Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengelolaan Konten Instagram di Indonesia Power Rosilah Rosilah; Ari Pandu Witantra; Ivan Issa Fathony
Jurnal Riset Komunikasi Terapan Vol 2, No 01 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jkrt.v2i01.27770

Abstract

Komunikasi digital menjadi elemen kunci dalam strategi pengelolaan informasi dan interaksi di masyarakat modern. Instagram saat ini tidak bisa dilepaskan dari keseharian sebagian masyarakat Indonesia. Hingga Februari 2024, hampir sepertiga penduduk Indonesia telah menggunakan Instagram. Perusahaan juga menggunakan Instagram untuk menyampaikan informasi perihal layanannya dan juga mendapatkan feedback dari konsumennya. Penyampaian informasi melalui konten digital yang relevan dan menarik tidak hanya membantu dalam membangun hubungan yang kuat dengan publik, tetapi juga berperan penting dalam edukasi, pemberian layanan, dan pembentukan opini.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengelolaan konten digital Instagram Indonesia Power dalam proses perencanaan pesan, pengemasan pesan dalam menyampaikan informasi penggunaan bahasa dan respon feedback.Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma post-postivisme. Dengan hasil penelitian Instagram @plnipubp.suralaya menggunakan pengemasan konten digital melakukan penyampaian informasi melalui fitur yang ada serta humas sudah sesuai dengan keempat komponen yaitu context, communication, collaboration dan connection.
Peningkatan kesadaran dalam pengelolaan destinasi wisata Banten Lama sebagai cagar budaya Rani Sri Agustina; Nurikah Nurikah; Agus Prihartono PS; Ivanissa Fathony; Yeni Widyastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34230

Abstract

Abstrak Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 437/Kep.160-Huk/2018 menjadikan kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya sehingga keberadaannnya perlu dijaga terutama oleh masyarakat sekitar, tetapi dalam kenyataannnya di daerah wisata cagar budaya tersebut masih ada perbuatan vandalism, penjagaan daerah inti cagar masih longgar dan tidak adanya pusat informasi yang memadai tentang daerah wisata cagar budaya, sehingga harus ada kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar khususnya di daerah cagar budaya yaitu yang terletak di Kelurahan Banten untuk melestarikan lingkungan dan memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan diskusi secara interaktif secara langsung, peserta yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut diketahui bahwa di daerah wisata cagar budaya Banten Lama sudah terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk masyarakat sekitar tetapi karena ada beberapa permasalahan internal yang mengakibatkan pokdarwis tersebut tidak aktif lagi sehingga diperlukan kegiatan lanjutan kegiatan Pkm untuk mengaktifkan kembali pokdawris di kawasan Banten Lama dengan harapan dapat lebih mendorong tingkat kesadaran masyarakat setempat di Kawasan wisata cagar Budaya. Kata Kunci : pengabdian; wisata; cagar budaya; kesadaran masyarakat. Abstract Based on Banten Governor Decree No. 437/Kep.160-Huk/2018, the Banten Lama area has been designated as a Cultural Heritage Tourism Area, so its existence needs to be preserved, especially by the local community. However, in reality, acts of vandalism still occur in the cultural heritage tourism area, the protection of the core zone of the heritage area remains lax, and there is no adequate information center about the cultural heritage tourism area. Therefore, there must be awareness and participation from the local community, especially in the cultural heritage area located in Banten Village, to preserve the environment and provide good service to tourists. The approach used in this community service activity is a participatory method, which involves the community in direct socialization and discussion in an interactive manner with 30 participants consisting of various elements of the community. From the implementation of this community service activity, it is known that in the Banten Lama cultural heritage tourist area, a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has been formed by the local community, However, due to several issues, the Pokdarwis is no longer active, necessitating further community service activities to reactivate the Pokdarwis in the Banten Lama area, with the hope of enhancing the local community's awareness of the cultural heritage tourism area. Keywords: community service; tourism; cultural heritage; public awareness.