Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Genetic Relationships of Cultivated Avocado Germplasm in Gorontalo Based on Qualitative Traits Magfirahtul Jannah; Febriyanti Febriyanti; Ilyas H. Husain; Nur Fadhillah Pembengo; Tiska Igirisa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10248

Abstract

The avocado (Persea americana), a recognized superfood and valuable horticultural commodity, exhibits significant morphological diversity due to long-term adaptation to various habitats, enhancing biodiversity. This study analyzed the diversity and genetic relationships of cultivated avocados in Gorontalo Regency. Using the Descriptors for Avocado (Persea spp.), 25 qualitative morphological traits were characterized, and a phenetic analysis of 17 accessions was conducted using UPGMA with Jaccard’s Coefficient. Accessions were collected from six villages across four sub-districts: Dulamayo Barat, Dumati, Hepuhulawa, Kayubulan, Kayumerah, and Tridarma. Results revealed substantial diversity in traits such as tree shape, and the morphology of stems, leaves, fruits, and seeds. Phenetic analysis grouped the accessions into two clades: Clade A, comprising 15 accessions in two clusters (similarity index: 64.7-29.0%), and Clade B, containing two accessions in one cluster (similarity index: 64.7%). Clades A and B exhibited a distant relationship, with a similarity index of 23.6%. Conserving the diverse avocado germplasm is essential for safeguarding genetic resources and supporting breeding programs to develop superior varieties in Gorontalo
Pengaruh Ekstrak Tauge terhadap Perkecambahan Benih Padi (Oryza Sativa L.) yang Lewat Masa Simpan Mega Rosalita Ekaputri Koni; Jusna Ahmad; Devi Bunga Pagalla; Novri Youla Kandowangko; Magfirahtul Jannah
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkifb.v2i1.926

Abstract

The decline in seed quality due to storage beyond the shelf life is a major problem in rice cultivation. One effort that can be made to improve seed viability is through invigoration techniques using natural ingredients, such as bean sprout extract (Phaseolus radiatus), which contains growth hormones. This study aims to analyze the effect of bean sprout extract on the viability of Ciherang rice seeds that have exceeded their shelf life and to determine the best treatment. The study was conducted from August to November 2024 at the Biology Laboratory of the UPTD Seed Center, Supervision and Certification of Agricultural Seeds of Gorontalo Province. The study used a two-factor Randomized Block Design (RBD) with bean sprout age (3, 5, and 7 days after sowing) and bean sprout extract concentration (20 g/L, 40 g/L, and 60 g/L) as factors, with four replications. The parameters observed included germination rate, maximum growth potential, and sprout length. The data were analyzed using ANOVA and DMRT post-hoc test at a 5% level. The results showed that bean sprout extract had a significant effect on all observed parameters. The treatment of 5-day-old bean sprouts with a concentration of 20 g/L gave the best results with a germination rate of 95.5%, maximum growth potential of 98.5%, and the highest sprout length. Sprout extract has the potential to be used as a natural alternative to improve the quality of rice seeds that have passed their storage period.
Karakteristik Morfologi Kacang Tanah Lokal (Arachis hypogea L.) Var. Pala RH dan Garuda RH Winda Jakaria; Novri Youla Kandowangko; Jusna Ahmad; Febriyanti Febriyanti; Magfirahtul Jannah; Lindawaty Isima
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 7, No 2 (2025): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v7i2.31848

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi dan gizi tinggi serta berpotensi mendukung ketahanan pangan lokal. Gorontalo memiliki varietas kacang tanah lokal, antara lain Pala RH dan Garuda RH, yang perlu dikarakterisasi sebagai dasar pelestarian dan pengembangan varietas unggul lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfologi kacang tanah lokal Pala RH dan Garuda RH. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengamati karakter vegetatif, generatif, polong, dan biji. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, panjang dan lebar polong, panjang dan lebar biji, serta berat 100 biji. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan rata-rata hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua varietas memiliki sejumlah persamaan, antara lain tipe pertumbuhan tegak dengan cabang lateral menuju ke atas, pola percabangan tidak beraturan tanpa bunga pada cabang utama, batang hijau, daun tidak berbulu, tepi daun rata, ujung daun tumpul, bunga kuning, dan ginofor hijau keunguan. Perbedaan utama terdapat pada waktu berbunga, karakter polong, dan bentuk biji. Garuda RH berbunga lebih cepat, yaitu 22 hari setelah tanam, memiliki polong sedikit berlekuk, retikulasi kulit polong lebih jelas, serta menghasilkan 2–3 biji per polong dengan bentuk agak bulat dan ukuran lebih besar. Sebaliknya, Pala RH berbunga pada 24 HST, memiliki polong dengan lekukan sedang, retikulasi kurang menonjol, serta menghasilkan 1–2 biji per polong dengan bentuk lonjong dan ukuran lebih kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa Pala RH dan Garuda RH memiliki karakter morfologi khas yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi, konservasi, dan pengembangan kacang tanah lokal Gorontalo.
Analisis Kemampuan Siswa Kelas XI alam Menjawab Soal Berbasis HOTS Pada Materi Sel Siti Djuhriyanti Karim; Ani M. Hasan; Nur Mustaqimah; Abubakar Sidik Katili; Magfirahtul Jannah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115583

