkat Kerentanan Fisik Terhadap Banjir Rob Di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Annisyatun Nadhiroh; Fatimah, Endrawati; Benny Benyamin Suharto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21752

Abstract

Bencana banjir rob akibat dari kenaikan permukaan air laut masih sering terjadi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Guna mengurangi risiko bahaya, Analisis kerentanan fisik digunakan untuk mengetahui seberapa rawan wilayah terdampak terhadap bencana yang terjadi. Teknik analisis yang digunakan adalah spasial ArcGIS, dan metode skoring. Variabel tingkat kerentanan fisik diukur melalui Ketinggian tanah, Jarak dari garis pantai, Jarak dari garis sungai, dan Kepadatan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkat kerentanan fisik wilayah di Kecamatan Penjaringan, yaitu tingkat kerentanan tinggi seluas 37% mendominasi di Kelurahan Pluit, Tingkat kerentanan sedang seluas 36% mendominasi di Kelurahan Kamal Muara, dan Tingkat kerentanan rendah seluas 34% mendominasi di Kelurahan Kapuk Muara.
Implementasi Sistem Informasi Tata Ruang (Sitaru) untuk Meningkatkan Literasi Tata Ruang Generasi Muda di Kota Bekasi, Jawa Barat Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Wiranegara, Hanny Wahidin; Fauzi, Reza; Taufiqurrahman, Azhar
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.936

Abstract

Pemerintah Kota Bekasi telah membangun sistem digital Sitaru (Sistem Informasi Tata Ruang) Kota Bekasi yang dapat diakses oleh khalayak. Namun, tingkat pemanfaatan Sitaru masih rendah, terlihat dari jumlah kunjungan hanya 15.000 per tahun dibandingkan jumlah penduduknya 2,5 juta jiwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi tata ruang dengan pemanfaatan aplikasi Sitaru kepada generasi muda di Kota Bekasi. Generasi muda, khususnya siswa SMA, dipilih sebagai target sasaran kegiatan dengan pertimbangan tingkat pemahaman penggunaan media online sudah baik sehingga lebih mudah familiar dengan informasi berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2025 di SMA Islam PB Sudirman 1 Bekasi, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi dan diikuti oleh 48 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemberian materi dan diskusi, praktik penggunaan Sitaru, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap keberadaan Sitaru dari sebelum penyuluhan (pre-test) sebesar 31,25% - 68,75%, menjadi 87,5% - 97,9% setelah penyuluhan (post-test). Selain itu, pengenalan terhadap praktek pemanfaatan Sitaru juga menunjukkan capaian serapan materi berkisar 71,8% - 94,9% atau rata-rata 82,06%. Kegiatan peningkatan literasi tata ruang pada generasi muda perlu dilakukan terus menerus agar mereka mampu berperan dalam mendukung penyelenggaraan tata ruang sesuai rencana.
THE IMPACT OF THE OPERATION OF THE DURI SELATAN TOLL GATE ON LAND COVER IN PINGGIR SUB-DISTRICT, BENGKALIS REGENCY Nugraha, Aldyth Dzaki; Endrawati Fatimah; Wisely Yahya
Journal of Synergy Landscape Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 Februari 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v1i2.19561

Abstract

 The presence of transportation infrastructure has a positive impact on increasing the mobility of people and goods. Another impact that usually accompanies it is the acceleration of changes in land use or land cover. This research is motivated by the construction of the Pekanbaru-Dumai Toll Road (Permai) in Riau Province. The study area is focused around the South Duri Toll Gate, precisely in the Pinggir District, Bengkalis Regency. The selection of the study area is based on the consideration that this toll gate location is only 3 km away from the Balairaja Wildlife Sanctuary and the Sebanga Elephant Training Center Wildlife Sanctuary, which are categorized as areas that should be protected. The aim of this research is to identify the differences in land cover changes in the 5 years before (2012-2017) and 5 years after (2017-2022) the operation of the South Duri Toll Gate. The analysis methods used are spatial analysis and descriptive statistical methods. The results show that both before (2012-2017) and after (2017-2022) the operation of the South Duri Toll Gate, there has been a conversion of forest land at a rate of around 400 ha per year. The majority of forest land cover has changed to plantation and agricultural land. In other words, after 5 years of operation, the presence of the South Duri Toll Gate has not or has not yet had a significant impact on land cover changes in its vicinity.
BIBLIOMETRIC ANALYSIS AND MAPPING OF ARTICLES PUBLISHED ON THE DEGREE OF URBANISATION METHOD IN THE SCOPUS DATABASE Fatimah, Endrawati; Yanidar, Ramadhani; Jayanti, Rissa Yuliana Dwi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 7, NUMBER 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v7i1.19314

