Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Korelasi antara indeks massa tubuh dan profil lipid pada remaja obesitas di kota Palembang Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati; Dwi Indira Setyorini; Ella Amalia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v43.i2.p105-111.2020

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi  antara indeks massa tubuh  dan profil lipid pada remaja obesitas di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang terhadap 143 remaja di Kota Palembang. Indeks massa tubuh dihitung berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m). Kadar profil lipid berupa kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol darah diperiksa menggunakan kit dari human® di Laboratorium Kimia Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan sekitar 29,4% remaja di Kota Palembang mengalami obesitas dan sekitar 17,5% remaja mengalami dislipidemia. Uji korelasi Pearson antara indeks massa tubuh dan profil lipid menunjukkan nilai p=0,093 r=0,141, p=0,002 r=0,260, p=0,983 r=0,002, dan p=0,256 r=0,096 masing-masing untuk kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol. Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol tidak bermakna (p>0,05). Namun, korelasi indeks massa tubuh dengan kadar trigliserida bermakna (p<0,05) dengan arah korelasi postif dan kekuatan lemah (r=0,2-0,4). Simpulan: Pada remaja, tidak ada korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol. Terdapat korelasi positif antara indeks massa tubuh dan kadar trigliserida pada remaja. 
Uji Fitokimia dan Potensi Antidiabetes Fraksi Etanol Air Benalu Kersen (Dendrophtoe petandra (L) Miq) Sadakata Sinulingga; Subandrate Subandrate; Safyudin Safyudin
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.716 KB) | DOI: 10.24853/jkk.16.1.76-83

Abstract

Pengobatan diabetes melitus dengan acarbose belum sepenuhnya optimal. Perlu pengembangan obat baru dari tanaman obat. Salah satu tanaman obat yang dipercaya masyarakat memiliki potensi antidiabetes adalah daun benalu kersen (Dendrophtoe petandra (L) Miq). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium yang bertujuan mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antidiabetes fraksi etanol air daun benalu kersen. Kandungan daun benalu kersen diuji secara fitokimia dan potensi antidiabetes daun benalu kersen diuji dengan cara inhibisi enzim alfa glukosidase. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etanol air daun benalu kersen mengandung flavonoid, tannin, saponin, terpenoid/steroid, dan alkaloid. Uji inhibisi oleh fraksi etanol air memperlihatkan bahwa daun benalu kersen menghambat enzim alfa glukosidase dengan kekuatan kuat (IC50= 75,73 µg/ml). Terpenoid dan saponin dalam daun benalu kersen diduga memiliki aktivitas inhibisi enzim alfa glukosidase. Hambatan terhadap kerja enzim alfa glukosidase menyebabkan penurunan hidrolisis amilum di usus halus sehingga hanya sedikit glukosa yang dapat diserap. Dengan demikian fraksi etanol air daun benalu kersen memiliki potensi sebagai obat antiadiabetes.
Inhibitory Effect of N-Hexane Fraction of Cherry Parasite (Dendrophthoe pentandra L.) on Alpha Glucosidase Sadakata Sinulingga; Putriana Fuji Safitri; Subandrate
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 5 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i5.399

Abstract

Background. Cherry parasite (Dendrophthoe pentandra L.) is a semi-parasitic plant that takes food from host body, so that phytochemical same as host plant. These phytochemicals have effect to inhibiting the action of the enzyme alpha glucosidase, such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, and terpenoids/steroids. The aim of this study is to find out the effect of the cherry parasite to inhibiting the enzyme alpha glucosidase. Methods. This is an in vitro experimental study. Cherry parasite was fractionated with n-hexane and reacted by enzyme. Acarbose used as a positive control. The inhibitory effect on the alpha glucosidase was determined from the IC50 value by measuring the absorbance of p-nitrophenol using spectrophotometry as a result of the reaction of the enzyme. Screening phytochemical to determine the phytochemical of n-hexane fraction. This research was conducted at the Laboratory of Biochemistry and Medical Chemistry, Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya, Palembang. Results. The yield of n-hexane fraction was 7%. Phytochemical test showed that the sample contain flavonoids and terpenoids. IC50 value of n-hexane fraction was 106,333 ppm and categorized not active. Conclusion. The n-hexane fraction of cherry parasite contains flavonoids and terpenoids that considered not active to inhibiting the action of the enzyme alpha glucosidase.
Formulation and Evaluation of Solid Lipid Nanoparticles Loading Erythromycin Ethylsuccinate by Heating Emulsification and Homogenization Methods Mardiyanto Mardiyanto; Budi Untari; Ady Mara; Sadakata Sinulingga; Nirwan Syarif; Gustina Emilia Ningsih
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 3 (2022): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.916 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.3.320-326

