Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Pengguna Hospital Management Information System (HMIS) dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Kariadi Semarang Sabran Sabran; Muhammad Yunus; Arniati Ramadhani
Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 5 No. 1 (2023): May
Publisher : Sekawan Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v5i1.329

Abstract

The Hospital Management Information System (HMIS) is basically used in various service pro-cesses starting from patient registration to the payment process which is expected to streamline the performance of the hospital and provide credible information for its users. As technology develops, HMIS has been used in various hospitals, one of which is to support all aspects of in-creasing customer satisfaction. RSUP Dr. Kariadi Semarang has Type A accreditation status which is a teaching and referral hospital in Central Java. Seeing the high activity at RSUP Dr. Kariadi, customer satisfaction is one of the references. Therefore this study focuses on evaluating consumer satisfaction using the End User Computing Satisfaction (EUCS) evaluation model through direct interviews. The four variables used include Content, Accuracy, Format, Ease of Use, and Timelines. Based on the results of the analysis, there are 3 dimensional factors that have fulfilled user satisfaction, namely the dimensions of content, accuracy, and format. Even though it is stated that it meets user satisfaction, these dimensions still need to be improved because they still have weaknesses in terms of multiple patient data collection and identification of new patients and old patients. The other two dimensions, namely the dimensions of timeliness and ease of use, are still not sufficient for user satisfaction because of the capabilities of the devices used and the lack of guidance in the system.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Anemia dan Pencegahan Stunting di Masa Depan Melalui Aplikasi Anemiago Sabran Sabran; Dian Kartika Sari; Malinda Capri Nurul Satya
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1386

Abstract

Anemia is a condition where the level of HB or hemoglobin in the blood is less than the normal standard. Based on the 2018 Riskesdas data, the prevalence of anemia in women aged ≥15 years (adolescent girls) was 41.6% while the prevalence of anemia in pregnant women was 48.9%. This figure has increased from 31% in 2013. Adolescent girls who suffer from anemia are at risk of anemia during pregnancy which will potentially increase stunting rates. The impact of anemia on adolescent girls is stunted growth, easily infected, decreased academic achievement, becoming a high-risk prospective mother for pregnancy and childbirth. Anemia that occurs in women of childbearing age is a challenge in the field of reproductive health nutrition. With the development of technology in this day and age, it is certainly unfortunate if it is not used to provide positive values to the community. Therefore, the development of the AnemiaGo application for early detection of anemia is very important. This is done to increase public awareness about anemia and reduce the incidence of anemia early. The method used in this community service is planning and implementing activities consisting of introductions, counseling by providing education and training, giving Blood Additive Tablets (TTD) and assessing by giving pretest and posttest questionnaires. The results obtained from this activity are an increase in knowledge and attitudes in adolescents and WUS.
Analisis Faktor Penyebab Lamanya Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Klinik Suherman Aji Galih Pamenang; Dony Setiawan Hendyca Putra; Atma Deharja; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.664

Abstract

Pelayanan rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember sudah cukup baik, akan tetapi masih terdapat masalah yaitu lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan yang berdampak pada kepuasan pasien. Berdasarkan observasi diketahui adanya lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan dengan jumlah waktu tunggu pelayanan pasien rata-rata 62 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan pasien rawat jalan di Klinik Rawat Inap Dr. M. Suherman Jember dengan menggunakan 5M. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, untuk memprioritaskan masalah menggunakan NGT, untuk menyusun alternatif pemecahan masalah menggunakan brainstorming. Informan dari penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis, 1 perawat, dan 1 dokter umum. Hasil penelitian didapatkan prioritas masalah berdasarkan variabel machine yaitu masih terdapat sistem error pada SIM Klinik, variabel man yaitu jumlah petugas pelayanan rawat jalan belum mencukupi yaitu pada shift pagi hanya terdapat 1 dokter umum sehingga jika ada pasien gawat darurat maka pasien umum harus menunggu dokter selesai melayani pasien gawat darurat. Alternatif pemecahan masalah yang didapat yaitu melakukan evaluasi dan perawatan rutin 1 bulan sekali terhadap sistem yang berlaku, menambahkan jumlah dokter untuk shift pagi.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rawat Inap di RSU BaliMed Negara Bali Ni Made Oktin Permata Sari; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.708

