Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI MA PERGURUAN ISLAM NURUL KASYSYAF (PINK) Sunirah Sunirah; M Farhan; Ashar Prima; Amzal Mortin Andas; Indah Puspitasari; Mara Imbang Satriawan Hasiolan; Fauziah H Wada
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i1.1517

Abstract

Anemia is a condition where the concentration of hemoglobin in the blood is lower than normal, someone who has anemia will experience conditions such as weakness, fatigue, lethargy and loss of concentration. And carried out on students who have experienced menstruation. Research Objectives: To know about the relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in SMA PINK 03 Tambun Selatan students. Methods: The design of this study used an analytical survey with a cross sectional design. Sample: The research sample was 127 students using purposive sampling technique. Research Results: The results obtained in this study were 73 (57.5%) female students who experienced anemia and (52%) 66 female students who experienced abnormal menstruation. The relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in female students through the chi-square test results in a p-value of 0.000, p value < a (0.05). Conclusion: Students who have anemia are likely to experience abnormal menstrual patterns. Suggestion: It is expected that students consume nutritious food and contain lots of iron, even though they experience abnormal menstruation.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Kehalalan Obat Di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi Maratun Shoaliha; Riska Febriani; Fauziah H Wada
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.21494

Abstract

Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).
POSYANDU AKTIF CEGAH STUNTING: PENGUATAN EDUKASI GIZI DAN MONITORING TUMBUH KEMBANG BALITA Mara Imbang Satriawan Hasiolan; Fauziah H Wada; Indah Puspitasari; Amzal Mortin Andas; Andi Tenri Nurwahida; Maratun Shoaliha
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan penguatan intervensi berbasis keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam memberikan edukasi gizi, melakukan pemantauan pertumbuhan secara tepat, serta mengenali secara dini masalah perkembangan balita. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, persiapan, edukasi interaktif, praktik pengukuran antropometri, pemantauan perkembangan di bawah supervisi tenaga kesehatan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Kuntum Wijaya Kusuma, Desa Sumber Jaya, dengan melibatkan 10 kader. Hasil utama yang diharapkan melalui kegiatan meliputi peningkatan pemahaman peserta tentang gizi seimbang, pemberian makan balita, interpretasi hasil pengukuran pertumbuhan, serta penguatan alur rujukan dan tindak lanjut bagi balita yang memerlukan perhatian. Kegiatan juga menghasilkan media edukasi dan alur monitoring sederhana yang dapat digunakan pada pelayanan posyandu bulanan. Penguatan kapasitas kader berpotensi meningkatkan fungsi posyandu sebagai pintu masuk pencegahan dan deteksi dini masalah gizi serta tumbuh kembang balita.