Abstract

The pandemic period has caused antibiotics highly recommended to cure infections. The use of macrolide antibiotics has greatly increased recently due to outbreaks of diseases that attack the human respiratory tract all of part of the world. One member of the macrolide group is erythromycin ethyl succinate which has low solubility in water. Therefore, this study aims to convert erythromycin ethyl succinate into lipid nanoparticles in an attempt to increase solubility. The method for the formation of nanoparticles is heating emulsification and homogenization. The results obtained in the form of formula 1 (F1) showed the percent encapsulation of 85.688±0.30641. The physical properties were that it has a size of 398.9±1.4 nm, a PDI of 0.3895±0.0015, and zeta potential of -17.45±0.15 mV respectively. The stability was determined by an accelerated test by the influence of extreme temperature and mechanics affecting the stability of the particles as an indication of decreasing the pH and particle precipitation. The solubility of erythromycin ethyl succinate in the form of lipid nanoparticles was increased in a comparison with the pure substance of erythromycin ethyl succinate.
Sungkai Leaf Potential as Herbal Medicine Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Subandrate Subandrate; Irfannudin Irfannudin; Susilawati Susilawati; Rini Yana
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.582 KB)

Abstract

Indonesia is a tropical country that has biodiversity. One of the biodiversity in Indonesia is the availability of many medicinal plants. The Indonesian Ministry of Health has released a formulary of Indonesian medicinal plants in 2017. One of the plants that has medicinal properties is the sungkai plant. Sungkai plants grow in most parts of Indonesia, including South Sumatra. This plant is also often planted in the yard as a shade. Empirically, sungkai leaves have been used as medicine by various tribes in Indonesia. People use boiled water from sungkai leaves or crushed sungkai leaves as herbal medicine. The phytochemical content of sungkai leaves includes alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, phenols and saponins. The results of various studies show that sungkai leaves have benefits as anti-fever, antimalarial, antibacterial and antioxidant. Sungkai leaves also have the ability to increase endurance, so they can be used to fight infectious diseases including Covid19. Sungkai leaves can be used for herbal medicine either as a preventive or therapeutic agents. Further development for the use of Sungkai plants as medicine needs to be done to assess side effects and therapeutic effects more efficiently.
Pendampingan pelaksanaan dan pembiasaan adaptasi kehidupan baru bagi masyarakat Puji Rizki Suryani; Susilawati; Riana Sari Puspita; Sadakata Sinulingga; Masayu Farah Diba
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I1.51

Abstract

Dunia dikejutkan dengan merebaknya virus baru yaitu corona virus jenis baru (SARS-CoV-2) pada tahun 2020 dan penyakitnya disebut Corona Virus Disease 19 (Covod-19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019 dan menyebar ke seluruh dunia. Adaptasi Kebiasaan Baru adalah sebuah upaya masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan, dalam bentuk perubahan perilaku diri menjadi lebih disiplin, menjaga kebersihan, dan menaati peraturan protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikanpenyuluhan secara langsung kepada masyarakat (maksimal 10 orang) Tegal Binangun Lorong Talang Petai RT. 30 Kelurahan Plaju Darat tentang tanda dan gejala, cara penularan, pencegahan COVID-19 dan adaptasi kehidupan baru. Selain penyuluhan, dilakukan pendampingan praktek cuci tangan yang baik dan benar, cara memakai masker yang benar, pembuangan dan pencucian masker kain, pembuatan desinfektan yang akan diajarkan secara langsung kepada masyarakat. Hasil posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata yang cukup signifikan dibanding saat pretest. Warga yasng sebelumnya hanya mengetahui penggunaan cara memakai masker di era new normal ini, menjadi mengetahui cara memakai masker dengan benar, cara melepas masker, mencuci masker, mencuci tangan yang baik dan benar serta membuat desinfektan. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.
PRODUKSI TEH DAUN SUNGKAI SEBAGAI MINUMAN IMUNOSTIMULATOR Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Irfannuddin Irfannuddin; Susilawati Susilawati; Rini Yana; Medina Athiah; Safyudin Safyudin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.10-14.2022