Abstract

Formulir informed consent penting untuk diiisi lengkap karena mempengaruhi mutu kualitas rekam medis dan pelayanan kesehatan. Rata-rata ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali Bulan Januari-Juli 2022 sebesar 20,83%. Ketidaklengkapan pengisian informed consent mengakibatkan berkurangnya validitas alat bukti hukum dan utilitas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian informed consent pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, CARL, dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu 3 dokter, 2 perawat rawat inap, 1 petugas assembling, kepala rekam medis dan sumber daya manusia. Objek penelitian adalah informed consent. Hasil penelitian menunjukkan faktor ability yaitu kurangnya pengetahuan dokter dan perawat, serta belum pernah diadakannya pelatihan pengisian informed consent. Motivation yaitu tidak adanya reward dan punishment bagi dokter dan perawat. Opportunity yaitu belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan job desc terkait kelengkapan formulir informed consent. Hasil prioritas masalah yaitu belum terdapat SOP, pelatihan, serta kurangnya pengetahuan dokter dan perawat terkait pengisian formulir informed consent. Upaya perbaikan masalah yaitu membuat, mensosialisasikan, dan memberikan SOP ke setiap poli, serta mengirimkan dokter dan perawat untuk mengikuti pelatihan atau seminar terkait pengisian informed consent.
Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Map Rekam Medis di Rumah Sakit Citra Husada Jember Sysilia Mahendra Ainunnisa; Angga Rahagiyanto; Gamasiano Alfiansyah; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.725

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen rahasia pasien yang harus dijaga kerahasiaannya, keamanannya, dan terbebas dari kerusakan fisik. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada Juni 2022 di unit RM RS Citra Husada Jember sebanyak 198 atau 60% kerusakan DRM. Kerusakan berupa map berlubang akibat staples tracer, map robek sehingga formulir di dalamnya tidak terlindungi dan bagian nomor rekam medis bagian samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan map DRM di RS Citra Husada Jember menggunakan teori unsur 7M (man, methods, machine, material, media, motivation and money). Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai pengumpulan data. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan. Memprioritaskan masalah dengan metode USG dan upaya rekomendasi dengan brainstrorming. Hasil penelitian berdasarkan prioritas masalah dengan USG didapatkan penyebab kerusakan map rekam medis adalah tingkat kualitas kertas map kurang, kurangnya pengetahuan dan kedisiplinan petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis. Upaya perbaikan melakukan desain ulang map menggunakan kertas artpaper 260gr lapisan glossy, memberikan pelatihan dan seminar kepada petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis untuk memberikan peranan penting dalam pengetahuan pegawai, dan memberikan pengawasan serta sanksi kepada petugas untuk memberikan peranan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai.
Analisis SIMRS Pendaftaran Rawat Jalan Metode PIECES di RSU Srikandi IBI Jember Robithatil Khoirot; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.756

Abstract

SIMRS yang digunakan oleh RSU Srikandi IBI Jember merupakan aplikasi sistem informasi berbasis desktop. Ditemukan berbagai masalah terkait SIMRS, seperti tidak ada buku pedoman pengoperasian SIMRS, kurangnya pelatihan, serta gangguan sistem seperti loading sistem dan downtime. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SIMRS pendaftaran pasien rawat jalan menggunakan metode PIECES. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa SIMRS berdasarkan aspek performance belum terdapat menu laporan kunjungan pasien per poli dan opsi pada menu Kelurahan/Desa masih belum sesuai dengan spesifikasi Kecamatan, aspek Information data yang dihasilkan akurat namun belum memberikan informasi terkait tanggal kunjungan terakhir pasien mendaftar. Aspek Economy SIMRS sudah terintegrasi dengan v-claim serta terdapat anggaran dalam pemeliharaan SIMRS, Aspek control terkait integritas, keamanan sistem, Aspek Efficiency sudah memberikan efisiensi dalam penerapannya, Aspek Service SIMRS belum terdapat warning pada pengisian NIK yang sama pada menu pasien baru sehingga SIMRS masih belum sesuai harapan pengguna. Saran dari penelitian ini yakni petugas IT/pengembang menambahkan menu atau fitur laporan kunjungan pasien per poli dan cetak label otomatis, warning fitur tanggal terakhir kunjungan pasien pada pencarian data, fitur logout otomatis sehingga bisa membantu menjagakeamanan setiap user, minimal password
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember Roudhotul Falah; Maya Weka Santi; Novita Nuraini; Sabran Sabran; Rika Furi Retnoningrum
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.758

Abstract

Jumlah misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember pada tahun 2022 sebesar 2,85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, menganalisis prioritas masalah menggunakan CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage), dan upaya perbaikan menggunakan brainstorming. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala rekam medis, enam petugas filing, dan tiga perawat ruangan Nusa Indah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan brainstorming. Hasil penelitian yaitu kurangnya pengetahuan petugas, petugas filing yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan belum pernah mengikuti pelatihan rekam medis, belum disiplinnya petugas, belum terhubungnya komputer di unit filing dengan genset, rak penuh, serta sebagian petugas filing belum memahami dan mengetahui isi dari standar operasional prosedur yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan prioritas masalah didapatkan hasil yaitu belum disiplinnya petugas, kurangnya pengetahuan petugas, dan rak penuh. Solusi untuk menyelesaikan masalah yaitu perlu adanya surat keputusan tentang pemberian reward dan punishment bagi petugas, memberikan pelatihan tentang rekam medis kepada petugas, serta melaksanakan retensi dan penyimpanan rekam medis diganti menjadi rekam medis elektronik.
SYMPTOM-BASED SCREENING OF INFECTIOUS DISEASES: QUESTIONNAIRE SURVEY FOR EARLY DETECTION Khomsatun Ni’mah; Sabran Sabran; Dony Setiawan; Mochammad Choirur Roziqin
JRMIK Vol 7 No 2 (2026): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v7i2.100