Abstract

The United Nations Statistical Commission agreed in March 2020 to start using the Degree of Urbanisation as a method to delineate cities, urban, and rural areas to enable international statistical comparisons. The decision consequently promotes countries to change or align their classification and/or methods of urbanisation delineation. This is expected to increase the number of studies with “degree of urbanisation” or “urban classification” keywords around the world in line with the implementation of the method. Aim: This study aims to determine the research trends on the degree of urbanisation in the Scopus database from the year 2013 to 2022. Methodology and results: The bibliometric method was applied through the VOSviewer software (version 1.6.18. Leiden University, Leiden, Netherlands) for the analysis. The findings showed that the topics related to the degree of urbanization are underrepresented in terms of the number of publications and contributing nations though the trend in the number of articles published in the Scopus database has annually increased from 2017-2021. Conclusion, significance and impact study: This implies there is a lot of potential regarding the publication of studies on the concept of “degree of urbanization”
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI KEBERADAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS DI KECAMATAN SOKO DAN RENGEL, KABUPATEN TUBAN Tama, Fahmi Amel Dwi; Fatimah, Endrawati; Yahya, Wisely
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 3, NUMBER 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v3i1.17344

Abstract

The existence of oil and gas mines in a region generally has both positive and negative impacts on the area. One of the oil and gas mines in East Java Province is located in Tuban Regency, specifically in the districts of Soko and Rengel, which have been operating for twenty-five years. The existence of the oil and gas mine is believed to affect various aspects. This study aims to identify the influence of the presence of oil and gas mining in the districts of Soko and Rengel based on the perceptions of the community. The method used in this study is a quantitative method with scoring analysis obtained from primary data in the form of a questionnaire from 99 respondents. The community assesses that the presence of oil and gas mining moderately affects the physical aspect, the environment, the health of the community, and the social aspect. On the other hand, the presence of oil and gas mining is not considered to have an impact on the economic aspect. This research contributes by providing a perspective that the presence of oil and gas mining in the districts of Soko and Rengel, Tuban Regency, is considered to have limited positive influence on the surrounding community.
PENERAPAN METODE DERAJAT URBANISASI DI INDONESIA, STUDI KASUS: KOTA PEKALONGAN DAN SEKITARNYA Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Imana, Rizal
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.1

Abstract

Derajat urbanisasi sebagai suatu metode pendeliniasian perkotaan telah disepakati dalam forum United Nation tahun 2019 untuk digunakan semua negara untuk menyeragamkan pendeliniasian perkotaan secara global. Tujuan penggunakan satu metode ini adalah agar komparasi perkembangan antar negara dapat dilakukan lebih akurat. Di Indonesia, metode pengklasifikasian perkotaan perdesaan yang selama ini digunakan adalah metode kriteria dari Badan Pusat Statistik. Mengingat metode tersebut relatif baru, maka penerapan derajat urbanisasi ini perlu dikaji dan diantisipasi kesiapan datanya serta diperbandingkan hasilnya dengan hasil klasifikasi dari Badan Pusat Statistik. Dilatar belakangi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji coba metode derajat urbanisasi pada salah satu wilayah, dalam hal ini kota Pekalongan dan sekitarnya serta membandingkan hasilnya dengan klasifikasi perkotaan perdesaan menurut Badan Pusat Statistik. Metode utama yang digunakan adalah metode derajat urbanisasi dari Global Human Settlement Layer dan diperkaya dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode derajat urbanisasi yang akan digunakan secara global oleh United Nation dapat diterapkan di Indonesia dengan data yang sudah tersedia di Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan klasifikasi perkotaan perdesaan antara dua metode ini sebesar 67,6%. Perbedaan hasil klasifikasi terjadi pada 188 Desa Perdesaan menurut Badan Pusat Statistik yang terklasifikasi sebagai Perkotaan berdasarkan hasil klasifikasi menggunakan metode Derajat Urbanisasi.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penataan Ruang kepada Warga Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat Adriana, Martina Cecilia; Wartaman, Anita Sitawati; Fatimah, Endrawati; Supriyatna, Yayat; Khairi, Dhiya Athaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPMII - Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.325

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan penataan ruang. Partisipasi masyarakat diperlukan guna mendapatkan dukungan serta komitmen. Akan tetapi, dalam realitanya, aspirasi serta keterlibatan masyarakat tidak dilakukan sesuai dengan proses yang telah diamanatkan.  Kegiatan PkM ini bertujuan untuk menyalurkan wawasan dan pemahaman mengenai hak dan kewajiban masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam penataan ruang. Metode pada kegiatan ini berupa penyuluhan dengan sasaran peserta adalah Mitra Rukun Warga, Jalan Tomang Raya, RW 008, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat. Penyuluhan dilakukan secara luring dengan 3 materi utama yaitu: (1) Pengenalan Penataan Ruang, (2) Peran Masyarakat dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang, dan (3) Contoh-contoh partisipasi masyrakat. Evaluasi dilakukan melalui diskusi dan juga kuisioner terkait dengan topik yang diberikan. Hasil dari PkM ini menunjukkan bahwa masyrakat berhasil memperoleh dampak berupa pengetahuan dan kesadaran yang dilihat dari terjadinya diskusi aktif antara masyarakat dan dosen pelaksana serta hasil kuisioner yang menunjukkan adanya peningkatan wawasan. Dosen pelaksana PkM yang mewakili Universitas Trisakti telah berhasil dalam menjadikan kegiatan penyuluhan sebagai sarana komunikasi dalam penyebaran ilmu, pengajaran, serta hasil penelitian kepada masyarakat. Dari kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli dan semakin aktif untuk berkontribusi dalam penataan ruang untuk pengembangan lingkungan sekitar yang lebih baik.
Pemanfaatan Aplikasi Google Forms untuk Pencegahan Wabah Penyakit Demam Berdarah di Permukiman RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat Situmorang, Rahel; Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Taki, Herika; Marendra, Sheilla Megagupita Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 5 (2024): JPMII - Oktober 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.593