Abstract

Pada pertengahan tahun 2021 kasus Covid19 di Indonesia melonjak lagi termasuk di Kota Palembang. Lonjakan kasus tersebut tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat luas tetapi juga bagi lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya meningkatkan imunitas tubuh menggunakan herbal tradisional Indonesia. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai imunostimulator adalah tanaman sungkai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pembuatan teh dari daun sungkai. Proses pembuatan teh dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Sekitar 27 kg daun sungkai segar dicuci dan dipotong kecil lalu dikeringkan. Daun sungkai kering digiling menjadi serbuk kasar (simplisia). Jumlah simplisia daun sungkai yang didapatkan sekitar 5,1 kg. Takaran sekali minum daun sungkai adalah sekitar 25 g untuk daun segar dan 3 g untuk simplisia. Simplisia daun sungkai dimasukkan ke dalam kantong teh dengan berat bersih 3 g per kantong. Satu kantong teh dapat diseduh dengan 240 mL air panas dan diminum 1-2 kali sehari selama 5 hari. Pada pengabdian ini dihasilkan 1700 kantong teh yang dikemas dalam 340 kemasan (5 kantong teh/kemasan). Produksi teh daun sungkai telah dilakukan dengan baik lalu dibagikan ke civitas akedemika melalui Dekan Fakultas Kedokteran dan Rektor Universitas Sriwijaya. Kata kunci: Covid19, Daun sungkai, Imunostimulator, Simplisia, Teh ABSTRACT In mid-2021, Covid-19 cases in Indonesia began to increase, including in Palembang. This condition not only has an impact on society but also for Sriwijaya University. To reduce the impact of Covid19, it is possible to increase the body's immunity with traditional Indonesian herbs, Sungkai. Sungkai has benefit as an immunostimulator. This community service is in the form of tea production from sungkai leaves. The process of making tea is carried out at Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran, Faculty of Medicine, Universita Sriwijaya. About 27 kg of fresh sungkai leaves are washed, cut, and then dried to obtain about 5.1 kg of simplicia. The daily dose of sungkai leaves is about 25 g for fresh leaves and 3 g for simplicia. About 3 g simplicia was put into tea bags. One tea bag can be brewed with 240 mL of hot water and drunk 1-2 times a day for 5 days. A total of 1700 tea bags were produced and packaged in 340 packages (5 tea bags/package). Sungkai leaf tea production has been carried out well and then distributed to the academic community through the Dean of the Faculty of Medicine and the Chancellor of Universitas Sriwijaya. Keywords: Covid19, Sungkai leaf, Immunostimulator, Simplicia, Tea
Nilai IC50 Ekstrak dan Fraksi Daun Benalu Kersen terhadap Enzim Xantin Oksidase Sadakata Sinulingga; Muniaty Sulam Ng; Subandrate Subandrate; Liniyanti D. Oswari
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.114-119.2023

Abstract

Kersen atau inang tanaman benalu kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) telah terbukti dapat menurunkan asam urat karena mengandung senyawa metabolit sekunder terutama flavonoid, sebuah senyawa berstruktur mirip xantin yang menginhibisi xantin oksidase secara kompetitif. Mengingat bahwa hemiparasit memiliki kandungan yang sama dengan inang, maka pada penelitian ini diuji kemampuan daun benalu kersen dalam menginhibisi xantin oksidase. Dilakukan ekstraksi etil asetat kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan 5 jenis rasio perbandingan pelarut polar etanol dan etil asetat yaitu F1 = 9:1, F2 = 7:3, F3 = 5:5, F4 = 3:7, dan F5 = 1:9. Hasil fraksinasi (F1 – F5) dan ekstrak dilakukan uji fitokimia dan teridentifikasi senyawa metabolit terpenoid, tanin, alkaloid dan flavonoid. Penelitian dilanjutkan dengan uji inhibisi xantin oksidase. Ekstrak dan fraksi daun benalu kersen diencerkan menjadi 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 75; 150; 300; 600; dan 1200 mg/L. Kontrol positif pada penelitian ini adalah allopurinol, obat pilihan utama hiperurisemia. Nilai absorbansi setiap sampel digunakan untuk mencari persentase inhibisi enzim yang kemudian dianalisis secara regresi linear dan diperoleh nilai IC50. Nilai IC50 F1 – F5 dan ekstrak etil asetat daun benalu kersen tergolong sangat aktif dan secara berurutan sebesar 1,38 mg/L; 1,14 mg/L; 6,19 mg/L; 9,41 mg/L; 5,90 mg/L dan 9,86 mg/L.
PENAPISAN TALASEMIA DENGAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN Subandrate Subandrate; Sadakata Sinulingga; Medina Athiah; Safyudin Safyudin; Fatmawati Fatmawati; Rini Yana
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i3.1948