Abstract

Skrining gejala penyakit menular merupakan upaya penting dalam deteksi dini dan pencegahan penyebaran infeksi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proporsi gejala klinis tuberkulosis (TBC), human immunodeficiency virus (HIV), dan demam berdarah dengue (DBD) pada populasi yang diperiksa. Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memiliki gejala maupun faktor risiko utama terkait ketiga penyakit. Pada TBC, hanya sebagian kecil responden yang mengalami gejala klasik seperti batuk berkepanjangan dan demam persisten, tanpa temuan radiologis yang mendukung adanya kasus aktif. Untuk HIV, tidak ditemukan perilaku maupun riwayat medis berisiko, sementara gejala kronis tidak spesifik hanya dialami oleh sebagian kecil responden, sehingga risiko penularan HIV relatif rendah. Pada DBD, tidak terdeteksi kasus demam akut, dan gejala pendukung seperti nyeri otot, sakit kepala, atau nyeri sendi hanya muncul pada sebagian kecil responden tanpa bukti laboratorium maupun riwayat paparan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa prevalensi gejala penyakit menular dalam populasi penelitian tergolong rendah, namun skrining terintegrasi tetap diperlukan untuk deteksi dini serta pemantauan berkelanjutan, terutama pada individu dengan gejala ringan atau faktor risiko tertentu.
Interface Design of Integrated Infectious Disease Screening Information System in the Teaching Factory for Health Innovation (V-Kes) Sabran Sabran; Dony Setiawan HP; Mochammad Choirur Roziqin; Khomsatun Ni’mah
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v4i1.6694

Abstract

Communicable diseases such as Tuberculosis (TB), Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), and HIV/AIDS remain major public health challenges in Indonesia, including Jember Regency. Data from the Central Bureau of Statistics and the Ministry of Health indicates an increasing trend in these diseases, emphasizing the importance of early detection through screening as a strategy to reduce transmission and mortality rates. This study creates an interface design that aims to create an infectious disease screening information system based on Artificial Intelligence (AI) that is not yet available in the Teaching Factory for Health Innovation (V-Kes) using the Rapid Application Development (RAD) approach. RAD was chosen because it allows rapid system development through continuous iterations and active user involvement. The research involves a multidisciplinary team from the fields of health, information technology, and management, while V-Kes functions as both an innovation laboratory and a real-world practice setting that integrates digital technology into community-based health services. The expected outputs of this research include scientific publications at national and international conferences, scientific posters, copyright registration of the information system, and a comprehensive final report. This interface design will later enable the developed system to accelerate the detection of infectious diseases, increase service efficiency, and enrich students' learning experiences through the Teaching Factory 4.0 concept. Moreover, this study contributes to strengthening local digital health systems and provides a replicable model for health technology development in other educational institutions.
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DOQ-IT di Puskesmas Kendit Situbondo Sabran Sabran; Nabila Agustina; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 7 No 2 (2026): September (In Progress)
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v7i2.209

Abstract

Kendit Public Health Center currently uses paper-based medical records and has only recently begun implementing electronic medical records (EMR) in several service areas. However, this implementation faces numerous challenges, including data duplication, file damage, and the accumulation of 9,424 physical records. This situation highlights the importance of accelerating the comprehensive implementation of Electronic Medical Records (EMR) to enhance the efficiency of patient data management. This study aims to analyze the readiness for EMR implementation using the DOQ-IT method. This descriptive research involved 53 respondents, with data collected through questionnaires. The results showed that organizational alignment readiness was in the “very ready” category with a score of 31.72 out of a maximum score range of 45. The subvariables included culture (mean: 3.56), leadership (mean: 3.53), and strategy (mean: 3.47) on a 1 – 4 scale. Meanwhile, organizational capacity readiness was in the “moderately ready” category with a score of 59.77 out of a maximum score range of 100. The subvariables included information management (mean: 3.11), clinical and administrative staff (mean: 3.07), training (mean: 3.42), workflow process (mean: 2.92), accountability (mean: 2.75), budgeting (mean: 3.12), patient involvement (mean: 2.58), IT management (mean: 3.06), and IT infrastructure (mean: 2.80) on a 1 – 4 scale. Improvements are needed in organizational capacity, particularly in patient involvement, accountability, and IT infrastructure.