Abstract

Mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain disebabkan oleh kondisi rumah dan lingkungan yang tidak sehat. Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan pemantauan mandiri dan sukarela pada jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam dan sekitar rumah.  Sehubungan dengan itu, maka tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk memperkenalkan aplikasi Google Forms dalam meningkatkan pemantauan jentik nyamuk dan mencegah penyebaran DBD di lingkungan padat penduduk serta memudahkan warga melakukan dan melaporkan hasil pemantauan jentik kepada Petugas Jumatik Kelurahan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2024 yang dihadiri oleh 40 peserta di Kantor RW 04, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi. Evaluasi hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman peserta dari sebelum penyuluhan (pretest 23,7% - 78.9%), meningkat setelah penyuluhan (post-test 71,7% - 98,9%). Pengenalan aplikasi Google Forms diikuti 19 peserta (45%) dan berhasil membuat, mengisi dan membuat laporan pemantauan. Kendala yang dihadapi adalah belum terbiasanya peserta lainnya dalam menggunakan aplikasi ini. Kader Jumantik menyatakan akan terus mensosialisasikan penggunaan kepada warganya dan mengusulkan kepada Puskesmas untuk menerapkan penggunaannya dalam lingkup wilayah pelayanannya karena menilai aplikasi ini efisien dan efektif untuk digunakan.
Penerapan Urban Network Analysis Dalam Pengukuran Aksesibilitas Pejalan Kaki di Transit Oriented Development Dukuh Atas Setyanida, Hafidha Aulia; Fatimah, Endrawati; Adriana, Martina Cecilia
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.294-305

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan paradigma perencanaan perkotaan yang sedang berkembang pada kota-kota di dunia sebagai salah satu strategi untuk mencapai kota berkelanjutan, termasuk DKI Jakarta. Dukuh Atas adalah kawasan TOD percontohan di Jakarta karena memiliki infrastruktur pejalan kaki yang memadai.  Akan tetapi, masih sedikit masyarakat yang memilih untuk berjalan kaki dari dan ke stasiun untuk jarak yang dekat. Masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum dan angkutan online sebagai first mile dan last mile. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat aksesbilitas kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas terhadap pemilihan rute pejalan kaki. Dalam penelitian ini, metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Urban Network Analysis (UNA) yang merupakan metode spasial dalam menganalisis konektivitas, aksesibilitas, dan efisiensi jalur pejalan kaki.  Adapun UNA yang dilakukan terbagi kedalam empat indeks perhitungan, yaitu Reach, Betweenness, Closeness, dan Straighness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan TOD Dukuh Atas indeks reach yang masih cenderung rendah dengan 53% dari total luas bangunan; indeks betweenness memiliki kecenderungan ke arah sedang–tinggi; indeks closeness yang rendah yang mengindikasikan kondisi yang baik; dan indeks straightness memiliki kecenderungan rendah. Nilai indeks yang tinggi diperlukan untuk mencapai fungsi maksimal bangunan stasiun sebagai simpul transit. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan agar stasiun memiliki nilai aksesibilitas yang tinggi.
KAJIAN DAYA DUKUNG LAHAN BERDASARKAN RENCANA POLA RUANG RTRW 2012 – 2032 KOTA TANGERANG Imani, Azzahra Yaomil; Endrawati Fatimah; Marselinus Nirwan Luru
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i2.24280

Abstract

Kota Tangerang memiliki posisi yang strategis sebagai kota penyangga yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk, sehingga membuat Kota Tangerang menjadi pusat investasi. Akibatnya, terjadi perluasan kawasan permukiman dari 7.712 hektar (2021) menjadi 7.953 hektar (2024), yang telah melampaui rencana RTRW tahun 2012–2032 yaitu 7.453 hektar yang menandakan terjadinya oversupply kawasan perumukiman. Peningkatan kawasan permukiman sebagai lahan terbangun berdampak pada penurunan lahan non terbangun, yang sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dari padatnya aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan Kota Tangerang pada tahun 2032  berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif, yaitu dengan menganalisis daya dukung lahan melalui perbandingan antara ketersediaan lahan berdasarkan RTRW dan kebutuhan lahan yang dihitung dari proyeksi jumlah penduduk tahun 2032. Hasil menunjukkan bahwa pada tahun 2032, kebutuhan lahan untuk permukiman dan kegiatan ekonomi masih dapat terpenuhi, namun kebutuhan ruang terbuka tidak terpenuhi. Kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan ruang untuk lahan non terbangun belum sepenuhnya mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan yang berisiko menurunkan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa daya dukung lahan di Kota Tangerang diproyeksikan akan terlampaui pada tahun 2032 akibat ketidakseimbangan antara lahan terbangun dan non terbangun.