Abstract

Thalassemia is a genetic disease that affects the hemoglobin component in red blood cells. Health education is expected to provide changes in people's knowledge and attitudes in recognizing and preventing thalassemia. In addition, thalassemia self-screening is a simple way to be able to recognize and prevent thalassemia independently and sustainably. This community service activity was carried out with the method of counseling and demonstration of thalassemia screening by checking hemoglobin levels. The activity was carried out in Sako Village, Palembang City on Sunday, October 23, 2022. The participants of the activity were the community and administrators of KJS Al Aqobah 2 Pusri, Sako, Palembang. Most of the participants were 61 years old for the counseling group, and 13 years old for the thalassemia screening group. The community was very enthusiastic about participating in this activity. Some of the important questions asked by participants were 1) Can thalassemia be transmitted? 2) Is thalassemia only inherited from the mother? 3) Can thalassemia be cured? Discussions about thalassemia are carried out in general in a series of events and individually between screening activities. The results of screening with hemoglobin examination showed that there were no participants who were indicated to have thalassemia. The hemoglobin levels of all participants were normal (above 12 g/dL). Tracing symptoms and family history showed that the participant's family had not been indicated as having thalassemia. The service activities have been carried out well and provide benefits for the participants. The community expects similar activities to be carried out simultaneously.
Determination of Secondary Compounds in Extracts from Catfish (Pangasius sp) Siti Rusdiana Puspa Dewi; Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Maharani Natasya; Siti Devita Utami; Putra Ramadhan Algiffary Irianto Dunda
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v21i1.1009

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) umumnya dijumpai pada perairan air tawar di Indonesia, seperti di Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera Selatan, ikan jenis ini digunakan sebagai salah satu kuliner seperti pindang dan brengkes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia metabolit sekunder dari ekstrak ikan patin (Pangasius sp.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi deskriptif dengan menggunakan ekstrak yang diperoleh dari kulit, tulang, dan daging ikan patin. Ekstrak yang digunakan adalah ekstrak dari pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksana dengan proses maserasi dan akudes dengan proses infusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol, kulit ikan mengandung alkaloid, saponin, dan steroid; pada tulang mengandung flavonoid dan saponin; pada daging mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid. Pada ekstrak etil asetat, kulit dan tulang ikan mengandung alkaloid; sedangkan pada daging mengandung flavonoid dan steroid. Pada ekstrak n-heksana, kulit ikan mengandung alkaloid dan steroid; tulang ikan mengandung alkaloid; dan daging ikan mengandung saponin dan terpenoid. Pada akuades, kulit ikan mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan steroid; tulang ikan mengandung alkaloid; danging ikan mengandung alkaloid, flavoid, dan saponin. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Pangasius sp. memiliki metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan steroid.
Co-Authors Adiyatma Putra Mahardika Adma, Annes Claudia Ady Mara Anggraini, Wieke Aprilia Putri Athiah, Medina Az Zahra, Fatihah Bebbi Arisya Kesumaputri Budi Untari Cahyaputra, ariefqi Naufaldi Cahyaputra, ariefqi Naufaldi Dwi Budi Santoso Dwi Indira Setyorini Eka Febri Zulissetiana Ella Amalia, Ella Elsafani Faddiasya Fatihah Az Zahra Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Firdaus, Mutia Muthmainnah Galuh Anggraini Gustina Emilia Ningsih Hasmeinah, Hasmeinah Intan Rahma Dewi Irfannuddin Irfannuddin Irfannudin Irfannudin Kohar, Evlin Kohar, Evlin Kusumo Hariyadi Kusumo Haryadi Liniyanti D. Oswari M Fakhri Altiyan M Kenli Kendi Tampoliu Maharani Natasya Mardiyanto Mardiyanto Mariana Mariana Masayu Farah Diba Medina Athiah Melina Indah Sari Mia Esta Poetri Afdal Faisal, Mia Esta Poetri Afdal Monanda, M Dias Athallah Monanda, M. Dias Athallah Muhammad Hasnawi Haddani Mulawarman, Hisham Muniaty Sulam Ng Muthiah Hasnah Suri Muthiah Hasnah Suri, Muthiah Hasnah Mutiara Budi Azhar Naomi W Tioline Ng, Muniaty Sulam Nirwan Syarif Nugraha, Doni S Nursiah Nasution Nurul Windi Anggraini, Nurul Windi Nurwany, Raissa Oktharina, Eka Handayani Oswari, Liniyanti D Puji Rizki Suryani Puput Eka Sari Putra Ramadhan Algiffary Irianto Dunda Putriana Fuji Safitri Ratnaningsih Dewi Astuti Riana Sari Puspita Rini Yana Rini Yana Rini Yana Romadhon, M Fitra Sabathania, Hana Daini Safyudin Santosa, Dorothy Eunike Siti Devita Utami Siti Rusdiana Puspa Dewi Soputra, Ezra Hans Soputra, Ezra Hans Sri Wahyuni Subandrate Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Tri Suciati Yana, Rini