Abstract

Salah satu keterampilan yang sangat diperlukan pada abada 21 adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills), yang mencakup kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Penelitian ini menganalisis kemampuan siswa SMA Negeri 2 Limboto dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS pada materi sel. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 31 siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes HOTS yang terdiri dari enam soal berbentuk esai, yang masing-masing mengukur kemampuan siswa pada level kognitif C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memperoleh nilai yang tergolong rendah, dengan rata-rata skor 35.87 dan standar deviasi 18.39. Daya serap siswa pada level C4 tercatat 41,29%, C5 35,69%, dan C6 23,23%, yang menandakan kesulitan signifikan pada aspek evaluasi dan penciptaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada sebagian siswa yang menunjukkan kemampuan yang lebih baik, upaya pengajaran yang lebih terstruktur masih diperlukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya dalam evaluasi dan Mencipta.
PENGEMBANGAN PRODUK BERBAHAN DASAR IKAN SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN HASIL TANGKAPAN Devi Bunga Pagalla; Nur Mustaqimah; Magfirahtul Jannah
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.336 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i2.27

Abstract

Kecamatan Bonepantai merupakan salah satu kawasan pengembangan perikanan (KPP 4). Kecamatan Bonepantai memiliki 8 desa nelayan, salah satunya Desa Bilungala. Secara keseluruhan Kecamatan Bonepantai memiliki jumlah nelayan ataupun RTP tertinggi kedua setelah Kecamatan Kabila Bone. Melihat potensi Kelautan dan Perikanan yang cukup besar di Kecamatan Bonepantai, perlu dilakukan usaha strategis untuk pengembangan produk perikanan sebagai upaya pemanfaatan hasil tangkapan laut. Pengolahan ikan dikalangan masyarakat desa bilungala masih sebatas olahan bakar, abon, dan acar ikan. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat khususnya Ibu-Ibu dengan melakukan pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar Ikan Cakalang. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dimana masyarakat ditempatkan sebagai subjek dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan pelatihan pembuatan nugget dilaksanakan dengan jumlah peserta 15 orang Ibu-ibu Kader Posyandu Desa Bilungala. Kegiatan ini diawali dengan presentasi mengenai bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan nugget dan penjelasan singkat terkait cara pembuatan dan penyimpanan yang baik dan benar. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan nugget ikan ini diharapkan masyarakat Desa Bilungala mampu mengolah hasil tangkapan menjadi produk olahan dengan maksimal untuk menunjang kesejahteraan dan memilih nugget ikan sebagai cemilan sehat bagi anak-anak di Desa Bilungala
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di Kelas XI SMA Negeri 1 Moutong Regina R. Malasugi; Hartono D. Mamu; Magfirahtul Jannah; Djuna Lamondo; Frida Maryati Yusuf
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v5i4.771

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the application of the Problem Based Learning model to improve students' critical thinking skills on the human digestive system material of class XI of SMA Negeri 1 Moutong. The study used a pre-experimental design method with a one group pretest-posttest design approach involving 25 students of class XI IPA2. The research instruments included critical thinking tests (pretest and posttest), learning implementation sheets, student activity sheets, and student response questionnaires. The results showed that the learning implementation reached an average of 94% with the category (very good), student activity 94% (very good), and student response 91% (very positive). The average pretest score of 42.2 increased to 79.2 in the posttest with an N-Gain value of 0.59 (moderate category). Significant improvements occurred in the indicators of providing simple explanations and organizing strategies or actions, increasing from 34.4% and 32% to 92%, respectively. These results indicate that the implementation of the PBL model is effective in improving students' critical thinking skills in the human digestive system.
Phenotypic Variation of Avocado Leaves (Persea americana Mill.) in Gorontalo Regency Nur Fadhillah Pembengo; Magfirahtul Jannah; Dewi Wahyuni K. Baderan; Novri Youla Kandowangko
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12944

Abstract

Avocado is a horticultural crop with considerable phenotypic diversity, particularly in leaf morphology. This study aimed to provide initial documentation of leaf phenotypic diversity in local avocado accessions from Gorontalo Regency, Indonesia. A descriptive exploratory method was conducted in eight villages: Dumati, Modelidu, Dulamayo, Tridarma, Tinelo, Kayumerah, Hepuhulawa, and Kayubulan. Twenty-two avocado accessions were characterized using 12 leaf morphological traits based on the IPGRI Descriptors for Avocado (1995). Qualitative and quantitative data were analyzed descriptively. The results revealed substantial variation in most leaf traits, with leaf shape showing the highest qualitative diversity. Seven leaf shape categories were identified: oval, ovate, lanceolate, oblong-lanceolate, oblong, roundish, and narrowly obovate. Leaf blade length ranged from 11.42 ± 1.27 to 20.07 ± 1.79 cm, while leaf width ranged from 5.08 ± 0.69 to 10.97 ± 0.97 cm. Variations were also observed in leaf color, pubescence density, primary vein number, and leaf texture, indicating diverse phenotypes among accessions. These findings provide baseline information for avocado germplasm conservation, local cultivar identification, and parent selection in breeding programs. Further molecular studies are recommended to validate the genetic relationships underlying the observed morphological variation and improve germplasm characterization.